Persilangan dihibrid adalah persilangan dengan dua sifat beda yang merupakan dua pasangan alel. Berikut ini adalah contoh persilangan dihibrid dominansi penuh.
Tanaman tomat buah bulat batang tinggi disilangkan dengan tanaman tomat buah lonjong batang pendek. Sifat bulat ditentukan oleh gen B dan bersifat dominan terhadap sifat lonjong yang ditentukan oleh gen b. Sementara itu, sifat tinggi ditentukan oleh gen T dan bersifat dominan terhadap sifat pendek yang ditentukan oleh gen t. Keturunan I seluruhnya berbuah bulat batang tinggi. Jika tanaman hasil keturunan I disilangkan dengan sesamanya, pada keturunan F2 akan diperoleh tanaman tomat dengan fenotipe bulat tinggi, bulat pendek, lonjong tinggi, dan lonjong pendek dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1.
Untuk lebih jelasnya, peristiwa persilangan dihibrid tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Tanaman tomat buah bulat batang tinggi bersifat dominan.
Tanaman tomat buah bulat batang tinggi betina pada induk pertama (P1) memiliki genotipe homozigot BBTT. Terjadi pemisahan alel secara bebas sehingga BB berpisah menjadi B dan B, sedangkan TT berpisah menjadi T dan T. Saat pembentukan gamet betina, terjadi penggabungan alel secara bebas sehingga terbentuk gamet BT. Tanaman tomat buah lonjong batang pendek bersifat resesif.
Tanaman tomat buah lonjong batang pendek jantan pertama (P1) memiliki genotipe bbtt. Terjadi pemisahan alel secara bebas, yaitu bb berpisah menjadi b dan b, sedangkan tt berpisah menjadi t dan t. Saat pembentukan gamet, terjadi penggabungan alel secara bebas sehingga terbentuk gamet bt.
Terjadi fertilisasi antara gamet betina BT dan gamet jantan bt sehingga dihasilkan keturunan pertama (F1) yang seluruhnya atau 100% bergenotipe BbTt dan berfenotipe buah bulat batang tinggi.
F1 kemudian disilangkan dengan sesama F1 sebagai parental kedua (P2). Saat pembentukan gamet, setiap pasangan alel memisah dan bergabung secara bebas dengan alel bukan pasangannya. Dengan demikian, akan terbentuk empat macam gamet jantan (BT, Bt, bT, dan bt) dan empat macam gamet betina (BT, Bt, bT, dan bt).
Jika keempat pasang gamet tersebut mengalami fertilisasi, akan terjadi pertemuan silang antara mereka sehingga terbentuk keturunan F2 dengan 9 macam genotipe dan 4 macam fenotipe.
Perbandingan genotipe pada F2 adalah BBTT : BBTt : BBtt : BbTT : BbTt : Bbtt : bbTT : bbTt : bbtt = 1 : 2 : 1 : 2 : 4 : 2 : 1 : 2 : 1. Sementara perbandingan fenotipenya adalah bulat tinggi : bulat pendek : lonjong tinggi : lonjong pendek = 9 : 3 : 3 : 1.
SILAHKAN UNTUK DIKERJAKAN DI KERTAS SELEMBAR KEMUDIAN DI FOTO BATAS AKHIR PENGUMPULAN HARI INI
NO SOAL 1
Kelinci hitam ekor panjang disilangkan dengan kelinci putih ekor panjang. Jika diperoleh keturunan dengan perbandingan hitam ekor panjang : putih ekor panjang : hitam ekor pendek : putih ekor pendek = 3 : 3 : 1 : 1, genotipe kedua induknya adalah ....
NO SOAL 2
Pada marmot, warna bulu hitam dominan terhadap warna bulu albino dan bulu kasar dominan terhadap bulu halus. Marmot bulu hitam kasar disilangkan dengan marmot bulu albino halus menghasilkan keturunan F1 yang semuanya berbulu hitam kasar. Jika marmot keturunan F1 disilangkan dengan marmot yang albino halus, kemungkinan diperoleh keturunan berbulu kasar sebanyak ....