MODUL 2.2
PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
MODUL 2.2
PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP merefleksikan kompetensi sosial dan emosional dirinya maupun murid
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,
Selamat datang dalam fase pertama pembelajaran kita. Mari refleksikan pengalaman berkaitan dengan kompetensi sosial dan emosional, baik diri sendiri maupun murid Anda. Bacalah setiap pertanyaan ini dengan seksama dan refleksikan dengan keterbukaan dan kedalaman. Selamat berefleksi!
Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat menunjukkan pemahaman tentang penerapan 5 kompetensi sosial - emosional (kesadaran diri, manajemen, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) yang berbasis kesadaran penuh.
Sebelum Anda melakukan diskusi, berikut beberapa pertanyaan yang diharapkan dapat Anda jawab setelah menyelesaikan kegiatan ini.
Apakah masalah-masalah yang dialami Bapak Eling?
Berdasarkan penjelasan 5 KSE yang sudah Anda pelajari sebelumnya, bagaimana saran Anda bagi Bapak Eling ?
Selamat datang kembali dalam pembelajaran kita!
Bapak/Ibu CGP akan mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan penerapan 5 KSE yang dibutuhkan dalam sebuah kasus bersama para CGP lain. Tujuan dalam diskusi adalah pengembangan gagasan dan pencapaian pemahaman bersama, sehingga dapat memperkuat pemahaman konsep yang lebih baik. Sebelum Anda melakukan diskusi pada waktu yang telah ditentukan, mohon untuk membaca aturan untuk forum diskusi berikut ini:
Aturan forum diskusi tertulis:
Sebelum kita melanjutkan sesi diskusi, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan agar diskusi dapat berjalan dengan efektif dan produktif:
Setiap CGP harus menjawab pertanyaan berkaitan dengan kasus Bapak Eling.
Diskusi ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman bersama penerapan kompetensi sosial dan emosional dalam suatu situasi.
Sikap terbuka dan rasa ingin tahu menjadi nilai dasar dari proses diskusi ini.
Membangun pendapat dengan mempertimbangkan tanggapannya terhadap respon/jawaban CGP lain.
Bapak/Ibu CGP, mari kita baca kasus-kasus yang ada di bawah ini. Buatlah refleksi dari setiap kasus terlebih dahulu sebelum membaca kasus berikutnya. Anda juga dapat merujuk kembali pada pembahasan Pembelajaran 2a.
Selamat membaca dan berefleksi!
Done: Make forum posts:
Pengantar dan Latar Belakang:
Bapak Eling adalah seorang guru PPKN SMP selama lebih dari 15 tahun. 5 tahun belakangan, ia juga berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemuridan. Selain mengajar PPKN, perannya sebagai wakil kepala sekolah memberikannya tanggung jawab untuk merancang kebijakan pendisiplinan murid, melakukan supervisi dan sebagai pendamping dalam kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kemuridan. Pada bulan September, kepala sekolah menunjuk Bapak Eling sebagai ketua panitia perayaan ulang tahun sekolah.
Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.
Saat itu jam pelajaran terakhir. Sebelum rapat panitia besar ulang tahun sekolah untuk memfinalisasi acara, Bapak Eling masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran PPKN. Sejak pagi, Bapak Eling sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. Pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. Setelah beberapa saat Bapak Eling melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. Saat mendekati meja salah satu murid, Diana, Pak Eling mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. Bapak Eling spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. “Jadi ini yang dari tadi kamu lakukan?” Seisi ruang kelas terkejut. Wajah Diana memerah. Ia tampak malu dan tidak menyangka Bapak Eling merespon sekeras itu.Jawablah pertanyaan berikut.
Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.
Berdasarkan pemahaman tentang KSE kesadaran diri yang berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah Anda pelajari, bagaimana Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi tersebut? Jelaskan alasan Anda.
Pengantar dan Latar Belakang:
Bapak Eling adalah seorang guru PPKN SMP selama lebih dari 15 tahun. 5 tahun belakangan, ia juga berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemuridan. Selain mengajar PPKN, perannya sebagai wakil kepala sekolah memberikannya tanggung jawab untuk merancang kebijakan pendisiplinan murid, melakukan supervisi dan sebagai pendamping dalam kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kemuridan. Pada bulan September, kepala sekolah menunjuk Bapak Eling sebagai ketua panitia perayaan ulang tahun sekolah.
