“Find your voice, then let it be heard.”
Tangerang Selatan, (21/6) – Berbicara di depan banyak orang bukan selalu perkara mudah. Ada yang sudah tahu apa yang ingin disampaikan, tetapi tiba-tiba kehilangan kata-kata ketika semua mata mulai tertuju kepadanya. Ada pula yang sebenarnya memiliki banyak hal untuk dibagikan, tetapi masih ragu untuk mulai berbicara. Melihat pentingnya kemampuan tersebut bagi mahasiswa, PKA PKN STAN menyelenggarakan Workshop #2: Public Speaking & Master of Ceremony pada Minggu, 21 Juni 2026 melalui Zoom Meeting.
Workshop ini menjadi kesempatan bagi Pengurus dan Awardee PKA 2026 untuk belajar sekaligus mencoba secara langsung berbagai hal yang berkaitan dengan public speaking dan peran seorang Master of Ceremony. Bukan hanya tentang bagaimana berbicara dengan lancar, peserta juga diajak memahami cara membawa sebuah acara, menyusun naskah MC, mengatur intonasi, melakukan improvisasi, serta menghadapi situasi yang mungkin tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Selama kurang lebih tiga jam, kegiatan berlangsung dalam suasana yang cukup interaktif. Setelah materi disampaikan, peserta tidak hanya kembali menjadi pendengar. Mereka mendapat kesempatan untuk mencoba menjadi MC dengan membaca penggalan teks pembawa acara. Dari sini, berbagai respons muncul. Ada yang masih terlihat gugup, ada yang mencoba menyesuaikan intonasi, dan ada pula yang mulai lebih percaya diri setelah beberapa kalimat. Hal-hal sederhana tersebut justru menjadi bagian dari proses belajar yang membuat kegiatan terasa lebih nyata.
Suasana kemudian semakin cair ketika mini games diselipkan di tengah kegiatan. Peserta dapat berinteraksi dan bersenang-senang sejenak di antara sesi materi dan praktik. Momen tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan menjadi seorang MC tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana seseorang membaca situasi, membangun suasana, dan membuat orang lain merasa nyaman.
Lebih dari sekadar mempelajari teknik public speaking, workshop ini menjadi ruang bagi peserta untuk berani mencoba. Rasa gugup ketika pertama kali tampil adalah hal yang wajar. Begitu pula ketika masih terdapat kesalahan dalam penyampaian. Justru dari pengalaman tersebut, peserta dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki dan perlahan menemukan cara berbicara yang paling sesuai dengan dirinya.
Pada akhirnya, kemampuan berbicara bukan hanya akan digunakan ketika seseorang menjadi MC atau tampil di atas panggung. Kemampuan tersebut akan terus dibutuhkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari menyampaikan pendapat di kelas, mempresentasikan gagasan, memimpin kegiatan, hingga berkomunikasi di lingkungan profesional.
Workshop #2 menjadi salah satu langkah kecil PKA PKN STAN dalam memberikan ruang bagi Pengurus dan Awardee untuk terus berkembang. Sebab, sebelum seseorang mampu berbicara dengan percaya diri di hadapan banyak orang, ia perlu berani mengambil langkah pertama untuk membuka suara dan mencoba.