Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran Berdiferensiasi
Menurut Kristiani, dkk (2021), pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana siswa dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya,
adapun cara dan terknis dalam implementasi kurikulum merdeka yang diberikan masih bersifat umum dan tidak detail serta tidak konkrit, sehingga guru harus menterjemahkan sesuai dengan kemampuan dan pemahaman konsep tersebut sendiri sendiri.
maka lewat aplikasi ini, kita akan mencoba dengan cara lain, yaitu mengenal mesin kecerdasan masing masing siswa. kita akan mengekplorasi kelebihan dan kemampuan siswa, bukan mencari kelemahan dan kekurangan siswa. salah satu konsep yang ingin kita coba adalah STIFIn.
berikut ini adalah literasi digital tentang BAGAIMANA SISWA MEMILIH EKSKUL sesuai passion siswa itu sendiri.
Mengenal Mesin Kecerdasan
setelah kalian menonton video dan mengamati materi Perbedaan berbagai kecardasan manusia di atas . maka cobalah kalian bisa amati dan pikirkan diri masing masing, dari pertanyaan berikut, lalu tulis di buku tulis kalian masing masing :
Kalian masuk kategori yang mana ? apakah Sensing, Thinking, intuithing, felling atau Insting.
Beri asalannya, yang berhaitan dng hal yang kalian sukai, hoby, aktivitas, olah raga, minat bakat dan impian kalian di masa yang akan datang.
Kinerja siswa STIFIN
..Kinerja dari Kecerdasan Sensing
Individu dengan kecerdasan sensing yang tinggi cenderung unggul dalam pekerjaan yang membutuhkan perhatian terhadap detail dan fakta konkret.
Mereka efektif dalam merencanakan dan melaksanakan tugas yang memerlukan kejelian terhadap aspek-aspek praktis dan nyata dari pekerjaan.
Kinerja dari Kecerdasan Thinking:
Kecerdasan thinking terkait erat dengan analisis logis, pengambilan keputusan berbasis data, dan pemecahan masalah secara sistematis.
Individu dengan kecerdasan thinking yang tinggi mungkin mencapai kinerja optimal dalam situasi di mana evaluasi rasional dan penilaian objektif diperlukan.
Kinerja dari Kecerdasan Intuiting:
Kecerdasan intuiting mendukung kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan memahami makna di balik informasi yang kompleks.
Individu dengan kecerdasan intuiting yang tinggi dapat menonjol dalam proyek atau pekerjaan yang menuntut pemikiran visioner dan solusi di luar konvensional.
Kinerja dari Kecerdasan Feeling:
Kecerdasan feeling berkaitan dengan pemahaman emosional, kemampuan berkomunikasi yang efektif, dan kepekaan terhadap kebutuhan sosial.
Individu dengan kecerdasan feeling yang tinggi mungkin mencapai kinerja yang baik dalam situasi yang memerlukan kepemimpinan yang empatik, kolaborasi tim, dan hubungan interpersonal yang positif.
Setiap jenis kecerdasan memiliki peran uniknya dalam memengaruhi kinerja seseorang di berbagai konteks pekerjaan. Pengenalan dan pengembangan kecerdasan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dapat meningkatkan efektivitas individu dalam lingkungan kerja.
Kecerdasan Sensing (S)
Tujuan:
Siswa dapat memahami perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL melalui pengalaman langsung.
Langkah:
Guru memberikan materi tentang MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL secara umum.
Guru mengajak siswa untuk melakukan identifikasi kegiatan di sekolah yang berkaitan dengan Ibadah atau prilaku yang terjadi dalam kegaitan belajar mengajar
Siswa diminta untuk mengamati dan mencatat perilaku tersebut yang mereka lihat.
Siswa diminta untuk membuat laporan tentang hasil pengamatan mereka. beri alasan dan dampak kegiatan diatas.
Contoh Penugasan :
Berikut adalah contoh proyek yang dapat dilakukan siswa sesuai dengan kecerdasan STIFIn pad Kecerdasan Sensing (S)
Siswa membuat video tentang kegiatan yang berkaitan dengan ibadah mereka di sekolah
Siswa membuat buku cerita tentang anak yang menolong orang tua yang kesulitan.
Siswa membuat diorama tentang prilaku siswa di sekolah maupun kelas..
Kecerdasan Thinking (T)
Tujuan:
Siswa dapat memahami perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL melalui logika dan analisis.
Langkah:
Guru memberikan materi tentang MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL secara teoritis.
Guru mengajak siswa untuk berdiskusi tentang perilaku mulia.
Siswa diminta untuk membuat diagram atau tabel untuk menggambarkan perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Siswa diminta untuk membuat argumen tentang pentingnya perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Contoh Penugasan :
Berikut adalah contoh proyek yang dapat dilakukan siswa sesuai dengan kecerdasan STIFIn pad Kecerdasan Thinking
·Siswa membuat peta konsep tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
· Siswa membuat diagram Venn tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKALdan perilaku sebaliknya.
· Siswa membuat esai tentang pentingnya perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Kecerdasan Intuiting (I)
Tujuan:
Siswa dapat memahami perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL melalui kreativitas dan imajinasi.
Langkah:
Guru memberikan materi tentang MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL secara abstrak.
Guru mengajak siswa untuk menulis cerita atau puisi tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKA.
Siswa diminta untuk membuat karya seni yang menggambarkan perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKA.
Siswa diminta untuk membuat film pendek tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKA.
Contoh Proyek :
Berikut adalah contoh proyek yang dapat dilakukan siswa sesuai dengan kecerdasan STIFIn pada Kecerdasan Intuiting
Siswa menulis puisi yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL
Siswa membuat lukisan yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKA.L
Siswa membuat film pendek yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL
Kecerdasan Feeling (F)
Tujuan:
Siswa dapat memahami perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL melalui emosi dan perasaan.
Langkah:
Guru memberikan materi yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL secara personal.
Guru mengajak siswa untuk berdiskusi tentang pengalaman mereka sendiri tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Siswa diminta untuk membuat jurnal tentang perasaan mereka tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Siswa diminta untuk membuat karya musik atau lagu tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Contoh Penugasan :
Berikut adalah contoh proyek yang dapat dilakukan siswa sesuai dengan kecerdasan STIFIn pada Kecerdasan Feeling
Siswa membuat jurnal tentang pengalaman mereka menolong orang lain.
Siswa membuat lagu tentang cinta kasih.
Siswa membuat cerpen tentang seorang anak yang rajin belajar
Kecerdasan Instinct (In)
Tujuan:
Siswa dapat memahami perilaku mulia melalui intuisi dan kemampuan untuk merespons situasi dengan cepat.
Langkah:
Guru memberikan materi tentang perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKALsecara praktis.
Guru memberikan siswa tugas-tugas yang mengharuskan mereka untuk menerapkan perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKALdalam kehidupan sehari-hari.
Siswa diminta untuk membuat rencana tindakan untuk menerapkan perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL dalam kehidupan mereka.
Siswa diminta untuk membuat simulasi tentang situasi yang mengharuskan mereka untuk menerapkan perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Contoh Penugasan :
Berikut adalah contoh proyek yang dapat dilakukan siswa sesuai dengan kecerdasan STIFIn pada Kecerdasan Instinct
Siswa membuat rencana aksi untuk menjadi orang yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Siswa membuat simulasi tentang situasi yang mengharuskan mereka untuk menolong orang lain.
Siswa membuat poster tentang pentingnya perilaku yang terkait dengan MAHABBAH, KHOUF, ROJA dan TAWAKAL.
Proyek-proyek ini dapat disesuaikan dengan tingkat usia dan kemampuan siswa. Guru dapat memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut.