Gout (asam urat) adalah jenis radang sendi yang terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal tajam yang mengendap di dalam dan sekitar sendi. Kristal yang tajam ini mengiritasi sendi sehingga timbul nyeri hebat, kemerahan, dan bengkak, paling sering di sendi jempol kaki, tetapi bisa juga di pergelangan kaki, lutut, tangan, dan siku.
Gejala dan Tanda
Serangan gout khasnya muncul mendadak, sering kali malam atau dini hari, dengan nyeri sendi yang sangat hebat seperti ditusuk atau terbakar, sendi tampak merah, bengkak, panas, dan sangat nyeri bila disentuh sedikit saja.
Serangan pertama paling sering mengenai satu sendi saja (monoartritis), terutama jempol kaki (podagra), tetapi pada penyakit yang sudah lama dapat mengenai banyak sendi sekaligus.
Pada gout kronis, dapat tampak benjolan-benjolan keras berisi kristal asam urat (disebut tofus) di sekitar sendi, telinga, atau tendon, dan pasien sering mengeluh sendi kaku, bentuk sendi berubah, serta serangan nyeri berulang.
Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik: dokter akan menanyakan riwayat serangan nyeri sendi, pola kambuh, obat yang digunakan, serta faktor risiko seperti obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, konsumsi alkohol, dan pola makan tinggi purin (jeroan, daging merah, makanan laut tertentu).
Pemeriksaan penunjang (bila perlu):
Pemeriksaan darah biasanya meliputi kadar asam urat, fungsi ginjal, dan bila perlu gula darah serta profil lemak, untuk menilai penyebab dan risiko lain yang menyertai.
Pada kasus tertentu, terutama bila diagnosis belum jelas, dokter dapat mengambil sedikit cairan sendi dengan jarum (artrosentesis) untuk diperiksa di mikroskop guna melihat kristal khas gout, dan dapat menggunakan USG atau rontgen untuk menilai kerusakan sendi dan adanya tofus.
Pilihan Terapi
Farmakologi dan Non-farmakologi
Istirahat, mengurangi aktivitas yang menimbulkan nyeri.
Serangan akut.
Obat anti‑nyeri dan anti‑radang seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
Kolkisin.
Kortikosteroid (minum atau suntik).
Obat disesuaikan dengan kondisi ginjal, lambung, dan penyakit lain pasien.
Mencegah serangan berulang serta kerusakan jangka panjang dengan menurunkan kadar asam urat ke batas aman.
Obat penurun asam urat seperti allopurinol atau febuxostat pada serangan berulang, adanya tofus, adanya kerusakan sendi, atau kadar asam urat sangat tinggi.
Edukasi
Diet seimbang;
Mengurangi alkohol dan minuman tinggi fruktosa;
Menjaga berat badan; dan
Mengontrol penyakit penyerta.
Intervensi
Injeksi kortikosteroid: pada kasus nyeri berat dan tidak membaik, dokter bisa melakukan penyuntikan obat antiradang ke dalam sendi.
Operasi
Tindakan operatif (penghilangan tofus): jarang dibutuhkan, hanya jika benjolan kristal asam urat menyebabkan nyeri yang tidak merespons obat, mengganggu pergerakan sendi, merusak struktur tulang/sendi, menimbulkan luka yang terus terbuka, atau mengalami infeksi.
Prognosis
Bila ditangani dengan obat serangan akut yang tepat, obat penurun asam urat (bila perlu), dan perubahan gaya hidup, sebagian besar pasien dapat hidup nyaman dengan serangan yang jarang atau bahkan tidak kambuh lagi.
Tanpa terapi yang baik, gout dapat berubah menjadi kronis dengan nyeri berulang, tofus besar, kerusakan sendi permanen, dan gangguan ginjal, sehingga kualitas hidup menurun dan aktivitas sehari-hari dan pekerjaan terganggu.
Secara umum, prognosis gout baik bila pasien patuh minum obat yang diresepkan, melakukan kontrol rutin, dan menjaga pola hidup sehat; banyak studi menunjukkan bahwa kontrol asam urat yang baik mengurangi serangan dan memperbaiki fungsi sendi secara bermakna.