Selanjutnya disajikan 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca!
JAWABAN SAYA:
1. Bapak Eling menghadapi situasi di mana dia menemukan salah satu muridnya, Diana, menggunakan gawai untuk mengerjakan tugas pelajaran lain, bukan proyek kelompok yang seharusnya dilakukan. Dia bereaksi spontan dengan nada tinggi dan menggunakan kata-kata yang mengejutkan seluruh kelas, membuat Diana merasa malu dan terkejut.\
2. Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi kesadaran diri yang berlandaskan kesadaran penuh dengan cara Pertama menggunakan kesadaran penuh berarti Bapak Eling akan lebih mampu mengamati situasi tanpa langsung menilai atau bereaksi secara impulsif terhadap perilaku Diana. Dia akan melihat situasi dengan lebih objektif dan memahami bahwa reaksi yang spontan dan keras dapat mempengaruhi suasana kelas dan emosi muridnya. Kedua, dengan kesadaran penuh, Bapak Eling akan lebih terbuka untuk memahami apa yang mungkin mendasari perilaku Diana menggunakan gawai untuk tugas lain. Mungkin Diana mengalami kesulitan atau kebutuhan khusus yang belum terpenuhi, yang mungkin perlu dia dengarkan dan berdialog secara lebih empatik. Ketiga, kesadaran penuh membantu Bapak Eling untuk mengontrol emosinya dan bereaksi dengan lebih tenang dan dipertimbangkan. Dia akan memahami bahwa reaksi keras bisa membuat siswa merasa malu atau tidak nyaman, dan ini tidak akan membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa. Keempat, dengan kesadaran penuh, Bapak Eling dapat menggunakan kesempatan ini untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Diana. Dia bisa mengambil momen ini sebagai kesempatan untuk mengajak Diana berbicara secara pribadi setelah pelajaran, mendengarkan alasan di balik perilakunya, dan memberikan dukungan atau bimbingan yang mungkin diperlukan.
Pemilihan respon dengan kesadaran diri yang berlandaskan kesadaran penuh ini penting karena respon yang tenang dan empatik akan membantu membangun hubungan yang lebih kuat antara guru dan siswa, menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan inklusif di kelas serta dengan memperlakukan Diana dengan pengertian dan empati, Bapak Eling menghormati martabatnya sebagai individu dan memberikan contoh penting tentang bagaimana berkomunikasi secara positif dan membangun.
Doe: Make forum posts: 1
Pengantar dan Latar Belakang:
Pengantar dan Latar Belakang:
Bapak Eling adalah seorang guru PPKN SMP selama lebih dari 15 tahun. 5 tahun belakangan, ia juga berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemuridan. Selain mengajar PPKN, perannya sebagai wakil kepala sekolah memberikannya tanggung jawab untuk merancang kebijakan pendisiplinan murid, melakukan supervisi dan sebagai pendamping dalam kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kemuridan. Pada bulan September, kepala sekolah menunjuk Bapak Eling sebagai ketua panitia perayaan ulang tahun sekolah.
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.
Setelah kegiatan belajar-mengajar berakhir, Bapak Eling memimpin rapat panitia besar yang akan memutuskan revisi akhir acara. Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam menghasilkan tugas baru bagi Pak Eling untuk mempelajari perubahan proposal acara. Pak Eling perlu memastikan semua perencanaan, pengaturan personil, dan pengaturan anggaran sudah tepat. Sesuai rencana, panitia acara sudah harus mulai bekerja setelah proposal disetujui oleh kepala sekolah. Oleh karena itu, Bapak Eling diminta untuk mengirimkan proposal ini kepada kepala sekolah selambat-lambatnya lusa. Karena mendahulukan proposal ini, Bapak Eling pun lupa menyiapkan rubrik untuk pembelajaran PPKN keesokan harinya. Paginya, Bapak Eling, masuk kelas dan lupa mengunduh rubrik proyek PPKN sehingga proses pembelajaran sempat tersendat.
Pada akhirnya, semua pekerjaan tidak ada yang terselesaikan sampai sehari sebelum hari pengumpulan.
