Dalam lontar, kakawin, dan kitab-kitab dari zaman Jawa-Bali Kuno banyak ditemukan berbagai aksara Wianjana khusus, beserta gantungannya yang istimewa. Penulisan aksara seperti itu disebut pasang pageh, karena cara penulisannya memang demikian, tidak dapat diubah lagi. Sederhananya, pasang pageh adalah aturan penulisan aksara Bali yang penulisannya memang begitu adanya (tidak bisa diubah) atau diganti dengan aksara yang lain meskipun bunyinya sama. Penulisannya mengikuti penulisan Jawa Kuno, karena beda aksaranya walaupun bunyinya sama artinya berbeda. Berikut contoh kata yang menggunakan pasang pageh.
Arjuna →ᬅᬃᬚᬸᬦ᭟
Desa →ᬤᬾᬰ᭟
Rsi →ᬋᬱᬶ᭟
Bupati → ᬪᬹᬧᬢᬶ᭟
Prabu → ᬧ᭄ᬭᬪᬸ᭟
Dan lain-lain.
Pembeda Arti
Pasang pageh juga digunakan sebagai pembeda dari tiap kata yang pengucapannya hampir mirip (homonim), dapat kita lihat dari penulisan aksara Wianjana (konsonan) dan Swalalita, atau bisa juga dengan melihat panjang-pendek pengucapan vokalnya. Seperti tabel di bawah ini.
Sumber: https://www.belajarbahasabali.com/2021/01/penulisan-aksara-bali-pasang-pageh.html
Untuk materi Warga Aksara bisa dilihat pada subhalaman berikut ini.