M-ulai dari Diri
Sebelum melangkah lebih jauh silahkan amati video berikut:
M-ulai dari Diri
Sebelum melangkah lebih jauh silahkan amati video berikut:
Ayo kerjakan aktivitas berikut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tetapi terlebih dulu mintalah izin kepada anggota keluarga yang akan kita amati dan catatlah ciri-ciri yang dimiliki diantara kita: (Respon terekam di guru u/ penilaian)
silahkan lengkapi Aktiftas 9.1.1. berikut:
Setelah Ananda melakukan pengamatan di atas, Ananda patut bersyukur bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan manusia dengan sifat yang istimewa satu dengan yang lain. Ada orang yang terlahir dengan rambut keriting, lurus, berombak. Ada orang yang memiliki warna kulit gelap atau sebaliknya. Cobalah bertanya pada teman-teman Kita, bagaimana hasil pengamatan mereka pada aktivitas 9.1.1. di atas. Apakah kesimpulan kita sama dengan kesimpulan milik teman-teman? Sifat ternyata dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, hanya saja ada yang tertutup, muncul, atau sama-sama muncul pada generasinya.
Keberadaan sifat yang selalu muncul dari satu generasi ke generasi ini dinamakan penurunan sifat atau yang sering disebut dengan hereditas. Bersama-sama dengan sifat bawaan yang sama, ada juga variasinya di mana keturunan memiliki penampilan sedikit berbeda dari orang tuanya.
Menurut ananda, apa yang mengendalikan sifat-sifat tersebut? Ya, sifat pada organisme dikendalikan oleh gen. Bagaimana gen-gen dapat mengendalikan sifat pada organisme? Dimana keberadan gen dalam tubuh kita? Pertanyaan tersebut akan terjawab setelah kita Ananda mengamati Video ini (Klik gambar di bawah):
Susunan kromosom pada sel penyusun tubuh berbeda dengan susunan kromosom pada sel kelamin. Kromosom pada sel tubuh susunannya berpasangan sehingga disebut diploid (2n), sedangkan susunan kromosom pada sel kelamin tidak berpasangan dan disebut haploid (n). Kromosom sel kelamin jumlahnya setengah dari kromosom sel tubuh.
Jumlah kromosom yang dimiliki oleh manusia adalah 23 pasang. Pada keadaan diploid jumlah kromosomnya adalah 23 x 2 = 46 buah kromosom. Kromosom nomor 1 sampai nomor 22 disebut autosom (kromosom tubuh), sedangkan kromosom ke-23 disebut gonosom (kromosom kelamin). Kromosom inilah yang membedakan jenis kelamin pada manusia.
Penulisan kromosom kelamin (gonosom) laki-laki ditulis dengan pasangan huruf XY dan untuk perempuan ditulis dengan pasangan huruf XX. Susunan kromosom lakilaki dapat ditulis dengan rumus 22AA + XY dan untuk perempuan ditulis dengan 22AA + XX. Pada sel kelamin, karena tidak berpasangan, maka pada laki-laki ditulis 22A + X dan 22A + Y, sedangkan pada sel ovum ditulis 22A + X
Warna kulit, bentuk mata, bentuk rambut, atau beberapa jenis penyakit tertentu pada suatu generasi diperoleh dari gen yang diwariskan orang tuanya. Mari kita kembali mempelajari dulu pembelahan sel secara Mitosis dan Meiosis serta apa perbedaannya?
Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan. Pembelahan mitosis merupakan proses yang berkesinambungan yang terdiri atas empat fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase.
Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan. Pembelahan meiosis merupakan proses yang berkesinambungan juga yang terdiri atas empat fase pembelahan yang berulang, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Terus dilanjut kan fase profase-2, metafase-2, anafase-2, dan telofase-2.
Untuk memperdalam di bawah ini ada permainan (ini tidak dinilai) tujuanya supaya Ananda lebih paham bila pasangan hilang berarti jawaban Ananda benar. OK Siap? Selamat mencoba
Untuk mengenal lebih jauh perbedaan Pembelahan sel baik secara Mitosis maupun Meiosis, mari kita kerjakan Aktifitas 9.1.2. berikut (Respon terekam di guru u/ penilaian)
Alat Reproduksi pada Manusia
Alat Laki-laki bagian dalam terdiri dari: testis, epididimis, vas deferent, kelenjar vasikula seminalis (kantong semen), kelenjar prostat*, kelenjar cowper*, ureter, dan yang bagian luar terdiri dari: uretra, dan penis.
Spermatogenesis merupakan suatu proses pembentukan sel sperma di dalam testis pria. Sel sperma ini diproduksi pada tubulus seminiferus di dalam testis. Proses inilah yang disebut sebagai sistem reproduksi yang dimiliki seorang pria dalam membentuk sel sperma.
