Pengembangan Sacha Inchi di Universitas Galuh merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan visi sebagai Universitas Konservasi dan Budaya yang Unggul dan Berdaya Saing Global. Sacha inchi dipilih sebagai komoditas strategis karena adaptif terhadap kondisi agroekologi tropis dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional bernilai tambah. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip konservasi melalui pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Melalui skema Pusat Unggulan Iptek berorientasi produk, Universitas Galuh mengintegrasikan budidaya, riset terapan, pengembangan teknologi pengolahan, serta standardisasi mutu dalam satu ekosistem inovasi yang terkelola. Model ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya sekaligus meningkatkan daya saing melalui produk terstandar yang memiliki kesiapterapan teknologi dan peluang hilirisasi.
Pusat Unggulan Hilirisasi dan Inovasi Sacha Inchi tidak hanya mengembangkan komoditas, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan petani, pelaku usaha, akademisi, dan mahasiswa. Dengan demikian, pusat ini menjadi wujud implementasi visi Universitas Galuh dalam mengintegrasikan nilai konservasi, penguatan budaya lokal, dan inovasi berbasis riset untuk menghasilkan kontribusi nyata yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Visi
Menjadi Pusat Unggulan Hilirisasi dan Inovasi Sacha Inchi yang berorientasi pada produk, berbasis konservasi dan budaya lokal, serta berdaya saing dalam pengembangan riset terapan dan hilirisasi komoditas bernilai tambah.
Misi
Mengembangkan riset terapan dan inovasi teknologi pengolahan berbasis Sacha Inchi secara terintegrasi dari budidaya hingga produk akhir.
Meningkatkan kesiapterapan teknologi dan standardisasi mutu produk untuk mendukung proses hilirisasi yang sistematis dan berkelanjutan.
Membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan peneliti, mahasiswa, petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam penguatan nilai tambah komoditas lokal.
Memperkuat tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, dan infrastruktur pendukung guna mendukung kinerja pusat unggulan berorientasi produk.
Berkontribusi pada pengembangan ekonomi berbasis inovasi melalui model pengelolaan komoditas yang selaras dengan prinsip konservasi dan keberlanjutan.
Klaster Budidaya & Sistem Produksi
Peran:
SOP budidaya
Model produktivitas lahan
Analisis usaha tani
Data produksi satelit
Output:
Model budidaya terstandar
Peningkatan efisiensi produksi
Klaster Teknologi & Rekayasa Mesin
Peran:
Pengembangan prototipe mesin
Optimasi proses produksi
Scale-up semi-komersia
Output:
Prototipe stabil
Peningkatan TRL
Klaster Produk & Diversifikasi
Peran:
Diversifikasi produk
Uji penerimaan pasar
Nilai tambah produk
Klaster Hilirisasi & Model Bisnis
Peran:
Studi kelayakan
Model bisnis PUI-PT
Analisis biaya & proyeksi
Klaster Legalitas & Tata Kelola
Peran:
Legalitas produk
Kontrak kemitraan
Tata kelola lembaga
Klaster Digitalisasi & Sistem Informasi
Peran:
Database produksi
Monitoring satelit
Digital marketing
Klaster Capacity Building & Pemberdayaan
Peran:
Model pemberdayaan
Integrasi mahasiswa
Pelatihan mitra
Teknisi Mesin
Peran:
Perawatan prototipe
Uji performa mesin
Perbaikan alat
Asisten Riset Lapangan
Peran:
Monitoring budidaya
Dokumentasi data produksi
Pendampingan satelit
Staf Quality Control
Peran:
Dokumentasi mutu
SOP produksi
Konsistensi batch
Staf Administrasi Riset
Peran:
Pelaporan ke LPPM
Dokumentasi luaran
Administrasi hibah
SOP Budidaya: Sebagai panduan wajib bagi setiap pelaksana di lapangan agar setiap tahap (mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama, hingga panen) dilakukan dengan cara yang sama, konsisten, dan teruji paling efektif.
SOP Pengolahan: dokumen tertulis yang berisi langkah-langkah kerja yang terperinci, baku, dan sistematis yang harus diikuti secara konsisten untuk mengubah bahan baku (misalnya, hasil panen Sacha Inchi) menjadi produk akhir (misalnya, minyak Sacha Inchi atau snack).
SOP Kemitraan: kolaborasi strategis antara berbagai pihak (seperti petani, UMKM, perusahaan pengolah, lembaga penelitian, dan pemerintah) yang bertujuan untuk membangun rantai nilai (value chain) Sacha Inchi yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan dari hulu (budidaya) hingga hilir (pasar).