Suasana kemeriahan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dapat terlihat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak terkecuali di Desa Bineka. Para pemuda karang taruna Desa Bineka sibuk mempersiapkan acara peringatan HUT RI. Mereka membuat gapura di setiap gang, memasang pernak-pernik berwarna merah putih di sepanjang jalan, dan mempersiapkan lombalomba untuk warga masyarakatnya.
Seluruh warga desa sangat antusias membantu para pemuda karang taruna Desa Bineka dalam mempersiapkan acara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka bergotong royong membuat gapura, memasang bendera merah putih di sepanjang jalan, dan membuat arena perlombaan. Mereka juga tidak lupa melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Lomba-lomba di Desa Bineka sama seperti di daerah lainnya. Misalnya, lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba memasukkan benang ke jarum, lomba balap karung, dan lomba memecahkan balon air. Namun, yang menjadi ciri khas lomba di Desa Bineka adalah lomba balap bakiak yang disertai bernyanyi lagu-lagu wajib nasional. Lomba inilah yang Dani dan teman-temannya tunggu.
“Dewi, kamu ikut lomba balap bakiak?” tanya Dani penasaran.
“Ya dong, ikut,” jawab Dewi menegaskan.
“Kamu satu tim dengan siapa?” tanya Dani lagi.
“Pastinya dengan Hemalia. Masa sama Laros dan Made, mereka itu timmu, Dan,” sahut Dewi.
Puncak peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia pun tiba. Setelah mereka mengikuti kegiatan upacara bendera di sekolah. Mereka membawa makanan ringan ke tempat acara untuk diserahkan kepada panitia. Para warga desa pun membawa beraneka ragam makanan untuk di makan bersama warga lainnya.
Sebelum mereka mendaftarkan diri mengikuti perlombaan. Mereka berkumpul di arena lomba Desa Bineka. Panitia lomba mengajak seluruh peserta lomba untuk berdoa dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Bineka. Makanan yang mereka bawa dimakan bersama-sama. Seluruh warga sangat menikmati suasana kebersamaan di hari Kemerdekaan Indonesia. Pendaftaran pun dibuka, Dani dan Made mengikuti semua lomba, Dewi dan Hemalia mengikuti lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba memecahkan balon air, dan lomba bakiak. Laros dan Thamrin mengikuti lomba balap kelereng, lomba balap karung, lomba memecahkan balon air, dan lomba bakiak.
“Laros, kenapa kamu tidak ikut lomba makan kerupuk?” tanya Made heran.
“Aku tidak suka makan kerupuk, Made,” jawab Laros.
“Hmm, padahal kerupuk itu enak, Laros,” sahut Hemalia.
“Apalagi kalau dimakan dengan kuah bakso ya, Lia?” Dewi menimpali.
“Kita hargai pilihan Laros yang tidak suka makan kerupuk ya, Teman-teman,” ajak Dani menegaskan.
Mereka semua telah menyelesaikan lomba yang mereka ikuti. Pastinya di antara mereka, ada lomba yang mereka menangkan dan ada juga yang kalah. Mereka menerima kemenangan dengan perasaan senang dan syukur disertai sikap rendah hati. Mereka juga menerima kekalahan dengan sikap berjiwa besar. Mereka menerima hadiah sesuai dengan juara berapa yang mereka dapatkan.
(Sumber Buku Pendidikan Pancasila Siswa Kelas IV)
Pada gambar lambang Pancasila terdapat simbol-simbol yang terletak perisai yang melambangkan sila-sila Pancasila, dengan urutan sebagai berikut:
Simbol Pancasila ke 1 yaitu Bintang Tunggal
Simbol Pancasila ke 2 yaitu Rantai Emas
Simbol Pancasila ke 3 yaitu Pohon Beringin
Simbol Pancasila ke 4 yaitu Kepala Banteng
Simbol Pancasila ke 5 yaitu Padi dan Kapas
Para pendiri Negara Republik Indonesia merumuskan Pancasila merupakan sari pati dari nilai-nilai sosial masyarakat dan bangsa Indonesia.
Simbol Pancasila Ke 1 (Bintang Tunggal)
Sila Pertama Pancasila menyatakan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Lambang dari sila ini adalah sebuah bintang emas lima sudut yang terletak di tengah perisai burung Garuda. Makna dari simbol tersebut adalah:
Simbol tersebut melambangkan cahaya yang dipancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang diyakini oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai masyarakat yang berguna.
Bintang dengan lima sudut melambangkan jumlah kepercayaan atau agama yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Warna hitam sebagai dasar menunjukkan warna alam dan memiliki makna bahwa Indonesia berada di bawah lindungan dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Warna hitam ini juga menggambarkan bahwa Tuhan adalah sumber segala yang ada di Indonesia.
Simbol Pancasila Ke 2 (Rantai Emas)
Lambang kedua Pancasila adalah Rantai. Pada bagian kanan bawah perisai Garuda terdapat ambang rantai dengan dua bentuk, yaitu lingkaran dan persegi, yang berwarna kuning keemasan dan memiliki makna sebagai berikut:
Rantai dengan bentuk bulat melambangkan wanita, sementara rantai dengan bentuk persegi melambangkan laki-laki yang bekerja sama untuk Indonesia.
Bentuk rantai yang tidak putus melambangkan ikatan antara sesama manusia yang tidak akan pernah terputus dan saling membantu satu sama lainnya.
