Birgitta Cheryl F
Elizabeth Tandiary
Gracia Gavrilla S
Michaela Angel M
Raja Muda Wamesa Nadeak
"Kue Lontar Khas Papua" (PKWU PENGOLAHAN)
Resep makanan "Lontar"
Membuat kulit:
Campurkan mentega, kuning telur, dan SKM dalam sebuah wadah. Aduk dengan spatula hingga tercampur rata.
Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga adonan kalis dan tidak lengket di tangan. Jangan terlalu lama menguleni agar kulit tidak keras.
Ambil adonan, lalu pipihkan dan cetak ke dalam cetakan kue lontar. Lakukan sampai semua adonan habis.
Tusuk-tusuk bagian dasar kulit dengan garpu agar tidak mengembang saat dipanggang.
Simpan cetakan kulit ke dalam kulkas agar kulit lebih kokoh.
Membuat isian:
Kocok lepas telur dalam sebuah wadah.
Tambahkan SKM ke dalam kocokan telur, lalu aduk hingga rata.
Masukkan air panas sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga semua bahan tercampur sempurna.
Saring adonan isian untuk memastikan tidak ada gumpalan dan hasilnya lebih halus.
Penyelesaian:
Keluarkan cetakan kulit dari kulkas.
Tuang adonan isian ke dalam cetakan kulit yang sudah disiapkan. Tuang hingga hampir penuh.
Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu
Filosofis:
“lontar” sendiri berasal dari kata lontar di kue lontar, liciouZ itu berasal dari kata “delicious” yang diambil licousnya saja, untuk yang Z itu didapat dari kita seorang gen Z, jadilah LontarliciouZ
Dokumentasi:
Design kemasan
Papua adalah tanah yang kaya akan keindahan alam dan keragaman budaya. Dari pegunungan yang menjulang hingga laut biru yang luas, masyarakat Papua hidup dengan adat dan tradisi yang beragam. Namun, di tengah perbedaan suku, bahasa, dan kepercayaan, semangat kebersamaan tetap menjadi dasar dalam membangun harmoni.
Membangun harmoni di Papua berarti menumbuhkan rasa saling menghargai antarwarga, baik penduduk asli maupun pendatang. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat diajak untuk menjunjung tinggi nilai gotong royong, musyawarah, dan persaudaraan. Misalnya, saat acara adat atau pembangunan fasilitas umum, masyarakat bergotong royong tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Pendidikan juga menjadi kunci penting dalam membangun harmoni. Melalui sekolah dan kegiatan sosial, generasi muda Papua diajarkan untuk mencintai keberagaman dan menjaga persatuan. Pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama pun berperan besar dalam menanamkan nilai toleransi serta menyelesaikan setiap perbedaan dengan dialog dan damai.
Dengan semangat “Satu Hati untuk Papua”, harmoni bukan hanya menjadi cita-cita, tetapi kenyataan yang terus dijaga bersama. Karena ketika masyarakat hidup rukun dan saling menghormati, maka Papua akan terus tumbuh menjadi daerah yang damai, sejahtera, dan membanggakan Indonesia.
Poster B.Inggris Promosi Penampilan Kelas