Persilangan testcross atau uji silang adalah persilangan antara individu yang belum diketahui genotipenya (apakah homozigot atau heterozigot) dan induk yang bergenotipe resesif. Adapun tujuan dari testcross adalah untuk menguji apakah suatu individu yang berfenotipe dominan memiliki genotipe homozigot atau heterozigot. Jika keturunan hasil testcross tidak memisah atau berfenotipe seragam, individu yang diuji memiliki genotipe homozigot atau bergalur murni. Akan tetapi, jika keturunannya memisah 1 : 1 atau memiliki lebih dari satu fenotipe, individu yang diuji bersifat heterozigot. Selain itu, testcross juga bertujuan untuk mengetahui jenis gamet yang dihasilkan oleh individu yang genotipenya belum diketahui. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh persilangan testcross berikut.
Bunga mawar merah disilangkan dengan bunga warna putih. Warna merah ditentukan oleh gen M dan bersifat dominan terhadap warna putih yang ditentukan oleh gen m. Ada dua kemungkinan genotipe untuk warna merah, yaitu MM atau Mm.
Oleh karena pada keturunannya terbentuk dua macam fenotipe, yaitu merah dan putih, maka bunga tersebut memiliki genotipe heterozigot. Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada persilangan testcross, jika keturunannya berfenotipe seragam, individu yang diuji memiliki genotipe homozigot atau bergalur murni. Akan tetapi, jika keturunannya memiliki lebih dari satu fenotipe, individu yang diuji bersifat heterozigot.
Persilangan backcross atau silang balik adalah persilangan antara suatu individu dan salah satu induknya. Tujuan dari persilangan backcross adalah untuk mendapatkan kembali sifat-sifat galur murni, baik yang bergenotipe homozigot dominan maupun bergenotipe homozigot resesif. Backcross akan menghasilkan progeni, yaitu keturunan yang berasal dari sumber yang sama. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh persilangan backcross berikut ini!
Tanaman padi berbiji pulen disilangkan dengan tanaman padi berbiji tidak pulen. Sifat pulen ditentukan oleh gen P dan bersifat dominan terhadap sifat tidak pulen yang ditentukan oleh gen p. Terhadap F1 dilakukan backcross. Ada dua macam induk yang dapat digunakan, yaitu induk dominan dan induk resesif.
Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada backcross, jika F1 disilangkan dengan induk yang dominan, akan dihasilkan genotipe dengan perbandingan 1 : 1 dan fenotipenya 100% seragam. Akan tetapi, jika F1 disilangkan dengan induk yang resesif, perbandingan genotipe dan fenotipenya akan sama, yaitu 1 : 1.
Persilangan resiprok atau persilangan ulang adalah persilangan dengan menukarkan jenis kelamin. Perbandingan fenotipe dan genotipe hasil persilangan ini tidak akan berubah selama gen-gen yang disilangkan tidak terpaut pada kromosom kelamin. Akan tetapi, jika gen tersebut terpaut pada kromosom kelamin, perbandingan keturunannya akan berubah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh persilangan resiprok berikut ini.
Kacang ercis bunga ungu disilangkan dengan kacang ercis bunga putih. Sifat ungu ditentukan oleh gen U dan bersifat dominan terhadap sifat putih yang ditentukan oleh gen u. Terhadap parental pertama (P1) dilakukan persilangan resiprok
Jumlah macam gamet yang dihasilkan oleh suatu individu dapat dihitung dengan menggunakan rumus 2n , n adalah banyaknya sifat beda atau banyaknya pasangan alel heterozigot yang bebas memisah. Contoh: Jika ada individu bergenotipe AaBBcc, hitunglah pasangan alel yang heterozigot saja. Jawab: Pada soal, pasangan alel yang heterozigot hanya satu, yaitu Aa. Dengan demikian, jumlah macam gamet yang dihasilkan = 21 = 2. Macam gamet yang dihasilkan tersebut adalah ABc dan aBc.
Jumlah kemungkinan genotipe dan fenotipe pada F2 berdasarkan jumlah sifat bedanya (monohibrid, dihibrid, trihibrid, dan seterusnya) dapat dilihat pada tabel berikut ini
KERJAKAN SOAL BERIKUT INI BESERTA CARA CARA MENDAPATKAN JAWABANNYA, KEMUDIAN DI FOTO DAN DIKIRIM KE GOOGLE CLASSROOM
NO SOAL 1
kelapa batang tinggi dominan terhadap kelapa batang pendek apabila kelapa batang tinggi disilangkan dengan kelapa batang pendek dan menghasilkan keturunan kelapa batang tinggi sebanyak 50% dan kelapa batang pendek sebanyak 50% maka genotip yang tepat dari parental kelapa berbatang tinggi tersebut adalah....
NO SOAL 2
Persilangan antara tanaman biji bulat dengan tanaman biji kisut menghasilkan keturunan yang semuanya biji bulat biji bulat bersifat dominan (K) terhadap biji kisut (k) genotip yang tepat dari parental tanaman biji bulat tersebut adalah....
NO SOAL 3
pada persilangan bunga berwarna merah dengan bunga berwarna putih dihasilkan keturunan F1 yang semuanya berwarna merah jika keturunan f1 disilangkan dengan induk yang berwarna merah maka persentase keturunan F2 yang merupakan galur murni sebanyak .......%
NO SOAL 4
Rajki melakukan persilangan terhadap tikus rambut hitam (H) dan tikus rambut putih (h) homozigot Jika Rajki menginginkan keturunan F2 yang memiliki genotip heterozigot sebanyak 50% maka individu F1 harus disilangkan dengan induk yang memiliki genotip .........
NO SOAL 5
Jika Arya melakukan persilangan di antara dua individu trihibrid, kemungkinan macam fenotipe F2 yang diperoleh adalah ........macam, serta dengan perbandingan fenotipe .........