Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak
Memunculkan Nilai-nilai dan peran guru penggerak dalam diri sendiri
Pemahaman tentang cara kerja otak dalam berpikir cepat dan lambat bisa dijelaskan melalui konsep yang dipopulerkan oleh Daniel Kahneman dalam bukunya "Thinking, Fast and Slow". Otak kita memiliki dua sistem utama yang digunakan untuk berpikir; SIstem Berpikir Cepat dan Sistem Berpikir Lambat.
Sistem Berpikir Cepat
Otomatis dan Instinktif: Sistem 1 bekerja secara cepat, otomatis, dan tanpa usaha sadar. Ini mencakup reaksi naluriah, respons emosional, dan keputusan yang berdasarkan pengalaman dan pola yang telah dikenal.
Heuristik dan Bias: Sistem ini sering menggunakan heuristik (aturan praktis) untuk membuat keputusan cepat, tetapi bisa rentan terhadap berbagai bias kognitif.
Contoh: Mengenali wajah seseorang, menjawab pertanyaan sederhana seperti "2+2", atau merespons situasi berbahaya dengan segera.
Sistem Berpikir Lambat
Analitis dan Sadar: Sistem 2 bekerja secara lambat, penuh usaha, dan logis. Ini digunakan ketika kita membutuhkan analisis yang mendalam dan pemikiran yang kritis.
Memerlukan Konsentrasi: Sistem ini memerlukan perhatian penuh dan bisa melelahkan. Ini diaktifkan ketika kita menghadapi masalah kompleks atau situasi baru.
Contoh: Menghitung masalah matematika yang sulit, membuat keputusan strategis, atau belajar keterampilan baru yang rumit.
============================================================================
5 dasar kebutuhan manusia mencakup:
Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival),
kebutuhan untuk diterima (love and belonging),
kebebasan (freedom),
kesenangan (fun), dan
kekuasaan/penguasaan (power)
Kelima kebutuhan di atas bermuara pada kebutuhan tiap jenis makhluk untuk melanjutkan generasi, termasuk juga manusia.
==================================================================================
Tahap Tumbuh-Kembang Anak (Teori Piaget, Erikson, dll.)
Tahap Sensorimotor (0-2 tahun): Memahami pentingnya eksplorasi sensorik dan motorik di awal kehidupan, saya mendukung kegiatan belajar yang melibatkan indera dan gerakan.
Tahap Praoperasional (2-7 tahun): Menyadari bahwa anak-anak pada usia ini berpikir secara simbolis tetapi seringkali tidak logis, saya menggunakan banyak gambar, cerita, dan permainan dalam pengajaran.
Tahap Operasional Konkret (7-11 tahun): Menggunakan pendekatan yang lebih logis dan konkret dalam pembelajaran, seperti eksperimen sains dan proyek praktis.
Tahap Operasional Formal (12 tahun ke atas): Mendorong pemikiran abstrak dan kritis melalui diskusi, debat, dan pemecahan masalah yang kompleks.
2. Sebagai seorang guru penggerak, nilai-nilai berikut ini sangat penting untuk dikuatkan:
1. Integritas: Memiliki integritas yang tinggi dalam semua tindakan dan keputusan yang diambil.
2. Kompetensi Profesional: Menguasai bidang keahlian secara mendalam dan terus mengembangkan diri dalam hal pengetahuan dan keterampilan.
3. Komitmen terhadap Pendidikan: Berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi semua siswa.
4. Empati: Mampu memahami dan merespons kebutuhan serta perasaan siswa dengan baik.
5. Kolaborasi: Mampu bekerja sama dengan baik dalam tim, baik dengan sesama guru maupun dengan stakeholder pendidikan lainnya.
6. Kreativitas: Menciptakan strategi pengajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa.
7. Kepemimpinan: Mampu menjadi teladan dan memotivasi siswa serta kolega.
8. Kesabaran dan Ketabahan: Menghadapi tantangan dan rintangan dengan sabar serta tidak mudah menyerah.
9. Keterbukaan terhadap Perubahan: Siap untuk beradaptasi dengan perkembangan baru dalam pendidikan dan teknologi.
10. Etika Profesional: Mematuhi kode etik dan standar profesional dalam semua interaksi dan kegiatan.
Nilai-nilai ini tidak hanya membantu guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter dan kepribadian yang baik pada siswa.
Membuat kesimpulan berdasarkan pengalaman dan aksi yang bisa dilakukan dengan rekan 1 kelompok untuk menguatkan peran dan nilai Guru Penggerak.
Dalam sesi ini kelompok kami mempresentasikan hasil diskusi tentang penguatan Nilai dan Peran Guru Penggerak di sekolah.
Menciptakan gambaran diri saya di masa depan, setelah mengikuti rangkaian program pendidikan Guru Penggerak
Melihat nilai dan peran saya sebagai guru penggerak di 3 tahun mendatang
Setelah kita mengikuti rangkaian pembelajaran mengenai pembentukan nilai diri serta nilai dan peran Guru Penggerak, saatnya berdiskusi dengan instruktur mengenai ragam praktik baik yang bisa dilakukan terkait penumbuhan nilai dalam diri seseorang.
Sesi gmeet dengan instruktur untuk mendiskusiakan den mengelaborasi nilai-nilai dan peran guru penggerak
Membuat kesimpulan berdasarkan materi modul 1.2. Nilai & Peran Guru Penggerak serta kaitannya dengan modul 1.1. Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan Nilai-nilai serta peran Guru Penggerak di masa mendatang