a. perbedaan karakteristik
Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, dengan contoh penambahan tinggi batang, panjang akar , lebar batang dan lebar daun. sedangkan Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan atau pematangan fungsi organ. dengan contoh sebagai berikut dengan munculnya bunga dan buah sebagai tanda kedewasaan dan sebagai tanda suatu individu tersebut sudah matang.
2. perbedaan ukuran perubahan
Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan berdasarkan sifatnya , untuk pertumbuhan sifatnya kuantitatif sedangkan perkembangan sifatnya kualitatif, untuk pertumbuhan,
3. perbedaan sifatnya Pertumbuhannya bersifat irreversibel atau tidak dapat kembali ke keadaan semula misalnya tanaman yang awalnya ukurannya hanya 5 cm lalu tumbuh menjadi 10 cm tidak akan menyusut kembali ke ukuran 5 cm nya sama juga akar yang awalnya panjangnya hanya 2 cm lalu tumbuh menjadi 3 cm dia enggak akan tumbuh kembali ke ukuran 2 cm nya. Pertumbuhan tidak akan mengakibatkan ukuran suatu tanaman kembali ke ukuran sebelumnya. Perkembangan sifatnya reversible atau dapat terjadi berulang-ulang Kalian masih ingatkah jika kemunculan bunga merupakan salah satu contoh perkembangan umumnya tanaman yang sama dapat menghasilkan bunga dan buah sampai beberapa kali di sepanjang hidupnya lebih jelasnya begini tanaman yang sudah dewasa akan mampu menghasilkan bunga sebagai organ reproduksi generatif termasuk juga tanaman kacang setelah terjadi tumbukan mahkota bunga akan layu atau menghilang lalu diikuti dengan kemunculan buah Jika sudah cukup berkembang buah akan pecah dan mengeluarkan biji kacang merah kacang merah itu bisa berbicara di lingkungan yang tepat untuk menghasilkan individu baru tapi walaupun bunga dan Buahnya sudah hilang tanaman kacang merah yang sama masih dapat membentuk bunga dan buah kembali sampai beberapa kali selama hidupnya inilah contoh Bagaimana perkembangan bersifat reversible
4. perbedaan penyebab pertumbuhan dan perkembangan
a. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan berdasarkan penyebabnya yaitu Pertumbuhan disebabkan karena adanya pembelahan dan pemanjangan Sel terjadi di jaringan meristem misalnya pada meristem ujung akar sel-sel meristem di ujung akar mengalami pembelahan hingga jumlahnya semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan akar tanaman tersusun atas banyak sel, setelah membelah sel-sel tersebut kemudian akan mengalami penambahan ukuran sehingga ukuran masing-masing selnya bertambah panjang kalau jumlah selnya meningkat masing-masing sel itu ukurannya juga bertambah panjang, maka ukuran akar tanaman juga pasti ikut bertambah panjang Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan pada akar tanaman
b. Sedangkan untuk perkembangan disebabkan oleh diferensiasi atau spesialisasi sel menjadi struktur dan fungsi tertentu setelah biji berkecambah sel-sel meristem akan mengalami diferensiasi untuk membentuk organ akar batang dan daun yang memiliki fungsinya masing-masing Selain itu diferensiasi juga menyebabkan tanaman dapat mencapai tingkat kedewasaan tanaman Dikatakan dewasa ketika sudah matang organ reproduksinya atau identik dengan kemunculan bunga yang merupakan hasil dari diferensiasi sel-sel meristem.
Soal 1
Perhatikan pernyataan berikut ini
bersifat kualitatif
bersifat kuantitatif
terkait proses menuju kedewasaan
melibatkan pembelahan dan pembesaran sel
melibatkan diferensiasi sel
ciri pertumbuhan tumbuhan yang tepat yaitu......
soal 2
Perhatikan pernyataan berikut ini
benang sari menghasilkan polen
batang kecambah bertambah panjang
munculnya akar pada kecambah
buah mangga yang pertama besar
bunga yang berubah membentuk buah setelah penyerbukan
Contoh perkembangan tumbuhan yang tepat adalah ........