Warna dasar merah melambangkan sikap keberanian dan kekuatan.
Simbol Pancasila Ke 3 (Pohon Beringin)
Lambang pohon beringin dengan warna hijau pada daunnya dan warna cokelat pada batangnya terletak di bagian kanan atas perisai Garuda, dan memiliki makna sebagai berikut:
Pohon beringin melambangkan Indonesia sebagai bangsa yang kokoh, tinggi, dan memiliki kekuatan untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.
Akar pohon beringin melambangkan keanekaragaman agama, budaya, adat istiadat, dan suku yang dimiliki bangsa Indonesia.
Simbol Pancasila Ke 4 (Kepala Banteng)
Lambang Pancasila di bagian kiri atas perisai Garuda adalah lambang kepala banteng berwarna hitam dengan warna dasar merah, yang memiliki makna sebagai berikut:
Kepala banteng melambangkan bangsa Indonesia yang suka bekerja sama, selalu bersama dalam kehidupan, dan menjunjung tinggi gotong royong serta saling membantu.
Bangsa Indonesia menyelesaikan masalah dengan cara bermusyawarah dan menghasilkan keputusan bersama secara mufakat.
Warna dasar merah melambangkan keberanian bangsa Indonesia dan menjadi identitas bangsa yang selalu mementingkan musyawarah dan mufakat.
Simbol Pancasila Ke 5 (Padi dan Kapas)
Lambang padi dan kapas dengan warna dasar putih di bagian kiri bawah perisai Garuda memiliki makna sebagai berikut:
Padi melambangkan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia, sedangkan kapas melambangkan sandang atau pakaian.
Kedua lambang ini bermakna kebutuhan pokok bangsa Indonesia untuk melangsungkan hidup. Lambang padi dan kapas juga bermakna kesejahteraan sosial bagi rakyat Indonesia yang menjadi tujuan utama dalam pembangunan nasional.
Selain itu, padi dan kapas juga bermakna bahwa tidak ada kesenjangan sosial pada rakyat Indonesia.
Makna dan arti dari lima sila Pancasila sangat penting dalam mengatur cara pemerintahan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai makna dan arti dari lima sila Pancasila:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Ketuhanan yang Maha Esa merupakan sila pertama yang ada pada Pancasila memiliki makna bahwa kita sebagai masyarakat negara Indonesia harus memiliki kepercayaan dan bertakwa kepada Tuhan. Dalam hal ini tentu saja menyesuaikan dengan agama yang kita anut serta kepercayaan yang dimiliki oleh setiap orang. Dengan begitu, pada sila ini juga memiliki makna bahwa kita sebagai masyarakat yang saling hidup berdampingan harus dapat saling menghormati satu sama lain antar umat beragama agar terciptanya kesejahteraan dan kehidupan lingkungan yang tentram.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab merupakan sila kedua yang ada pada Pancasila memiliki makna bahwa kita sebagai masyarakat negara Indonesia diminta untuk memiliki pemahaman dalam diri mengenai kesetaraan derajat pada setiap manusianya, sehingga kita dapat saling menyayangi dan menghargai satu sama lain antar individu. Selain itu, pada sila ini juga kita diajak untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain, membela kebenaran serta keadilan yang ada, dan mampu saling bekerja sama dalam menciptakan kedamaian di lingkungan sekitar serta negara Indonesia secara keseluruhan.
Persatuan Indonesia
Persatuan Indonesia merupakan sila ketiga yang ada pada Pancasila memiliki makna bahwa kita sebagai masyarakat negara Indonesia harus selalu mengedepankan tujuan kesatuan, persatuan, serta kepentingan bagi negara bersama dibandingkan kepentingan sebagai individu masing-masing. Pada sila ketiga ini juga, kita diajak untuk memiliki sifat serta menjadi pribadi yang mau dan rela berkorban demi mencapai kemerdekaan negara Indonesia, menunjukkan rasa cinta pada bangsa Indonesia sebagai tanah air, serta memiliki kebanggaan terhadap negara Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan merupakan sila keempat yang ada pada Pancasila memiliki makna bahwa kita sebagai masyarakat negara Indonesia diajak untuk tidak memaksakan kehendak atau keinginan yang bersifat pribadi, dan selalu mengedepankan atau mengutamakan kepentingan bersama ataupun negara. Dalam mengambil sebuah keputusan di berbagai ruang lingkup, baik pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan dengan berbagai pilihan yang harus diambil. Pada sila ini kita diajak untuk mengambil pilihan yang mengedepankan tujuan bersama serta menyelesaikan masalah yang ada dengan cara musyawarah maupun berdiskusi.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan sila kelima yang ada pada Pancasila memiliki makna bahwa kita sebagai masyarakat negara Indonesia diajak untuk dapat selalu bersikap dengan adil di segala aktivitas yang dilakukan, dalam pengambilan keputusan yang harus disepakati bersama dengan melakukan gotong royong. Selain itu, kita juga harus dapat memiliki keseimbangan antara hak serta kewajiban sebagai warga negara Indonesia dengan menghormati hak yang orang lain miliki dan tetap menjalankan kewajiban kita sebagai masyarakat Indonesia.
Cermatilah gambar yang ada pada permainan! Ayo, pasangkan gambar kegiatan sehari-hari di masyarakat dengan simbol sila Pancasila yang mencerminkan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.