DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 XI-F1
ANGGOTA : 1. BENEDICTUS RAPHAEL HAUMAHU
2. JOVITA KHADIJAH
3. MUHAMAD IBRAHIM REVANSYAH
4. NEYSA AULIA PUTRI
5. SABRINA MUTIARA BALQIS
6. VALENTINO PANJAITAN
SMA NEGERI 4 JAKARTA
Jl. Batu III No.3 Kel. Gambir Kec. Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan proposal Project-Based Learning (PjBL) yang berjudul “Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket” dengan baik.
Terselesaikannya proposal ini tentu tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kepala SMA Negeri 4 Jakarta, Bapak Achmad Subekti, M.Pd., M.A.
2. Ibu Eka Budi Kurniawati, S.Pd., yang telah memberikan bimbingan dan bantuan dalam proses penyusunan proposal ini.
3. Ibu Anggita Nuarsya Arzen, S.Pd, yang telah memberikan arahan dalam proses penyusunan proposal ini
4. . Seluruh anggota kelompok yang telah bekerja sama dengan baik dan kompak dalam menyelesaikan proposal ini.
Proposal ini disusun dalam rangka pelaksanaan Project-Based Learning (PjBL) dengan tujuan untuk memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat, yaitu briket sebagai salah satu alternatif bahan bakar. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi dan memanfaatkan sampah organik.
Kami menyadari bahwa proposal ini masih memiliki berbagai kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar proposal ini dapat menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi pembaca.
Kami atas nama Kelompok 3 Project-Based Learning Kelas XI-F1 memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan proposal ini. Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah awal dalam menciptakan inovasi sederhana yang dapat membantu mengurangi permasalahan sampah organik serta memberikan manfaat bagi lingkungan.
Jakarta, 2026
Kelompok 3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Limbah daun kering merupakan salah satu jenis limbah organik yang banyak ditemukan di lingkungan, terutama pada area sekolah, taman, dan permukiman. Daun yang berguguran umumnya hanya dikumpulkan dan dibakar atau dibiarkan membusuk, sehingga pemanfaatannya masih belum optimal. Padahal, daun kering mengandung bahan organik dan karbon yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui proses pembuatan briket.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Indonesia mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun, dengan sampah organik seperti sisa makanan dan sampah taman menjadi salah satu komponen utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik masih menjadi persoalan yang perlu ditangani. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna, salah satunya berupa briket.
Di sisi lain, kebutuhan energi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan berbagai aktivitas manusia. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk memanfaatkan sumber daya yang mudah diperoleh dan dapat diperbarui sebagai energi alternatif.
Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari biomassa yang telah dikeringkan dan dipadatkan. Limbah daun kering dapat dijadikan bahan baku briket dengan melalui beberapa tahapan, seperti pengeringan, pengarangan, penghalusan, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, dan pengeringan kembali. Pemanfaatan tersebut tidak hanya dapat menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi juga membantu mengurangi limbah daun yang terdapat di lingkungan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian “Inovasi Pemanfaatan Limbah Daun Kering sebagai Bahan Dasar Pembuatan Briket untuk Energi Alternatif” dilakukan untuk mengetahui potensi limbah daun kering sebagai bahan baku briket. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi sederhana yang membantu mengurangi limbah organik sekaligus memberikan alternatif pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara memanfaatkan limbah daun kering sebagai bahan dasar pembuatan briket?
2. Bagaimana proses pembuatan briket dari limbah daun kering agar dapat digunakan sebagai energi alternatif?
3. Apakah briket dari limbah daun kering dapat menjadi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan?
C. Tujuan Penelitian
Mengetahui cara mengolah limbah daun kering menjadi bahan dasar briket.
Mengetahui proses pembuatan briket dari limbah daun kering.
Mengetahui potensi briket daun kering sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi limbah.
C. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku pembuatan briket. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan referensi untuk pengembangan penelitian atau inovasi dalam pengolahan sampah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik menjadi briket sehingga dapat mengurangi jumlah sampah serta menghasilkan produk yang memiliki nilai guna sebagai alternatif bahan bakar.
b. Bagi Lembaga Pendidikan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kreativitas warga sekolah, khususnya siswa dan guru, mengenai pemanfaatan sampah organik. Selain itu, kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mendorong penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan sekolah.
c. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan dalam mengolah sampah organik menjadi briket serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Landasan Teori
Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah terbakar dan kemudian dipadatkan sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan bahan organik seperti daun kering dan ranting pohon sebagai bahan dasar briket dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah organik yang menumpuk di lingkungan. Daun kering dan ranting pohon yang biasanya dianggap sebagai sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Menurut penelitian mengenai pemanfaatan biomassa, limbah organik seperti daun dan ranting memiliki kandungan bahan yang dapat menghasilkan energi ketika melalui proses pembakaran. Pembuatan briket dari bahan organik dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengeringan bahan, pengarangan, penghancuran arang menjadi serbuk, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, dan pengeringan. Proses tersebut bertujuan menghasilkan briket yang lebih padat, mudah digunakan, dan memiliki waktu pembakaran yang lebih lama dibandingkan bahan organik dalam bentuk aslinya.
Selain sebagai sumber energi alternatif, pemanfaatan daun kering dan ranting pohon sebagai bahan briket juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik di lingkungan. Pengolahan limbah tersebut menjadi briket merupakan bentuk pemanfaatan kembali bahan yang sebelumnya tidak terpakai menjadi produk yang lebih bermanfaat. Dengan demikian, pembuatan briket dari daun kering dan ranting pohon dapat menjadi salah satu inovasi sederhana yang mendukung pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
BAB III
RENCANA PELAKSANAAN PROYEK
A. Rancangan Desain Projek
Projek ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan pemahaman peserta didik tentang pemanfaatan bahan organik seperti daun kering dan ranting pohon sebagai bahan bakar alternatif.
2. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan dan pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.
3. Mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis dalam merancang serta membuat briket dari bahan organik.
4. Menghasilkan produk berupa briket organik yang terbuat dari daun kering dan ranting pohon sebagai salah satu alternatif bahan bakar.
B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif. Metode ini dipilih untuk mengetahui proses pembuatan briket dari bahan organik berupa daun kering dan ranting pohon serta mengamati hasil dan kualitas briket yang dihasilkan.
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang dilakukan dengan membuat dan menguji produk briket dari bahan organik berupa daun kering dan ranting pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bahan organik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
2. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian adalah peserta didik atau anggota kelompok yang melakukan proses pembuatan briket.
Objek penelitian adalah briket yang dibuat dari daun kering dan ranting pohon, mulai dari proses pembuatan hingga hasil akhir produk.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi:
a. Observasi, untuk mengamati proses pengolahan daun kering dan ranting pohon menjadi briket serta karakteristik briket yang dihasilkan.
b. Eksperimen, dilakukan dengan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan briket, mulai dari pengeringan bahan, pengarangan, penghalusan, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga pengeringan briket.
c. Studi dokumentasi, berupa foto, catatan proses pembuatan, serta sumber seperti artikel, jurnal, dan informasi lain yang relevan dengan pemanfaatan limbah organik sebagai bahan bakar alternatif.
4. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mengamati dan membandingkan hasil briket yang dibuat. Aspek yang diamati meliputi bentuk, kekuatan, kemudahan menyala, lama pembakaran, dan kemampuan menghasilkan panas. Hasil pengamatan kemudian digunakan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan briket sebagai bahan bakar alternatif.
5. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan sekolah atau tempat yang sesuai untuk melakukan proses pembuatan briket, dengan waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan penelitian.