Kalian tahu nggak kalau hampir sebagian besar tanaman yang ada di sekitar kita termasuk ke dalam golongan spermatophyta tanaman tersebut berasal dari biji. biji kemudian akan muncul individu baru yang punya akar batang dan juga punya daun dan semua itu terjadi karena adanya proses perkecambahan. oleh karena itu Perkecambahan merupakan proses munculnya plantula atau tanaman kecil dari dalam biji. adapun syarat terjadinya perkecambahan yaitu
Kondisi lingkungan yang mendukung perkecambahan aartinya lingkungan tersebut harus punya suhu yang optimum
Kadar oksigen kadar air
intensitas penyinaran yang baik
Jikalau biji berada dilingkungan yang tidak mendukung perkecambahan maka biji akan memasuki masa dormansi. Dormansi merupakan proses penundaan perkecambahan karena kondisi lingkungan yang ekstrem misalnya saat biji berada di lingkungan terlalu kering atau minum air juga saat biji berada di lingkungan dengan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin juga saat biji berada di lingkungan dengan kondisi oksigen dan juga cahaya yang minim misalnya saat biji terendam di dalam lumpur ternyata biji nggak bisa berkecambah di sembarang tempat ya ingat biji harus berada di kondisi lingkungan yang punya kadar oksigen kadar air suhu yang optimum dan juga intensitas penyinaran yang baik Kalau tidak digerakkan
a. struktur biji
kulit biji
struktur penutrisi (endosperma, kotiledon), bagian luar endosperma di selingi oleh aleuron
embrio (1. radikula : calon akar, 2. hipokotil : bakal batang dibwah kotiledon, 3 (plumula : calon pucuk, epikotil : bakal batang diatas kotiledon))
umumnya radikula dan plumula pd monokotil terdapat pelindung disebut koleoriza dan koleoptil
biji tumbuhan terdapat dua jenis yaitu biji monokotil dan dikotil, perbedaan dari keduanya adalah terletak dijumlah kotiledonnya untuk mono itu artinya 1 sementara di artinya 2. Biji monokotil hanya punya satu keping kotiledon sementara biji dikotil punya dua keping kotiledon, selain dari jumlah kotiledonnya biji monokotil dan dikotil bisa juga dibedakan berdasarkan ada tidaknya endosperma yaitu jika biji yang sudah matang tidak punya bagian yang disebut sebagai endosperma lagi, karena nutrisi yang terdapat di endosperma sudah habis diserap oleh kotiledon selama proses pematangan biji, namun ada beberapa biji dikotil yang memiliki endosperma seperti biji jarak, biji tomat, bibit tembakau, dan biji cabai. Endosperma pada biji jarak bahkan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak jarak
Endosperma sendiri bisa ditemukan pada biji monokotil ukurannya bahkan lebih besar dari ukuran Bagian terluar dari sel sperma disebut sebagai aleuron kalau di biji dikotil lapisan aleuronnya berupa lapisan yang berbatasan langsung dengan kulit biji hatikan diagram biji dikotil dan monokotil berikut ini bagian terluar dari biji monokotil dan dikotil adalah kulit biji di dalam kulit biji ada kotiledon dan ada juga sperma biji monokotil Bagian terluar dari endosperma bernama aleuron sementara di biji dikotil aleuronnya ada di bawah kulit biji.
Biji dibungkus oleh kulit biji. Setelah biji dibelah, kalian akan menemukan bagian bagian berupa cadangan makanan dan embrio atau calon individu baru yang disebut juga lembaga tumbuhan. Embrio terdiridari akar lembaga (calon akar = radikula), daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus). Kotiledon pada biji tumbuhan monokotil seperti padi (Oryzasativa), jagung (Zea mays) maupun rumput-rumputan (Gramineaeatau Poaceae) disebut sebagai skutelum. Skutelum mempunyai permukaan yang luas dan tipis. Pada bagian akar embrionya, terbungkus oleh lapisan yang disebut koleorhiza, sedangkan pada ujung tunas embrioniknya dibungkus oleh koleoptil. Embrio pada biji tumbuhan dikotil seperti kacang atau buncis, melekat pada kotiledon disebut kuncup embrionik.Kaulikulus terdiri dari hipokotil (“hypo”= di bawah) yaitu bagianbawah (pangkal) yang melekat pada kotiledon dan epikotil(“epi”=di atas), yang terdapatdi sebelah atas hipokotil. Epikotil akan tumbuh menjadi batang dan daun serta hipokotil akan tumbuh menjadi akar
Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapatdibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal. a. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas. b. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah tanah, sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan epikotil yang memanjang ke arah atas.
