Amurang, Selasa 6 Mei 2025
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan, MAP yang didampingi Sekretaris Badan Lady D. Ante, S.pd, MAP dan tim melakukan audiensi dan koordinasi dengan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH terkait pelaksanaan program Bangga Kencana di Kabupaten Minahasa Selatan.
5 (lima) Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN menjadi poin penting yang dibahas dalam pertemuan, terutama pelaksanaan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dan Lansia Berdaya. Selain itu juga dibahas tentang beberapa kendala yang sering terjadi di lapangan, seperti pergantian TPK (Tim Pendamping Keluarga) di beberapa wilayah yang menghambat jalannya program, kinerja Penyuluh KB, SK Genting dan serapan dana BOKB Kabupaten Minahasa Selatan yang masih kurang optimal.
Bupati Minahasa Selatan yang didampingi Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Benny Lumingkewas dan Kepala Dinas PP KB Ibu Meity Tumbuan, S.Pd, M.Si, memberikan apresiasi dan dukungan atas masukan yang diterima bahkan langsung memberikan arahan kepada beberapa Kadis yang hadir untuk segera menindaklanjuti hasil dari pertemuan tersebut.
Bupati juga mengarahkan agar hubungan sinergitas kemitraan yang sudah berjalan baik selama ini antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Hari Bidan Internasional, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) bersama PP IBI menyelenggarakan Pelayanan KB Serentak “Sejuta Akseptor”.
Kegiatan ini dimulai sejak Senin, 5 Mei 2025, dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2025 di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan KB diprioritaskan kepada Pelayanan IUD (Rekor Muri 50.000 Akseptor) dan KB Pasca persalinan.
Pencanangan Pelayanan KB Serentak dilaksanakan secara Virtual dari Tempat Praktek Mandiri Bidan(TPMD) Sitti Shalma Tanggerang Provinsi Banten secara Nasional oleh Menteri Dukbangga/BKKBN Dr. H. Wihaji,Sag, MPd, pada Senin (05/05/2025).
Pencanangan pelayanan KB Serentak di Provinsi Sulut dilaksanakan di Klinik Agatha Manado, dibuka oleh Walikota Kota Manado yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Manado Julises Oehlers, SH.
Pada kesempatan itu, Julises Oehlers memberikan Apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh Bidan di Provinsi Sulut atas dedikasi dalam melayani mayarakat.
“Diharapkan pencanangan pelayanan KB Serentak ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.” ujar Oehlers.
Sementara itu,Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulut dr. Jeanny Yola Winokan,MAP mengikuti secara During dari Kabupaten Minahasa Selatan dan Sekretaris Lady D Ante, SPd. MAP mengikuti secara virtual di Klinik Agatha Teling Atas Manado.
Pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan baik dari segi sosial, ekonomi maupun kesehatan.
Diketahui,IBI memiliki kapasitas untuk menjangkau dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat salah satunya pelayanan KB.
Untuk Provinsi Sulawesi Utara diberikan target pelayanan sebanyak 9.152 Akseptor pada Pelayanan KB serentak untuk semua metode terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta KB Pasca Persalinan, yang juga dilaksanakan di Kota Bitung di Klinik Clara dan Klinik Julin di Kota Tomohon.
Melalui kegiatan Pelayanan KB Serentak ini, Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut berharap dapat meningkatkan capaian Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan MKJP serta percepatan peningkatan capaian KB Pasca Persalinan, dan peran Tim Pendamping Keluarga yang di dalamnya ada Bidan.
Ketua IBI Provinsi Sulawesi Utara Masye Tokalese,SST.,MARS menyampaikan tujuan pelayanan KB serentak ini adalah meningkatkan akses dan kualitas terhadap Pelayanan KB dengan menyediakan pilihan metode Kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi seseorang, serta meningkatkan Pelayanan KB diseluruh lapisan masyarakat, baik didaerah pedesaan maupun perkotaan.
