ONIC Esports adalah tim olahraga elektronik asal Indonesia yang didirikan dan dimiliki oleh Rob Clinton Kardinal pada tahun 2018. Sosok founder ONIC Esports ini merupakan seorang pebisnis dan juga sekaligus merupakan politikus di tanah air Indonesia.
Sejak berdirinya, ONIC Esports dikelola oleh Justin Widjaja sebagai salah satu tim manajemen. Diawal berdirinya, Justin merekrut tim ONIC Esports dari berbagai daerah di Indonesia. Justin juga berperan dalam mencari sponsor-sponsor pada tim ONIC Esports.
Hingga saat ini, ONIC Esports telah mengantongi beberapa gelar di beberapa turnamen nasional maupun internasional.
ONIC Esports (Divisi Mobile Legends ONIC Indonesia)
Jakarta, Indonesia 🇮🇩
2018 (Mulai aktif di MPL ID Season 3 – 2019)
"Sang Landak Kuning" 🦔
"The Sky Kings" 👑
"Tim Anti-Meta" (Karena sering menciptakan strategi unik)
Beberapa pemain yang pernah membawa ONIC Esports ke puncak kejayaan:
Udil (Midlaner – Pemimpin "Golden Era" ONIC di Season 3)
Drian (Support – Pemain veteran ONIC dengan banyak gelar)
Sanz (Jungler/Midlaner – MVP MPL ID Season 8 & MSC 2023)
Butsss (EXP Laner – Ikon ONIC sejak MPL ID Season 7)
CW (Gold Laner – Dikenal sebagai marksman mematikan)
Kairi (Jungler – Pemain asal Filipina, MVP MPL ID Season 10)
Berlangsung pada Minggu, 5 Mei 2019, babak final MPL Season 3 ini mempertemukan dua tim esports Mobile Legends (ML) terbaik di Indonesia, yakni ONIC Esports dan Louvre Esports.
Sejak awal pertandingan, tim yang digawangi oleh Udil, Psychoo, Sasa, Antimage, dan Drian ini memang tampil mendominasi hingga akhir pertandingan. Mereka hanya perlu waktu tak sampai 20 menit untuk meraih kemenangan.
Alhasil, ONIC Esports berhasil mengalahkan Louvre dalam duel battle of five dengan skor telak 3-0. Dengan ini, ONIC Esports berhak mengantongi hadiah sebesar US$ 25 ribu atau setara Rp 356 juta.
Roster :
Udil
Sasa
Drian
Psychoo
Antimage
Setelah beberapa musim tanpa trofi, ONIC Esports kembali ke puncak di Season 8. Dengan roster yang solid seperti Kairi, CW, Drian, Kiboy, dan Butsss, ONIC menunjukkan konsistensi sepanjang musim reguler dan playoff. Performa luar biasa Kairi sebagai jungler menjadi sorotan utama, sementara CW dan Butsss memberikan kontribusi besar di sisi damage dan pertahanan.
Di grand final, ONIC menghadapi RRQ Hoshi dalam pertandingan sengit yang berlangsung hingga tujuh game. Dalam momen-momen kritis, ONIC berhasil menunjukkan mental juara dan memenangkan pertandingan dengan skor 4-3. Kemenangan ini menandai kebangkitan mereka dan membuktikan bahwa ONIC masih menjadi salah satu tim yang paling ditakuti di MPL Indonesia.
Roster :
Sanz
Drian
CW
Butsss
Kiboy
Musim ke-10 menjadi awal dari era baru bagi ONIC Esports. Dengan roster yang didukung pemain-pemain bintang seperti Kairi, CW, Sanz, Kiboy, dan Butsss, mereka mendominasi musim reguler dan mengamankan tempat di upper bracket playoff. Gaya bermain agresif dari Kairi, didukung fleksibilitas CW dan Sanz, membuat ONIC sulit dikalahkan.
Di grand final, mereka kembali menghadapi RRQ Hoshi dan berhasil menang dengan skor 4-1. Performa apik Sanz sebagai midlaner menjadi kunci kemenangan mereka, sementara Kiboy tampil luar biasa dalam memberikan perlindungan. Gelar ini menjadi langkah pertama ONIC dalam menciptakan dominasi yang akan berlanjut di musim berikutnya.
Roster :
Sanz
Drian
CW
Butsss
Kiboy
Di Season 11, ONIC Esports melanjutkan dominasinya dengan performa yang semakin matang. Roster mereka tetap solid dengan Kairi, CW, Sanz, Kiboy, dan Butsss, yang terus menunjukkan chemistry luar biasa. Permainan mereka semakin sulit dibaca karena fleksibilitas strategi yang diterapkan, membuat lawan sering kali kewalahan.
Dalam grand final, ONIC menghadapi EVOS Legends dan menunjukkan keunggulan mutlak dengan skor 4-0. Keunggulan mereka dalam hal strategi draft dan eksekusi menjadi penentu kemenangan. Kemenangan ini mengukuhkan ONIC sebagai tim terbaik di MPL Indonesia, sekaligus menegaskan gelar juara back-to-back mereka.
Roster :
Sanz
Drian
CW
Butsss
Kiboy