Pada kegiatan menyimak cerita, dua peserta didik bercerita sekaligus memerankan tokoh cerita di depan siswa lain. Cerita yang disamaikan mengenai tikus dan kucing. Sementara itu, siswa lain menyimak cerita yang di sampaikan. Setelah itu, siswa yang menyimak diberi kesempatan untuk menyampaikan tanggapan baik mengenai cerita maupun cara bercerita dua temannya.
Pertama, pembiasaan speech. Kegiatan ini membantu siswa untuk melatih kemampuan berbicara secara aktif. Beberapa siswa tampil untuk menyampaikan gagasannya di depan. Topiknya mengenai diri sendiri dan SMP Negeri 1 Purwakarta. Selain memperkaya kosakata dan pelafalan, kegiatan ini juga melatih kelancaran dan keberanian siswa dalam berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris.
Rapor pendidikan SMP Negeri 1 Purwakarta sampai saat ini masuk dalam kategori baik. Hal itu dapat dilihat dari rapor kemampuan literasi sebesar 97,78%. Selain itu, nilai rapor untuk kemampuan numerasi adalah 95,56%.
Kegiatan numerasi pada hari tersebut dikemas dalam bentuk permainan dan cerita. Hal tersebut dipilih karena pada hakikatnya semua orang suka dengan cerita dan lebih termotivasi ketika melakukan permainan. Oleh sebab itu, para peserta didik sangat antusias untuk mengikutinya. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mau maju untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Selain dapat belajar konsep numerasi, kegiatan ini juga dapat mengasah keterampilan komunikasi. Peserta didik dituntut untuk mampu menyampaikan secara lisan hasil perhitungannya di depan siswa lain.
Dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia memiliki ragam cerita unik dengan segala problematik dan keluguannya. Banyak kosakata baru yang bermunculan mulai dari anjay, anjir, ytta, slebew, mewing, riz, skibidi, bahkan kata panggilan “Co”. Penggunaannya pun sudah memasuki berbagai generasi baik GenZ, Alpa, Milenial, atau Boomer berbagai ruang dan waktu kehidupan masyarakat Indonesia.