Mengidentifikasi penyebab dan bukti teori Pangaea melalui berbagai video,
Mendeskripsikan tiga tipe pergerakan lempeng beserta buktinya melalui berbagai video
Menjelaskan bagaimana lempeng dapat bergerak beserta buktinya
Mendemonstrasikan mekanisme model pergerakan lempeng secara nyata
TEORI
Teori Lempeng Tektonik
Terdapat suatu lapisan pada bumi yang disebut sebagai LITOSFER, bagian ini merupakan lapisan gabungan antara kerak bumi (kerak samudra dan kerak benua) dengan lapisan dibawahnya yaitu lapisan mantel yang paling atas. Tebal lapisan ini sekitar 50-100 KM. Litosfer bersuhu dingin dan membentuk lempeng-lempeng yang kaku.
Litosfer atau lempeng-lempeng kaku tersebut dapat bergerak dan berubah posisi/ukuran. Mengapa? Karena litosfer ini berada diatas lapisan ASTENOSFER yang wujudnya sangat kental, tersusun dari batuan yang meleleh akibat panas, kaya dengan silium, aluminium dan magnesium yang dikenal dengan magma. Wujud cairan magma lebih kental dari cairan aspal, semisolid, dan dapat mengalir. Tingkat kepadatannya rendah sehingga bersifat plastis. Panas yang disebabkan oleh inti bumi menyebabkan magma naik menuju kerak bumi sehingga lempeng bumi bergerak. Bila lempeng bergerak, maka sejumlah energi akan dilepaskan berupa gelombang seismik atau yang kita ketahui sebagai gempa bumi.
Coba bayangkan ketika kalian merebus air, air yang awalnya dingin kalian panaskan terus menerus, tentu bagian bawah yang dekat dengan tempat merebus akan menjadi sangat panas, sehingga ada arus konveksi atau arus yang terjadi karena perpindahan panas pada cairan. Kalian telah mempelajari arus konveksi pada kelas VII bab 3.
Ketika cairan dipanaskan, maka bagian cairan yang panas karena terkena penghantaran panas dari api (cairan bagian bawah) mengalami penurunan kerapatan atau densitas sehingga akan naik ke bagian atas cairan tersebut. Ingatlah bahwa cairan yang berdensitas lebih rapat akan mengambil tempat di bawah cairan yang berdensitas kurang rapat.
Pada gambar di atas, pergerakan cairan panas ditunjukkan dengan anak panah berwarna merah. Setelah beberapa lama berada di bagian atas, cairan akan menjadi dingin dan bertambah densitasnya sehingga turun ke bagian bawah lagi.
Sementara itu, cairan yang terkena panas akan naik lagi. Pada gambar, pergerakan cairan yang lebih dingin ditunjukkan oleh anak panah berwarna biru. Naik turunnya cairan panas dan dingin ini terjadi terus menerus selama cairan terkena penghantar panas. Pergerakan cairan inilah yang disebut arus konveksi.
Arus konveksi seperti ini juga terjadi pada lapisan bumi yang cair, atau disebut dengan istilah astenosfer. Astenosfer adalah lapisan yang berisi cairan pekat karena di dalamnya mengandung lelehan batuan. Panas yang disebabkan oleh inti bumi menyebabkan magma naik menuju kerak bumi sehingga lempeng bumi bergerak.
Pergerakan lempeng yang dilakukan oleh litosfer kemudian ditelaah oleh para ahli geologi dan melahirkan teori lempeng tektonik.
Perhatikan gambar di bawah yang menunjukkan perubahan bentuk dan posisi lempeng benua sebagai bukti pergerakan lempeng tektonik!
Potongan benua bagai potongan puzzle
Lempeng Pangaea vs Saat ini
Video diatas memperlihatkan bukti kebenaran teori lempeng tektonik yang diakui hingga sekarang.
Teori lempeng tektonik merupakan teori yang berkaitan erat dengan konsep pergerakan benua di bumi, dikembangkan untuk menjelaskan bukti pergerakan lempeng dalam skala besar yang dilakukan litosfer bumi.
Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Alfred Wegener, ahli meteorologi dari Jerman pada tahun 1915. Menurut Alfred Wegener, pada awalnya bumi ini merupakan satu daratan besar bernama Pangea atau Pangaea yang merupakan gabungan dari seluruh benua. Formasi Pangea ini diketahui terjadi tepat sebelum spesies dinosaurus punah, yaitu 240 juta tahun lalu. Jutaan tahun kemudian, Pangaea terpecah membentuk area khatulistiwa dan terbagi menjadi dua sisi: yaitu Gondwana di selatan dan Laurasia di utara.
Kedua daratan tersebut kemudian terpecah dan terbagi lagi, Gondwana dan Laurasia terpisah menjadi tujuh benua seperti yang diketahui sekarang yakni Eropa, Afrika, Asia, Oseania, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Wegener juga menyebutkan bahwa potongan benua yang ada saat ini dapat disatukan bagaikan potongan puzzle. Teori Wagener itulah yang disebut sebagai Teori Tektonik Lempeng. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Litosfer disebut juga lempeng tektonik yang merupakan bagian paling atas bumi dengan fenomena yang muncul akibat proses pergerakan dan mempengaruhi tinggi rendah dari bumi tersebut.
Oleh karena cairan dalam astenosfer pekat dan kental, pergerakan lempeng tektonik tersebut terjadi sangat lambat, waktunya kira-kira sama dengan kecepatan pertumbuhan kuku manusia, yaitu rata-rata 1 cm per tahun.
Tipe Pergerakan Lempeng
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terdapat banyak lempeng-lempeng hasil pergerakan yang terjadi di planet bumi ini. Lempeng-lempeng tersebut selalu bergerak karena adanya arus konveksi atau arus panas pada lapisan astenosfer (mantel bumi).
Mekanisme terjadinya pergerakan lempeng karena arus panas astenosfer dapat dilihat dari video berikut!
Pergerakan lempeng tersebut diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
Pergerakan Divergen
(saling menjauh)
Pergerakan lempeng tektonik divergen terjadi karena pergerakan lempeng yang saling menjauh satu sama lain. Ini juga disebut zona pertambahan atau pembuatan lempeng sebab lempeng baru terbentuk sebagai hasil pergerakan menjauh. Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer akan menipis dan membelah sehingga terbentuk batas-batas divergen.
Perhatikan gambar dan video dibawah ini agar kamu memahaminya!
Gambaran Pergerakan Divergen
Mekanisme Pergerakan Divergen
Pergerakan divergen ini terdiri dari 2 jenis, yaitu pergerakan antara lempeng samudra dengan lempeng samudra serta pergerakan antara lempeng benua dengan lempeng benua. Pada pergerakan lempeng samudra-lempeng samudra, proses tersebut dapat menghasilkan pemekaran dasar laut atau terbentuknya tanggul dasar samudera (mid-oceanic ridge).
Contohnya adalah gerakan lempeng benua Afrika dan Amerika Selatan yang mengakibatkan semakin lebarnya jarak antara kedua benua tersebut dan terbentuk tanggul dasar samudera atlantik (Mid-Atlantic Ridge).
Sedangkan pada proses lempeng benua-lempeng benua menyebabkan terbentuknya lembah retakan akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh.
Contohnya adalah Laut Merah yang terbentuk dari pergerakan antara benua Afrika dengan daratan Arab.
Pergerakan Konvergen
(saling bertumbukan)
Pergerakan lempeng tektonik konvergen terjadi ketika lempeng tektonik bergerak saling mendekat sehingga mengakibatkan tumbukan/tabrakan. Dalam kondisi ini, salah satu lempeng akan tertelan (subducted) di bawah lempeng lainnya. Keduanya juga saling menopang.
Perhatikan gambar dan video dibawah ini agar kamu memahaminya!
Gambaran Pergerakan Divergen
Penjelasan Pergerakan Divergen
Pergerakan konvergen ini terdiri dari 3 tipe, yaitu pergerakan antara lempeng samudra dengan samudra, pergerakan antara lempeng samudra dan benua serta pergerakan antara lempeng benua dengan lempeng benua. Terjadinya gerakan konvergen dapat membentuk palung di dalam laut atau pegunungan tinggi dan gunung berapi.
