Memahami Istilah NPD dan Flying Monkey
Memahami Istilah NPD dan Flying Monkey
Istilah narcissist, narcissistic, dan Narcissistic Personality Disorder (NPD) semakin sering kita temui dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial. Tidak sedikit pula istilah lain seperti gaslighting dan flying monkey yang digunakan ketika membicarakan hubungan dan perilaku seseorang. Popularitas istilah-istilah tersebut membuat pembahasan mengenai narsisme semakin mudah ditemukan. Di satu sisi, hal ini membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai arti dan pemahaman dari istilah-istilah psikologi tersebut.
Dari beberapa buku yang saya baca, yaitu Identifying and Understanding the Narcissistic Personality karya Elsa F. Ronningstam dan The Handbook of Narcissism and Narcissistic Personality Disorder karya W. Keith Campbell dan Joshua D. Miller (eds.), saya menemukan pembahasan yang membantu memahami narsisme dan NPD secara lebih luas.
Lalu, apa sebenarnya NPD? Apakah setiap orang yang memiliki sifat narsistik dapat disebut memiliki NPD? Dan bagaimana kita sebaiknya memahami istilah flying monkey yang sering muncul dalam pembahasan mengenai dinamika hubungan?
Sifat narsistik tidak selalu berarti seseorang memiliki Narcissistic Personality Disorder (NPD). Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat menunjukkan perilaku seperti ingin mendapatkan pengakuan, memiliki rasa percaya diri, atau sesekali lebih berfokus pada dirinya sendiri. Perilaku tersebut, dengan sendirinya, tidak cukup untuk menentukan adanya suatu gangguan kepribadian.
Narsisme
Narsisme dapat dipahami sebagai karakteristik kepribadian yang memiliki berbagai bentuk dan tingkat. Dalam konteks tertentu, kebutuhan akan penghargaan atau keinginan untuk mencapai sesuatu tidak selalu merupakan hal yang negatif.
Karena itu, penting untuk membedakan antara karakteristik narsistik yang dapat muncul dalam diri seseorang dengan kondisi yang sudah berada pada tingkat patologis atau memenuhi kriteria suatu gangguan kepribadian.
Narcissistic Personality Disorder
Berbeda dengan sekadar memiliki beberapa sifat narsistik, Narcissistic Personality Disorder merupakan kondisi kesehatan mental yang melibatkan pola kepribadian tertentu dan memerlukan penilaian profesional.
NPD merupakan kondisi yang kompleks, bukan sekadar seseorang yang suka dipuji, memiliki rasa percaya diri, bersikap egois, atau memiliki harga diri yang tinggi. Pemahamannya mencakup pola kepribadian yang lebih luas, termasuk bagaimana seseorang memandang dirinya, mengatur rasa dirinya, merespons penghargaan maupun kritik, serta berhubungan dengan orang lain.
Literatur mengenai kepribadian narsistik juga menunjukkan bahwa narsisme merupakan fenomena yang kompleks. Pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan perilaku yang terlihat dari luar, tetapi juga dengan aspek kepribadian dan hubungan interpersonal.
Ketika Istilah Psikologi Menjadi Label
Banyak informasi melalui internet membuat berbagai istilah psikologi semakin dikenal. Di satu sisi, hal tersebut merupakan perkembangan yang positif karena masyarakat menjadi lebih tertarik untuk memahami kesehatan mental.
Namun, terdapat perbedaan antara mempelajari suatu konsep psikologis dan menggunakannya untuk memberikan diagnosis kepada orang lain.
Misalnya, seseorang yang terlihat egois tidak otomatis memiliki NPD. Begitu pula seseorang yang sulit menerima kritik atau senang mendapatkan pujian tidak dapat langsung dikategorikan sebagai individu dengan gangguan kepribadian tertentu.
Perilaku manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk memahami suatu kondisi secara klinis, diperlukan penilaian yang menyeluruh oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Apa yang Dimaksud dengan “Flying Monkey”?
