Mata kuliah Projek Kepemimpinan ini ingin mengembangkan kemampuan kepemimpinan mahasiswa melalui kegiatan service learning berbasis sekolah atau komunitas dalam bentuk projek. Dengan belajar lewat projek ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kepekaan mereka berikut para pihak dalam ekosistem di mana sekolah atau komunitas berada akan kebutuhan dan tantangan pembelajaran peserta didiknya, serta mengembangkan inisiatif dan strategi yang memungkinkan gotong-royong berbagai unsur untuk memenuhi kebutuhan dan melampaui tantangan tersebut.

Paling tidak, ada dua cara yang efektif digunakan untuk menumbuhkan guru pemimpin. Yang pertama adalah dengan memodelkan karakter seorang pemimpin ketika berinteraksi dengan para mahasiswa, dan yang kedua adalah memberikan kesempatan pada para mahasiswa untuk langsung memegang kendali kepemimpinan dan menggunakan keterampilan kepemimpinan mereka, jadi tidak sekedar belajar tentang teori-teori kepemimpinan. Untuk itulah maka dalam mata kuliah Projek Kepemimpinan ini disediakan suasana belajar dan proses pembelajaran kepemimpinan dengan model eksperiensial.

Secara struktur, mata kuliah ini dibagi ke dalam dua semester. Fokus utama projek ini adalah mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan menginisiasi implementasi upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan bagi peserta didik di sekolah atau komunitas secara gotong-royong. Projek Kepemimpinan I dimulai dengan proses belajar tentang: penentuan visi, pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, serta bagaimana memonitor, mengevaluasi, dan mengomunikasikan pembelajaran dari sebuah projek. Pada Projek Kepemimpinan II, masing-masing kelompok mahasiswa akan melihat kembali lalu mengimplementasikan rencana yang mereka telah buat pada semester pertama langsung bersama sekolah atau komunitas di lapangan.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika lewat projek kepemimpinan ini, para mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan sosial-emosional, manajemen projek, kerjasama-kolaborasi, analisis kebutuhan, pengambilan keputusan, dan empati terhadap peserta didik yang mereka layani di sekolah maupun di komunitas. mahasiswa diharapkan dapat tergerak serta bergerak untuk melakukan pengamatan, identifikasi kebutuhan, dan menyusun terobosan, atau alternatif pilihan inovasi yang dapat menggerakkan, relevan, kontekstual, sekaligus menantang, demi meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik di sekolah atau komunitas.