Hadir dala kegiatan ini Kepala Dinas PPKB Kota manado, Ir. Mecky Gosal, M.Si, Camat Wanea Kota Manado Deysie Kalalo,SE.MAP, Dinas Kesehatan Kota Manado, pengurus dan anggota IBI Provinsi dan Kota Manado.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulut berkolaborasi dan memperkuat kerja sama pengentasan stunting di Sulawesi Utara.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan,MAP, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menyelesaikan persoalan stunting yang menjadi prioritas nasional. Program GENTING akan menyasar aspek nutrisi, non-nutrisi, akses air bersih, dan juga edukasi.
“Dengan kelompok sasaran yakni ibu hamil, ibu yang memiliki Baduta/Menyusui, Baduta 0-23 bulan, Balita 24-59 bulan dari keluarga berisiko stunting miskin.” ucap Kaper dr.Jeanny, Jumat (28/02/2025).
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Dr. Andi Muhammad Taufik, S.H., M.H., CGCAE menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah (GENTING) untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Utara.
Pemberian dukungan pelaksanaan Program GENTING Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara melakukan Penandatangan MoU (memorandum of Understanding) disaksikan oleh Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulut Lady D Ante, S.Pd.M.A.P. para Ketua Tim Kerja dan Jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jumat, 28 Februari 2025.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara akan turut mendukung terlaksananya program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Kajati bersama jajarannya turut berkomitmen akan menjadi Orang Tua Asuh (OTA) kategori perorangan, bagi sasaran GENTING di Sulawesi Utara.
“Karena program ini juga mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo yaitu cita ke-4 Mewujudkan pembangunan SDM. serta pendampingan hukum dalam pelaksanaan Program GENTING di Provinsi Sulawesi Utara” tandas Kajati.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan, M.A.P bersama Sekretaris, Tim Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING),Kepala Dinas PPKB Kota Manado Mecky Gosal, SE serta aparat Desa, Kader dan PLKB meninjau langsung pelaksanaan program GENTING kepada Keluarga Sasaran beresiko stunting di beberapa Kecamatan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara , pada Jumat (28/02/2025).
Adapun keluarga sasaran yang dikunjungi terdiri dari Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Pasca Persalinan.
Kaper dr. Jeanny melakukan dialog dengan Keluarga serta menjelaskan bahwa program pemerintah dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN punya komitmen untuk berkolaborasi melibatkan banyak pihak secara gotong royong.
“Program ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). GENTING sepenuhnya didukung oleh mitra kerja Penthalix. Kita bersinergi bersama,” jelas dr. Jeanny.
Dijelaskan Kaper dr. Jeanny, program ini juga mengedepankan metode berbasis data yang terintegrasi (by name, by address), memastikan bantuan tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan. Sekaligus memantau perkembangan status kesehatannya untuk mencegah terjadinya risiko stunting.
“Dengan program ini, bersama Kepala Daerah, Provinsi dan Kabupaten, kita akan bersama-sama bekerja keras untuk menyongsong generasi emas 2045.” Ucap dr. Jeanny.
Melalui GENTING, kata Kaper, keluarga dengan balita berisiko stunting akan mendapatkan bantuan gizi, layanan kesehatan, serta edukasi untuk pemberdayaan keluarga.
“Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup anak-anak dan mengurangi risiko stunting secara signifikan.” Pungkas Kaper dr. Jeanny.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut siap berkolaborasi terkait dengan masalah stunting dan narkoba.
Kesiapan tersebut terungkap saat Kepala Kemendukbagga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan tim bertemu dengan Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulut Brigjen Pol. Pitra Andries Ratulangi di ruang kerja Kepala BNN Sulut, Kamis (13/2/2025).
Dalam pertemuan silahturahmi karena belum lama memimpin Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Winokan memberikan apresiasi atas kesediaan Kepala BNN dan jajaran untuk berkolaborasi, berkoordinasi serta mendukung program Kemendukbangga/BKKBN di Sulut terutama terkait stunting dan narkoba,
Untuk itu, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN yang memiliki tenaga 236 Petugas KB di 15 Kabupaten/Kota, akan berkolaborasi dengan BNN untuk mensosialisasikan penyalahgunaan narkotika dan pencegahan stunting kepada remaja, yang tentunya akan melibatkan Duta Genre, kelompok Bina Remaja dan PIK-R di Kabupaten/Kota.
