FILE KENANGAN
Karya: Muhammad Ichsan
Benar katamu, kawan
Bahwa rindukan sembari kenangan
Bagaikan Fajar berubah senja
Siang terlalu terang, malam terlalu kelam
Skenario naluri telah berubah jejak
Tapi, mentari hanya satu
Dikau bersamamu aku merindu
Biar waktu laju, berlalu terpisah tiada.
Jalan ini tlah langkah sendirian
Waktu dan kenangan hilang arah tak menentu
Tapi...
Aku tak pasrah, menyerah untuk mengigatnya
Rindu ini tlah tersimpan dalam benakku
Logika naluriku
Bersatu dengan segala perubahan
Ingat!
Rindu akan sembari menjadi kenangan
PAHLAWAN INDONESIA
Karya: Mifta Hulzahra (14 th)
Wahai Pahlawan Indonesia
Pahlawan kusuma bangsa
Engkau tidak pernah lelah
Mengabdi Kepada negeri ini.
Engkau berani mengorbankan seluruh jiwa, raga
dan bahkan nyawamu
Demi negeri ini.
Tak gentar semangatmu.
Untuk terus memperjuangkan kemerdekaan.
Hari-harimu dihiasi.
Oleh pembunuhan dan penyiksaan
Sungai darah mengalir di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu berasal dari tubuhmu.
Namun semua itu.
Tak mampu runtuhkan semangatmu
Pahlawan
Kau benar-benar sangat berjasa akan kemerdekaan negeri ini
Terimakasih Pahlawanku
KENANGAN TAHUN LALU
Karya: Siti Ragea, 14 tahun
Begitu banyak kenangan di tahun ini
Ingatanku masih saja terbayang kenangan di tahun lalu
Setiap kenangan yang mengukir senyuman
Ungakapan kata-kata pun tak mampu menggambarkan
Betapa bahagianya aku di tahun itu
kenangannya bagaikan matahari yang selalu menyinari
Yang begitu hangat dan lembut
Waktu tak bisa dikembalikan
Kenangan itu hanya bisa tersimpan
di dalam sebuah memori kenangan
TEMAN
Karya: Zakiah Winola
Entah seperti apa rupamu
Suaramu dan tingkah lakumu
Pertemanan yang erat
Bahkan lebih erat dari
Teman setempat
Mempunyai banyak persamaan
Serta selera humor sama
Membuatku merasa
Beruntung bisa bertemu teman sepertimu
Setiap waktu bergurau
Dan tertawa bersamu
Meski hanya sebatas tmn jauh
Tidak heran jika akan asing
Pada nantinya
Karena sesuatu pernah bertemu
Pasti akan berpisah
TIKUS BERDASI
Karya: Ririn Elita Putri
suara langit ricuh
Suara hujan bergemuruh
Musibah pun jatuh
Ke tanah air Indonesiaku
Berdalih untuk membantu
Meminjam uang negaraku
Hanya untuk memperkaya dirisendiri
Tidak memikirkan rakyat miskin hidup
Tak mengisi perut tak terurus
Janji-janji untuk membantu
Memperbaiki negaraku
Menuntaskan kemiskinan
Itulah kata-kata tikus berdasi
Memperkaya diri sendiri
Tak punya hati nurani
Negaraku Indonesia
Cepat pulih dari korupsi
GURU
Karya: Khairunisa Sabirina, 13 tahun
Kaulah penerang bagi hidupku
Yang membimbingku di saatku terjatuh
Kau sebagai pelita di hidupku
Tak pernah kulupakanmu meski jauh
Guru, terimakasih atas ilmu yang kau berikan
Tanpamu aku takkan bisa sukses
Nasihatmu kuingat sepanjang hari
Doakan aku kelak menjadi orang yang sukses
Kau rela menahan kantuk demi nilaiku
Setiap hari kau selalu memeriksa tugasku
Tak pernah kau berkata lelah
Tak kau biarkan aku susah
Wahai guruku
Bimbinglah aku
Agar sukses hidupku
Takkan bisa terbalas semua jasamu
Maafkanlah diriku
Yang selalu buat mu marah
Bukan maksudku menyakitimu
Hanya karna kusedang susah
Bukan karna ingin menyakitimu
Guruku
Maafkan aku
SOSOK ISTIMEWA
(Karya: Tiara Revita)
Engkau adalah seorang ibu
Pertaruhkan nyawa demi melahirkanku
Engkau kuibaratkan seperti bidadari tak bersayap
Engkau adalah istimewa
Bagiku
Engkau pahlawanku
sangat berjasa bagiku
Akan kubuat engkau bahagia dengan kesuksesan kunanti
NEGARAKU INDONESIA
Indonesia...
