Mendeskripsikan penyebab utama terjadinya gempa bumi
Menjelaskan jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya
Mengenal istilah-istilah dalam gempa bumi dan satuan ketika mengukur kekuatan gempa bumi
Mendeskripsikan bencana yang terjadi setelah gempa yaitu gempa susulan dan tsunami
Mengajak peserta didik lain menyanyikan dan mempraktikan lagu mitigasi bencana hasil kreasi kelompok
Apa itu gempa bumi?
Gempa bumi adalah bencana yang dapat membawa kerusakan besar, baik pada bangunan, jalan, jembatan, alam, bahkan hingga merenggut nyawa manusia. Sesungguhnya dalam satu tahun terjadi 10.000-30.000 gempa bumi akibat pergerakan lempeng, baik secara konvergen, divergen, dan transform.ย
Ketebalan lempeng dan kekuatan akibat pergerakan lempeng itulah yang menyebabkan kerusakan pada lapisan kerak bumi yang kita tinggali. Walaupun terjadi sangat sering namun kita tidak merasakan semua gempa tersebut, terutama apabila kekuatannya kecil. Apa yang dimaksud dengan kekuatan gempa? Bagaimana cara mendeteksinya? Mengapa gempa membawa kerusakan bahkan di daerah yang jauh dari pusat gempa? Mari kita bahas tentang gempa bumi agar kita dapat menghindari bahaya akibat gempa.ย
Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang tekanannya semakin lama semakin membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi. Selain disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Gempa Bumi dapat disebabkan oleh faktor lainnya.ย
Gempa bumi runtuhan, gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.ย
Gempa bumi tumbukan, gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi, jenis gempa Bumi ini jarang terjadi.
Gempa bumi buatan, gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.ย
Gempa bumi vulkanik, gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.ย
Gempa bumi tektonik, gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar.ย
Selanjutnya mengenai gempa bumi tektonik akan dibahas secara lebih lengkap.
Kalau gempa tektonik apa?
Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi, getaran gempa Bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian Bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.ย
Sumber di dalam bumi, tempat terjadinya gempa atau titik pusat gempa disebut hiposentrum. Hiposentrum berlokasi dekat permukaan kerak bumi, namun dapat juga berlokasi di kedalaman hingga ratusan kilometer. Daerah di bagian kerak bumi atau permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum disebut episentrum. Gempa biasanya dirasakan pertama kali dan paling merusak di titik episentrum ini.ย
Bandingkan titik episentrum dan hiposentrum pada gambar dibawah ini.
Gempa bumi melepaskan energi dalam bentuk getaran, yang disebut sebagai gelombang seismik, yang merambat membawa energi, baik di dalam lempeng bumi dan juga di kerak atau permukaan bumi.ย
Oleh karena itulah akibat gempa dapat dirasakan di beberapa tempat sekaligus, bahkan di tempat dengan radius ratusan hingga ribuan kilometer jauhnya. Kecepatan perambatan gelombang seismik tergantung pada lapisan batuan yang dilewatinya. Semakin rapat batuan yang dilewati, semakin cepat perambatan terjadi dan sebaliknya.ย
Alat untuk mengukur besarnya getaran gempa bumi disebut sebagai seismograf. Alat ini mengukur energi gempa bumi di episentrum. Diagram hasil pengukuran seismograf disebut seismogram. Ketika gempa bumi terjadi, semua seismograf di berbagai tempat menghitung waktu tibanya gelombang ke tempat seismograf berada.