Wanita bagian dalam terdiri dari: ovarium, fimbrei, oviduc (tuba fallopi), uterus (rahim), endometrium, dan bagian luar adalah vagina.
Oogenesis diawali dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut dengan oogonium. Proses ini akan menghasilkan satu ovum fungsional.
Proses oogenesis sudah dialami wanita sejak dalam kandungan. Namun, proses ini akan berhenti pada masa anak-anak dan kembali berlanjut saat seorang wanita mengalami masa pubertas. Hal ini ditandai dengan munculnya menstruasi.
Proses oogenesis tidak berlangsung lama. Ketika seorang wanita mengalami pubertas, ada sekitar 1 juta sel telur yang dihasilkan. Namun, seiring dengan bertambahnya usia seorang wanita, jumlah dan kualitas sel telur yang dihasilkan akan terus menurun.
Ovulasi
adalah proses keluarnya/lepasnya ovum yang sudah matang dari ovarium. Pada umumnya ovulasi terjadi setiap 28 hari.
Penyebabnya konsentrasi estrogen yang meningkat pada fase folikel akan menyebabkan naiknya kadar Luteinizing Hormone (LH), yang menyebabkan folikel pecah dan melepaskan telur ke tuba falopi dan menurunnya Follicle Stimulating Hormone (FSH). kedua hormon yang membantu sistem reproduksi manusia.
Fungsi LH dan FSH:
Pada Wanita adalah memastikan siklus menstruasi berjalan lancar setiap bulannya.
Pada Laki-laki adalah memastikan proses spermatogenesis pada pria berjalan dengan baik.
Fertilisasi / Pembuahan
adalah Proses bertemunya Ovum dengan Sperma di dalam Oviduc dengan ditandai terbentuknya zygot dan berkembang menjadi embrio.
Mentruasi
adalah peluruhan lapisan dinding rahim (endometrium) yang menebal melalui vagina. Cairan menstruasi mengandung darah, sel-sel dari lapisan rahim (sel endometrium) dan lendir. Rata-rata terjadi antara 3-7 hari. Pada umumnya mentruasi terjadi setiap 28 hari.
Penyebabnya Ovum tidak dibuahi oleh sperma, maka pada fase mentruasi ovum dan dinding endometrium luruh.
Sifat Dominan, Resesif, dan Intermediet
Sifat yang selalu muncul dalam pewarisan sifat disebut dengan sifat dominan, sedangkan sifat yang tidak muncul atau tertutupi oleh sifat yang dominan disebut dengan sifat resesif. Adakalanya sifat pada kedua orang tua sama kuat sehingga menghasilkan suatu sifat gabungan keduanya atau kita sebut sifat intermediate (Materi ini diperdalam di BAB selanjutnya). Untuk memudahkan kalian memahami ketiga istilah tersebut, saya ambil contoh pada bentuk rambut dari Ayah (berbentuk keriting) dan Ibu (berbentuk lurus) dimana kemungkinan sianak memiliki cari-ciri rambut seperti di bawah ini:
Jika "rambut anak lurus", maka bentuk rambut lurus adalah sifat dominan (yang muncul pada rambut anak) dan sebaliknya bentuk rambut keriting adalah sifat resesif (tertutup oleh rambut lurus).
Jika "rambut anak keriting", maka bentuk rambut keriting adalah sifat dominan (yang muncul pada rambut anak) dan sebaliknya bentuk rambut lurus adalah sifat resesif (tertutup oleh rambut keriting).
Jika "rambut anak ikal", maka bersifat intermediet artinya sama-sama kuat diantara bentuk rambut keriting dan lurus sehingga muncul pada bentuk rambut ikal pada anak.
Namun perlu diwaspadai kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan maupun virus. Kelainan dan penyakit tersebut dapat ditularkan dari orang tua (yang terinfeksi) kepada anaknya. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor (Silahkan baca buku paket halaman 35).
Kita sebagai Pelajar Pancasila harus bisa menjauhi dan berperilaku sehat pada diri sendiri, misalkan melakukan eksplorasi berbagai jenis penyakit pada sistem reproduksi serta penyebab dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Kegiatan ini dapat kamu lakukan dengan bimbingan guru IPA di sekolah. Kunjungi seminar-seminar kesehatan yang membahas masalah kesehatan reproduksi remaja untuk mendapat informasi yang tepat dan sesuai. Tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa mengadakan acara diskusi kesehatan reproduksi dengan mengundang para dokter atau narasumber yang memahami tentang HIV/AIDS
REFLEKSI
Setelah usai menyelesaikan Refleksi diharapkan peserta didik mengerjakan penilaian untuk mengetahui penguasan materi yang sudah dipelajari link (T) dan (P) di bawah:
9.1. (T) Sistem Reproduksi Manusia
Setelah kita menyelesaikan tugas kognitif diharapkan peserta didik mengerjakan Penilaian Harian pada pokok bahasan ini link di bawah: