Cairan yang mudah terbakar adalah cairan yang mudah terbakar yang dapat dengan mudah dinyalakan di udara pada suhu sekitar, yaitu memiliki titik nyala pada atau di bawah suhu ambang batas nominal yang ditentukan oleh sejumlah organisasi standar nasional dan internasional.
Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mendefinisikan cairan sebagai mudah terbakar jika memiliki titik nyala pada atau di bawah 199,4 °F (93 °C).
Video Penjelasan Zat dan Cairan Mudah Terbakar
Aseton, juga dikenal sebagai propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan β-ketopropana, adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana.
Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kimia, alkohol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.
Cairan yang mudah terbakar dan gampang menyala di laboratorium hanya boleh tersedia dalam jumlah terbatas. Jumlah yang diperbolehkan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk:
Konstruksi laboratorium;
Jumlah zona api dalam gedung;
Tingkat lantai tempat laboratorium berlokasi;
Sistem perlindungan api yang dibangun dalam laboratorium;
Adanya lemari penyimpanan cairan yang mudah terbakar atau kaleng keselamatan; dan jenis laboratorium (yaitu, pendidikan atau penelitian dan pengembangan).
Beberapa bahaya dan risiko yang menyertai ketika kita menyimpan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar diantara lain yaitu:
Keadaan lingkungan bersuhu tinggi atau panas
Uap atau gas yang dihasilkan selama proses penyimpanan
Keberadaan sumber api atau panas
Keberadaan sumber bahan pengoksidator
Timbulnya kebakaran ketika menyimpan bahan kimia cair yang mudah terbakar
Bahaya dari operasi reaktor batch dapat muncul baik dari sifat berbahaya dari bahan yang ditangani, mis. Sifat mudah terbakar, ledakan dan juga dari reaksi itu sendiri. Oleh karena itu prosedur yang sistematis diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya dan juga untuk mengembangkan metode operasi yang aman atau 'dasar keselamatan'.
Contoh Video Reaksi-reaksi Zat Mudah Terbakar
Prosedur Penyimpanan dan Pengaturan Zat Mudah Terbakar
Praktis semua pembakaran terjadi antara oksigen dan bahan bakar dalam bentuk uapnya atau beberapa lainnya dalam keadaan bubuk halus. Api dari bahan padat berkembang secara pelan, sedangkan api dari cairan menyebar secara cepat dan sering terlihat seperti meledak.
Dalam penyimpanannya harus diperhatikan sebagai berikut :
Disimpan pada tempat yang cukup dingin untuk mencegah penyalaan tidak sengaja pada waktu ada uap dari bahan bakar dan udara.
Tempat penyimpanan mempunyai peredaran hawa yang cukup, sehingga bocoran uap akan diencerkan konsentrasinya oleh udara untuk mencegah percikan api
Lokasi penyimpanan agak dijauhkan dari daerah yang ada bahaya kebakarannya
Tempat penyimpanan harus terpisah dari bahan oksidator kuat, bahan yang mudah menjadi panas dengan sendirinya atau bahan yang bereaksi dengan udara atau uap air yang lambat laun menjadi panas
Di tempat penyimpanan tersedia alat-alat pemadam api dan mudah dicapai
Singkirkan semua sumber api dari tempat penyimpanan
Di daerah penyimpanan dipasang tanda dilarang merokok
Pada daerah penyimpanan dipasang sambungan tanah/arde serta dilengkapi alat deteksi asap atau api otomatis dan diperiksa secara periodik
Video Penggunaan dan Penanganan Zat Mudah Terbakar
Video Penanganan Zat Mudah Terbakar (penyimpanan mulai pada 44:52)
Aseton
Aseton adalah zat yang banyak ditemukan di cairan penghapus kuteks, pelitur mebel, serta wallpaper.
Ketika terekspos udara, aseton menguap dengan sangat cepat dan mudah sekali terbakar. Aseton adalah bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan fatal.
Etanol
Etanol, atau yang memiliki nama lain etil alkohol, adalah jenis alkohol yang umum ditemukan di hampir semua produk rumahan.
Mulai dari parfum, deodoran, sampo, sabun cuci piring, hingga obat kumur dan hand sanitizer, etanol terkandung di dalam hampir seluruh produk yang Anda pakai sehari-hari.
Alkohol
Alkohol dapat digunakan sebagai bahan bakar otomotif. Etanol dan metanol dapat dibuat untuk membakar lebih bersih dibanding bensin atau diesel. Alkohol juga berada dalam hand sanitizer yang dapat terbakar.