Setelah proses perkecambahan, tumbuhan mengalamipertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut. Tumbuhanakan membentuk akar, batang, dan daun. Ujung batang dan ujung akar akan tumbuh memanjang karena adanyaaktivitas sel-sel meristematis. Proses ini disebut pertumbuhan primer
sedangkan Pertumbuhan Sekunder terdapat di antara xilem dan floem terdapat kambium yang selselnya aktif membelah. Pada tumbuhan dikotil, jaringan xilemdanfloem primer terdapat pada batang dan akar yang hidup selamaperiode yang relatif pendek. Kemudian, fungsinyadiambil alih oleh jaringan pembuluh sekunder yang dihasilkanoleh kambium yang aktif membelah
TAHAPAN PERKECAMBAHAN
a. tahap perkecambahan
biji hanya bisa berkecambah di lingkungan yang mendukung perkecambahan biji misalnya kalian punya biji kacang merah lalu kalian simpan biji itu ke dalam sebuah botol atau wadah yang kering maka biji kacang tersebut dapat bertahan selama beberapa hari tanpa berkecambah, karena biji kacang merah tersebut memasuki masa dormansi. maka biji harus dipanaskan terlebih dahulu supaya biji berkecambah kira-kira Gimana cara mematahkan dormansi itu sebenarnya ada banyak sekali cara untuk mematahkan dormansi salah satunya adalah dengan melakukan perendaman biji dalam air akan menyebabkan terjadinya proses air air kemudian akan terjadi selanjutnya terjadi sintesis enzim hidrolitik yang diakhiri dengan proses perkembangan embrio
banyak sekali cara untuk mematahkan dormansi salah satunya adalah dengan melakukan perendaman biji di dalam air, rendaman biji di dalam air ini akan menyebabkan terjadinya proses imbibisi air setelah terjadi proses imbibisi air kemudian akan terjadi sekresi hormon giberelin selanjutnya terjadi sintesis enzim hidrolitik diakhiri dengan proses perkembangan embrio
Perkecambahan biji dapat dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:
Hidrasi atau imbibisi air; biji menyerap air dari lingkungan untuk mematahkan dormansi dan mengaktifkan embrio dan menghasilkan hormon, selama kedua periode tersebut, air masuk ke dalam embrio dan membasahi protein dan koloid lain.
(sekresi hormon giberelin), mendorong sel aleuron untuk menghasilkan enzim hidrolitik untuk mencerna bahan makanan sebagai energi
Pembentukan atau pengaktifan enzim yang menyebabkan peningkatan aktivitas metabolik.
Pemanjangan sel radikula, diikuti munculnya radikula dari kulit biji.
kuis
soal 1
tahap awal perkecambahan adalah .....
jikalau pada tanaman mangrove termasuk pada tipe perkecambahan apa .......
b. tipe perkecambahan
Faktor Internal adalah Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan adalah
Hormon Tumbuhan menghasilkan beberapa jenis hormon tumbuhan (fitohormon) diantaranya auksin, giberelin, gas etilen, sitokinin, dan asam absisat. Hormon tersebut diproduksi di dalam tubuh, tetapi dipengaruhi oleh kondisi eksternal.
a. Auksin
Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang dan selubung daun pertama tanaman monokotil yang disebut koleoptil, ujung akar, serta jaringan yang masih bersifat meristematis. Aktivitas auksin akan terhambat oleh sinar yang berlebihan. Apa yang akan terjadi jika suatu tanaman memperoleh banyak sinar pada salah satu sisi bagian tubuhnya? Apabila salah satu sisi bagian tersebut banyak terkena sinar, tanaman itu akan mengalami hal-hal seperti ditunjukkan pada gambar berikut
b. Giberelin
Giberelin terdapat pada bagian batang dan bunga. Fungsi hormon giberelin adalah sebagai berikut:
Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya
Menyebabkan tanaman tumbuh tinggi
Memacu aktivitas kambium
Menghasilkan buah yang tidak berbiji
Membantu perkecambahan biji.
