Temukan eksotis budaya Pandhalungan dan keunikan yang memukau dari produk Barata Batik Jember dengan harga yang kompetitif!. Mulai dari Rp 100.000 untuk batik tulis eksklusif hingga Rp 400.000 untuk batik cap yang stylish. Setiap lembar kain Barata Batik berukuran 200cm x 115 cm memiliki cerita dan makna yang mendalam.
Batik Daun Asmara
Rp180.000 / 2 meter
Batik Daun Asmara
Rp180.000 / 2 meter
Batik Sekar Merah
Rp210.000 / 2 meter
Batik Puspa Rimba
Rp200.000 / 2 meter
Batik Lestari Hijau
Rp175.000 / 2 meter
Batik Sekar Ayu
Rp150.000 / 2 meter
Batik Soka Hitam
Rp270.000 / 2 meter
Batik Teduh Cokelat
Rp190.000 / 2 meter
Batik Tirta Safir
Rp260.000 / 2 meter
Batik Lembayung
Rp220.000 / 2 meter
Batik Sekar Arum
Rp300.000 / 2 meter
Batik Bumi Asri
Rp200.000 / 2 meter
Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki karya seni yang autentik dan berkualitas. Segera cek daftar harga kami dan temukan batik yang sesuai dengan selera Anda.
Filosofi dari motif Pancar Warna adalah Harmonisasi hidup yang rukun dan Sejahtera dari ciri keberagaman budaya Pandhalungan, Hal ini di representasi dari daun tembakau menggambarkan komoditi petani tembakau di Jember. Jalur berkelok menunjukkan lokasi produksi Barata Batik. Beragam warna mencerminkan budaya Pandhalunagn yang beragam dan dinamis. Bulatan melambangkan daerah pegunungan. Titik-titik menggambarkan sungai asli di Jember. Ukuran mewakili masalah penduduk. Motif kawung melambangkan kehidupan dan asal usul manusia. Motif padi menunjukkan pertanian yang subur. Warna biru melambangkan lautan, sementara warna penuh menunjukkan tujuan dan keinginan berbeda di dunia.
Batik Kelokan merepresentasi topografi dari lokasi Batik Barata yaitu di desa Tegal Waru keca, matan Mayang. Secara geografis Tegal waru mempunya 15 kelokan jalan desa, Kondisi topografi ini divisualisasi di selembar kain batik.
Filosofi motif Batik Gundukan merepresentasi topografi dari lokasi Batik Barata yaitu di desa Tegal Waru keca,matan Mayang. Secara geografis desa Tegal waru jalan desa. Dengan bangga kondisi topografi ini divisualisasi di selembar kain batik.
Motif tembakau Barata Batik memiliki makna yang terhubung dengan kehidupan dan budaya lokal. Ini melambangkan pertumbuhan dan panen, menyoroti kerja keras dan imbalan. Ini juga mencerminkan ketahanan dan adaptasi, mewakili tantangan hidup. Selain itu, ia menghormati tradisi dan warisan sambil merangkul masa kini. Terakhir, ia menunjukkan kreativitas, mengubah elemen sehari-hari menjadi seni yang bermakna.
Motif batik Uwuh Kopi dari Batik Pandhalungan Jember melambangkan kreativitas dan keunikan budaya lokal. Transformasi limbah kopi menjadi sesuatu yang indah menggambarkan inovasi dan pemanfaatan potensial. Filosofi ini juga mencerminkan kehidupan masyarakat Jember yang peduli terhadap lingkungan dan berinovasi. Batik ini menjadi simbol harmoni antara manusia,m alam, dan kreativitas.
Motif Batik Daun Kopi dari Jember melambangkan kesegaran dan kehidupan yang dinamis. Daun kopi yang ramping dan hijau mewakili harapan dan pertumbuhan. Filosofi ini juga mencerminkan kehidupan masyarakat Jember yang dekat dengan alam dan peduli terhadap lingkungan. Batik ini menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam.
Motif Batik Ceplok Kopi dari Barata Batik Jember melambangkan keindahan dan kesederhanaan. Pola ceplok yang teratur menggambarkan keteraturan dan kedisiplinan. Filosofi ini juga mencerminkan kehidupan masyarakat Jember yang menghargai keindahan dan kesederhanaan. Batik ini menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam.
Motif batik Kakao Raja berkomposisi daun, buah, dan biji kakao yang disusun memenuhi bidang kain, terlihat elegant sehinnga orang mudah mengenali motif tersebut sebagai. Representasi kakao menggambarkan kekayaan kakao daerah Jember, dengan ukuran besar untuk menunjukkan harapan kemakmuran dari perkebunan kakao.
Motif batik Kakao Biru tervisualisasi warna biru melambangkan keindahan dan kecerahan langit Jember, yang diharapkan dapat memberikan kehangatan dalam keindahan kehidupan bagi pemakainya. Pemilihan warna biru agar motif Batik Barata ini menarik bagi generasi muda dan mudah dipadukan dengan gaya busana modern.
Motif Wiji Mukti mendeskripsikan rangkaian biji kakao, kulit buah yang terkelupas, serta daun yang tersusun dalam pola ceplok melambangkan kesuburan dan hasil bumi yang melximpah ruah, khususnya kakao. Motif batik ini memiliki makna gambaran kesuburan wilayah Jember dan kemakmuran masyarakatnya.