Digi Mading Volume 2026/03/05 edisi Inovatif
Buku ini bercerita mengenai kekuatan kebiasaan. Sederhananya, kebiasaan yang dilakukan secara kontinu, meski terlihat kecil, akan memberikan dampak yang besar di kemudian hari.Hal ini berlaku untuk kebiasaan baik dan buruk.
Menurut buku di atas, mengubah kebiasaan sulit dilakukan karena dua alasan. Alasan pertama adalah karena sasarannya tidak tepat. Buku ini memakai istilah “tiga lapisan perubahan perilaku” dalam menjelaskan sasaran yang dimaksud.
Dengan demikian, terdapat tiga sasaran yang disebutkan di dalam buku ini, yakni (1) hasil, (2) proses dan (3) identitas.
sasaran pertama adalah hasil. Kalimat yang mewakili untuk menjelaskan sasaran ini, sebagaimana tertulis di dalam buku yang sedang dibahas, adalah kebiasaan berbasis hasil.
Dengan demikian, ada orang yang melakukan kebiasaan dengan memfokuskan diri pada hasil yang akan diperoleh. Sebagai contoh, seseorang membiasakan diri menulis tiap hari minimal satu paragraph dengan tujuan menghasilkan buku.
Sasaran berikutnya adalah proses. Senada dengan kalimat yang dituliskan pada paragraph sebelum ini, kalimat yang bias dipakai untuk menjelaskan sasaran ini adalah kebiasaan berbasis proses.
Dengan kata lain, bisa jadi ada orang yang melakukan kebiasaan dengan berfokus pada proses alias ingin memperbaiki proses yang ada. Contohnya adalah seseorang membiasakan menulis tiap hari minimal satu paragraph dalam waktu maksimal 10 menit.
Sasaran yang ketiga adalah identitas. Dalam sasaran ini, orang melakukan kebiasaan karena dia meyakini dirinya adalah orang yang sesuai dengan kebiasaan tersebut.
Contohnya adalah seseorang membiasakan menulis tiap hari minimal satu paragraph karena dia meyakini dirinya adalah seorang penulis.Saya adalah penulis. Kalimat itu yang mungkin meresap di dalam diri orang tersebut.
Buku di atas menjelaskan bahwa kebiasaan akan bias dilakukan secara efektif jika sasaran yang dipakai adalah identitas.
Alasan kedua adalah karena menempuh cara-cara yang keliru dalam mengubah kebiasaan.Terdapat empat kaidah perubahan perilaku yang dijelaskan di dalam buku tersebut agar kebiasaan baik berlangsung langgeng.
Keempat kaidah tersebut adalah (1) menjadikannya terlihat, (2) menjadikannya menarik, (3) menjadikannya mudah dan (4) menjadikannya memuaskan.
Menurut buku di ini, kebiasaan-kebiasaan berkembang melalui empat tahapan dengan urutan yang sama, yakni (1) mendapatkan petunjuk, (2) menumbuhkan gairah, (3) menanggapi dan (4) menikmati hasil.
Saat sebuah aksi telah melewati empat tahapan ini dengan sukses, sangat mungkin aksi tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan. Dengan demikian, empat tahapan ini merupakan siklus dari kebiasaan itu sendiri.
Empat kaidah perubahan perilaku yang telah disebutkan di atas merupakan hasil dari mengolah empat tahapan ini. Kaidah pertama adalah menjadikannya terlihat. Kaidah ini merupakan hasil mengolah tahapan pertama, yakni mendapatkan petunjuk. Jika kita ingin membentuk sebuah kebiasaan baik yang baru, maka langkah awalnya adalah menjadikan pemicu terjadinya kebiasaan tersebut terlihat.