Negara yang jaya
Negara yang makmur sentosa
Negara yang mempunyai banyak ragam budaya
Indonesia...
Mempunyai banyak pahlawan berjasa
Yang tak kenal kata menyerah untuk membuat dirimu merdeka
Indonesia...
Alam mu sungguh indah
Kau mempunyai banyak flora dan fauna
Yang memanjakan mata
Indonesia...
Di sini tempat ku di lahirkan
Di sini tempat ku bertemu teman-teman
Untuk bermain bersama
Terima kasih indonesia
KASIH SAYANG YANG DIRINDUKAN
(Karya: Selvy Ramadhani Balqis)
Oh angin berhembus lembut
Aku sangat merindukan semua tentangnya
Namun nasi sudah menjadi bubur
Tidak dapat lagi aku mengungkapkan padanya
Hanya dalam doalah aku bisa melepas kerinduan itu
Karena Tuhan sudah memisahkan alam kami
Andai waktu bisa diulang
Aku sangat ingin dipeluk erat oleh kasih sayangnya
Aku juga merindukan semua ucapannya
Yang selalu memberikan nasihat yang begitu berharga
Tak ada lagi yang membahagiakan selain Agustus
Dari mekarnya bunga di bulan itu
Sampai membuat jejak yang sangat berharga
Tak kan kulupakan sedikitpun kenangan di bulan itu
Akan selalu melekat di hatiku
Kuharap semua yang ku alami di …
MATAHARI
Tak ada yang lebih terang
Dari sinar matahari
Menerangi bumi
dari pagi sampai senja
Cahaya yang hangat terasa
Memberi semangat untuk bekerja
Dengan matahari
Kita melakukan berbagai aktivitas
Mengejar cita-cita
Matahari
Selalu menerangi
Walaupun jarang berterima kasih
Dari hati manusia
ENGKAU MENTARIKU
(Karya: Dini Nafira)
Ibu kamu itu
Kedamaian yang menyertaiku
Walaupun rambutmu kini mulai memutih
Tapi bagiku sosokmu tetaplah sama
Tuhan...
Keinginanku
Hanyalah satu
Bahagiakan ibuku
Jangan sampai air mata menetes dimata ibuku
Ibu kaulah surga bagiku
Kaulah mentari yang mewarnai hidupku
Menjaga dan merawatku
Kaulah malaikat penjagaku
Ibu suatu hari nanti aku akan membahagiakanmu
Meski semua jasamu
tidak akan pernah bisa aku balas
Dengan apapun itu
Ibu kaulah cinta pertamaku
Dan selamanya.....
Tidak akan pernah tergantikan
I love you mom
AYAHKU
(Karya: Noval Maulana Triama)
Oh ayahku sosok pahlawan bagiku
Laki laki hebat
Tlah mendidikku
Seperti sekarang
Oh ayahku betapa mulia hati mu
Kau korbankan segalanya demi anakmu
Kau banting tulang hanya untuk anakmu yang tersayang.
Air mata ini tak mampu membalas semuanya
Semua yang telah kau lakukan untuk hidup kami
Semua yang telah kau berikan kepada kami.
Aku berterima kasih terhadap dirimu.
CORONA
Kapan kau akan berakhir..
Kau selalu menghantui manusia dibumi ini..
Namamu disebut sebut dibelahan dunia..
Bahkan tersebar kepelosok negeri
Kami anak yang rindu akan kedamaian
Kedamaian di negeri ini..
Kedamaian yang membuat kami nyaman akan melakukan sesuatu yang kami rindui..
Corona...
Begitu lama engkau berkeliaran di muka bumi ini..
Begitu ganasnya dirimu hingga merenggut banyak nyawa yang tak berdosa..
