Ecoprint merupakan metode pewarnaan kain yang memanfaatkan bahan alami dari tumbuhan seperti daun, bunga, dan batang. Salah satu daya tarik utama dari kain ecoprint adalah motif alaminya yang khas dan tidak dapat ditiru. Namun, karena menggunakan pewarna alami (bukan sintetis), perawatan kain ecoprint harus dilakukan dengan lebih hati-hati agar warnanya tetap tahan lama dan tidak cepat pudar.
Nah, jika kamu baru saja membeli batik ecoprint dari Nareswara atau memiliki koleksi ecoprint di rumah, mari simak tips berikut untuk merawatnya dengan baik!
Cuci Dengan Tangan, Bukan Mesin
Kain ecoprint sebaiknya dicuci secara manual menggunakan tangan. Hindari mesin cuci karena putarannya dapat merusak struktur kain dan mempercepat hilangnya motif warna alami.
Tips: Rendam sebentar saja, maksimal 5–10 menit, jangan terlalu lama.
Gunakan Sabun yang Lembut
Pilihlah sabun cuci yang bebas dari detergen keras, pemutih, atau pewangi berbahan kimia. Disarankan untuk menggunakan sabun bayi atau sabun cair yang terbuat dari bahan alami agar kualitas warna dan serat kain tetap terjaga.
Jangan Disikat atau Diperas Keras
Ecoprint memiliki pola yang secara alami tertransfer dari bentuk daun, jadi hindari menyikat atau memerasnya dengan keras. Cukup gosok perlahan pada area yang kotor, kemudian bilas dengan air bersih.
Jemur di Tempat Teduh
Menjemur kain ecoprint di bawah sinar matahari secara langsung dapat membuat warnanya cepat pudar. Sebaiknya, jemur kain di tempat yang teduh dan berangin agar tetap kering tanpa mengurangi keindahan warnanya.
Simpan di Tempat Kering dan Tidak Lembap
Setelah kain ecoprint kering, simpanlah di dalam lemari yang kering. Kamu dapat melipatnya dan menambahkan silica gel atau kamper alami untuk mencegah timbulnya jamur dan bau tidak sedap.
Merawat kain ecoprint sebenarnya tidak sulit, hanya butuh perhatian ekstra karena bahannya berasal dari alam. Dengan cara perawatan yang tepat, batik ecoprint kamu bisa tetap awet, cantik, dan khas meski sudah lama dipakai.