Desember 2023 Edisi #19
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Perempuan memiliki peranan penting dalam menghadapi berbagai tantangan serta upaya pemulihan ekonomi. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemberdayaan perempuan salah satunya dengan program pemberdayaan peternak wanita. PT Cimory Mountain Dairy bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan salah satu konsultan di Australia yaitu Chamberlain Veterinary Services (CVS) dalam membangun program pemberdayaan peternak wanita yang diberi nama Program Srikandi.
Program Srikandi merupakan program pemberdayaan peternak wanita mitra susu segar cimory yang dilaksanakan dengan memberikan pelatihan kepada para peternak wanita yang menjalankan usaha peternakannya. Targetnya yaitu wanita dari keluarga yang memiliki peternakan sapi perah tersebut. Saat ini Program Srikandi sudah berjalan sebanyak 2 program. Pada program pertama, diadakan pelatihan yang diikuti oleh 1000 peternak wanita yang berada di Jawa Barat, program ini berlangsung dari akhir tahun 2021 hingga akhir tahun 2022 dengan tema “Meningkatkan Keterampilan dan Keuntungan Usaha Ternak.”
Materi yang diberikan tentunya sangat luas, bukan hanya membahas manajemen pakan, kesehatan ternak, dan kualitas susu saja tetapi juga memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, kewirausahaan hingga literasi digital yang akan berguna untuk meningkatkan usaha peternakan mereka.
Program Srikandi kedua sudah berjalan dari bulan Oktober lalu hingga saat ini dengan target peternak wanita yang berada di wilayah Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Berbeda dengan program Srikandi yang pertama, pada Program Srikandi yang kedua mengusung tema Pengolahan Limbah Sapi yang tentunya tema ini sejalan dengan komitmen Cimory dalam mewujudkan produk yang sehat bernutrisi dan juga berkelanjutan (sustainable dairy farming) serta mendukung praktek peternakan yang inklusif dan ramah lingkungan.
Disini para peternak tidak hanya dibekali materi mengenai pengolahan limbah sapi saja tetapi juga diikuti dengan praktik pengolahan limbah secara langsung seperti pembuatan pupuk organik cair (POC), pupuk kompos, serta pupuk briket.
Program ini mendapatkan banyak respon positif dan antusiasme yang besar dari para peserta. Evaluasi program pun terus dilakukan oleh tim Dairy Service mulai dari materi hingga bentuk pelatihan yang sesuai dengan kondisi lapangan, mereka sangat terbuka untuk menerima saran dari para peserta dan mitra supplier susu sehingga inilah yang akan menjadi pertimbangan untuk melakukan improvement dari program yang telah berjalan agar lebih baik lagi.