Balita, anak anak, remaja, bahkan orang tua meninggal karena dirimu..
Corona...
Semua ingin engkau pergi dan menghilang...
Semua ingin engkau lenyap dari muka bumi ini..
Semua ingin engkau musnah Corona....
Kami hanya ingin menikmati hari hari dengan gembira…
CERAH
Karya: Alfa Rijji Rizki Maulana
Kubuka jendela kamarku.
Kudengar burung berkicauan.
Sambut udara sejuk.
Ayampun Ikut berkokok.
Sambut mentari dari peraduannya.
Kududuk di teras rumahku
Sambil memandang sinar mentari
Terangi seluruh alam semesta
Terkagum-kagum sinar mentari begitu cerah
Pagi cerah Ini Janganlah kau pergi
Ingin kuberlama-lama
Mentari pagi yang cerah.
Terimakasih wahai entariku
Karna kau tlah mencerahkan dalam semesta ini
GELAP
Karya: Nabila Alyani Irva
Malam ini langit
Lebih gelap dari sebelumnya
Bulan dan bintang
Semakin hari semakin
Meredup dan menghilang
Seperti diriku
Hatiku lebih gelap dari sebelumnya
Senyum dan tawaku
Semakin hari semakin
Meredup dan menghilang
Tetapi
Meski senyum dan tawaku
Semakin meredup dan akan menghilang
aku bangga dengan diriku
Yang masih bisa bertahan
Sampai hari, menit, dan detik ini
Hidupku
Tak semanis gula
Namun sepahit kopi
Tak seterang cahaya
Namun segelap ujung lautan
SAHABAT
Karya: Aisyah Qatrun Nada
Engkau adalah tempatku berteduh di kala hujan menerpa
Sahabat tempat ku untuk berbagi cerita
Kalian bagaikan payung yang bisa melindungi ku
Kita mengalami susah senang bersama
Banyak kenangan tlah di jalani
Akan selalu membekas di memori kita
Persahabatan itu tidak bisa dibeli
Melainkan akan timbul sendiri nya
Bayanganmu takkan pernah sirna
Bagaikan matahari sinari bumi
Persahabatan aku dan kalian
saksi perjalananku
Sahabatku sampai kapanpun
Hingga mautlah ‘kan pisah kita
Terimakasih sahabat
Atas kenangan indah kau berikan
INDAH BUMIKU
Karya: Afdhol Ambera Rahmadan
Selamat pagi bumiku
Sinar mentari terangi pagi
Embun basahi dedaunan
Udara segar pagi ini
Mentari terangi kamarku
Beranjak dari kamar
Berjalan keluar rumah
Tuk hirup udara segar
Seketika aku tersenyum
Dengan melihat sinar mentari yang indah
Bunga-bunga yang sangat mekar
Dan kupu-kupu yang hinggap di bunga
Aku bersyukur masih kurasa
Udara segar lantas menghirupnya
POHON HIJAU BATANG DAN RINTING
Karya: Nasyifa Rahma Fitria
Ia masih seperti dulu
Terlihat seperti malam kemarin
Ia masih seperti dulu
Kulihat kemarin siang
Masih ia tetap seperti dulu
Terlihat lagi pagi kemarin
Hujan terlalu lama untuk di turunkan.
Matahari terlalu panas untuk di mandikan.
Alam melalang,embun pagi berganti butiran debu.
Debu menggelora
Panas menyengat pun datang
Ia masih seperti yang dulu.
Terlihat pagi ini,mentari menyinari dunia.
Ia masih seperti dahulu
Kulihat lagi senja ini,menggelang sunyi.
Menatap matahari
Batang,rinting
Ia masih seperti dulu
Tetap kuat,tidak rapuh menusuk perut bumi.
Batang rinting seperti dulu.