Sumber :https://duta.co/bedah-buku-atomic-habits-perubahan-kecil-yang-memberikan-hasil-luar-biasa
dibedah oleh Dr Ubaidillah Zuhdi- Dosen S1 Manajemen, FakultasEkonomi dan Bisnis
Digi Mading Volume 2026/03/05 edisi Self Love
Rating ⭐⭐⭐⭐ (4 of 5)
Hi! Aku kembali lagi dengan ulansan buku yang baru saja aku selesaikan tadi pagi. Buku yang kali ini akan aku ulas berjudul How to Respect Myself yang ditulis oleh seorang Psikiater bernama Yoon Hong Gyun. Konon buku ini masuk dalam jajaran buku-buku bestseller di Korea Selatan. Setelah menyelesaikan buku ini aku pikir buku ini memang pantas mendapat gelar bestseller dan menerima respon positif dari para pembaca.
Hal menjual pertama dari buku ini menurut aku adalah bahwa buku ini menggali tentang teori self-love yang memang sedang digandrungi oleh anak-anak muda sekarang. Banyak anak-anak muda jaman sekarang merasa galau, ingin mencari tahu banyak hal tentang dirinya, merasa perlu belajar bagaimana cara mencintai diri mereka sendiri dan akhirnya mencari tahu (dengan mendengar podcast, menonton youtube dan membaca buku) tentang hal-hal yang berbau self-love dan self help. Itulah mengapa aku pikir akhir-akhir ini psikologi menjadi jurusan favorit nyaris di setiap perguruan tinggi.
Alasan kedua adalah karena buku ini ditulis langsung oleh pakar di bidangnya, yaitu seorang psikiater. Aku sebenarnya bukan termasuk penggila buku-buku self-help. Ada banyak buku-buku self-help yang menjamur akhir-akhir ini, tapi aku tidak sama sekali tertarik untuk membacanya, karena kebanyakan ditulis oleh mereka yang bukan dari bidang psikologi. Tapi, untuk buku ini, aku memutuskan untuk membeli dan membacanya, karena aku tahu penulisnya adalah seseorang psikiater, dan tentu saja, memahami tentang ilmu psikologi,
Di buku ini, dr. Yoon mengulik banyak hal tentang alasan mengapa manusia tidak bisa mencintai diri mereka sendiri, sehingga mengalami masalah dalam hal intrapersonal dan interpersonalnya. Menurut dr. Yoon, berdasarkan pengalamannya dalam menangani banyak konseli (orang yang datang untuk menjalani konseling) dengan berbagai macam masalah yang mereka bawa, masalahnya kebanyakan berawal dari satu hal; yaitu self esteem yang rendah. Manusia tidak bisa benar-benar mencintai dirinya jika dia tidak bisa menghargai dirinya sendiri. Itulah poin yang aku tangkap dari buku ini.
Alasan kuat mengapa aku tertarik dengan buku ini adalah karena buku ini ditulis memang berdasarkan teori psikologi yang pernah aku pelajari sewaktu menempuh pendidikan sarjana. Tapi, di buku ini, dr. Yoon daripada menggunakan bahasa “self-esteem” lebih banyak menggunakan sebutan “harga diri”, walaupun kita tahu maknanya sama saja. Harga diri juga merujuk kepada konsep self-esteem, karena pengertian self-esteem adalah kemampuan untuk menghargai dan indikator rasa sayang dan kepuasan terhadap diri sendiri.
Di awal buku ini, dr. Yoon mengulas tentang kesalahpahaman dan prasangka atas harga diri dan mengajak pembaca untuk menyadari pentingnya kepercayaan diri dalam kehidupan. Kita sering salah persepsi, menyangka bahwa harga diri berasal dari orang lain. Kita merasa bahwa perlakukan orang lain, atribut yang melekat pada diri kita dan validasi oleh orang lain sebagai indikator harga diri kita. Semakin kita terpandang dan semakin banyak orang yang memberikan pujian, maka harga diri kita akan tinggi. Padahal, konsep harga diri sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal tersebut. Harga diri berasal dalam diri kita sendiri. Bukan berasal dari hal-hal di luar dari diri kita. Dengan kemampuan menghargai diri, maka kita akan semakin bijak memandang diri.
