Zat korosif mengacu pada suatu zat yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan suatu zat organik, non organik, dan metal, secara kontak langsung melalui sebuah reaksi kimia (Menghilangkan (basa) atau menambah (asam) ion H+ pada sebuah senyawa) . Zat korosif umumnya bersifat asam ataupun basa, jadi dapat diketahui melalui tingkatan Ph-nya.
Contoh Zat Korosif
Asam (pH < 7)
Basa (pH > 7)
Benda Sehari - hari
Hal Yang Mempengaruhi Reaksi
Suhu
Semakin tinggi suhu dari suatu zat korosif, maka reaksi akan lebih mungkin terjadi dan akan terjadi lebih cepat.
Konsentrasi
Semakin tinggi konsentrasi suatu zat korosif, maka zat tersebut akan lebih mudah bereaksi dan lebih cepat menyelesaikkan reaksinya juga.
Kekuatan Korosi
Semakin kuat suatu zat korosif, maka reaksi korosi atau penguraian akan lebih mudah terjadi dan lebih cepat terjadi.
Reaksi dan Perubahan Yang Dapat Terjadi
Terdapat beberapa kemungkinan yang dapat terjadi, tergantung dari jenis zat korosif itu sendiri dan zat yang dilarutkan atau terkena oleh zat korosif.
Pada reaksi zat organik dan zat korosif, maka zat organik akan hancur / terurai, karena protein dan lemak penyusunnya hancur.
Pada reaksi air dengan asam, maka akan terjadi reaksi pelepasan panas (asam kuat) lewat reaksi hidrasi hidrogen.
Pada reaksi metal dengan zat krosoif (asam, dan beberapa basa), maka akan terjadi reaksi korosi ataupun penguraian dan pelarutan pada metal atau logam.
Video Tentang Zat Korosif
Prosedur Penyimpanan dan Pengaturan Zat Korosif
Secara Umum :
Simpan di tempat yang dingin dan kering. Hindari tempat panas dan lembab.
Hal ini dilakukan, karena laju reaksi dari reaksi zat korosif (terutama asam) dan kekuatan korosif umumnya akan semakin kuat dan semakin cepat saat ada di suhu panas. Lalu,reaksi asam dengan air akan mengakibatkan reaksi pelepasan panas, yang menyebabkan laju semakin cepat dan lebih korosif.
Simpan zat di wadah yang terbuat dari plastik, tepatnya Polyethelyne.
Hal ini karena asam dan basa (zat korosif) tidak dapat bereaksi dengan wadah plastik (polyethelyne) karena tidak ada atom hidrogen yang bisa dilepas dan diambil.
Jauhkanlah zat korosif dari barang eksplosif dan berbahaya lainnya.
Hal ini berguna sebagai antisipasi, apabila zat korosif bertemu dengan air. Kenaikan suhu dari reaksi air dengan zat korosif bisa saja menjadi pemicu ledakan dari zat eksplosif dan mudah terbakar
Simpan zat korosif di rak yang tahan dengan korosi.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi kebocoran wadah plastik, apabila wadah bocor maka rak atau lemari yang tahan korosi dapat menahan zat korosif yang bocor selama sementara.
Jauhkan zat korosif dari material organik, non organik, dan metal yang berpotensi memicu reaksi.
Beri alas pada wadah zat korosif.
Hal ini dilakukan untuk antisipasi jikalau zat korosif bocor dari wadah utamanya. Jadi zat korosif tidak akan langsung mengenai rak atau lemari penyimpanan.
Simpan zat korosif berdasar PH zatnya, pisahkan zat korosif ph rendah dan ph tinggi.
Atau bisa disebut dengan asam dan basa. Pisahkan penyimpanan antara zat korosif asam dan basa, karena jika terjadi kebocoran maka tidak akan terjadi percampuran antara basa dan asam, yang akan berakibat terjadinya reaksi yang menghasilkan panas.
Simpan di tempat dengan ventilasi cukup, antisipasi apabila ada reaksi tidak diinginkan dan muncul asap korosif.
Video Tentang Zat Korosif, dan Cara Penanganan dan Penyimpanannya.
Cara Penyimpanan dan Penanganan dimulai pada menit ke 4:06
Dalam Kehidupan Sehari-hari :
Jauhkan karbol dan pembersih lainnya dari barang yang menggunakan tembaga.
Simpanlah larutan aki di wadah plastik, dan tempatkan di tempat yang kering dan tidak panas.
Simpanlah anti penyumbat wc di tempat yang kering dan dingin.
Contoh Reaksi Pada Benda Sehari-hari
Anti sumbat dilarutkan di air dan bertemu dengan lemak, terjadi hidrasi hidrogen yang melemahkan struktur protein lemak. Menjadikan lemak memanas dan hancur. Sehingga toilet tidak lagi mampet.
Penggunaan asam dan feri klorida untuk melarutkan atau etching PCB. Feri klorida dan asam digunakan untuk melarutkan atau menghilangkan tembaga yang ada di PCB.
Karbol digunakan untuk mengepel, apabila terkena dengan tembaga. Maka tembaga akan mengalami korosi.
Asam sulfur murni, apabila terkena dengan ban akan mengakibatkan ban menjadi rapuh (hilangnya h2o). Dan dapat membuat korosi.
Asam sulfur (aki) juga dapat menyebabkan iritasi dan luka bakar.