C. Timeline
(27/08/26) Sosialisasi Kelas X
Sosialisasi XI
LKPD 1
(28/08/26) Eksplorasi
Membuat Prototype
(31/08/26) Mempresentasikan rancangan awal
Mempresentasikan rancangan awal
Melanjutkan Prototype
(01/09/26) Pembuatan Prototype
(02/09/26) Membuat Prototype, Coaching Clinic
(03/09/26) Membuat Prototype, Coaching Clinic
Kel 1. 7-18 September : Menulis Lembar Kontrol
Kel 2. 21-2 oct : menulis lembar kontrol
Kel 3. 5-16 oct : menulis lembar kontrol
(19/09/26) Seminar proposal dan melanjutkan prototype
(20/09/26) Membuat Prototype, Coaching Clinic
(21/09/26) Membuat Prototype, Coaching Clinic
(22/09/26) Membuat Prototype, Melengkapi G-Sites
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Pembahasan Hasil Projek
1. Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Briket
Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dengan memanfaatkan bahan yang mengandung biomassa, salah satunya adalah sampah organik. Dalam projek ini, sampah organik yang digunakan berupa daun kering dan ranting pohon. Bahan-bahan tersebut biasanya hanya dibuang atau dibakar secara langsung, padahal dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Pemanfaatan daun kering dan ranting pohon sebagai bahan briket dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik di lingkungan. Selain itu, pengolahan sampah menjadi briket dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal dan menghasilkan bahan bakar alternatif.
2. Proses Pembuatan Briket
Pembuatan briket dari daun kering dan ranting pohon dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, daun kering dan ranting dikumpulkan kemudian dikeringkan untuk mengurangi kadar air. Selanjutnya, bahan tersebut diarangkan melalui proses pembakaran dengan oksigen yang terbatas.
Arang yang telah dihasilkan kemudian dihancurkan hingga menjadi serbuk. Serbuk arang dicampurkan dengan bahan perekat dan sedikit air hingga menjadi adonan yang dapat dicetak. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dipadatkan hingga membentuk briket. Setelah itu, briket dikeringkan hingga benar-benar kering agar dapat digunakan sebagai bahan bakar.
3. Kelebihan Pemanfaatan Briket Organik
Penggunaan daun kering dan ranting pohon sebagai bahan briket memiliki beberapa manfaat. Salah satunya adalah mengurangi sampah organik yang terdapat di lingkungan. Selain itu, briket dapat menjadi alternatif bahan bakar dari bahan yang mudah ditemukan dan sebelumnya tidak banyak dimanfaatkan.
Pembuatan briket juga dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa sampah organik tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
4. Implikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemanfaatan sampah organik menjadi briket dapat diterapkan sebagai salah satu upaya sederhana dalam mengurangi limbah di lingkungan sekitar. Daun kering dan ranting pohon yang terkumpul dapat dipisahkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan briket.
Dengan adanya projek ini, diharapkan masyarakat, khususnya peserta didik, dapat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan memahami pentingnya memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan. Pembuatan briket dari daun kering dan ranting pohon juga dapat menjadi contoh inovasi sederhana dalam menghasilkan bahan bakar alternatif dari sampah organik.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan proposal yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa daun kering dan ranting pohon yang selama ini dianggap sebagai sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi briket sebagai salah satu bahan bakar alternatif. Proses pembuatan briket dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengumpulan dan pengeringan bahan, pengarangan, penghalusan, pencampuran dengan perekat, pencetakan, dan pengeringan.
Pemanfaatan sampah organik menjadi briket dapat membantu mengurangi jumlah sampah di lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna. Projek ini juga dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat.
B. Saran
1. Sebaiknya daun kering dan ranting pohon yang digunakan dalam pembuatan briket benar-benar kering dan bersih agar hasil briket lebih baik.
2. Proses pembuatan briket perlu dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keselamatan, terutama saat proses pengarangan.
3. Komposisi bahan dan perekat dapat dikembangkan melalui beberapa percobaan untuk mendapatkan briket yang lebih kuat dan mudah digunakan.
4. Pemanfaatan sampah organik menjadi briket diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu bentuk pengelolaan sampah yang kreatif dan ramah lingkungan.
5. Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap lama pembakaran, panas yang dihasilkan, dan kualitas briket agar hasil penelitian menjadi lebih lengkap.