Destinasi wisata berupa pantai memang menjadi salah satu wisata hits saat ingin berpetualang dengan alam. Pulau Buru memiliki potensi wisata yang cukup menajubkan untuk di eksplore, salah satu nya pantai, yang memiliki keindahan luar biasa. Pasir putih yang panjang, air laut yang biru dan pegunungan yang hijau.
Pulau Buru yang berada di Maluku mempunyai beberapa pantai yang terkenal mempunyai pemandangan yang indah. Sebagian dari pantai masih terjaga kealamiannya, sehingga membuat pantai terlihat asri
Pantai Baikole menjadi salah satu pantai terindah di Pulau Buru. Pantai ini mempunyai keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan pantai-pantai pada umumnya.
Pantai Baikole mempunyai bentuk memanjang yang menyerupai sungai dan mempunyai perairan yang jernih serta semakin indah dengan warna hijau toscanya.
Mungkin ketika pertama kali tiba di destinasi wisata ini, kamu akan berpikir bahwa pantai ini merupakan sebuah aliran sungai yang berakhir di laut lepas. Terdapat sebuah jembatan dari kayu yang berfungsi untuk menghubungkan dua desa yang berada di setiap sisi pantai. Banyak wisatawan yang juga memanfaatkan jembatan ini untuk spot berfoto.
Pulau Buru merupakan salah satu Pulau yang terletak di Provinsi Maluku Indonesia. Pulau Buru dikenal sebagai Pulau penghasil tanaman kayu putih terbesar di Indonesia dengan luasan mencapai 120.000 Ha (48 persen dari total luasan tanaman kayu putih di Provinsi Maluku). Pulau Buru adalah kawasan yang berelevasi lebih dari 500 mdpl dengan curah hujan rata-rata 3000 – 4000 mm / tahun. Sedangkan kondisi suhu rata-rata 26OC, sehingga membuat Tanaman kayu putih (melaleuca leucadendron) mudah tumbuh di Pulau Buru. di Pulau Buru tanaman kayu putih masih berupa hutan alam yang tersebar di beberapa desa.
Kondisi tanah dan iklim di Pulau Buru mejadikan Pulau Buru sebagai lahan subur yang membuat tanaman kayu putih sangat mudah tumbuh secara alami. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produksi adalah karena proses penyulingan yang dilakukan masih sangat sederhana dan dalam skala kecil menggunakan ketel kayu dan sumber uap yang dipanaskan dengan kayu. Dan pada saat ini keberadaan tanaman kayu putih di Pulau Buru mulai mengalami penurunan karena semakin banyak daun yang diambil untuk penyulingan minyak kayu putih namun tanaman kayu putih hingga saat ini tidak di budidayakan dan juga terjadi penebangan liar yang dilakukan masyarakat untuk pembangunan.
Pulau Buru merupakan salah satu Pulau Besar di Provinsi Maluku dan termasuk ke dalam gugus pulau kawasan strategis pertanian, dengan komoditas utama tanaman padi. Pemerintah Provinsi Maluku hanya mampu memenuhi sebesar 58% kebutuhan beras di Provinsi Maluku.Pertumbuhan penduduk yang meningkat dan pergeseran pola konsumsi dari pangan lokal ke beras juga menjadi salah satu faktor perlunya melakukan peningkatan produktivitas beras di Provinsi Maluku. Peningkatan produktivitas beras bisa dilakukan, salah satunya dengan cara perluasan areal sawah baru dan juga diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di Pulau Buru, sehingga pulau ini dapat menjadi lumbung padi bagi Indonesia.
Potensi Ekonomi
Gunung Botak yang terletak di Pulau Buru, Maluku. Gunung Botak memiliki potensi yang besar untuk sektor Ekonomi Karena menghasilkan emas yang dapat diolah. Potensi Gunung Botak Pulau Buru masih belum banyak dikembangkan. Pengembangan potensi gunung ini perlu dilakukan dengan memperhatikan kelestarian alam dan keanekaragaman hayati. Dengan pengembangan yang terencana, Gunung Botak dapat menjadi aset penting bagi Pulau Buru dan Indonesia .
Proses pengelolaan emas yang dihasilkan dari gunung botak masih sangat tradisional yakni ada dua cara yaitu dengan cara mendulang dan menggunakan mesin tromol. Pekerja Emas Gunung Botak merupakan pendatang dari berbagai daerah, namun seiring berjalannya waktu pemerintah Kab.Buru mengambil alih untuk keterbatasan pendatang luar daerah untuk memanfaatkan potensi Emas Gunung Botak.