Kulitnya cokelat,merona menyerap mantari
POTONGAN SURGA NUSANTARA
Karya: Nurfa helwi adinda
Renungan pagi
Saat burung berkata merdu
Menyanyi kicau sendu
Tentang alam hari ini
Disana terhampar potongan surga
Terlukis dalam ranah keindahan
Langit selaksa biru nan indah
Awak berarak mengikuti sang angin
Padi menunduk dalam kebersahajaan
Terhampar diatas permadani kuning alam persawahan
Gunung terlihat gavah menjulang penuh di gadya
Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari
Inilah indonesiaku
Potongan surga Tuhan kirimkan ke kita
Inilah Indonesiaku,keindahan lukisan Tuhan
Tergores di kamvas negriku
Inilah Indonesiaku,
amparan keindahan hias tanah airku
Inilah indonesiaku,tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan
RANAH MINANG
Karya: Carissa Suci Stevani
Wahai Ranah Minang...
Tempat Aku Dilahirkan
Pada Tanggal 21 September 2006
Di Sumatra Barat Kabupaten Dharmasraya
Ranah Minang ......
Alammu indah begitu sejuk dirasakan
Air terjun, gunung-gunung-Mu
Indah dipandang
Wahai Ranah Minang...
Desamu takkalah indahnya
Perpohonan rindang
Masyarakatmu elok budi tau sopan santun
Ranah Minang ......
Rumah gadang bergonjong yang begitu indah
Atap rumah mu runcing seperti tanduk kerbau
Terbuat dari ijuk
Wahai ranah Minang...
Khas makananmu begitu banyak
Salah satunya rendang
Yang terkenal hampir mancanegara
ILMU
Karya: Rayhana Tuqolbi
Kau adalah bintang di gelap nya semesta
Menerangi jiwaku dengan seberkas cahaya
Kau bagaikan laut lepas yang sulit untuk ku menyatukan nya dengan daratan dan memisahkan nya dengan ion
Dan bagaikan gang sempit yang membuatku tak mudah berlari didalam nya.
Engkau bukan sekedar buku maupun majalah
Ilmu... Aku ingin menguasaimu sepenuh nya
Ingin ku menggenggammu ditelapak tangan ku
Ingin ku menjadikanmu pedoman dalam hidup ku
Inginku menjadikanmu cahaya dalam diri ku
Ilmu tulis bisa membuat 1000 lebih buku
Ilmu astronot bisa pergi ke angkasa dan mengelilingi planet
Dengan ilmunya, Habibie merakit pesawatnya
Raihlah ilmu sampai kenegri cina
Walau beribu tangan dan kaki menghantamku
Akanku bangkitkan dunia
Kanku bangkitkan semangat sanubariku
Tuk bersungguh-sunguh mendapatkanmu
Ilmu..terangi lah jiwa ku sebagai bintang yang menerangi malam
Terangilah kehidupan ku walau nantik langit akan menggantikan siang dengan malam
Walau pun dunia terbentang bagaikan samudra yang luas
Tetapi ilmu tidak tergambar akan luas nya pengetahuan
AYAH
Karya: Zikra fardilya
Ayah...
Engkaulah pahlawanku...
Siang malam kau bekerja demi anak-anak mu
Sungguh mulia jasamu ayah
Ayah...
Kini wajahmu mulai menua
Tulangmu mulai rapuh
Tetapi semangatmu tak pernah rapuh
Ayah..
Kau ajarkan aku makna kehidupan
Kau ajarkan aku arti kasih sayang
Dan kau mendidikku dengan penuh kasih sayang
Ayah..
Kau rela berkorban nyawa
Demi anak-anak mu
Sungguh mulia hatimu
Ayah..
Kini anakmu sudah besar
Izinkan aku membahagiakanmu
Terimakasih atas jasa-jasamu.
RUMAHKU
Karya: MHD.Zaki Asyrof
Oh rumahku...
Engkau sungguh berjasa pada diri ku
Engkau melindungi ku dari air hujan
Dan juga melindungi ku dari panasnya matahari
Oh rumahku...
Engkau tempat berkumpulnya keluarga ku
Tempat dimana aku tertawa bahagia
Dan juga menjadi tempat saat aku bersedih
Rumahku...
Engkau juga menjadi tempat Saat aku beribadah
Menjadi tempat saat aku kena marah
Engkau juga menjadi tempat saat aku marah marah
Oh rumahku...
