Karya: Aisyah Putri Hermanto
Pagi itu, saat matahari mulai terbit aku terbangun dari tidurku.Seperti pagi biasa aku akan berkemas untuk berangkat ke sekolah.Sesampainya di kelas aku langsung bertemu dengan sahabatku yaitu Nadia dan Azra, dan Nadia adalah teman yang paling dekat dengan ku karena kami sekelas.
Saat jam istirahat aku dan Nadia pergi ke kelas Azra untuk menjemputnya.Setelah menjemput Azra kami pun berangkat menuju perpustakaan kami mencari buku yang akan kami baca,"Ruangan apa itu?" Tanya Azra aku dan Nadia langsung menoleh ke arah ruangan tersebut.Kami memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan itu,dh di dalam nya terdapat banyak buku-buku tua.
Dan terdapat sebuah cermin tua yang sangat besar yang bercorak bunga-bunga,melihat cermin itu kami pun menghampirinya dengan rasa takut bercampur dengan rasa penasaran yang besar.Cermin itu tampak usang dan sudah lama tidak terpakai,namun masih tampak kokoh."Jangan menyentuhnya",ucap Nadia.Azra yang iseng menyentuhnya dan "Bumm",suara ledakan terdengar.
Kami segera mencari tempat persembunyian dan Cermin tua itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata.Melihat itu aku,Nadia,dan Azra pun keluar dari tempat persbunyian kami.Perlahan-lahan kami pun mendekati cermin itu,tiba-tiba kami tersedot ke dalam cermin itu dan kami berada di sebuah desa anta beranta yang tidak kami ketahui.
Aku,Nadia,dan Azra langsung panik karena kami tidak tahu dimana kami berada sekarang.Aku membujuk Nadia yang menangis dan mulai menyalagkan Azra yang menyentuh Cermin tua itu.Melihat itu aku mulai berpikir keras agar mendapatkan sebuah ide agar keluar dari desa yang ada di cermin tua itu.
"Berhenti menyalahkan satu sama lain!",ucap ku.Mereka terdiam dan melihat ku yang sedang berpikir,melihat ku yang sedang berpikir keras mereka mulai membantu memberi saran agar bisa keluar dengan cepat dari cermin tersebut.Azra mberikan saran agar kita mencari petunjuk di desa itu dan memberanikan diri kesana.
Dengan rasa cemas dan takut kami menjelajahi satu persatu rumah penduduk tersebut.Rumah rumah disana tamoang usang dan sudah lama tidak di huni,namun yang membuat heran kami bertiga yaitu petalatan di dalam rumah tersebut masih lengkap dan kokoh.Kami hampir menyerah karena tidak menemukan petunjuk apapun.
"Apakah kita harus disini selamanya?",tanya Azra dengan nada yang sedih," Aku tak mau disini selamanya!",ucap Nadia dengan nada keras,aku hanya bisa membujuk mereka agar tidak mudah menyerah.Namun kami tetap tidak menemukan petunjuk apapun di setiap rumah yang kami periksa.
Hanya ada satu rumah yang belum kami periksa dan dengan rasa penasaran kami mendorong pintu rumah tersebut dengan perlahan.Tiba tiba angin berhembus sangat kencang seolah menolak kami untuk masuk ke dalam.Dengan tekat yang kuat kami memberanikan diri untuk masuk ke dalam sana,menelusuri setiap ruangan yang ada.Ada sebuah ruangan yang unik yang pintunya berukir bunga-bunga seperti yang ada di cermin tua itu.
"Krieeeett",bunyi pintu yang di iringi hembusan angin dan di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah cermin yang sama persis di perpustakaan.Kami mulai mendekat dan " Bumm", seperti yang terjadi di perpustakaan.Kami mendekatkan diri dan tersedot ke dalam cermin tua tersebut.
Dan sampai di sebuah ruangan yaitu kamar ku,melihat sekeliling kami hanya terdiam dan memeluk satu sama kain karena peristiwa yang kami alami.Tidak meyangka cermin tua itu membawa kami ke sebuah desa anta beranta.Setelah kejadian tersebut kami tidak pernah datang lagi ke gudang dimana tempat cermin tua itu berada.
Karya: Ray. A. Mada Muhammad
Jembatan di pusat kota itu menghubungkan antara Tugu, Landmark kebanggaan kota Yogyakarta. Sepanjang jalan yang dipertemukan oleh jembatan bertaburan bangunan-bangunan megah dan mewah. Di sinilah ada sebuah kampung kecil terselip. Kampung Shurga begitu kampung itu biasa disebut. Nama yang mengisyaratkan ironi dan harapan. Selaksa siang malam dan gelap terang yang senantiasa beriring meskipun tidak pernah bertemu.
***
David Cahyo Purnomo, begitulah nama yang sangat diyakini kebenarannya oleh anak laki-laki yang belum lama memasuki usia remaja itu. Ia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Dishea Autumn Kassaya berumur 8 tahun. Mereka anak yatim piatu. Kedua orang tuannya mengalami kecelakaan tabrak lari saat pergi dinas ke Bandung dan naas keduanya meninggal yang menimpa David membuat hatinya hancur. Kini mereka tinggal di rumah yang sederhana peninggalan almurhum orangtuanya. Sejak itulah David berusaha mengurus adiknya dan menjadi tulang punggung keluarganya.
