"SATU KEMASAN, SATU AKSI, SATU BUMI"
"SATU KEMASAN, SATU AKSI, SATU BUMI"
1. EMPATHIZE — Memahami Permasalahan
Saat ini, penggunaan kemasan plastik sekali pakai masih sangat tinggi, terutama untuk makanan dan minuman. Setelah digunakan, plastik sering kali langsung dibuang dan sulit terurai dalam wawaktuktu singkat. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah yang berdampak buruk bagi lingkungan.
2. DEFINE — Menentukan Masalah
Permasalahan yang ditemukan:
Tingginya penggunaan kemasan plastik sekali pakai.
Sampah plastik sulit terurai dan mencemari lingkungan.
Masyarakat membutuhkan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Daun pisang sebagai bahan alami belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai kemasan modern.
3. IDEATE — Mencari Ide
Melalui proses diskusi, kami menghasilkan ide untuk membuat:
Eko-Kemasan Biodegradable dari Daun Pisang
Kemasan ini dirancang dengan memanfaatkan daun pisang sebagai bahan utama pengganti sebagian penggunaan plastik sekali pakai.
Ide pengembangan:
Membentuk daun pisang menjadi kemasan makanan.
Menggunakan teknik lipatan atau cetakan sederhana.
Membuat desain kemasan yang praktis dan menarik.
Memastikan kemasan dapat digunakan untuk makanan.
Menambahkan identitas atau label “Back To Earth”.
4. PROTOTYPE — Membuat Prototipe
Bahan utama:
Daun pisang
Bahan pendukung yang aman dan ramah lingkungan sesuai kebutuhan desain
Proses pembuatan secara umum:
1. Memilih daun pisang yang masih layak digunakan.
2. Membersihkan daun dengan baik.
3. Membentuk daun sesuai desain kemasan.
4. Menyatukan atau mengunci bagian kemasan dengan metode yang sesuai.
5. Menguji bentuk dan kekuatan kemasan.
6. Menambahkan identitas “Back To Earth”.
Hasil prototype:
Sebuah kemasan makanan berbahan dasar daun pisang yang memiliki fungsi sebagai wadah sekaligus pembungkus makanan.
5. TEST — Melakukan Pengujian
Pada tahap Test, kami melakukan pengujian dan meminta pendapat dari beberapa teman mengenai produk Back To Earth. Berdasarkan hasil tersebut, produk ini memiliki beberapa keunggulan, seperti mampu membuat makanan menjadi lebih wangi karena aroma alami daun pisang serta membuat cita rasa makanan terasa lebih keluar. Namun, kami juga menemukan kekurangan, yaitu sebagian orang kurang tertarik menggunakan kemasan ini karena tampilannya dianggap kurang menarik dan terlalu sederhana. Oleh karena itu, kami akan mengembangkan desain kemasan agar terlihat lebih kreatif, modern, dan estetis tanpa menghilangkan konsep ramah lingkungannya. Dengan demikian, Back To Earth diharapkan tidak hanya menjadi kemasan yang baik bagi lingkungan, tetapi juga menarik untuk digunakan masyarakat.
“Satu Kemasan, Satu Aksi, Satu Bumi.”
Evaluasi
Dari hasil pengujian, kekurangan yang ditemukan akan digunakan untuk memperbaiki bentuk, kekuatan, dan desain kemasan.
DAMPAK YANG DIHARAPKAN
Melalui Back To Earth, kami berharap dapat:
- Mengurangi ketergantungan terhadap kemasan plastik sekali pakai.
- Meningkatkan pemanfaatan bahan alami di sekitar.
- Mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
- Membuktikan bahwa kemasan ramah lingkungan dapat dibuat dari bahan sederhana.
KESIMPULAN
Back To Earth merupakan inovasi eko-kemasan biodegradable yang memanfaatkan daun pisang sebagai alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan. Melalui konsep ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali mempertimbangkan bahan-bahan alami sebagai solusi terhadap permasalahan sampah kemasan.
Satu Kemasan, Satu Aksi, Satu Bumi. 🌍🌿