Aku benar benar berterima kasih atas jasa jasa mu
Telah membuatku aman dari bahaya
Percayalah suatu saat aku akan membalas jasamu
Dengan cara
Merenovasi setiap bagian darimu
Mengganti warna mu yang sudah memudar
Percayalah dengan janji ku ini wahai rumah ku
BUNDA
Karya: Meysa Adilla
Seribu kata tak akan bisa mengartikan
Kasih sayangmu
Ratusan cerita tak akan dapat
Menyampaikan pengorbanan mu
Tak ada satu pun orang yang dapat menggantikan
Posisimu
Tak akan ada yang dapat menggantikan
Peluk hangat mu
Berkat dirimu, aku hadir
Berkat dirimu,aku tumbuh
Berkat dirimu, aku berjuang
Terbaik untukmu
Aku tak akan tahu rasanya hidup
Tanpamu
Jika semua orang pergi aku hanya
Mengharapkan dirimu di sisiku
Bunda,,,
Dirimu selalu memeluk ku saat aku bersedih
Dirimu selalu menyemangati ketika aku gagal
Dirimu selalu memaafkan jika aku berbuat salah
Bunda,,,
Begitu banyak hal yang inginku sampaikan
Dengan satu kata AKU MENYAYANGIMU BUNDA
BANGKIT
Karya: Rhadiatul Ayla
Sejatinya, tidak ada hidup orang lain yang tidak bermasalah
Ingat konsepnya..
"Tidak ada hidup orang lain yang tidak bermasalah"
Bahkan takarannya sudah pas sesuai kemampuan
Karna kembali lagi kepada hakikat hidup.
Bahwa hidup, tidak selalu hanya tentang apa yang kita suka
Tapi hidup juga membawa kita kepada hal-hal yang kita tidak suka
Namun kita terima dan jalani
Tidak ada masalah yang tidak selesai
Selagi kita mau berjuang dan berusaha untuk menyelesaikannya
Sebab karena kita mampulah maka kita di uji
Mungkin saat ini hidup kita terasa berat, dan sulit..
Tapi seberat berat nya masalah kita
Sesulit apapun jalannya..
Jangan pernah melupakan satu hal,
Bahwa kita selalu punya Tuhan.
Percaya atau tidak,
"Akan selalu ada rencana yang baik dari Tuhan, yang terkadang
di bungkus dengan cara yang tidak kita sukai"
PENYESALANKU
Karya : Nabila Hafizah
Dengan penuh harapan aku menunggumu,
walaupun aku tahu bahwa kau tidak akan pernah kembali lagi di kehidupan ini.
aku menunggu mu seperti gedung pencakar langit yang tidak akan bisa menembus indah nya awan di atas sana.
Tidak peduli seberapa besar penyesalan ku ini.
Karena waktu ini tidak akan bisa kembali ke masa lalu
dan diriku ini ingin belajar bagaimana penyesalan ku ini tidak semakin dalam
karena semuanya tidak akan pernah kembali seperti awalnya lagi.
ANGIN
Karya : Rani ismawati
Kau memang tidak terlihat
tapi kau slalu menyejukkan
Kehadiranmu kadang
Di sadari
Tapi percayalah kami semua membutuhkanmu
Hanya dirimu yang bisa menciptakan
Kesejukan dengan tulus tanpa pamrih
Berbeda dengan angin buatan manusia
Yang tidak sebanding denganmu
Kau hanya bisa ku raba
Tanpa bisa ku sentuh
Tapi percayalah aku sangat
Membutuhkanmu....
Dengan penuh harapan aku menunggu mu,
walaupun aku tahu bahwa kau tidak akan pernah kembali lagi di kehidupan ini.
aku menunggu mu seperti gedung pencakar langit yang tidak akan bisa menembus indah nya awan di atas sana.
Tidak peduli seberapa besar penyesalan ku ini.
Karena waktu ini tidak akan bisa kembali ke masa lalu
dan diriku ini ingin belajar bagaimana penyesalan ku ini tidak semakin dalam
karena semuanya tidak akan pernah kembali seperti awalnya lagi.
AYAH
Karya: Zhyfa Wina Wassalam
Terlihat lesuh dan kotor dirimu
Mata mu cekung badan mu letih.
Tidak perna mengatakan
Letih....
Capek....
Hanya untuk anak mu ini.
Oh Tuhan yang kuasa...