c. Gas etilen
Ada berbagai macam fungsi gas etilen. Salah satunya interaksi gas etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada buah, misalnya mangga dan nanas. Pada beberapa tumbuhan, interaksi gas etilen dengan giberelin dapat mengatur perbandingan bunga jantan dan betina. Fungsi utama gas etilen adalah sebagai berikut:
Mempercepat pemasakan buah
Mempertebal pertumbuhan batang
Pengguguran bunga.
d. Sitokinin
Sitokinin merupakan hormon tumbuh yang terdapat pada tubuh tumbuhan. Sitokinin dibentuk pada system perakaran. Fungsi hormon sitokinin adalah sebagai berikut:
Merangsang pertumbuhan akar sehingga lebih cepat memanjang
Mempercepat pelebaran daun
Perangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman
Merangsang aktivitas pembelahan sel
Membantu perkecambahan biji.
e. Asam absisat
Berbeda dengan hormon yang lain, asam absisat mempunyai fungsi menghambat pertumbuhan. Fungsi lainnya adalah sebagai berikut:
Mengurangi kecepatan pembelahan
Mengurangi pemanjangan sel
Membantu pengguguran bunga
Menyebabkan dormansi
Seperti telah disebutkan sebelumnya, hormon diproduksi dalam tubuh, tetapidipengaruhi oleh kondisi eksternal (lingkungan). Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat besar. Faktor-faktorlingkungan tersebut meliputi suhu udara, cahaya, kelembapan udara, serta ketersediaan air tanah dan mineral.
a. Suhu
Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan karena berhubungan dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi, dan transpirasi. Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bias diterima olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup. Sebagian besar tumbuhaN memerlukan temperature sekitar 10°
b. Cahaya
Cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis. Apabila makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesis berkurang atau bahkan tidak ada, jaringan menjadi mati karena kekurangan makanan. Namun demikian cahaya yang dibutuhkan tumbuhan jumlahnya tidak boleh terlalu banyak. Cahaya yang berlebihan justru akan menghambat pertumbuhan. Demikian juga kekurangan cahaya juga berakibat buruk bagi tanaman. Contoh akibat dari hasil fotosintesis yang berkurang misalnya tanaman yang tumbuh di ruangan gelap, ukuran batangnya jauh lebih panjang dibandingkan tumbuhan yang memperoleh cukup cahaya matahari. Tanaman ini berwarna pucat dengan batang lemah dan kurus. Pertumbuhan dalam tempat gelap semacam ini disebut etiolasi
c. Kelembapan
Tanah lembap sangat cocok untuk pertumbuhan, terutama saat perkecambahan biji. Hal ini karena tanah lembap menyediakan cukup air untuk mengaktifkan enzim dalam biji serta melarutkan makanan dalam jaringan. Tingkat pengaruh kelembapan udara atau tanah pada tumbuhaN berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan kelembapan udara dan kelembapan tanah yang tinggi, misalnya lumut hati. Sebaliknya, ada juga tanaman yang tumbuh dengan baik pada dengan kelembapan udara dantanah kelembapan rendah, misalnya Aloevera (lidah buaya) dan beberapa jenis tanaman anggrek.
d. Air dan mineral
Tumbuhan membutuhkan air, CO2 dan mineral. Air dan CO2 merupakan bahan utama untuk berlangsungnya fotosintesis. Gas CO2 diambil melalui stomata dan lentisel. Adapun air dan mineral diambil dari tanah melaluiakar, kecuali pada tumbuhan tertentu, misalnya tanaman kantong semar(Venus sp AtauNephentes sp ). Tanaman ini memperoleh senyawa nitrogen(protein asam amino) dan mineral dari serangga yang masuk perangkapnya.Air juga sangat diperlukan dalam perkecambahan biji. Saat perkecambahan,air digunakan untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam biji. Tanpa air,perkecambahan biji akan tertunda (dormansi). Mineral sangat diperlukanuntuk proses pertumbuhan. Misalnya pembentukan klorofil sangatmembutuhkan mineral Mg. Mineral yang diperlukan oleh tumbuhan dapatdibedakan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen. Elemenmineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut makroelemen,sedangkan elemen mineral yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikitdisebut mikroelemen.
