Tennis elbow atau epikondilitis lateral adalah kondisi medis yang menyebabkan nyeri di bagian luar siku. Meskipun namanya berkaitan dengan olahraga tenis, kondisi ini sebenarnya terjadi akibat penggunaan otot dan tendon di lengan bawah secara berlebihan atau berulang-ulang. Tennis elbow terjadi ketika tendon yang menghubungkan otot lengan bawah ke tulang di sisi luar siku mengalami peradangan atau robekan mikro. Hal ini sering terjadi karena penggunaan yang terlalu sering atau terlalu berat dari otot-otot penyangga pergelangan tangan dan lengan bawah.
Gejala dan Tanda
Gejala utama tennis elbow adalah nyeri yang terasa di sisi luar siku, yang bisa menjalar ke lengan bawah hingga pergelangan tangan. Nyeri ini biasanya mulai ringan dan bisa memburuk seiring waktu. Tanda-tanda dan gejala yang umum meliputi:
Nyeri pada bagian luar siku, terutama saat menggunakan lengan seperti mengangkat, menulis, menggenggam benda kecil, atau memutar pergelangan tangan (misalnya memutar gagang pintu).
Lemahnya lengan bawah yang menyebabkan kesulitan menggenggam benda atau melakukan gerakan yang membutuhkan kekuatan tangan.
Kekakuan atau rasa tidak nyaman terutama saat melakukan aktivitas yang berulang menggunakan siku dan pergelangan tangan.
Rasa nyeri bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap dan biasanya berlangsung selama 6 bulan hingga 2 tahun jika tidak diobati.
Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik: dokter akan menekan bagian luar siku untuk mencari titik nyeri, memeriksa kekuatan genggaman, serta menggerakkan lengan dan pergelangan tangan untuk menilai rasa nyeri dan fungsi.
Tes Cozen: ekstensi (menegakkan) pergelangan tangan dengan perlawanan.
Tes Mill: ekstensi (menurunkan) pergelangan tangan dengan perlawanan.
Pemeriksaan penunjang (bila perlu): umumnya diagnosis cukup dengan pemeriksaan fisik. USG atau MRI jarang diperlukan, kecuali jika diagnosis kurang pasti atau ada kecurigaan kondisi lain.
Pilihan Terapi
Farmakologi dan Non-farmakologi
Istirahat dan modifikasi aktivitas: hindari aktivitas yang memperberat nyeri, beri waktu tendon untuk sembuh.
Obat antinyeri.
Fisioterapi: latihan peregangan dan penguatan otot lengan bawah yang dibimbing fisioterapis sangat penting untuk memperbaiki fungsi dan mencegah kekambuhan.
Intervensi
Injeksi kortikosteroid: pada kasus berat, dapat diberikan suntikan kortikosteroid untuk meredakan peradangan. Tidak dianjurkan untuk jangka panjang karena risiko kelemahan tendon.
Terapi regeneratif: prolotherapy, platelet-rich plasma (PRP).
Operasi
Tindakan operatif: jarang dibutuhkan. Jika terapi konservatif gagal setelah 6-12 bulan dan nyeri sangat mengganggu, operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki tendon yang rusak.
Prognosis
Tennis elbow biasanya adalah kondisi yang dapat sembuh dengan pengobatan dan perawatan yang tepat.
Sebagian besar pasien membaik dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun dengan terapi yang tepat. Namun, tanpa pengobatan, nyeri bisa terus berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Risiko kambuh juga ada, terutama jika aktivitas repetitif tidak dihindari.
Operasi biasanya jarang diperlukan dan hanya untuk kasus yang tidak merespon terapi konservatif.