Kuatkan dan berikan lah
Untuk nya kekuatan dan kesehatan
Oh ayah....
Entah kapan kami bisa
Membuatmu bahagia
Entah kapan kami membalas budi mu
Oh entah kapan?
Tidak ada waktu untuk
Bercanda bagi kami.....
Tidak ada waktu untuk
Bermain sama kami...
Ayah......
Itu hanya untuk masa depan kami
Terimahkasih ayah....
GURUKU
Karya: Mozza Ramadhani
Engkau begitu mulia
Dalam hidupku
Mengajarkan kami
Dari kami yang tidak
Bisa apa-apa
Menjadi seperti sekarang
Ini mengajarkan....
Dan membimbing kami
Dengan sabar dan selalu tersenyum
Dihapan kami semua
Tidak ada kata terlambat dari mu
Untuk kami
Selalu, selalu, dan selalu...
Tersenyum dalam keadaan apapun tidak ada kata lelah...
Sedikitpun darimu
Mengajarkan kami
Terimakasih guruku
Engkau begitu berarti dalam hidupku....
BUNDAKU
Karya: Sofwa Prayosia. M
Engkau yang kusayang
Engkau selalu menjagaku
Engkau selalu menyayangiku dengan tulus...
Engkau selalu memanjakanku
Engkau selalu menjagaku
Dengan baik dan mendidikku dengan benar...
Engkau tidak lupa Memberiku makan..
Engkau selalu mengingatkanku makan
Sholat 5 waktu
Wahai bundaku
Aku akan menyangi engkau
Seperti engkau menyayangi ku
Di waktu kecilku...
Wahai bundaku..
Aku sangat berterima kasih
Kepadamu
QURAN
Karya: Arifa Khairinniswa
Firman sang Tuhan
Bagi Manusia yang membutuhkan
Di dalamnya tersirat segala pedoman
Di dalamnya tersirat segala alunan sajak
Siapapun pasti tak beranjak
Kala kita membaca
Siapapun pasti beriman
Kalau tahu isi kandungan
Siapapun pasti terpesona
Mendengarkan alunan berkumandang
Quran menunjukan jalan
Dari orang yang malang
Untuk mengabdi pada tuhan
Pasti datang kebahagiaan
Yang dijanjikan
Dari sang Tuhan yang Maha Penyayang
KEINDAHAN ALAM TIADA
Karya: Lulu Nabila Tricania
Alam yang mempesona
keindahan gunung dan laut
Dilihat dari berbagai pandangan tetap memanjakan mata
Keindahan alam
juga sangat menawan
ketika matahari terbit
Terdengar ombak berdebur
Di tepi pantai yang menawan
Segala resah juga luntur
Kini penuh kebahagiaan
IBU
Karya: Nada Fauziyah
Oh ibu..
Engkau bagikan malaikat tampah sayap,
Melahirkanku serta merawatku, setulus hatimu,
Walaupun aku suka marah-marah kepadamu.
Kau selalu sabar menghadapi sikapku,
Dan engkaulah ibu terbaik dan sabar,
yang menjaga keluargamu setulus hatimu,,,
Kalau aku sedih kau selalu menghiburku,
Ibu...
Terima kasih atas kasih sayangmu,
Terima kasih atas perjuanganmu,
Terima kasih atas perhatianmu,
Ibu...
Engkau cahaya penerang dalam hidupku
Terima kasih ibu.
TERIMA KASIH GURUKU
Karya: Aisyah Anggraini
Terima kasih guru...
Berkatmu aku tau aksara
Berkatmu aku paham logika
Berkatmu aku mengerti bahasa
Jasamu sudah mencerdaskanku
Jasamu sudah membuatku paham khazanah
Jasamu sudah membuatku menjadi orang yang bukan bodoh
Terima kasih guru...
Karena keringatmu
Karena suaramu yang habis
Aku menjadi manusia
Terima kasih guru...
Kami tahu rasa lelahmu mendidik kami
Kami tahu betapa nakalnya kami
Karena itulah maafkanlah kami guru
Terima kasih guru...
Guru terimakasih untuk jasamu
Terimakasih untuk semua yang telah kau beri
Semoga tuhan membalas semua jasamu