Pertanyaan diskusi:
Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas
Berdasarkan pemahaman Anda tentang KSE manajemen diri berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah Anda pelajari, bagaimana Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi tersebut? Jelaskan alasan Anda
JAWABAN SAYA:
1. Bapak Eling menghadapi situasi di mana dia lupa untuk menyiapkan rubrik pembelajaran PPKN keesokan harinya karena terlalu sibuk memimpin rapat panitia besar untuk acara perayaan ulang tahun sekolah. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran terhambat dan mempengaruhi persiapan akhir proposal acara yang harus dia kirimkan kepada kepala sekolah.
2. Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi manajemen diri berlandaskan kesadaran penuh,
Bapak Eling akan lebih mampu mengidentifikasi dan memprioritaskan tugas-tugas yang paling penting dan mendesak. Dia akan dapat mengenali bahwa menyiapkan rubrik pembelajaran PPKN seharusnya menjadi prioritas utama setelah rapat selesai, meskipun ada tekanan untuk menyelesaikan proposal acara.
Bapak Eling akan lebih sadar akan pengelolaan waktu dan kemampuannya untuk fokus pada tugas-tugas yang perlu diselesaikan tepat waktu. Dia akan mampu mengatur jadwal dengan lebih efisien untuk memastikan bahwa semua tugas dapat diselesaikan sesuai deadline yang ditetapkan.
membantu Bapak Eling untuk mengelola stres dan tekanan yang timbul dari berbagai tanggung jawab yang harus dia tangani. Dengan lebih tenang dan terfokus, dia dapat menghindari kesalahan seperti lupa menyiapkan rubrik dan memastikan bahwa dia tetap produktif dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
Pemilihan respon dengan manajemen diri berlandaskan kesadaran penuh ini penting karena:
Bapak Eling dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, memastikan bahwa semua aspek dari pekerjaannya dapat diselesaikan tanpa mengorbankan yang lain.
membantu Bapak Eling untuk terus mengembangkan keterampilan manajemen diri dan kemampuannya untuk mengatasi tantangan dalam pekerjaannya sebagai guru dan wakil kepala sekolah.
Bapak Eling juga akan membangun reputasi yang baik di antara rekan-rekan kerja dan pimpinan sekolahnya, serta membawa dampak positif dalam lingkungan kerja sekolah.
Done: Make forum posts: 1
Pengantar dan Latar Belakang:
Bapak Eling adalah seorang guru PPKN SMP selama lebih dari 15 tahun. 5 tahun belakangan, ia juga berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemuridan. Selain mengajar PPKN, perannya sebagai wakil kepala sekolah memberikannya tanggung jawab untuk merancang kebijakan pendisiplinan murid, melakukan supervisi dan sebagai pendamping dalam kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kemuridan. Pada bulan September, kepala sekolah menunjuk Bapak Eling sebagai ketua panitia perayaan ulang tahun sekolah.
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.
Saat mempelajari proposal acara perayaan ulang tahun sekolah di antara jam mengajar dan mengoreksi pekerjaan murid-murid, Bapak Eling menyadari salah seorang murid kelas 9 yang berprestasi dalam kejuaraan renang tidak mengumpulkan tugasnya. Murid tersebut mengungkapkan pada Bapak Eling bahwa dia sebenarnya merasakan lelah dan mengantuk saat berada di dalam kelas maupun di rumah karena latihan keras menjelang kejuaraan bulan depan. Bapak Eling menilai, seharusnya murid tersebut bekerja lebih keras sebagai konsekuensi dari pilihannya menjadi murid atlet. Murid tersebut meminta keringanan ataupun kesempatan untuk mengumpulkan tugasnya saat jam pulang sekolah namun Bapak Eling memutuskan tidak menerima dan konsekuensinya adalah murid tersebut tidak mendapatkan nilai tugas.
Pertanyaan refleksi.
Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.
Berdasarkan pemahaman tentang KSE kesadaran sosial berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah Anda pelajari, bagaimana Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi tersebut? Jelaskan alasan Anda.
JAWABAN SAYA:
1. Bapak Eling menghadapi situasi di mana salah satu muridnya yang berprestasi dalam kejuaraan renang tidak mengumpulkan tugasnya. Murid tersebut menjelaskan bahwa dia merasa lelah dan mengantuk karena latihan keras menjelang kejuaraan bulan depan. Murid tersebut meminta keringanan atau kesempatan untuk mengumpulkan tugasnya nanti, tetapi Bapak Eling memutuskan untuk tidak menerima tugas tersebut dan memberikan konsekuensi berupa tidak mendapatkan nilai.
2. Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi kesadaran sosial berlandaskan kesadaran penuh,
Bapak Eling akan lebih mampu untuk mengerti dan menghargai kondisi emosional dan fisik muridnya. Dia akan menyadari bahwa murid atlet tersebut mungkin mengalami tekanan dan kelelahan yang signifikan akibat latihan yang intens, dan ini mempengaruhi kemampuannya untuk menyelesaikan tugas dengan tepat waktu.
membantu Bapak Eling untuk mempertimbangkan dampak dari keputusannya terhadap murid tersebut. Dia akan memahami bahwa memberikan keringanan dalam situasi ini bukanlah memberikan 'istirahat' dari tanggung jawab, tetapi memperhatikan kesejahteraan dan kebutuhan murid dalam menjaga keseimbangan antara akademis dan olahraga.
Bapak Eling dapat menggunakan momen ini untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan muridnya. Dia bisa berbicara secara terbuka dengan murid tentang bagaimana mereka dapat menyeimbangkan kewajiban akademis dan kegiatan olahraga, serta menawarkan dukungan untuk membantu mereka mengelola waktu dan prioritas.
Bapak Eling untuk mengajarkan pembelajaran yang positif kepada muridnya. Dia bisa membantu murid untuk belajar dari pengalaman ini, mengenai pentingnya komunikasi yang terbuka tentang tantangan yang mereka hadapi dan bagaimana mencari solusi bersama-sama.
2. Alasan Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi kesadaran sosial berlandaskan kesadaran penuh, karena
Respon yang empatik akan memperkuat hubungan antara guru dan murid, menciptakan lingkungan di mana murid merasa didengar dan dihargai.
Memberikan dukungan kepada murid untuk mengatasi tantangan mereka, Bapak Eling memberikan kesempatan bagi murid untuk berkembang secara pribadi dan akademis.
Dengan mendemonstrasikan kesadaran sosial, Bapak Eling juga mengajarkan nilai-nilai empati dan pengertian kepada seluruh kelasnya, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.
Done: Make forum posts: 1
Pengantar dan Latar Belakang:
Bapak Eling adalah seorang guru PPKN SMP selama lebih dari 15 tahun. 5 tahun belakangan, ia juga berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemuridan. Selain mengajar PPKN, perannya sebagai wakil kepala sekolah memberikannya tanggung jawab untuk merancang kebijakan pendisiplinan murid, melakukan supervisi dan sebagai pendamping dalam kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kemuridan. Pada bulan September, kepala sekolah menunjuk Bapak Eling sebagai ketua panitia perayaan ulang tahun sekolah.
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.
Setelah selesai memeriksa proposal acara perayaan ulang tahun sekolah, Bapak Eling mengirimkan proposal tersebut kepada kepala sekolah. Ternyata proposal yang dikirimkan oleh Bapak Eling dinilai tidak sesuai oleh kepala sekolah karena isinya harus sesuai dengan pengarahan awal yaitu agar acara lebih banyak melibatkan orang tua murid dan penyesuaian anggaran agar sesuai dengan budget yang diberikan sekolah. Bapak Eling tidak menyangka jika dia harus melakukan koreksi dan koordinasi ulang dengan tim acara. Revisi proposal tentu akan memakan waktu lagi dan Bapak Eling sudah membayangkan ini akan menghambat tugas-tugasnya yang lain. Bapak Eling mengungkapkan hal ini kepada panitia. Bapak Eling mengungkapkan bahwa dia tidak mau mengubah proposal dan meminta Wakil Ketua Panitia tersebut yang merevisi proposal.Pertanyaan diskusi.
Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.
Berdasarkan pemahaman tentang KSE keterampilan berelasi berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah Anda pelajari, bagaimana Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi tersebut? Jelaskan alasan Anda.
JAWABAN SAYA:
1. Bapak Eling menghadapi situasi di mana proposal acara perayaan ulang tahun sekolah yang dia ajukan tidak sesuai dengan arahan awal dari kepala sekolah. Kepala sekolah menilai bahwa proposal tersebut perlu direvisi untuk lebih melibatkan orang tua murid dan menyesuaikan anggaran agar sesuai dengan budget yang telah ditetapkan. Bapak Eling merasa tidak siap untuk melakukan revisi ini karena menganggapnya akan mengganggu tugas-tugas lainnya.
2. Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan keterampilan berelasi berlandaskan kesadaran penuh,
Bapak Eling akan lebih mampu menerima umpan balik dari kepala sekolah dengan cara yang terbuka dan empatik. Dia akan mendengarkan dengan teliti mengenai kebutuhan dan harapan kepala sekolah terhadap proposal tersebut tanpa membela diri secara defensif.
membantu Bapak Eling untuk menghargai pentingnya kolaborasi dan kerja tim dalam menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks seperti revisi proposal acara. Dia akan lebih terbuka untuk bekerja sama dengan tim acara dan Wakil Ketua Panitia untuk mengkoordinasikan revisi yang diperlukan tanpa menyalahkan atau membebani satu orang.
Bapak Eling dapat menggunakan kesadaran penuh untuk menghadapi perubahan rencana dengan lebih fleksibel. Dia akan mengerti bahwa dalam lingkungan kerja yang dinamis seperti sekolah, seringkali diperlukan penyesuaian dan perubahan untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar.
membantu Bapak Eling untuk memahami bahwa mengikuti arahan kepala sekolah dan melakukan revisi proposal bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kebaikan sekolah secara keseluruhan. Ini akan membantu membangun hubungan yang baik dan saling mendukung antara Bapak Eling dan kepala sekolah.
Alasan Pemilihan respon dengan keterampilan berelasi berlandaskan kesadaran penuh ini penting karena:
dengan mengutamakan kerja sama dan keterbukaan, Bapak Eling dapat membangun hubungan yang lebih positif dan produktif dengan kepala sekolah dan anggota timnya.
respon yang lebih fleksibel dan adaptif akan membantu Bapak Eling untuk menjaga keseimbangan antara tugas-tugasnya sebagai guru, wakil kepala sekolah, dan ketua panitia acara.
dengan menggunakan kesadaran penuh, Bapak Eling dapat mengelola konflik atau ketegangan yang mungkin muncul akibat perubahan rencana dengan lebih baik, menjaga atmosfer kerja yang positif di sekolah.
Done: Make forum posts: 1
Pengantar dan Latar Belakang:
Bapak Eling adalah seorang guru PPKN SMP selama lebih dari 15 tahun. 5 tahun belakangan, ia juga berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemuridan. Selain mengajar PPKN, perannya sebagai wakil kepala sekolah memberikannya tanggung jawab untuk merancang kebijakan pendisiplinan murid, melakukan supervisi dan sebagai pendamping dalam kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kemuridan. Pada bulan September, kepala sekolah menunjuk Bapak Eling sebagai ketua panitia perayaan ulang tahun sekolah.
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.
Kepala sekolah memiliki kepercayaan besar pada Bapak Eling serta melihat pengalaman yang dimiliki sudah jauh lebih banyak, ia diberi tanggung jawab ekstra dibanding dengan guru-guru yang lain. Itu sebabnya Bapak Eling dipilih untuk menjadi penanggung jawab acara penting sekolah dan menjadi wakil sekolah di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Sebaliknya, setelah bekerja selama beberapa tahun di sekolah yang sama, Bapak Eling merasa mulai kewalahan dengan berbagai tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan. Awalnya Bapak Eling merasa tugas tambahan tersebut sangat menantang. Meski demikian, sekarang dia tidak merasakannya lagi. Ditambah dirinya merasa akhir-akhir ini, kinerjanya sebagai guru juga semakin menurun. Karena itu, Bapak Eling terpikir untuk menulis surat pengunduran diri.
Pertanyaan diskusi.
Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.
Berdasarkan pemahaman tentang KSE pengambilan keputusan yang bertanggung jawab berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah Anda pelajari, bagaimana Bapak Eling dapat merespon situasi tersebut dengan kompetensi tersebut? Jelaskan alasan Anda
JAWABAN SAYA:
1. Bapak Eling menghadapi situasi di mana dia merasa kewalahan dengan berbagai tanggung jawab tambahan yang diberikan padanya setelah dipercaya sebagai ketua panitia acara penting sekolah dan wakil sekolah di MGMP. Awalnya, Bapak Eling merasa tantangan tersebut menantang dan mampu dihadapinya. Namun, akhir-akhir ini dia merasa kinerjanya sebagai guru menurun dan merasa terbebani dengan tanggung jawab tambahan tersebut. Karena itu, dia mempertimbangkan untuk mengajukan surat pengunduran diri.
2. Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab berlandaskan kesadaran penuh,
Bapak Eling dapat melakukan refleksi mendalam terhadap apa yang sebenarnya membuatnya merasa kewalahan dan mengalami penurunan kinerja. Dia dapat mengidentifikasi apakah faktor-faktor ini berasal dari beban kerja yang berlebihan, kurangnya dukungan, atau mungkin perlu untuk menyesuaikan prioritas dalam kehidupan kerja dan pribadi.
membantu Bapak Eling untuk mengenali dampak dari keputusan untuk mengundurkan diri. Dia akan mempertimbangkan bagaimana keputusan ini akan mempengaruhi dirinya secara pribadi, serta dampaknya terhadap sekolah, murid-muridnya, dan komunitas sekolah secara keseluruhan.
Bapak Eling dapat mengeksplorasi alternatif solusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapinya. Ini termasuk berbicara terbuka dengan kepala sekolah atau atasan lainnya untuk mencari solusi yang dapat mengurangi beban kerja tambahan, atau mencari dukungan dalam mengelola stres dan keseimbangan kerja-pribadi.
Alasan pemilihan respon dengan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab berlandaskan kesadaran penuh karena,
Bapak Eling dapat memastikan bahwa keputusan yang dia ambil, apakah itu melanjutkan atau mengundurkan diri, merupakan keputusan yang dipertimbangkan dengan baik dan tidak impulsif.
membantu Bapak Eling untuk menghormati dirinya sendiri dengan mengambil keputusan yang paling baik untuk kesejahteraannya secara keseluruhan.
Bapak Eling dapat menjaga integritasnya sebagai seorang profesional dalam pendidikan, memberikan contoh yang baik bagi murid-murid dan koleganya di sekolah.
Tujuan Pembelajaran Khusus: Menguraikan bentuk penerapan pembelajaran 5 kompetensi sosial-emosional sesuai dengan jenjang pendidikan masing -masing.
Selamat datang kembali!
Anda telah memasuki kegiatan Ruang Kolaborasi sesi ke-2!
Anda bersama rekan kelompok telah melakukan analisis dan menyusun 5 ide implementasi pembelajaran 5 KSE dan 2 ide penguatan KSE untuk rekap PTK di sekolah dengan karakteristik jenjang pendidikan yang Anda ampu, dan Anda tuangkan pada tabel 3.1 dan tabel 3.2. Selanjutnya, Anda akan bertemu dengan fasilitator dalam kelompok besar dalam ruang virtual yang telah disediakan untuk mempresentasikan tabel yang telah dibuat tadi, dan masing-masing kelompok akan saling mencermati hasil tabel 3.1 dan tabel 3.2 milik kelompok lain.
Kegiatan akan diakhiri oleh fasilitator dengan menutup pembelajaran dan memberikan tugas selanjutnya untuk CGP yaitu berupa refleksi pembelajaran.
Silakan unggah tabel 3.1 dan tabel 3.2 hasil kelompok yang telah dibuat dan telah dipresentasikan di 2.2.a.5.2. Ruang Kolaborasi (Unggah Hasil) - Pembelajaran Sosial dan Emosional.
Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran Kompetensi Sosial dan Emosional dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Sebelum Anda melakukan kegiatan, silahkan cermati pertanyaan berikut dan diharapkan dapat Anda jawab setelah menyelesaikan kegiatan ini.
Bagaimana saya dapat mendemonstrasikan pemahaman saya tentang penerapan pembelajaran dalam 4 indikator pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, penguatan iklim kelas dan sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah?
Selamat datang dalam kegiatan Demonstrasi Kontekstual!
Bapak/Ibu CGP, Ini adalah saatnya bagi Anda untuk membuat rencana implementasi pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh yang sudah Anda pelajari.
Dalam fase ini, kita akan mengimplementasikan pembelajaran sosial dan emosional untuk murid dan PTK di sekolah Anda.
Tugas 4.1: Membuat Rencana Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional bagi murid di Kelas.
Langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:
Tentukan minimal 2 kompetensi sosial dan emosional (KSE) yang akan Anda implementasikan. Berikan alasan pemilihan KSE tersebut.
Pilihlah 1 RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) atau RPL (Rancangan Pelaksanaan Layanan) yang sudah ada dan pilihlah 2 KSE untuk diimplementasikan dalam pembelajaran tersebut.
Anda dapat mengacu pada RPP yang dijelaskan dalam bagian D.1 dan D.2 dalam Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional pada tahap Eksplorasi Konsep.
