Gen komplementer merupakan interaksi antara gen-gen dominan yang saling melengkapi dalam mengekspresikan suatu sifat. Contoh peristiwa gen komplementer adalah pada penentuan warna bunga Lathyrus odoratus. Pada bunga tersebut, bekerja gen C dan P. • Gen C = gen penghasil pigmen antosianin • Gen P = gen penghasil enzim untuk mengaktifkan antosianin Warna ungu terbentuk jika gen C dan P bersama-sama. Akan tetapi, jika gen C atau P atau keduanya tidak ada, akan terbentuk warna putih. Contoh persilangan pada peristiwa gen komplementer adalah sebagai berikut.
Disilangkan tanaman Lathyrus odoratus yang keduanya berbunga putih. Ternyata, seluruh F1 berbunga ungu. Jika F1 disilangkan dengan sesamanya, bagaimanakah perbandingan fenotipe F2-nya?
Polimeri merupakan interaksi dua gen atau lebih yang memengaruhi dan menguatkan sifat yang sama dari suatu organisme (bersifat kumulatif). Contoh peristiwa polimeri adalah pewarisan warna pada sekam gandum. Sifat ini dipengaruhi oleh gen M1 dan M2. Semakin banyak gen M1 dan M2 pada genotipenya, warna sekam semakin tua. Sebaliknya, jika gen M1 dan M2 yang bekerja semakin sedikit, warna sekam menjadi semakin muda. Jika tidak ada gen M1 dan M2 yang bekerja, warna sekam menjadi putih. Contoh persilangan pada peristiwa polimeri adalah sebagai berikut. Disilangkan gandum bersekam merah tua dengan gandum bersekam putih. Ternyata, seluruh F1 bersekam merah sedang. Jika F1 disilangkan dengan sesamanya, bagaimanakah perbandingan fenotipe F2-nya?
CONTOH SOAL
Individu yang mengandung faktor K tanpa faktor M atau sebaliknya berfenotipe putih. Akan tetapi, individu yang mengandung kedua faktor tersebut (K dan M) akan berfenotipe ungu. Jika individu dengan genotipe Kkmm disilangkan dengan KkMm, perbandingan fenotipe ungu dan putih yang diperoleh sebesar .…
A. 1 : 1
B. 3 : 1
C. 9 : 7
D. 3 : 5
E. 15 : 1