e.Ketersediaan oksigen
Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen untuk respirasi aerob dalam tubuh. Melalui respirasi aerob, tumbuhan dapat memperoleh energi untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, biji-biji tidak akan berkecambah tanpa adanya oksigen
Seperti halnya tumbuhan, hewan dan manusia juga mengalami pertumbuhan serta perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan baik pada hewan maupun manusia dimulai setelah proses fertilisasi. Proses fertilisasi akan menghasilkan sel diploid tunggal yang disebut zigot Selanjutnya, zigot membelah secara mitosis berkali-kali hingga terbentuk individu utuh yang dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.
Pertumbuhan pada hewan bersifat irreversible atau tidak dapat balik. Pertumbuhan tersebut ditandai oleh bertambahnya massa, tinggi, maupun volume individu. Perkembangan pada hewan ditandai oleh perubahan struktur maupun fungsi organ-organ tertentu. Perubahan tersebut menuju tingkat kedewasaan dan kematangan. Ada dua fase dalam proses pertumbuhan dan perkembangan hewan, yaitu faseembrionik dan fase pascaembrionik.
a. Fase Embrionik, Fase embrionik dimulai setelah terbentuk zigot. Zigot memiliki kemampuan untuk terus tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan zigot seiring dengan pertambahan jumlah sel. Pertambahan jumlah sel diakibatkan oleh pembelahan mitosis. Fase embrionik terdiri atas 1) morulasi, 2) blastulasi, 3)gastrulasi dan 4)organogenesis. Lapisan yang dihasilkan proses gastrula yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm Ketiga lapisan ini nantinya akan berkembang menjadi berbagai organ.
b. Fase Pascaembrionik, Fase setelah hewan lahir atau menetas. Pertumbuhan tidak berlangsung terus-menerus, melainkan berhenti setelah mencapai usia tertentu. Perkembangan dimulai ketika alat kelamin telah mampu memproduksi sel- sel gamet. Jadi, fase pascaembrionikmerupakan fase penyempurnaan alat- alat reproduksi. Kecepatan pertumbuhan dan perkembangan hewan pada fase ini berbeda satu sama lain. Selama fase pascaembrionik, beberapa hewan mengalami metamorphosis, baik metamorphosis sempurna maupun tidak sempurna.
Seperti halnya hewan. Manusia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dapat dibedakan menjadi fase embrionik dan fase pascaembrionik. Fase embrionik berlangsung dalam uterus. Proses ini berlangsung selama 9 bulan 10 hari atau 40 minggu. Proses ini disebut gestasi Selama proses ini, embrio tumbuh dan berkembang menjadi janin. Setelah masa gestasi berakhir, janin akan dilahirkan
Setelah lahir ke dunia, manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada fase pascaembrionik. Pertumbuhan akan terus terjadi sampai pada usia tertentu. Secara umum, pertumbuhan dan perkembangan manusia dibagi menjadi beberapa tahap meliputi masa bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, dan lanjut usia.
Setelah lahir ke dunia, manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada fase pascaembrionik. Pertumbuhan akan terus terjadi sampai pada usia tertentu. Secara umum, pertumbuhan dan perkembangan manusia dibagi menjadi beberapa tahap meliputi masa bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, dan lanjut usia.
a. Masa Bayi Bayi merupakan kategori usia manusia sejak baru dilahirkan sampai usia dua tahun. Pada masa ini, manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu, asupan gizi yang baik dan pemberian imunisasi secara berkala diperlukan untuk menjaga tumbuh kembang bayi.
b. Masa Kanak-kanak Masa kanak-kanak pada pria dan wanita berbeda. Masa kanak-kanak pada pria berkisar pada usia 2-14 tahun. Sementara, pada wanita berkisar pada usia 2-13 tahun. Masa kanak-kanak disebut sebagai golden age karena pada masa kanak-kanak pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan pesat.
c. Masa Remaja Masa remaja berkisar pada usia 13-21 tahun.
