Catatan Penting penggunaan Purposive Sampling.
Purposive sampling adalah metode yang efektif untuk jumlah sampel penelitian yang tersedia dalam jumlah yang sangat kecil (misalnya 1 atau maksimum 3 saja), tapi pada hakekatnya metode ini punya muatan bias yang besar yang tidak dikehendaki dalam metode ilmiah. Jika terpaksa harus menggunakan purposive sampling, di dalam metodologi wajib dinarasikan bias yang timbul dari penelitian tersebut. Dan, hindari pembuatan interpretasi di luar populasi yang diamati.
Kelebihan:
Pemilihan yang tertarget: Anda dapat memilih partisipan berdasarkan kriteria spesifik yang relevan dengan penelitian Anda, memastikan mereka menawarkan wawasan yang berharga.
Efisien dan hemat biaya: Ukuran sampel yang lebih kecil membutuhkan waktu, uang, dan usaha yang lebih sedikit dibandingkan dengan sampling acak.
Data yang kaya dan mendalam: Metode ini sering mengumpulkan informasi terperinci, memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena spesifik.
Fleksibilitas: Anda dapat mengadaptasi kriteria saat Anda mengumpulkan data, memastikan eksplorasi yang terfokus.
Berguna untuk topik khusus: Cocok untuk mempelajari populasi spesifik atau kejadian langka di mana sampling acak mungkin tidak praktis.
Kekurangan:
Bias: Subjektivitas dalam memilih partisipan dapat menimbulkan bias, yang memengaruhi generalisasi.
Tidak representatif: Hasil mungkin tidak mewakili populasi yang lebih luas, yang membatasi penerapannya.
Generalisasi terbatas: Temuan tidak dapat dengan yakin diterapkan pada konteks yang lebih luas.
Sulit untuk dikuantifikasi: Analisis statistik dan pengujian hipotesis mungkin menantang.
Kesesuaian purposive sampling dalam penelitian biologi tergantung pada beberapa faktor:
Pertanyaan penelitian: Apakah Anda mencari pemahaman mendalam tentang fenomena atau kelompok tertentu?
Desain penelitian: Apakah penelitian Anda kualitatif atau kuantitatif?
Ketersediaan sampel: Apakah Anda dapat mengakses populasi yang terdefinisi dengan baik yang relevan dengan pertanyaan Anda?
Pengendalian bias: Apakah Anda dapat merancang strategi untuk meminimalkan potensi bias dalam pemilihan partisipan?
Secara umum, purposive sampling mungkin cocok untuk:
Studi pendahuluan atau penelitian eksplorasi sebelum proyek yang lebih besar.
Mempelajari populasi spesifik dengan karakteristik unik.
Mengumpulkan data terperinci dari individu dengan keahlian atau pengalaman yang relevan.
Namun, ingat:
Jelaskan dengan jelas alasan dan justifikasi sampling Anda untuk mengatasi potensi kekhawatiran bias.
Pertimbangkan untuk menggabungkan purposive sampling dengan metode lain (misalnya, snowball sampling) untuk meningkatkan keragaman.
Akui keterbatasan generalisasi dan fokus pada wawasan kualitatif.
Untuk penelitian kuantitatif dalam biologi, teknik sampling acak (random sampling) biasanya lebih disukai untuk memastikan representativitas dan ketelitian statistik.
Pada akhirnya, pilihan metode sampling tergantung pada tujuan penelitian dan konteks spesifik Anda. Konsultasikan dengan ahli biostatistik atau ahli metodologi penelitian untuk mendapatkan saran yang disesuaikan.
Purposive sampling dapat diterjemahkan sebagai sampling bertujuan atau sampling dengan pertimbangan.
Snowball sampling adalah teknik sampling di mana partisipan yang direkrut kemudian diminta untuk merujuk individu lain yang sesuai dengan kriteria penelitian.
Referensi Penting
Andrade, C.. 2020. The Inconvenient Truth About Convenience and Purposive Samples. Indian Journal of Psychological Medicine, 43:1 [web] [DOI]
Biggs, R., A. de Vos, R. Preiser, H. Clements, K. Maciejewski and M. Schlüter. 2021. The Routledge Handbook of Research Methods for Social-Ecological Systems. Routledge. London. [PDF]
Tarling, R. 2014. Managing Social Research A Practical Guide. Routledge. London. [DOI]
Zar, J.H.. 2014. Biostatistical Analysis. Pearson Education Ltd.. Harlow, England. [PDF]