EVOS Esports didirikan pada tanggal 21 Agustus 2016 oleh Ivan Yeo, seorang entrepreneur asal Singapura yang memiliki visi besar terhadap industri esports. Ivan Yeo menciptakan EVOS dengan tujuan membangun organisasi esports kelas dunia yang tidak hanya berfokus pada prestasi kompetitif, tetapi juga mengembangkan komunitas dan mendukung karier para atlet esports di Asia Tenggara.
Nama "EVOS" berasal dari kata "Evolution," yang mencerminkan semangat untuk terus berkembang, beradaptasi, dan menjadi lebih baik di setiap aspek. Organisasi ini dimulai dengan fokus pada beberapa divisi kecil dan terus berkembang menjadi salah satu nama terbesar dalam industri esports global.
EVOS Legends (Divisi Mobile Legends dari EVOS Esports)
Jakarta, Indonesia 🇮🇩
2017 (Divisi Mobile Legends mulai aktif sejak MPL ID Season 1 – 2018)
"Macan Putih" (White Tiger) 🐯
"EVOS Fams" (Sebutan untuk komunitas penggemarnya)
"El Clasico Rival" (Karena rivalitasnya dengan RRQ Hoshi)
Beberapa pemain yang pernah bersinar di EVOS Legends:
Donkey (Tank – Salah satu legenda MPL ID)
Oura (EXP Lane – MVP M1 World Championship)
Wannn (Midlaner – Ikon EVOS saat juara MPL ID & M1)
REKT (Roamer – Veteran EVOS yang terkenal dengan Franco & Estes)
Luminaire (Midlaner – MVP MPL ID Season 7)
Ferxic (Jungler muda berbakat di MPL ID Season 7)
Musim keempat MPL Indonesia adalah awal dari kebangkitan EVOS Esports sebagai salah satu tim Mobile Legends terbaik di Indonesia. Setelah beberapa musim sebelumnya gagal meraih gelar, EVOS menunjukkan perkembangan yang luar biasa di Season 4. Dengan roster legendaris yang terdiri dari Oura, Rekt, Wannn, Donkey, dan Luminaire, tim ini tampil solid sepanjang musim.
Dalam perjalanan menuju final, EVOS harus menghadapi berbagai tim kuat. Namun, kombinasi pengalaman pemain veteran dan energi pemain muda membuat mereka mampu melewati setiap rintangan. Final MPL Season 4 menjadi salah satu momen yang paling ikonik, karena mereka bertemu dengan rival abadi, RRQ Hoshi, dalam pertandingan yang disebut sebagai "El Clasico." EVOS berhasil menang dengan performa dominan, memastikan trofi MPL pertama mereka.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi bukti kerja keras tim, tetapi juga awal dari era baru bagi EVOS di kancah Mobile Legends Indonesia. Gelar ini menjadi langkah penting menuju kejayaan yang lebih besar di pentas internasional.
Roster :
Oura
Donkey
Wann
Luminaire
Rekt
Setelah beberapa musim tanpa gelar, EVOS Esports akhirnya kembali meraih puncak kejayaan di MPL Indonesia Season 7. Dengan tim yang diisi oleh kombinasi pemain muda berbakat seperti Ferxiic dan veteran berpengalaman seperti Rekt, Antimage, dan Clover, EVOS membuktikan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan besar di MPL.
Musim ini ditandai dengan persaingan yang sangat ketat. EVOS harus menghadapi tim-tim besar seperti ONIC Esports dan RRQ Hoshi, yang sama-sama mengincar gelar juara. Namun, kekompakan dan strategi EVOS berhasil membawa mereka ke final. Di babak final, EVOS bertemu Bigetron Alpha, dan mereka tampil gemilang dengan mengalahkan lawan dalam pertandingan yang mendebarkan.
Gelar MPL Season 7 menjadi simbol kebangkitan EVOS setelah periode transisi, membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dan tetap kompetitif di tengah perubahan generasi pemain.
Roster :
Clover
Ferxiic
Antimage
Luminaire
Rekt
Musim keenam MPL Indonesia menandai babak baru dalam perjalanan EVOS Esports, tetapi tantangan besar menanti mereka. Setelah kehilangan beberapa pemain inti dari era kejayaan mereka, seperti Oura dan Donkey, EVOS menjalani musim transisi dengan wajah baru. Meski begitu, mereka berhasil mempertahankan performa kompetitif dan melangkah hingga babak final.
Pertandingan final mempertemukan EVOS dengan RRQ Hoshi, menciptakan kembali suasana "El Clasico" yang selalu dinantikan. Namun, kali ini RRQ berhasil tampil lebih solid, memanfaatkan pengalaman dan momentum mereka untuk memenangkan pertandingan. Meski harus puas sebagai runner-up, EVOS tetap menunjukkan mental juara dengan performa penuh semangat di setiap pertandingan.
Roster :
Wann
Luminaire
Rekt
Bajan
Pendragon
Zeys (Pelatih)
Musim ke-11 MPL Indonesia menandai momen kebangkitan EVOS Esports setelah beberapa musim yang penuh tantangan. Dengan roster yang diisi kombinasi pemain muda berbakat seperti Branz, Tazz, dan Hijumee, serta pemain senior seperti Clover, EVOS berhasil tampil kompetitif sepanjang musim. Di bawah arahan pelatih berpengalaman, EVOS menunjukkan strategi yang matang dan permainan yang konsisten di setiap pertandingan.
Final MPL Season 11 berlangsung dalam atmosfer yang intens. Meski EVOS memberikan perlawanan hebat, ONIC berhasil mempertahankan momentum mereka dan memenangkan pertandingan. EVOS harus puas di posisi runner-up, tetapi perjalanan mereka di musim ini membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan besar di MPL Indonesia.
Roster :
Clover
Tazz
Cr1te
Pendragon
DreamS
Sutsujin
Saykots
Di MPL Indonesia Season 13, EVOS Esports kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu tim papan atas di Indonesia. Setelah membangun chemistry yang lebih solid dari musim sebelumnya, roster EVOS yang diisi oleh pemain seperti Branz, Vaanstrong, dan Tazz tampil dengan performa yang lebih tajam.
Di final, EVOS kembali bertemu dengan ONIC Esports, tim yang telah menjadi penghalang utama mereka. Pertandingan final ini berlangsung sengit, dengan kedua tim saling adu strategi dan mekanik. Meski EVOS memberikan perlawanan yang luar biasa, ONIC sekali lagi berhasil unggul dan menutup pertandingan sebagai juara.
Roster :
Branz
Van
Super Red
Clawkun
DreamS
Anavel
Natco
Fluffy
Panser