Masakan oriental adalah masakan yang berasal dari negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Thailand, dan Vietnam. Ciri khasnya terletak pada perpaduan rasa gurih, manis, asam, dan umami dengan teknik memasak cepat seperti menumis, mengukus, atau menggoreng dalam minyak banyak. Untuk menghasilkan cita rasa khas tersebut digunakan bahan dan bumbu tertentu yang menjadi dasar masakannya.
Bahan dasar masakan oriental yang paling umum antara lain kecap asin (soy sauce) yang memberi rasa asin dan gurih sekaligus warna coklat alami pada masakan. Minyak wijen (sesame oil) memiliki aroma khas yang kuat dan biasanya ditambahkan pada tahap akhir memasak untuk memberikan rasa gurih dan aroma harum. Cuka beras (rice vinegar) sering digunakan untuk memberikan rasa asam segar yang lembut, misalnya pada nasi sushi atau saus. Saus tiram (oyster sauce) dipakai untuk memberikan rasa gurih-manis sekaligus kekentalan pada saus tumisan. Ada juga miso, yaitu pasta kedelai fermentasi yang digunakan di Jepang untuk sup atau saus, dan nori yaitu rumput laut kering yang sering dijadikan pembungkus sushi atau taburan.
Bumbu dasar yang kerap dipakai meliputi jahe yang memberikan rasa hangat dan segar sekaligus mengurangi bau amis pada daging atau ikan. Bawang putih digunakan untuk rasa dasar gurih dan aroma tajam pada tumisan dan saus. Daun bawang dan bawang bombay memberi rasa lebih lembut serta sering dipakai sebagai penyedap alami dan hiasan. Cabai kering atau bubuk cabai digunakan untuk rasa pedas khas, terutama pada masakan Korea atau Sichuan. Serai atau lemongrass banyak digunakan pada masakan Thailand dan Vietnam untuk memberikan aroma segar seperti jeruk. Ada juga bumbu bubuk lima rempah atau five spice powder yang merupakan campuran kayu manis, cengkeh, adas bintang, adas manis, dan lada khas Tiongkok.
Dalam memilih bahan dan bumbu, prinsip utamanya adalah kesegaran dan kebersihan. Jahe harus keras dan wangi, bawang putih tidak boleh lembek atau berjamur, minyak wijen tidak tengik, dan semua bumbu kemasan seperti kecap asin atau miso harus diperiksa tanggal kedaluwarsanya. Penyimpanan juga penting: bahan segar sebaiknya disimpan di lemari pendingin, sedangkan bumbu cair diletakkan di tempat sejuk dan tertutup rapat agar kualitasnya terjaga.
Penggunaan bahan dan bumbu ini umumnya dikombinasikan. Misalnya, campuran kecap asin, jahe, dan bawang putih sering dipakai untuk marinasi daging atau ayam. Minyak wijen dan daun bawang biasanya dipakai untuk finishing tumisan sayur agar lebih harum. Sementara cuka beras, gula, dan garam menjadi bumbu khas pada nasi sushi.
Masakan oriental merupakan salah satu warisan kuliner dunia yang memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi bahan, bumbu, maupun teknik pengolahannya. Jepang, Cina, dan Korea adalah tiga negara di Asia Timur yang terkenal dengan tradisi kulinernya yang mendunia. Untuk memahami masakan oriental, penting bagi peserta didik untuk mengenali bahan serta bumbu dasar yang sering digunakan, sekaligus mengetahui ciri khas dari tiap hidangan.Â
Masakan Jepang
Masakan Jepang dikenal dengan kesederhanaan dan kesegarannya. Bahan utama yang digunakan antara lain beras jenis short grain yang pulen, aneka ikan segar seperti salmon dan tuna, serta rumput laut seperti nori dan kombu. Sayuran musiman juga sering dipakai untuk menjaga keseimbangan gizi. Bumbu dasar yang khas yaitu shoyu (kecap asin), miso (pasta kedelai fermentasi), mirin (penambah rasa manis lembut), wasabi (pedas segar), dan dashi (kaldu dasar dari kombu dan katsuobushi).
Ciri khas masakan Jepang adalah rasa yang ringan, segar, dan menonjolkan cita rasa alami bahan. Teknik memasak yang populer meliputi penyajian mentah (sushi dan sashimi), pengukusan (chawan mushi), pemanggangan (yakitori), serta penggorengan (tempura). Dalam penyajiannya, masakan Jepang tampak sederhana namun sangat estetis dan harmonis.
Masakan Cina
Masakan Cina memiliki ciri khas rasa yang kuat, kaya, dan bervariasi. Bahan pokoknya berupa nasi berjenis long grain serta aneka mie, baik mie telur maupun mie beras. Produk kedelai seperti tahu, tauco, dan susu kedelai juga menjadi bagian penting. Sayuran seperti pakcoy, sawi, kembang kol, dan brokoli sering digunakan, dengan sumber protein dari ayam, sapi, babi, serta ikan.
Bumbu dasar yang khas meliputi soy sauce, oyster sauce, hoisin sauce, serta rempah seperti jahe, bawang putih, dan daun bawang. Minyak wijen digunakan untuk menambah aroma khas. Masakan Cina bervariasi menurut daerahnya, seperti Sichuan dengan cita rasa pedas, Kanton dengan rasa manis gurih, dan Hunan dengan rasa pedas segar.
Teknik memasak dominan adalah stir-fry atau tumis cepat dengan api besar, pengukusan seperti dimsum, penggorengan renyah, dan braising. Penyajiannya biasanya berupa porsi besar untuk dimakan bersama, menekankan nilai kebersamaan dalam keluarga.
Masakan Korea
Masakan Korea terkenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan fermentatif. Bahan utama yang digunakan adalah nasi berjenis medium grain, daging sapi, ayam, ikan, serta sayuran seperti kubis untuk kimchi, lobak, timun, tauge, dan bayam. Produk fermentasi menjadi ciri khas, seperti kimchi, gochujang (pasta cabai), dan doenjang (pasta kedelai).
Bumbu dasar yang umum digunakan antara lain ganjang (kecap asin), bawang putih, jahe, minyak wijen, dan gochugaru (bubuk cabai merah). Teknik memasak meliputi fermentasi (kimchi), pemanggangan (bulgogi, galbi), serta perebusan (kimchi jjigae).
Masakan Korea disajikan dengan banyak lauk kecil yang disebut banchan. Penyajian ini menggambarkan budaya makan komunal yang erat dengan kebersamaan.