Pada bab kedua dan ketiga, aku mengkristalkan pemaparan dr. Yoon sebagai hubungan antar harga diri dengan hubungan interpersonal dan intrapersonal. Di bagian ini dr. Yoon banyak memberikan penjelasan bahwa ketika seseorang memiliki harga diri yang rendah terhadap dirinya, maka akan mengganggu hubungannya dengan orang lain, baik itu dalam hal hubungan percintaan, relasi, maupun keluarga. Biasanya orang-orang yang memiliki harga diri yang rendah menyangkal nilai dirinya dan menganggap dirinya tidak pantas untuk dicintai, bahkan oleh dirinya sendiri.
Dalam buku ini, aku sepakat dengan pemikiran penulis yang menyatakan bahwa indikator dari seseorang yang mencintai dirinya adalah mereka yang mampu menerima dan mengakui kekurangan dirinya. Adalah sebuah pemikiran yang salah ketika kita menterjemahkan makna “mencintai diri sendiri” sebagai pemujaan terhadap diri yang berlebihan dan tidak berdasar. Yang menganggap dirinya istimewa tanpa cela dan kekurangan. Ketika kita mencintai diri dengan benar artinya kita dapat memandang diri kita secara objektif. Kita tahu nilai diri kita dan mengakui kekurangan-kekurangan kita. Kita tahu bahwa diri kita adalah manusia biasa, namun tetap menerimanya dan mampu mencintainya tanpa syarat.
Banyak hal tentu saja yang aku garis bawahi dari buku ini. Ada banyak hal yang juga membuka mataku tentang pentingnya mengenali emosi. Ada bagian yang paling aku suka dari buku ini, yaitu bagian saat dr. Yoon menjelaskan;
“Emosi orang lain adalah miliknya yang tidak bisa kita tiru atau kita apa-apakan. Emosi tersebut muncul bukan karena kesalahan kita dan bukan pula menjadi tanggung jawab kita.” (halaman 255)
Dari buku ini, intinya aku menemukan benang merah antara harga diri dan mencintai diri. Dan, kunci untuk seseorang bisa berdamai dan mencintai dirinya adalah menerima dirinya sepenuhnya. Menerima setiap luka, trauma, masa lalu, kecemasan, kekurangan yang selama ini ingin dibuang jauh-jauh.
Adapun bab-bab selanjutnya adalah penjelasan tentang tips dan trik keluar dari perasaan rendah diri dan bagaimana meningkatkannya. Aku tidak akan membahasnya di sini. Jika kau pikir kau memerlukannya, kau bisa membaca bukunya. Dan, aku sangat merekomendasikannya untukmu.
“Dengan kata lain, memandang tinggi dan menghargai diri sendiri adalah hal yang benar. Hal yang membuat bahagia. Kita harus percaya bahwa kita akan bahagia. Dicemburui lebih membahagiakan daripada diabaikan. Didengki lebih membahagiakan daripada dikasihani. Kita bisa berbahagia tanpa perhatian orang lain. Dan, harga diri yang pulih tidak akan merugikan atau melukai siapapun.” (Yoon Hong Gyun, How to Respect Myself, halaman, 280).
See you on next review!
Sumber: https://rimaginary.medium.com/
Digi Mading Volume 2026/02/04 edisi Integritas
KEIGO HIGASHINO
Rating ⭐⭐⭐⭐ (4 of 5)
I would say, this book worth the hype.
seperti judulnya,buku ini ajaib🥰
Kakek Namiya, pemilik toko kelontong di suatu kota kecil di luar kota Tokyo memberikan konsultasi kehidupan kepada pelanggannya. Bermula dari beberapa anak-anak yang sering bertanya dan dijawab setengah usil oleh si Kakek, sampai muncul masalah yang cukup serius sehingga mendesak Kakek Namiya mulai membuka konsultasi lewat surat. Surat berisi pertanyaan dapat dimasukkan lewat pintu gulung toko setelah toko tutup dan jawabannya dapat diambil di kotak susu pada pagi hari sebelum toko buka. Novel ini tentang Kakek Namiya dan orang-orang sekitarnya yang terhubung dengannya dan yang mengandalkan bantuannya.
