Kabupaten Buru memiliki kekayaan budaya yang unik dan beragam, yang tercermin dari tradisi adat, seni, dan kepercayaan masyarakat setempat.
Tarian Sawat Buru
Tari Sawat Pulau Buru adalah salah satu aset budaya yang bersifat arif dan telah menyatu bersama keberagaman suku atau etnis budaya masyarakat masyarakat Pulau Buru. Tarian Sawat digunakan oleh masyarakat Buru sebagai tarian pergaulan. Tarian sawat yang diiringi dengan tabuhan tifa dan totobuang sebagai manifestasi utama membangun tali pergaulan, persaudaraan, dan keakraban dengan para pengunjung. Hal tersebut dilakukan karena fungsi tari sawat adalah mengikat pergaulan sesama
Rumah adat baileo ( Suku Buru) merupakan rumah adat masyarakat buru berupa rumah panggung yang terbuat dari bambu dengan atap alang-alang atau daun kelapa.
Tarian Boki Feten
Tarian Boki Feten merupakan bentuk ekspresi budaya yang menggambarkan keagungan dan kelembutan sosok ratu atau wanita bangsawan dalam sejarah Kabupaten Buru. Tarian ini memainkan peran penting dalam melestarikan tradisi dan sejarah lokal, serta merayakan identitas budaya masyarakat Buru. Melalui gerakan anggun dan busana adat yang elegan, Tarian Boki Feten tidak hanya memperkaya acara kebudayaan dan upacara adat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat dan menghormati peran penting perempuan dalam komunitas serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.