Batik Nareswara adalah sebuah inisiatif kreatif yang lahir dari semangat pemberdayaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Berawal dari kegiatan PKM dari mahasiswa UNESA yang melihat potensi besar di balik rutinitas sederhana ibu-ibu PKK di Kebraon, Surabaya. Sebagian besar dari mereka hanya mengikuti arisan, pengajian, dan rapat bulanan, belum ada kegiatan produktif yang bisa membantu ekonomi keluarga di tengah pandemi COVID-19.
Melalui PKM inilah muncul ide untuk mengubah limbah tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap limbah di sekitar Kebraon menjadi kain batik ecoprint bernilai jual tinggi.
Ibu-ibu PKK mulai dilatih teknik iron blanket, yaitu metode pembuatan ecoprint dimana daun eceng gondok digunakan sebagai motif. Proses ini menghasilkan motif yang unik dan artistik—tidak ada yang sama persis! Inilah daya tarik utama batik ecoprint Nareswara.
Dari proses ini, terbentuklah brand Nareswara, sebuah UMKM yang dikelola langsung oleh ibu-ibu PKK Kebraon. Nareswara bukan sekadar produk ecoprint, tetapi juga simbol keberdayaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Produk-produk Nareswara kini hadir dalam bentuk outer, tote bag, pouch, dengan motif yang tak bisa ditemukan di tempat lain