Judul Buku : Buku Yaser Arafat - Nisan Hanyakrakusuman
Penulis : Yaser Arafat
ISBN : 978-623-7816-47-8
Penerbit : Suka Press
Link Shopee : https://shopee.co.id/Buku-Yaser-Arafat-Nisan-Hanyakrakusuman-i.43681319.23455839521
Link Tokopedia : https://www.tokopedia.com/bahnoodesign/buku-m-yaser-arafat-nisan-hanyakrakusuman
---
#buku #pararaton #heripurwanto #singasari #singhasari #majapahit #javanica
Buku ini merupakan hasil penelitian atas bentuk-rupa nisan-makam pada masa Kerajaan Mataram Islam era Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645). Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan kajian jangka panjang berkelanjutan atas budaya material berupa nisan-makam kuna di berbagai pasarean dan analisis atas literatur sejarah serta cerita lisan masyarakat di Yogyakarta.
Buku ini ditulis dengan menggunakan perspektif antropologi budaya material. Temuan buku ini menunjukkan betapa pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma terdapat tipe nisan-makam tersendiri yang di sini diberinama: Nisan Hanyakrakusuman. Nama itu merupakan tanda bahwa “mereka” merupakan nisan-nisan dari zaman kebudayaan sultanagungan. Sebuah zaman yang dikenal sebagai era emas Kerajaan Mataram Islam. Buku ini, dengan demikian, dapat dijadikan bantahan atas tesis para sarjana yang menyebutkan bahwa nisan-makam Islam di Jawa “berhenti” hanya pada tipe Demak-Tralaya. Padahal, zaman terus bergerak. Manusia melahirkan karya kultural baru di bawah terang matahari setiap masa.
Buku yang dicetak dengan kertas art paper putih mulus ini juga berisi taburan gambar Nisan Hanyakrakusuman dari berbagai pasarean kuno di Yogyakarta dan Jawa pada umumnya. Gambar-gambar itu ditampilkan dalam satu halaman penuh berikut keterangan lokasinya. Selain itu ada juga pembahasan tentang tipologi nisan Mataraman era Sultan Agung, era Amangkurat, nisan-nisan kemayu, serta beberapa teknik budayawi untuk membaca makam sepuh yang selama ini sering terbengkalai di pojok-pojok desa di Yogyakarta dan sekitarnya.
https://web.facebook.com/asuyaser/posts/pfbid0gg4gnabAkoqYGFDQ3LQEKptMryV6iU8vyd88gEv439uVps1qqKgTxCDgh4jiKWyol
Buku ini membincangkan nisan-nisan makan tokoh-tokoh yang berdasarkan sumber-sumber sejarah dan cerita lisan masyarakat di Yogyakarta, hidup pada era Sultan Agung dan bergaul-akrab atau setidaknya bersua-muka dengannya. Nisan-nisan itu selanjutnya dibariskan satu urut satu. Lalu "mereka" diberinama: Nisan Hanyakrakusuman. Nama itu merupakan tanda bahwa "mereka" merupakan nisan-nisan dari zaman kebudayaan yang dicipta-rasakan oleh ratu besar Kesultanan Mataram Islam, Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Buku ini menjadi penting untuk dibaca. Ia membuka pengetahuan tentang zaman keemasan Islam pada masa Sultan Agung (1613-1645), terutama tentang kaweruh nisan-nisan pada era sultan besar Mataram Islam yang bertebaran di berbagai pesarean. Itu artinya, nisan-nisan yang diunggah di buku ini adalah nisan-nisan tokoh utama yang menyangga keutuhan bangunan Islam Berkebudayaan di tlatah Mataram Islam.
M. Jadul Maula, LESBUMI PB Nahdlatul Ulama
Studi atas Nisan Hanyakrakusuman ini memberi bekal pembaca terutama orang Jawa untuk melatih kembali membaca simbol budayanya sendiri. Membaca simbol budaya adalah untuk menemukan pesan-pesan simbolik yang mencerahkan dari para pendahulu kita. Jangan sampai kita menjadi kehilangan karakter kemanusiaan kita karena tak mampu memahami kebudayaan yang melahirkan kita menjadi seperti sekarang ini.
Ki H. Ashad Kusuma Djaya, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Yogyakarta
Hadirnya buku M. Yaser Arafat dalam upayanya menjabarkan Nisan Hanyakrakusuman ini harus diapresiasi. Eksplorasi terkait kajian arkeologi Islam dalam hal ini nisan di Indonesia pasca meninggalnya Uka Tjandrasasmita, Hasan Muarif Ambary dan Othman Mohd. Yatim hanya bersifat konfirmatif. Padahal fakta di lapangan masih banyak nisan-nisan kuno yang belum terlacak akar kesejarahannya.
M. Lutfi Ghozali, PERNISANAN (Pelestari Nisan Asli Nusantara) Indonesia