November 2023 Edisi #14
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Pada era saat ini, perkembangan teknologi dan informasi sangatlah cepat sehingga memaksa perusahaan-perusahaan untuk terus beradaptasi, salah satunya melalui transformasi digital. PT ASDP Indonesia Ferry telah melakukan transformasi digital pada beberapa hal yaitu pada sistem ticketing, cash management, dan proses bisnis.
Salah satu bentuk transformasi digitalnya yaitu peluncuran program digitalisasi penyebrangan E-Ticketing Ferizy dimana tiket penyebrangan dapat dipesan secara online. Dalam e-ticketing Ferizy tidak hanya dilihat dari segi pelayanan tetapi juga keselamatan. Sebelum program e-ticketing ini berjalan, antrian yang terjadi sangatlah panjang hingga mencapai beberapa km khususnya pada saat mendekati Hari Raya Idhul Fitri dan itu menyebabkan banyak orang yang jatuh pingsan. Dengan program e-ticketing Ferizy ini pengelolaan kapasitas pelabuhan menjadi lebih terkendali, serta data penumpang untuk keperluan asuransi tercatat dengan lebih baik.
Bentuk lain dari transformasi digital yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry yaitu mengubah metode pembayaran dari pembayaran tunai menjadi non tunai (cashless). Selain karena faktor perkembangan teknologi, faktor keamanan terhadap uang yang digunakan sebagai metode pembayaran inilah yang menjadi perhatian PT ASDP Indonesia Ferry, pasalnya sebelum metode pembayaran berubah menjadi cashless dalam satu hari terdapat 5-8 miliyar uang cash dari hasil pembayaran dan tentunya hal tersebut memicu banyak dampak negatif seperti korupsi dan kehilangan.
Transformasi digital yang telah dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry merupakan suatu kemajuan besar di sektor pelabuhan. Dengan program-program digitalisasi yang sudah berjalan seperti e-ticketing dan metode pembayaran cashless tentunya sangat memudahkan calon penumpang dalam pemesanan tiket, selain itu proses pemesnan dan pembayaran pun akan lebih cepat sehingga tidak akan ada lagi antrian panjang di pelabuhan. Proses digitalisasi yang telah dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry dikembangkan oleh vendor dan juga internal perusahaan. Sebelumnya PT ASDP Indonesia Ferry telah memetakan apa-apa saja yang memang harus dikerjakan oleh vendor dan internal perusahaan, untuk hal-hal yang kompleks seperti ticketing system yang harus berhubungan dengan payment melalui bank maka ini akan dilakukan oleh vendor. Tentunya hal ini menarik karena PT ASDP Indonesia Ferry mempercayai timnya untuk mengembangkan program transformasi digital dimana hal ini terasa tidak aman dan lebih rumit jika dikerjakan sendiri (tanpa vendor), tetapi dengan cara inilah PT ASDP Indonesia Ferry membangun timnya dalam mengembangkan teknologi digital yang mayoritas timnya terdiri dari 70% generasi muda (millennial) dan 30% generaasi kolonial. Komposisi tim seperti ini dirasa pas oleh Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, generasi millennial dapat berkontribusi dalam menyumbangkan ide, inovasi dan kreatifitas mereka sedangkan generasi kolonial memiliki instutional history yang tidak dimiliki oleh generasi muda.
Di era yang serba digital ini, transformasi digital tentu penting untuk dilakukan karena dengan tranformasi digital dapat meningkatkan kepuasan konsumen melalui pelayanan yang dapat dilakukan secara lebih optimal, baik dalam proses transaksi pembelian, pengiriman, hingga komplain atas kendala yang mungkin terjadi maupun cara mengatasinya. Selain itu dengan digitalisasi tentunya pekerjaan akan semakin efektif dan efisien bukan hanya dari waktu dan biaya, tetapi juga dari tenaga.
Source: youtube Dr. Indrawan Nugroho “Di Balik Perjuangan Transformasi Digital Pelabuhan Bakauheni”