Biosite Hutan Pelangi terletak di Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sumberwringin memiliki luas 23,6 hektar dan berfungsi sebagai pusat penelitian serta konservasi ex-situ untuk jenis tanaman beriklim basah seperti Pinus, Mahoni, Eucalyptus, dan Damar (KHDTK 2013). Kayu Leda (Eucalyptus deglupta) adalah pohon eksotis yang terkenal di kawasan KHDTK dan menjadi destinasi wisata yang populer. Pohon ini tergolong sebagai spesies yang rentan di alam liar karena penurunan populasinya yang disebabkan oleh eksploitasi berlebihan di habitat aslinya.
Eucalyptus deglupta adalah spesies tanaman endemik Indonesia yang ditemukan di Maluku dan Papua, dan diperkenalkan ke KHDTK pada tahun 1939. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjuluki KHDTK sebagai Hutan Pelangi karena kulit pohonnya yang berwarna-warni seperti pelangi. Proses ini terjadi ketika lapisan kambium teroksidasi dengan oksigen, sehingga menghasilkan berbagai warna seperti hijau, kuning, biru, jingga, dan cokelat (Garner, 2006). Selain itu, Biosite Hutan Pelangi juga memiliki berbagai macam flora dan fauna.
Keanekaragaman flora meliputi Famili Piperaceae, termasuk Piper cubeba asli, didominasi oleh rumput liar (Cyperus sp.), Kirinyuh (Chromolaena odorata), Ciplukan (Physalis angulata), Jelatang (Girardinia palmata), dan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Keanekaragaman fauna meliputi spesies seperti Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Bajing Pohon (Paradoxurus hermaproditus), dan beberapa spesies burung endemik termasuk Ayam Hutan Hijau (Gallus varius), Bulbul Gunung (Pycnonotus bimaculatus), dan Sikatan Biru Bukit (Rhipidura euryura). Fauna Biosite didukung oleh tersedianya makanan berupa dedaunan, biji-bijian, dan buah-buahan.
Sumber gambar & info diambil dari situs :
http://geopark-ijen.jatimprov.go.id/
Tari petik kopi merupakan tarian tradisional yang berasal dari Kecamatan Sumberwringin yang menggambarkan suka cita para petani wanita dalam memanen kopi. Tarian petik kopi masuk ke dalam Situs Warisan Budaya Tak Benda - Ijen Geopark. Musim panen kopi biasanya berlangsung dari bulan Juli hingga September. Setiap petani kopi berkumpul di area perkebunan kopi selama panen kopi. Saat panen kopi dimulai, para petani mengekspresikan rasa syukur dan kegembiraan mereka dengan mengadakan doa bersama dan menyajikan berbagai makanan tradisional dalam bentuk nasi tumpeng. Acara ini diikuti dengan tarian yang dikenal dengan Tari Petik Kopi.
Tari Petik Kopi dibawakan oleh para perempuan yang berpakaian merah dan mengenakan rok. Musik 'Tong-Tong', sebuah jenis musik tradisional, dimainkan bersamaan dengan Tari Petik Kopi. Musik ini dimainkan dengan menggunakan kentongan, alat musik yang terbuat dari kayu dan bambu dengan berbagai ukuran yang dapat menghasilkan suara yang berbeda. Setelah itu, semua bentuk kentongan digabungkan untuk menciptakan satu komposisi musik yang indah dan merdu. Sebagai salah satu identitas daerah Kabupaten Bondowoso, Tari Petik Kopi masih sering dipentaskan di berbagai acara di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso.
Sumber gambar & info diambil dari situs :
http://geopark-ijen.jatimprov.go.id/
Festival Bumi Raung merupakan acara tahunan Desa Sumberwringin yang digelar sebagai perwujudan rasa syukur akan hasil panen melimpah yang diberikan oleh alam dan Sang Pencipta. Puncak acara ditandai dengan arak-arakan gunungan hasil bumi yang diiringi oleh barisan warga yang mengenakan pakaian adat khas daerah. Arak-arakan gunungan ini dibawa ke sumber mata air atau "kolbuk" sehingga dikenal juga dengan sebutan "Slametan Kolbuk". Acara ini rutin diadakan setiap tahun oleh pemerintah Desa Sumberwringin pada bulan Suro.
Kegiatan Gerak Jalan Unik Taring (Tapen - Sumberwringin) merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Kecamatan Sumberwringin, menampilkan keberagaman budaya setempat. Acara ini tidak hanya mengedepankan kebugaran fisik, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal serta meningkatkan kreativitas masyarakat. Puncak kegiatan ditutup dengan acara display unik dari masing-masing peserta di garis finish, sehingga menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan di antara para peserta.
Agenda Tahunan Pada Bulan Agustus