Istilah flying monkey cukup populer dalam pembahasan mengenai hubungan yang dianggap melibatkan perilaku narsistik. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pihak ketiga yang dianggap terlibat dalam suatu konflik, misalnya dengan mendukung, membantu, membela, atau menyampaikan kepentingan salah satu pihak. Namun, flying monkey bukan merupakan diagnosis psikologis resmi.
Karena itu, istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai istilah populer yang digunakan dalam diskusi mengenai dinamika hubungan, bukan sebagai kategori klinis.
Seseorang yang membela orang lain juga tidak otomatis dapat disebut sebagai flying monkey. Bisa saja seseorang bertindak berdasarkan informasi yang ia terima, hubungan personal yang dimilikinya, keyakinan terhadap salah satu pihak, atau karena memang ingin membantu.
Tanpa mengetahui keseluruhan konteks, kita tidak dapat mengetahui secara pasti alasan di balik tindakan seseorang.
Memahami Dinamika Relasi Tanpa Terburu-buru Menilai
Hubungan antarmanusia memiliki dinamika yang kompleks. Konflik dapat melibatkan komunikasi yang tidak lengkap, perbedaan persepsi, kesalahpahaman, tekanan sosial, maupun pengalaman pribadi masing-masing individu.
Karena itu, memahami konsep seperti narsisme, NPD, atau flying monkey sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan, “Siapa yang narsistik?” atau “Siapa yang menjadi flying monkey?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apa yang sebenarnya terjadi dalam situasi tersebut?
Bagaimana informasi terbentuk dan disampaikan?
Apakah terdapat kesalahpahaman?
Bagaimana masing-masing pihak merespons situasi tersebut?
Cara berpikir seperti ini membantu kita melihat perilaku manusia secara lebih utuh.
Label psikologis dapat memberikan kerangka untuk memahami suatu konsep. Namun, label juga dapat menjadi masalah ketika digunakan untuk menyederhanakan seseorang hanya berdasarkan beberapa perilaku.
Mempelajari NPD bukan berarti kita harus mencari siapa yang memenuhi ciri-cirinya. Begitu pula mempelajari flying monkey bukan berarti setiap orang yang mendukung pihak tertentu harus dianggap sebagai bagian dari suatu manipulasi.
Pengetahuan psikologi sebaiknya menjadi sarana untuk memahami bagaimana kepribadian, pengalaman, dan hubungan sosial dapat memengaruhi perilaku manusia. Dengan demikian, kita dapat menjadi lebih kritis terhadap informasi tanpa menjadikannya sebagai dasar untuk menghakimi orang lain.
NPD dan flying monkey berasal dari konteks yang berbeda. NPD merupakan istilah klinis yang berkaitan dengan gangguan kepribadian, sedangkan flying monkey merupakan istilah populer yang digunakan dalam pembahasan mengenai dinamika relasi. Memahami perbedaan tersebut penting agar kita tidak mencampurkan istilah klinis dengan istilah populer.
Memahami Perilaku Narsistik yaitu dengan tetap Bijak Menyikapi, dan Menjaga Batasan Diri. Kita dapat belajar melihat situasi dengan lebih bijak, tetap memiliki empati, sekaligus mengenali dan menjaga batasan diri.
Memahami Perilaku Narsistik dengan cara tetap bijak Menyikapi, dan menjaga batasan diri. Berhadapan dengan pola perilaku yang terasa menantang bukan berarti kita harus menghakimi atau menjauh tanpa memahami. Kita dapat belajar melihat situasi dengan lebih bijak, tetap memiliki empati, sekaligus mengenali dan menjaga batasan diri.
Pada akhirnya, literasi psikologi bukan sekadar tentang mengenali perilaku orang lain, tetapi juga tentang belajar memahami manusia dengan lebih utuh. Semakin banyak kita belajar, semakin penting pula bagi kita untuk tidak terburu-buru menyimpulkan.
Ronningstam, Elsa F. Identifying and Understanding the Narcissistic Personality.
Campbell, W. Keith, & Miller, Joshua D. (eds.). The Handbook of Narcissism and Narcissistic Personality Disorder.