Tumbukan lempeng benua dengan lempeng benua akan mengakibatkan kedua lempeng benua saling bertabrakan, sehingga menyebabkan terjadinya lipatan yang semakin lama areanya menjadi luas dan tinggi. Pergerakan ini menghasilkan deretan pegunungan tinggi. Contoh Pengunungan Himalaya yang terbentuk dari pergerakan konvergen antara lempeng benua Hindia dan Eurasia. Pada pengunungan inilah terdapat puncak tertinggi dunia yaitu gunung Everest yang mencapai ketinggian 8.848 m.
Pergerakan lempeng samudra yang menabrak lempeng benua, maka lempeng samudera akan melengkung masuk ke bawah lempeng benua. Sebab lempeng benua mempunyai berat jenis yang lebih ringan daripada lempeng samudra. Fenomena ini disebut sebagai penunjaman (subduction). Pergerakan ini mampu membentuk palung samudra dan gunung berapi. Contoh Palung terdalam di Filipina, yang bernama Palung Mariana, juga terbentuk karena gerakan mendekatnya lempeng samudera Pasifik dan lempeng Eurasia. Palung ini memiliki kedalaman hampir 11.000 m
Pergerakan lempeng samudra dengan lempeng samudra membentuk seperti zona subduksi, yakni salah satu lempeng akan menyusup ke bawah lainnya. Pertemuan lempeng samudra dengan lempeng samudra dapat mengakibatkan terbentuknya parit di dasar laut dan deretan gunung-gunung laut.
1. Tumbukan 2 lempeng benua
2.Tumbukan lempeng benua dengan lempeng samudra
3. Tumbukan 2 lempeng samudra
Pergerakan Konservatif/transform/sesar mendatar(saling berpapasan)
Pergerakan lempeng secara konservatif juga dikenal sebagai batas geser atau batas transform.
Pergerakan ini terjadi karena adanya gesekan berlawanan arah pada dua lempeng yang saling berpapasan kemudian mengalami gerakan mendatar (disebut sesar mendatar) dan memanjang. Dalam teori lempeng tektonik jenis pergerakan konservatif ini tidak ada litosfer baru yang dihasilkan atau dihancurkan.
Perhatikan gambar dan video dibawah ini agar kamu memahaminya!
Gambaran Pergerakan konservatif/transform
Mekanisme Pergerakan Konservatif/transform
Gerakan transform dengan energi yang terakumulasi inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi dengan kedalaman dangkal, dengan gerakan ini dapat memunculkan suatu patahan baru.
Contoh fenomena pergerakan transform adalah Patahan San Andreas, California Amerika, yang memiliki panjang 1.300 km.
Di Indonesia juga ada contoh gerakan sesar mendatar, yaitu patahan yang sangat panjang dari Aceh sampai dengan teluk Semangko Lampung. Patahan ini disebut sebagai Patahan Semangko yang terbentuk akibat gerakan lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Gerakan inilah yang membentuk pegunungan barisan di Pulau Sumatera.
DEMONSTRASI
Bayangkan kamu sebagai seorang guru, demonstrasikan 3 tipe mekanisme pergerakan lempeng tektonik yang telah kamu pelajari menggunakan suatu benda nyata agar kamu dan teman-temanmu lebih memahami secara nyata.
Buatlah model lempengmu semirip mungkin dengan lapisan bumi ya, khususnya bagian litosfer/tektonik dan astenosfer. Peragakan dan jelaskan dengan baik ya..
Mungkin video dibawah ini juga dapat kamu jadikan referensi untuk membuat model pergerakan lempengmu!
Kamu juga bisa demonstrasikan pada temanmu mengenai arus konveksi agar dapat memahami penyebab terjadinya pergerakan lempeng.
Negara kita, Indonesia, terletak di daerah pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Indo Australia. Proses mendekat dan saling bertumbuk/menunjam antara ketiga lempeng tersebut menyebabkan daerah yang disebut sebagai zona subduksi. Oleh karena itulah Indonesia menjadi bagian dari negara yang memiliki gugusan gunung berapi, disebut ring of fire (cincin api) di sepanjang wilayah Pasifik.
Berdasarkan teori lempeng tektonik, pergerakan lempeng tektonik menimbulkan retakan, lipatan, lekukan, dan patahan.
Apa sih yang terjadi di permukaan bumi jika ada retakan, lekukan dan patahan pada lempeng tektonik❓
Temukan jawabannya setelah belajar materi selanjutnya tentang gempa bumi dan gunung meletus!!