Osteoartritis lutut menjadi salah satu masalah sendi yang paling sering terjadi, terutama pada orang dewasa yang lanjut usia. Osteoartritis lutut adalah penyakit degeneratif di mana tulang rawan yang melapisi permukaan sendi lutut secara perlahan mengalami keausan atau kerusakan. Tulang rawan ini berfungsi untuk melindungi tulang agar tidak saling bergesekan. Ketika tulang rawan menipis atau hilang, tulang di bawahnya bisa saling bergesekan, menyebabkan nyeri, bengkak, dan kekakuan, sehingga bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala dan Tanda
Gejala utama osteoartritis lutut biasanya berkembang perlahan dan memburuk seiring waktu. Gejala yang sering dirasakan meliputi:
Nyeri di lutut, terutama saat bergerak, berjalan, atau menahan beban.
Kaku lutut setelah bangun tidur atau setelah lama duduk, yang biasanya membaik setelah digunakan beberapa saat.
Bengkak atau pembesaran di sekitar lutut.
Suara “krek” atau rasa berderik saat lutut digerakkan.
Penurunan kemampuan gerak, seperti sulit meluruskan atau menekuk lutut sepenuhnya.
Perubahan bentuk lutut, terutama pada kasus yang sudah cukup berat (lutut menjadi menyerupai huruf O atau X).
Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik: dokter akan memeriksa lutut secara langsung (melihat pembengkakan, kekakuan, atau suara saat digerakkan).
Pemeriksaan penunjang: Rontgen adalah pemeriksaan paling sering digunakan, untuk melihat adanya pengurangan celah sendi (penipisan tulang rawan), tumbuhnya tulang baru (osteofit), atau perubahan bentuk tulang. MRI (jarang diperlukan) untuk melihat jaringan lunak, atau pemeriksaan cairan sendi jika dicurigai penyebab lain.
Pilihan Terapi
Farmakologi dan Non-farmakologi
Edukasi pasien untuk memahami penyakit dan cara mengelola aktivitas.
Penurunan berat badan pada penderita dengan kelebihan berat badan.
Latihan ringan dan fisioterapi untuk memperkuat otot sekitar lutut dan memperbaiki fleksibilitas.
Modalitas fisik: low-level light therapy (LLLT), extracorporeal shock wave therapy (ESWT), thermotherapy.
Penggunaan alat bantu seperti tongkat, penyangga lutut, atau sepatu khusus.
Obat antinyeri.
Intervensi
Jika terapi awal tidak efektif, dapat diberikan injeksi ke dalam sendi:
Steroid
mengurangi fase inflamasi sinovial.
interval minimal tiga bulan antar injeksi.
Asam hialuronat
asam hialuronat atau viscosupplementation bekerja dengan menggantikan atau memperbaiki sifat elastoviskositas cairan sinovial yang menurun pada osteoartritis (mengembalikan sifat lubrikasi dan perlindungan jaringan sendi).
dapat memberikan perbaikan nyeri pada osteoartritis lutut ringan hingga 6 bulan.
Regeneratif (prolotherapy, PRP)
PRP telah muncul sebagai modalitas intervensi yang menjanjikan untuk osteoartritis lutut. PRP memberikan perbaikan dalam hal skor nyeri dan fungsi. PRP memberikan perbaikan yang secara klinis pada titik follow-up 3 dan 6 bulan untuk nyeri dan fungsi.
Prolotherapy dekstrosa menghasilkan perbaikan secara klinis dan berkelanjutan dalam skor nyeri, fungsi, dan kekakuan untuk osteoartritis lutut.
Ablasi radiofrekuensi (RFA)
RFA saraf genikular merupakan modalitas intervensi yang inovatif untuk mengatasi nyeri osteoartritis lutut yang kronis.
Prosedur ini melibatkan aplikasi panas pada saraf genikular untuk mengganggu kemampuan saraf dalam menghantarkan sinyal nyeri ke otak.
RFA saraf genikular dapat memberikan perbaikan rata-rata >60% dari nyeri lutut baseline pada populasi pasien selama minimal 6 bulan. Untuk pasien dengan osteoartritis lutut, RFA dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi dibandingkan dengan intervensi non-bedah lainnya tanpa meningkatkan kejadian merugikan. Efek RFA berlangsung hingga saraf kembali tumbuh, yang dapat terjadi antara 6 bulan hingga 2 tahun.
Operasi
Jika terapi non-operasi tidak berhasil dan gejala sangat mengganggu, dokter bisa merekomendasikan operasi, seperti pembersihan sendi (arthroscopy), perbaikan bentuk tulang (osteotomy), atau pemasangan sendi lutut buatan (total knee replacement).
Prognosis
Osteoartritis lutut adalah penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan total, namun gejala bisa dikontrol agar penderita tetap bisa beraktifitas dengan baik.
Dengan pengelolaan yang tepat, nyeri bisa dikurangi, kemampuan berjalan dapat dipertahankan, dan kualitas hidup bisa tetap baik.
Pada beberapa kasus berat, operasi bisa memberikan hasil yang sangat memuaskan dalam mengembalikan fungsi lutut.