PENERAPAN BUDAYA KERJA
5R DI CIMORY
PENERAPAN BUDAYA KERJA
5R DI CIMORY
Oktober 2023 Edisi #13
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Setiap perusahaan tentu memiliki budaya kerja. Budaya kerja di perusahaan dapat memberikan pengaruh pada tiap individunya. Salah satu budaya kerja yang terkenal di dunia industri yaitu Budaya 5R, budaya kerja ini juga diterapkan di Cimory.
Budaya 5R merupakan budaya kerja yang berasal dari Jepang yang terdiri dari 5 konsep yaitu Ringkas, Rapih, Resik, Rawat dan Rajin. Penerapan 5R di perusahaan ini sudah diterapkan dan pada akhir tahun 2019 sudah dibuat standar penilaian GMP 5R yang terdiri kriteria-kriteria perkonsepnya. Standar tersebut dibuat oleh masing-masing departemen, kemudian oleh mereka diterapkan dan dijadikan sebagai standar acuan yang akan digunakan saat pelaksanaan inspeksi.
Terdapat banyak sekali fungsi dan manfaat dalam penerapan budaya 5R ini, diantaranya yaitu konsep Seiri (Ringkas), dengan menjalankan konsep ringkas area kerja akan terasa lebih lega karena barang-barang yang berada di area kerja akan dipilah dan dipilih mana yang diperlukan dan yang tidak diperlukan. Barang-barang yang tidak diperlukan atau yang tidak pernah digunakan dapat dibuang. Konsep Seiton (Rapih) dapat membantu mencegah potensi barang-barang yang diperlukan hilang, karena dengan konsep ini barang-barang tersebut akan ditata di suatu tempat yang sudah disediakan. Memberikan tagging pada nama tempat dan barang juga membantu untuk mencegah terjadinya kesalahan pengambilan barang dan juga mempermudah kegiatan FIFO. Konsep 5R yang ketiga yaitu Seiso (Resik) atau sama juga dengan bersih. Implementasi konsep resik dapat membantu menurunkan bahkan menghilangkan issue terkait quality, sehingga tidak akan ada lagi reprocess atau rework yang akan memakan cost lagi. Selain itu, dalam kegiatan produksi sangat penting untuk dilakukan cleaning pada mesin, bukan hanya sekedar membersihkan tetapi juga sekaligus merawat (Seiketsu) mesin dengan mengecek adakah penyimpangan atau anomali pada mesin tersebut. Dengan merawat barang-barang atau mesin yang digunakan maka tidak akan ada yang kondisinya abnormal karena sudah terstandarisasi dengan baik. Konsep terakhir yaitu Shitsuke (Rajin), menurut mas Azhar poin ini dianggap cukup sulit untuk diterapkan karena harus ada rasa tanggung jawab dan disiplin yang tumbuh pada diri sendiri.
Menurut mas Azhar Budaya 5R merupakan hal yang basic tetapi cukup sulit dilakukan agar bisa menjadi budaya. Terdapat banyak kendala dalam pengimpelemtasian budaya 5R ini, diantaranya mindset yang belum seragam dalam memahami manfaat dan fungsi 5R. Oleh karena itu perlu dilakukan pembenahan mindset personal agar menjadi kesadaran dan ketidakterpaksaan dalam melakukan 5R ini salah satunya dengan cara refreshment training. Budaya 5R dapat berjalan baik apabila mendapatkan support dari berbagai pihak, mulai dari pengadaan barang untuk mendukung program 5R dan peran team masing masing untuk saling menjaga dan mengawasi sistem penerapan 5R ini. Maka dari itulah diperlukan kolaborasi yang baik dari tiap personil.