Sebenarnya tema buku ini slice of life ya karena banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil. Tapi cara penyajiannya sangat cerdas, aku merasa seakan-akan sedang membaca seri detektif galileo, seru banget! Novel ini terdiri dari 5 bab yang membahas karakter yang berbeda-beda,tapi sebenarnya memiliki keterkaitan satu sama lain. Salut sama Keigo Sensei, bisa memikirkan ide seperti ini dan detailnya juga menakjubkan.
Aku nggak akan bahas apa-apa lagi. Sebagus itu untuk detailnya,teman-teman yang belum baca,bisa langsung baca aja bukunya yaa karena jadi nggak seru kalau diceritain 😄
sumber : IG @nunuboeken
Digi Mading volume 2026/01 /03 edisi Lebaran idul Fitri 1447 Hijriah
( Rahasia hidup bahagia dan panjang umur orang jepang)
By : HECTOR GARCIA DAN FRANCESC MIRALLES
Rating ⭐⭐⭐⭐ (4 of 5)
IKIGAI Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang-Hector Garcia dan Fransec Miralles
Buku Ikigai ini membahas bagaimana orang jepang, yang dikenal memiliki usia relatif panjang, menjalani kehidupannya. Jepang KhususnuyaPulau Okinawa diketahui memiliki penduduk dengan harapan hidup yang tinggi dan usia yang panjang. Salah satu rahasianya adalah karena mereka memiliki ikigai. Ikigai merupakan alasan kitabangun di pagi hari,ikigai secara harfiah artinya berbahagia dengan tetap menyibukkan diri.
Diketahui beberapa alasan mengapa penduduk jepang khususnya Pulau Okinawa, memiliki tubuh yang sehat dan usia yang panjang antara lain karena pola makan yang sehat(mereka mengkonsumsi banyak jenis makanan dalam porsi kecil, makan tidak sampai kenyang,mengkonsumsi teh hijau yang kaya akan antioksidan dan lainnya) selalu aktif bergerak,hidup sederhana di alam terbuka,tertawa dan bercanda bersama keluarga, teman dan tetangga,mindful dan tidak terburu-buru, rutin melakukan meditasi dan aktivitas lainnya.
Terkait Pola Makan penduduk Jepang, aku jadi ingat buku The Miracle of Enzyme. Salah satu pembahasannya adalah terkait pola makan penduduk jepang terdahulu yang tidak mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan daging. Sudah lama sekali baca buku ini,sepertinya aku harus re-read dan share ulasannya ke teman-teman. Bukunya juga bagus banget 😊
Kembali ke Ikigai, ikigai setiap orang berbeda beda.Tugas kita setelah membaca buku ini adalah menemukan ikigai tersebut. Menurut aku pribadi, buku ini berisi banyak informasi bermanfaat, yang sebagian merupakan teori yang diambil dari buku buku lainnya. Setelah selesai membaca buku ini ,aku tidak langsung berhasil menemukan ikigai ku .Menurut narasi yang disampaikan masih kurang mengarahkan ku untuk menemui ikigai.Aku harus membaca ulang catatan-catatanku dan akhirnya merumuskan apa yang aku pikir merupakan ikigai -ku
Buku ikigai ini bahasanya ringan dan mudah dipahami.jumlah halamannya juga tidak terlalu tebal, jadi cocok buat teman-teman yang ingin baca buku self improvement yang tidak berat.
Selamat membaca! ☺️
sumber : IG @nunuboeken