Awal Mula (Abad ke-10):
Kota Batu dikenal sebagai tempat peristirahatan keluarga Kerajaan Medang pada abad ke-10. Pada masa itu, Mpu Sindok, raja dari Kerajaan Medang, memerintahkan Mpu Supo untuk membangun tempat peristirahatan di pegunungan dekat sumber mata air.
Mpu Supo menemukan lokasi yang kini dikenal sebagai kawasan Wisata Songgoriti dan membangun sebuah candi yang disebut Candi Supo. Mata air di lokasi tersebut digunakan untuk mencuci keris-keris sakti kerajaan, yang menjadikannya panas dan menjadi sumber mata air panas hingga kini.
Asal Usul Nama "Batu":
Nama "Batu" berasal dari seorang ulama bernama Abu Ghonaim atau Kyai Gubug Angin, seorang pengikut Pangeran Diponegoro. Setelah Perang Jawa, ia pindah ke Gunung Panderman dan membuka hutan di sana.
Masyarakat setempat mulai memanggilnya dengan sebutan Mbah Wastu, yang kemudian disingkat menjadi Mbatu atau Batu.
Status Administratif:
Sebelum menjadi kota otonom, Batu merupakan bagian dari Kabupaten Malang. Pada 6 Maret 1993, ditetapkan sebagai kota administratif dan pada 17 Oktober 2001, resmi menjadi kota otonom terpisah dari Kabupaten Malang