Pada masa ini baik pria maupun wanita mengalami pubertas. Pubertas adalah perubahan menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikis. Pubertas secara fisik ditandai oleh adanya perubahan tanda kelamin primer dan sekunder. Adapun perubahan psikis ditandai dengan pencarian identitas diri, ada ketertarikan pada lawan jenis, dan mulai bergabung dengan komunitas yang memiliki pandangan sama.
d. Masa Dewasa
Masa dewasa dimulai setelah pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja selesai. Biasanya ditandai dengan berhentinya pertumbuhan fisik. Akan tetapi, perkembangan yang meliputi emosional dan social masih dapatterus berkembang. Masa dewasa akan berakhir pada usia 50 tahun. Pada masa ini manusia sudah dapat menentukan pilihan secara cepat dan pasti.
e. Masa Lanjut UsiaMasa lanjut usia merupakan masa non-produktif. Biasanya, pada masa iniseseorang dapat bersikap seperti kanak-kanak lagi. Selain itu, secara fisik sel-sel tubuh mulai mengalami degenerasi sehingga membuat manusia lanjut usia tampak tua.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan dan Manusia
Hewan dan manusia bersifat motil Artinya, hewan dan manusia dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain semasa hidupnya. Oleh karena itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia lebih luas daripada tumbuhan. Ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor Internal
Faktor ini berasal dari dalam tubuh hewan atau manusia itu sendiri. Faktor internal terdiri atas gen dan
hormon Gen merupakan substansi genetik yang diturunkan dari induk kepada anaknya. Hewan atau manusia memiliki gen tumbuh yang baik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sesuai periode pertumbuhan dan perkembangannya. Adapun hormon dapat mempengaruhi kegiatan dalam sel. Salah satu peran hormon adalah mengatur proses pertumbuhan dan perkembangan. Contoh hormon pertumbuhan pada hewan adalah tiroksin, ekdison dan juvenile, dan somatomedin. Sementara, hormon pertumbuhan pada manusia adalah somatotropin (HGH), tiroksin, testosteron, dan estrogen dan progesteron.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia adalah semua faktor yang berasal dari luar tubuh.Misalnya nutriea, air, cahaya, dan lingkungan.
1) Nutriea
Nutriea dibutuhkan hewan dan manusia untuk dapat beraktivitas. Nutriea yang dibutuhkan hewan dan manusia meliputi karbohidrat, lemak, protein, berbagai jenis vitamin, dan berbagai jenis mineral.
2) Air
Baik tubuh hewan maupun manusia tersusun dari 70% air. Oleh karena itu, kebutuhan air harus terpenuhi setiap saat. Air berperan pentingdalam metabolisme sel. Setiap hari, tubuh membutuhkan ± 2,5 liter air untuk mengganti cairan yang hilang.
3) Cahaya Matahari
Salah satu manfaat cahaya matahari bagi hewan dan manusia yaitu mengaktifkan provitamin D pada kulit. Dengan demikian, hewan dan manusia mendapatkan vitamin D. Vitamin ini berperan dalam proses pembentukan tulang.
4) Lingkungan
Lingkungan geografis atau lingkungan alam tempat hewan dan manusia tinggal sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan yang hidup di daerah beriklim dingin memiliki jaringan lemak yang lebih tebal daripada hewan-hewan yang hidup di daerah beriklim panas. Demikian juga pada manusia. Manusia yang hidup di daerah bersalju, gurun, atau daerah tandus memilikiketerampilan hidup yang sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya.Jadi, faktor lingkungan juga dapat memunculkan kemampuan adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan tersebut.
TUGAS 1 membuat resume minimal sebanyak 3 paragraf mengenai video tersebut, ditulis tangan dan difoto kemudian dikirim melalui GCR , dengan batas waktu pengerjaan besok 23 -07-2021 pada jam 18.00
TUGAS 1 QUIZIZZ PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN