Tahukah kamu tentang orang utan? Orang utan adalah makhluk yang cerdas. Menurut Darwin, orang utan dianggap sebagai nenek moyang manusia. Untuk menjadi manusia, orang utan harus mengalami “perjalanan yang sangat panjang”. Benarkah demikian? Untuk lebih jelasnya kamu bisa mempelajari sesi Evolusi ini. Evolusi adalah perubahan pada makhluk hidup yang terjadi secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang lama. Evolusi juga merupakan perkembangan makhluk hidup secara bertahap menuju kesempurnaan yang memerlukan waktu sangat lama.
Evolusi dapat dibagi menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut. Berdasarkan akibat yang ditimbulkannya, evolusi dibagi menjadi dua macam, yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif.
1. Berdasarkan Akibat yang Ditimbulkan Evolusi
Berdasarkan akibat yang ditimbulkannya, evolusi dibagi menjadi dua macam, yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif.
Evolusi progresif adalah evolusi yang mengarah kepada terbentuknya spesies baru yang mampu bertahan hidup dan berkelanjutan. Misalnya evolusi pada manusia.
Evolusi regresif adalah evolusi yang mengarah kepada terbentuknya spesies baru yang tidak mampu bertahan hidup dan akhirnya punah. Misalnya evolusi pada dinosaurus.
2. Berdasarkan Objek yang Mengalami
Berdasarkan objek yang mengalaminya, evolusi dibagi menjadi dua macam, yaitu evolusi kosmik dan evolusi organik.
a. Evolusi kosmik adalah evolusi yang terjadi pada lingkungan abiotik. Misalnya, perubahan suatu daerah beberapa ratus atau ribu tahun yang lalu akan berbeda bila dibandingkan dengan keadaan sekarang.
b. Evolusi organik (evolusi makhluk hidup) adalah evolusi yang terjadi pada makhluk hidup dan berlangsung dari generasi ke generasi. Misalnya, ular dulu dianggap memiliki kaki, tetapi sekarang ular tidak memiliki kaki. Evolusi organik disebut juga evolusi biologi. Evolusi biologi dibagi menjadi dua macam, yaitu mikroevolusi dan makroevolusi. Evolusi divergensi adalah evolusi yang diawali dari satu spesies kemudian menghasilkan banyak spesies. Misalnya, evolusi yang terjadi pada burung finch di kepulauan Galapagos. Evolusi konvergensi adalah evolusi yang diawali dari banyak spesies kemudian mengalami penyusutan spesies. Misalnya evolusi yang terjadi pada kelompok reptil. Mikroevolusi adalah perubahan pada makhluk hidup yang terjadi pada tingkat gen dan berlangsung dari generasi ke generasi hingga menimbulkan perubahan fenotipe pada populasi. Makroevolusi adalah perubahan pada makhluk hidup yang menyebabkan terbentuknya kelompok-kelompok baru dalam taksonomi. Misalnya terbentuknya spesies baru, genus baru, sampai kingdom baru.
3. Berdasarkan Jumlah Spesies yang Berevolusi dan yang Dihasilkan
Berdasarkan jumlah spesies yang berevolusi dan yang dihasilkan, evolusi dibagi menjadi dua macam, yaitu evolusi divergensi dan evolusi konvergensi.
a. Evolusi divergensi adalah evolusi yang diawali dari satu spesies kemudian menghasilkan banyak spesies. Misalnya, evolusi yang terjadi pada burung finch di kepulauan Galapagos.
b. Evolusi konvergensi adalah evolusi yang diawali dari banyak spesies kemudian mengalami penyusutan spesies. Misalnya evolusi yang terjadi pada kelompok reptil.
Banyak teori tentang evolusi yang sudah dibuat oleh para ahli. Berikut ini adalah beberapa teori evolusi yang disusun sebelum dan setelah Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya yang sangat terkenal.
1. Teori Evolusi Sebelum Charles Darwin
Sebelum Charles Darwin menyusun teorinya tentang evolusi, sudah ada beberapa ilmuwan yang mengemukakan tentang adanya evolusi pada makhluk hidup. Sebelum menyusun teorinya, Charles Darwin melakukan serangkaian penelitian terhadap burung-burung finch yang hidup di kepulauan Galapagos. Menurut Darwin, terdapat 14 spesies burung finch yang hidup di Galapagos. Burung-burung tersebut memiliki kemiripan dengan burung finch yang ada di daratan Amerika Selatan, tetapi
1. Teori Evolusi Sebelum Charles Darwin
Teori Evolusi Charles Darwin
Plato Plato adalah ilmuwan Yunani yang hidup pada tahun 428 – 348 SM. Menurut Plato, pencipta yang menciptakan dunia, juga menciptakan para dewa yang akan membuat manusia dengan jenis kelamin laki-laki. Wanita dan hewan muncul dari reinkarnasi jiwa laki-laki.
Aristoteles Aristoteles adalah ilmuwan Yunani yang hidup pada tahun 384 – 322 SM. Menurut Aristoteles, organisme yang telah ada dianggap tidak sempurna dan bergerak ke arah keadaan yang lebih baik.
Anaximander Anaximander adalah filsuf Yunani yang hidup pada tahun 611 – 574 SM. Menurut Anaximander, makhluk hidup tingkat tinggi berasal dari makhluk hidup tingkat rendah.
Copernicus dan Galileo Copernicus dan Galileo pada tahun 1543 menunjukkan bahwa matahari adalah pusat dari rotasi planet-planet, bukan bumi. Dunia organik dan dunia fisik dapat diatur dengan hukum-hukum alam.
Erasmus Darwin Erasmus Darwin merupakan kakek dari Charles Darwin, hidup pada tahun 1731 – 1802. Menurut Erasmus Darwin, kehidupan di bumi memiliki asal-usul yang sama dan respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Hewan-hewan yang ada sekarang ini mungkin berasal dari hewan-hewan lain.
Comte de Buffon (1707 – 1788) Menurut Buffon, makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup yang lain.
George Cuvier(1797 – 1875) Menurut Cuvier, kepunahan spesies akan digantikan oleh spesies yang baru. Teori ini dikenal dengan Teori Katastropisme.
2. Teori Evolusi Charles Darwin
Sebelum menyusun teorinya, Charles Darwin melakukan serangkaian penelitian terhadap burung-burung finch yang hidup di kepulauan Galapagos. Menurut Darwin, terdapat 14 spesies burung finch yang hidup di Galapagos. Burung-burung tersebut memiliki kemiripan dengan burung finch yang ada di daratan Amerika Selatan, tetapi merupakan spesies yang berbeda.
Kemungkinan burung finch yang ada di Galapagos semula adalah anggota dari populasi finch di Amerika selatan, tetapi kemudian melakukan migrasi ke Galapagos. Sekembalinya dari Galapagos, Darwin melanjutkan penelitiannya, dan kemudian berhasil menyusun teori evolusinya yang sangat terkenal, yaitu Teori Seleksi Alam. Menurut teori Darwin, asal mula spesies terjadi melalui seleksi alam.
Dengan adanya seleksi alam, makhluk hidup selalu berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Hanya makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan yang dapat bertahan hidup dan memenangkan perjuangan untuk meneruskan keturunannya. Dalam bukunya yang berjudul “On the Origin of Species by Means of Natural Selection”, terdapat dua teori utama Darwin tentang evolusi, yaitu sebagai berikut. Beberapa ahli yang memengaruhi pemikiran Darwin dalam menyusun teori evolusinya antara lain sebagai berikut. Spesies-spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup pada masa lalu. Kejadian evolusi karena seleksi alam atau seleksi alam merupakan penyebab evolusi adaptif.
Beberapa ahli yang memengaruhi pemikiran Darwin dalam menyusun teori evolusinya antara lain sebagai berikut.
Jean Baptiste Lamarck Menurut Lamarck:
lingkungan berpengaruh terhadap ciri atau sifat yang diwariskan;
ciri atau sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup akan diwariskan kepada keturunannya; dan
organ yang digunakan terus menerus akan berkembang, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran. Pernyataan ini kemudian dikenal dengan use and disuse theory.
Sir Charles Lyell Menurut Lyell, batuan, pulau-pulau, dan benua selalu mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap makhluk hidup. Berdasarkan pendapat Lyell dan pengamatannya terhadap fosil, Darwin menyimpulkan bahwa fosil yang ditemukan pada batuan tua memiliki umur yang lebih tua dibandingkan dengan fosil yang ditemukan pada batuan muda.
Alfred Russel Wallace Wallace yang seorang naturalis, mengemukakan teori evolusi yang sama dengan teori evolusi Darwin.
Thomas Robert Malthus Menurut Malthus, kenaikan jumlah penduduk cenderung lebih cepat daripada kenaikan produksi makanan. Oleh sebab itu, akan muncul masalah kelaparan.