Sehubungan dengan kerjasama/kolaborasi program maka akan memperbaharui MoU (memorandom of Understanding) Kemendukbangga/BKKBN dengan BNN dan lebih dipertajam poin–poin kerjasamanya.
Winokan berharap dengan kolaborasi tersebut akan membawa Sulut sebagai Provinsi Percontohan.
Dibuka Secara Serentak oleh Menteri, Kemendukbangga/BKKBN Sulut Gelar Pelayanan KB dan KIE Kesehatan Reproduksi di Puskesmas Airmadidi
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut mengadakan pelayanan KB dan KIE Kesehatan Reproduksi di Puskesmas Airmadidi, Rabu-Jumat (26-28/2/2025).
Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia yang pembukaannya dilakukan secara serentak oleh Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dari Jawa Timur, Rabu (26/2/2025).
Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia mengikuti acara pembukaan secara daring. Perwakilan Sulut mengikutinya dari Puskesmas Airmadidi.
Perwakilan Sulut dihadiri Jeanny Yola Winokan (Kepala), Lady D. Ante (Sekretaris) dan tim serta Kadis Dalduk KB Minahasa Utara Janne MS Symon, Kepala UPTD Puskesmas Airmadidi Jansjye GL Luntungan, Sekcam Airmadidi Olly Pandean, Ketua IBI Minut Bidan Olly Koloway, Wahyu Tjahyono (mewakili Danramil), Kepala Puskesmas Kauditan Theresia Tiow.
Usai pembukaan secara serentak, Winokan, undangan dan mitra kerja melakukan peninjauan pelaksanaan pelayanan KB dan memberikan KIE kesehatan reproduksi bagi masyarakat yang ada di lokasi pasar tradisional Airmadidi, berdekatan dengan Puskesmas Airmadidi.
Winokan menyampaikan apresiasi yang setingginya atas kerja keras Tim Kerja AKL KB/KB Kemendukbangga/BKKBN Sulut, di mana semua PKB/PLKB telah berkolaborasi dengan Dinas PPKB/Dinkes dan IBI Minut serta mitra kerja terkait mulai persiapan sampai hari pelaksanaannya.
Pada kegiatan ini ditargetkan 850 akseptor di mana capaian yang dihasilkan 400 akseptor terlayani atau 47,06 persen.
Dibuka Secara Serentak oleh Menteri, Kemendukbangga/BKKBN Sulut Gelar Pelayanan KB dan KIE Kesehatan Reproduksi di Puskesmas Airmadidi
Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan di dampingi Sekretaris Lady D Ante dan Ketua Tim Kerja Advokasi KIE Umum dan Humas Ferro RI Ratu mengadakan pertemuan dengan Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk, Senin (3/2/2025).
Tim Kemendukbangga/BKKBN Sulut diterima Katuuk di ruang kerjanya dan di dampingi Staf Beppeda Sulit Ciko J. Wauran.
Selain momen berkenalan karena belum lama dilantik sebagai Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut menggantikan Diano Tino Tandaju (sekarang Kepala Kemendukbangga/BKKBN Gorontalo), kunjungan Winokan ini dimaksuskan untuk membangun kemitraan dan mengkondisikan pimpinan Provinsi Sulut mendukung pelaksanaan program GENTING di Kabupaten/Kota.
Program GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) adalah program yang bertujuan untuk mencegah stunting pada anak sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Dalam pertemuan penuh keakraban itu, Winokan memohon dukungan dan bimbingan dari Kepala Bappeda Sulut dalam menjalin kerjasama dan berkolaborasi.
Bappeda Sulut dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, menurutnya, harus membuat kalender kerja bersama dalam pelaksanaan program GENTING dan pengelolaan BOKB.
“Keberhasilan program membutuhkan dukungan pemerintah Kabupaten/Kota dengan adanya penegasan dari masing masing instansi,” sebutnya,
Kepala Bappeda Sulut menyampaikan informasi bahwa ada tencana kerja Pemerintah Provinsi yang akan melaksanakan pertemuan dengan semua balai vertikal seperti Kemendukbangga/BKKBN yang punya Balai Penyuluh KB di Kabupaten/Kota terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (PMBG).