Februari 2024 Edisi #26
Ditulis oleh : Kalista
Seringkali kita menunda dan malas untuk melakukan pekerjaan yang menurut kita sederhana dan bisa dilakukan esok hari karena deadlinenya masih lama. Tetapi dengan menunda, pekerjaan kita akan menumpuk dan akan semakin malas untuk menyelesaikannya. Sebenarnya malas merupakan sifat manusiawi dan tidak selalu memiliki makna yang buruk, apabila kita malas dalam malakukan sesuatu yang dianggap buruk oleh negara dan agama tentunya malas akan bermakna baik begitupun sebaliknya. Walaupun demikian apabila sifat malas tidak dikelola dengan baik maka akan membawa dampak buruk kepada kita. Apabila sifat malas dibiarkan maka akan menjadi karakter pada diri seseorang dan akan membuat orang lain memiliki stigma yang buruk kepada kita karena kita tidak bertanggung jawab terhadap suatu hal yang kita kerjakan.
Malas juga sering dikaitkan dengan 2 perilaku, prokrastinasi (menunda-nunda) dan idleness (berdiam diri tanpa melakukan apa-apa). Terdapat 8 Voice of Laziness (8 suara kemalasan) yang sering kali muncul dan tidak kita sadari, diantaranya:
1) Confusion: “Aku tidak tahu apa yang aku lakukan”
2) Neurotic Fear: “Aku tidak bisa”
3) Fixed Mindset: “Aku khawatir aku akan gagal atau terlihat bodoh”
4) Lethargy: “Aku terlalu lelah. Aku tidak punya energi”
5) Apathy: “Aku tidak tahu tentang apa pun”
6) Regret: “Aku terlalu tua untuk memulai. Aku sudah terlambat untuk mencobanya”
7) Identity: “Aku seorang pemalas”
8) Shame: “Aku seharusnya tidak terlalu malas”
Untuk melawan rasa malas, terdapat satu cara yang sering dilakukan oleh orang Jepang yaitu Kaizen. Kaizen berasal dari 2 kata yaitu Kai yang berarti berubah dan Zen yang berarti baik, sehingga Kaizen dapat diartikan sebagai perubahan yang dilakukan untuk menjadi lebih baik. Teknik Kaizen ini juga dikenal dengan teknik 1 menit, dimana seseorang harus berlatih melakukan sesuatu selama 1 menit setiap hari di waktu yang sama. Mengapa hanya 1 menit? Karena apabila durasinya terlalu lama maka seseorang akan cepat bosan dan lelah sehingga pekerjaan akan tertunda lagi dan pada akhirnya tidak selesai. Jadi fokus Teknik Kaizen disini yaitu melakukan suatu aktivitas sedikit-sedikit atau ringan tetapi konsisten. Ketika sudah terbiasa fokus untuk melakukan aktivitas selama 1 menit, maka dapat mencoba meningkatkan durasinya menjadi sedikita lebih lama. Dengan menerapkan Teknik ini akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang dalam menyelesaikan aktivitasnya sekecil apapun itu. Lalu bagaimana caranya untuk menerapkan Teknik Kaizen tersebut? Teknik Kaizen tersebut dapat kita lakukan dengan ECRS (Eliminate, Combine, Rearrange, dan Simplify).
-Eliminate, menghilangkan tugas/step dalam suatu pekerjaan yang tidak diperlukan. Dengan mengajukan pertanyaan “apa” dan “mengapa” kita dapat mengetahui hal apa yang sebenarnya tidak diperlukan dan dapat dihilangkan
-Combine, setelah mengetahui apa yang akan dilakukan dan langkahnya apa saja maka selanjutnya bisa menggabungkan langkah-langkah yang memang sekiranya bisa digabung sehingga dapat menghilangkan pemborosan (waste) pada aktivitas yang kita kerjakan
-Rearrange, mengatur ulang langkah-langkah atau proses yang telah disusun agar tidak ada pemborosan (waste) dari proses kerja kita
-Simplify, langkah yang terakhir yaitu dengan mencari tahu langkah-langkah/tugas yang dapat disederhanakan
Jadi, itulah sekilas mengenai tips untuk menghilangkan rasa malas dan menghindari kebiasaan menunda pekerjaan. Yuk, berKaizen minimal dimulai untuk diri kita sendiri dengan menjadi lebih baik setiap harinya.
Source by djkn.kemenkeu.go.id dan idntimes.com