Sesuaikan penyampaian dan instruksi pembelajaran dengan konteks kelas Anda.
Unggah RPP/RPL tersebut pada tautan yang diberikan.
Setelah mempelajari berbagai paradigma dan praktek pembelajaran sosial emosional, apakah hal yang ingin Anda tanyakan lebih lanjut? Diharapkan Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak dapat mendorong rasa keingintahuan dalam bentuk pertanyaan mendalam untuk dibahas bersama Instruktur. Jadi, bukan soal seberapa banyak pertanyaan yang disampaikan, namun seberapa pentingkah pertanyaan tersebut bagi Bapak/Ibu dalam menguatkan pemahaman pada Modul 2.2 ini. Berkenaan dengan hal tersebut, silakan sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang masih Anda miliki terkait dengan praktik pembelajaran sosial dan emosional kepada instruktur Anda melalui kuesionner ini.
Sebelum Anda menuliskan pertanyaan, Anda bisa melihat terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan yang sudah dituliskan oleh CGP lain.
Klik Answer the question untuk menuliskan pertanyaan yang ingin ditanyakan.
Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP melakukan refleksi pengetahuan sebelum, selama, dan sesudah mempelajari modul ini
Pertanyaan Pemantik untuk Sesi Pembelajaran 6:
Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional?
Apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya?
Selamat datang kembali Bapak/Ibu CGP dalam rangkaian sesi ke-7 Pembelajaran Sosial dan Emosional.
Pada fase sebelumnya, Anda telah melakukan proses elaborasi pemahaman untuk mengembangkan praktik pembelajaran sosial dan emosional yang lebih solid. Kali ini, Anda diajak untuk merumuskan kesimpulan dari proses pembelajaran yang sudah Anda jalani dalam modul ini dengan tetap mengkaitkan dengan modul-modul sebelumnya.
Silakan jawab pertanyaan di bawah ini dengan menyelami pengalaman dan pemahaman Anda hingga tahap ini.
Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa …… sehingga…..
Setelah mempelajari modul ini, ternyata ………….
Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:
Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah:
bagi murid-murid:
bagi rekan sejawat:
Klik tombol New blog post untuk melakukan kegiatan koneksi antar materi.
Tujuan Pembelajaran Khusus:
Membagikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran sosial dan emosional dengan 4 indikator, yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan serta merefleksikannya.
Selamat Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!
Akhirnya Anda telah tiba di sesi pembelajaran terakhir dari Modul Pembelajaran Kompetensi Sosial dan Emosional. Aksi Nyata dalam modul ini mensyaratkan Anda untuk membagikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran sosial emosional yang telah Anda lakukan selama ini. Silahkan lihat kembali proses implementasi yang sudah Anda lakukan.
Setelah Anda membagikan implementasi Anda kepada rekan sejawat atau komunitas Anda, refleksikan pengalaman tersebut dengan menggunakan kerangka 4P (Peristiwa - Perasaan - Pembelajaran - Penerapan). Refleksi ini dapat diunggah ke situs portofolio digital Anda.
Berikut adalah pertanyaan panduan yang dapat Bapak/Ibu gunakan:
Apa yang Bapak/Ibu lihat dalam proses tersebut? (Peristiwa)
Apa yang Bapak/Ibu rasakan sehubungan dengan proses yang Anda alami? (Perasaan)
Apa hal yang bermanfaat dari proses tersebut? (Pembelajaran)
Apa umpan balik yang Anda dapatkan? (Pembelajaran)
Apa yang ingin Anda perbaiki atau tingkatkan agar ini berdampak lebih luas? (Penerapan)
Anda tidak ditugaskan untuk melaporkan implementasinya ke dalam LMS. Namun pada pendampingan individu berikutnya, Sebagai informasi tambahan, pada kunjungan pendampingan individu ke-4, Anda juga akan memiliki kesempatan untuk mendemonstrasikan pembelajaran sosial dan emosional di hadapan Pengajar Praktik. Kami berharap, Bapak/Ibu tetap menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan juga terus mengajak rekan guru lain untuk menerapkannya juga.
Silahkan gunakan forum ini untuk berdiskusi terkait implementasi aksi nyata yang akan Anda lakukan, atau berbagi ide, gagasan, saran/masukan, solusi, ataupun permasalahan dan pengalaman dengan CGP lain.