Penanganan Diabetes Melitus melalui Edukasi Kesehatan, Pemanfaatan Jahe sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan Penguatan Peran Layanan Kesehatan Desa Papringan, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang dalam Program KKN Kolaboratif 2025
Penanganan Diabetes Melitus melalui Edukasi Kesehatan, Pemanfaatan Jahe sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan Penguatan Peran Layanan Kesehatan Desa Papringan, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang dalam Program KKN Kolaboratif 2025
Agastya Bhima Kumara Dewa
Program Studi Sosiologi, Universitas Jember
Gesti Setyo Hadi
Program Studi Sosiologi, Universitas Jember
Annisa Syafa Kamila
Program Studi Farmasi, Universitas Jember
Wahyu Putri Nur Fadilah
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Jember
Kamaliatul Magfiroh
Program Studi Ilmu Pertanian Perkebunan, Universitas Jember
Anindhia Aziza Raihana Utomo
Program Studi Hukum, Universitas Jember
Savira Bernika Ivada
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Jember
Dimas Bayu Januarsah
Program Studi Ilmu Sejarah, Universitas Jember
M. Rega Syuhada
Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Jember
Herdiana Nur Fa’idah
Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Jember
Laura Anisa
Program Studi Fisika, Universitas Jember
Syamsul Arifin Akmal
Program Studi Agronomi, Universitas Jember
Himatul Adimah
Program Studi Matematika, Universitas Jember
DOI:
ABSTRACT
Papringan Village, Klaka Subdistrict, Lumajang Regency, is a remote village with limited access to information and technology. This condition has resulted in low public understanding of health bureaucracy and awareness of health maintenance, especially regarding diabetes mellitus, complications, and seasonal diseases during the transition season. With these problems, the 2025 Collaborative Field Study Program (KKN) was implemented with a focus on improving public health through two approaches, namely conventional medicine and traditional medicine based on local herbal plants. The methods of implementation included health education in educational and spiritual forums, socialization of the administrative flow of village health services, and training in the use of herbal plants as alternative medicines. This program is expected to provide the community with an understanding of the importance of maintaining health and strengthening their understanding of using local potential as a health solution. Therefore, the 2025 Collaborative KKN plays a role in building the independence and empowerment of the Papringan Village community in the health sector.
Keywords: : Education, Health, Diabetes, and Collaborative KKN
REFERENCES
Asyhabuddin. (2022). Welfare Society Dalam Sistem Kesejahteraan Sosial di Indonesia . ICODEV: Indonesian Community Development Journal , 31-39.
Chloranyta, S., & Sulistyaningrum, D. P. (2024). Asuhan Keperawatan pada Diabetes dengan Pendekatan SDKI, SLKI dan SIKI. CV Cendekia Press. https://books.google.co.id/books?id=Xwr0EAAAQBAJ
Creswell, J. W. (2020). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
H. Pane, M. Dkk. (2021). Gambaran Penggunaan Obat Herbal Pada Masyarakat . JOMS, 41-62.
Habermas, J. (2007). Teori Tindakan Komunikatif: Kritik atas Rasio Fungsionalis . Bantul: Kreasi Wacana.
International Diabetes Federation. (2025). Prevelensi Diabetes Indonesia. Belgium: International Diabetes Federation.
Kementerian Kesehatan RI. 2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbitan Badan Litbangkes.
Mauliyana, A., Mulyani, S., Sailendra, L. O., Adamsyah, M. I., Kurniawati, R., Jabar, F., & Ramadhan, A. L. (2022). Pembuatan Jamu Herbal Serbuk Jahe Sebagai Obat Alternatif Diabetes Mellitus Pada Masyarakat Di Desa Lakomea. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.54883/jpmba.v1i1.7.
Muliasari, H. Hamdin, C.D, Ananto, A.D ,& Ihsan. M. (2019). Edukasi dan deteksi dini diabetes melitus sebagai upaya mengurangi prevalensi dan resiko penyakit degeneratif. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat. 2(1), 76-79.
Ni Putu Natasya Dewanti, Ajeng Dian Pertiwi, En Purmafitriah, & Evi Fatmi Utami. (2024). UJI EFEK ANTIDIABETES SEDUHAN KOMBINASI JAHE (Zingiber officinale), SEREH (Cymbopogon citratus), DAN KAYU MANIS (Cinnamomum verum) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus). Pharmaceutical and Traditional Medicine, 8(1), 40-53. https://doi.org/10.33651/ptm.v8i1.669
Ramdani, S. Dkk. (2016). Paradigma dan Siklus KKN Sisdamas (Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat). Bandung : LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Rembet, I. Y., & Wowor, M. D. (2024). Manfaat Jahe (Zingiber officinale Roscoe) untuk menurunkan kadar gula darah pada penyakit Diabetes Melitus Tipe 2. Watson Journal of Nursing, 2(2), 51–64.
Sartika, D., Mahendika, D., Setianto, R., Azizah, F., & Dewi, B. A. (2023). Hubungan konsumsi gula dan konsumsi garam dengan kejadian diabetes mellitus. Holistik Jurnal Kesehatan,17(5), 388–394. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i5.12007
Sukoyati, M. & Fajriyati A. (2021). Evaluasi Pembelajaran Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan. Bogor: Universitas Juanda
Vena, R., & Yuantari, M. C. (2022). KAJIAN LITERATUR : HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN Gaya hidup modern sudah menjadi salah satu bagian dari kebutuhan sekunder masyarakat . Terlebih dalam hal memilih makanan , pola makan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya diabetes melitus . Pola makan. Jurnal Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus P-ISSN, 9(2), 255–266.
Published
05-06-2026
Issue
Vol. 3 No. 1 2026: JPMSP
Pages
1-12
License
Copyright (c) 2026 JPMSP