Kekuatan gempa bumi diukur dalam Skala Richter (SR). Skala ini diusulkan oleh seorang ahli Fisika dari Amerika bernama Charles Richter pada tahun 1935.ย
"Angka yang digunakan mulai dari 0, kenaikan satu angka menunjukkan penambahan kekuatan gempa 10 kali lipat dan penambahan energi gempa sebesar 30 kali lipat. Contoh gempa 7 SR berkekuatan 10 kali lipat lebih besar, kuat, dan memiliki rambatan energi 30 kali lebih besar dibandingkan gempa berukuran 6 SR"
Metode pengukuran dengan menggunakan Skala Richter memiliki keterbatasan dalam hal frekuensi dan jarak. Dengan makin banyaknya seismograf yang digunakan di berbagai belahan dunia maka skala yang digunakan untuk mengukur gempa secara tepat adalah skala Momen Magnitudo (M). SR mendasarkan perhitungan pada amplitudo gelombang sedangkan M mendasarkan perhitungan pada frekuensi. Sejak tahun 2008 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah tidak menggunakan SR dan mengganti pengukuran kekuatan gempa dengan ukuran Momen Magnitudo.ย
Berdasarkan magnitudonya, gempa bumi didikategorikan dari gempa kecil sampai sangat besar sebagai berikut:
Jika kamu berada dalam kawasan tempat yang rawan gempa, untuk mengurangi kerusakan harta benda yang ada di rumah kita akibat gempa kita harus menata barang-barang yang ada di rumah. Pastikan perabotan rumah tidak mudah roboh dan tidak mudah jatuh saat terjadi gempa. Barang barang yang berat dan mudah pecah disimpan di bagian bawah lemari atau rak. Pastikan selalu untuk mematikan listrik, air, dan gas ketika tidak digunakan. Serta, selalu sediakan kotak P3K, senter, dan makanan cadangan dalam bentuk awetan sebagai perlengkapan darurat jika terjadi gempa.ย
Hal-hal diatas merupakan beberapa tindakan mitigasi bencana yang bisa dilakukan. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Hal ini bahkan diatur pada UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Bencana setelah gempa
1. Gempa Susulanย
Setelah terjadi gempa utama yang bermagnitudo besar, lempeng bumi yang telah bergerak karena saling bertumbukan atau bergesekan membutuhkan waktu untuk kembali ke posisi stabil. Pergerakan kembalinya lempeng bumi ke posisi stabil setelah gempa utama ini yang menyebabkan gempa susulan.ย
Kekuatan gempa susulan biasanya lebih kecil dibandingkan gempa utama, namun dapat merusak bangunan yang rangkanya telah rusak akibat gempa utama. Oleh karena itu setelah terjadi gempa, selama beberapa waktu kita tidak disarankan untuk masuk ke dalam bangunan dan menunggu di ruang terbuka, karena dikhawatirkan masih terjadi gempa susulan.ย
2. Tsunamiย
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang berarti 'pelabuhan' dan nami berarti 'gelombang'. Maka secara harfiah, tsunami diartikan sebagai gelombang air yang diikuti ombak besar dan terjadi di pelabuhan atau dekat lautan. Gempa bumi yang menimbulkan tsunami ini berasal dari zona subduksi, di mana lempeng tektonik bertabrakan dan salah satunya terdorong ke bawah yang lain.
Pada tanggal 28 September 2018, Indonesia dikejutkan dengan berita terjadinya tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Gelombang besar, setinggi 6 meter, menyapu bersih kawasan pemukiman, dari dekat pantai sampai ke kota Palu. Lebih dari dua ribu nyawa tidak tertolong. Banyak bangunan rusak termasuk berbagai fasilitas umum dan rumah warga. Pengungsi pada saat itu tercatat 82.775 orang. Tsunami ini terjadi pada malam hari, setelah terjadi gempa besar berkekuatan 7,4 M. Kurang dari sepuluh menit sejak gempa mengguncang, terjadilah tsunami.ย
Gelombang yang sangat cepat ini memiliki energi yang sangat tinggi untuk menghancurkan apapun yang dilewatinya. Jika kamu sedang berada di pantai, kamu dapat menjauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami akibat gempa.ย
Tetap waspada terhadap bencana yang dapat terjadi di wilayah tempat tinggalmu, selanjutnya pahami dan belajar tindakan mitigasi bencana yang harus kamu lakukan untuk melindungi dirimu!!
Selidikilah kejadian gempa yang pernah dirasakan di daerah tempat tinggalmu. Lalu buatlah sebuah lagu yang berisikan ajakan atau pengetahuan tindakan mitigasi bencana gempa bumi.ย
Buatlah lagu dengan kalimat yang mudah dan irama yang familiar, lalu ajak temanmu ikut bernyanyi sambil mensimulasikan mitigasi gempa bumi dengan baik ya..
Video dibawah ini juga dapat kamu jadikan salah satu referensi untuk mengetahui tindakan mitigasi bencana gempa bumi!