Hari-hari yang dilaluinya kini begitu sangat berat. Dia butuh pangkuan dan saudara kasih sayang dari seorang ayah dan ibu. Dia butuh uluran tangan seseorang yang mau berbaik hati kepadanya. Syukur-syukur memberinya bantuan dengan kerendahan hati. Namun, tak satupun yang peduli terhadap nasibnya. Kucuran air mata tak mampu ia bendung ketika teringat almarhum orangtuanya. Kini yang menjadi penyemangat David hanyalah segenap kecil yang menegarkan langkahnya, yaitu adiknya, Dishea. Rasa kecewa ataupun tak iklas dengan semua yang terjadi ia buang jauh-jauh. David segera bangkit. Ia tak ingin berlama-lama tenggelam dalam pergaulan batin dengan nasibnya. Dilangkahkannya kaki menuju tengah rumah. Dibasuhnya wajah yang kusut oleh air mata tadi dengan air wudhu. Ditunaikannya salat wajib. Dalam sujud yang dalam, ia mengadu kepada Sang pemilik hidup. Ia tumpahkan segala keresahan hatinya dalam rangkaian zikir tiada henti harapan-harapan ia sampaikan dalam untaian mutiara doa yang panjang.
Tekad David untuk merubah hidup melebihi kekuatan air pertama yang datang dari hulu. Pagi-pagi buta David mengambil tasnya dan bergegas mengeluarkan sepeda butut peninggalan ayahnya. Dengan langkah kayuan kaki yang tergesa-gesa. Ia mengayuh sepedanya ke rumah Pak Kasim untuk mengambil jatah koran yang ia jual kembali kepada pelanggan yang berhenti saat lampu jalan bewarna merah. Setelah itu, ia disibukkan dengan harinya untuk mengurusi Dishea. Mengantarkan ke sekolah, memcuci baju, memasak bahkan semua pekerjaan rumah ia selesaikannya. Esok paginya setelah David menjual koran, secepat kilat dia kembali ke rumah, Dilihatnya Dishea sudah bangun dan telah mengenakan seragam sekolah dasar. Tetapi wajah Dishea terlihat begitu sedih.
“Wah, sudah cantik kok masih cemberut?” Ujar David sambil menarik handuk, siap-siap mandi. “Mas, tahu tidak sekarang tanggal berapa?”Tanya Dishea pelan.
David menatap kalender yang juga sedang dilihat oleh Dhishea. “ Tanggal 11 ya?” “Mas David lupa ya hari ini hari apa?” Tanya Dishea. David terdiam sebentar sambil berpikir. “Sebentar ya, kakak mandi dulu”.
***
Sebenarnya David ingat hati ini hari apa. Tetapi ia berpura-pura lupa. Ia tahu hari ini adalah hari ulang tahun Dishea. Dada David terasa sesak. Ia belum punya uang sama sekali. Bayaran loper koran baru akan dibayarkan empat hari lagi. Begitu David keluar dari kamar mandi. “Oh Mas David ingat. Ulang tahun Dishea, ya? Selamat ulang tahunnya adikku sayang. Semoga segat selalu dan tambah pintar.”
***
“Mas David, Dishea ingin kue ulang tahun yang enak,” kata Dishea merengek. “Hmmmm... nanti pulang sekolah kita beli kuenya.” Sekarang sekolah dulu.
“Sungguh ya Mas?” kata Dishea sambil tersenyum manis. David mengganguk pelan sambil mengiyakan perkataannya. Setelah David pergi mengantarkan Dishea ke sekolah. Ia pun pergi membawa dirinya ke bengkel las milik pak Slamet untuk menjadi karyawan bengkelnya. Pak Slamet menerimanya. David memang masih bau kencur dalam menggeluti bidang ini. Kucuran keringat membasahi kepala David yang tengah bekerja keras. Ia tak peduli dengan keaadaanya yang sedang sakit. Dia optimis dan iktiar.
Pukul lima sore David beranjak pulang dari pekerjaannya. Saat David melangkahkan kaki yang pertama. Dia dihampiri pak Slamet yang sejak tadi memandang langkah gerak-gerik dalam bekerja membuat hati pak Slamet terkagum-kagum karena jari-jemarinya begitu rajin dan antusias dalam menghasilkan seni garapan las yang that is perfect. Tak lupa David katakan ucapan terima kasihnya pada Pak Slamet.
Dari hasil jerih payahnya, uang itu hendak ia belikan sebuah kue untuk Dishea. Sepeda buntutnya mengantarkan dia ke toko cake milik Bu Suarti bergegas David memilih kue yang paling enak dan menarik. Dikeluarkannya uang dari kantong celana David kemudian membayarnya kepada Bu Surti. Setelah David mengemas kue dengan rapi tiba-tiba Bu Surti memberikan bonus tambahan berupa satu buah kue lagi berukuran sedang kepada David. Hati David sangat senang diliputi ucapan terimakasih kepada Bu Surti.
Matahari mulai tenggelam di Barat dan siangpun ingin digantikan dengan malam. Langkah kayuhan sepeda buntut David cepat mengantarkannya pulang ke rumah. Ternyata Dishea sudah menunggu kepulangan Mas David sejak dari tadi. Saat masuk rumah, David dikagetkan dengan kedatangan Pak Kasim. Pak Slamet juga Bu Surti. Mereka semua merayakan ulang tahunnya Dishea. Dishea mengucapkan terimakasih pada Mas David dengan pelukkan hangat. Hati David bermekar bunga. Semyumnya mengembang sempurna. David merasa Tuhan benar-benar Maha Baik. Tuhan telah menunjukkan kebesaran kepada dirinya dan Dishea. David kembali tersenyum. Ia ingin semua yang dirasakannya saat itu mengkrital menjadi kebahagiaan yang abadi untuk David dan semua orang yang ia cintai juga untuk ayah dan ibunya di surga abadi.
****
Di sebuah daerah bernama dustland berdirilah sebuah kerajaan yg sangat besar dan megah,kerajaan itu adalah kerajaan Dust,tapi kerajaan itu tampak agak kacau,karena beberapa waktu belakangan ini perisai sakti yang melindungi daerah Dustland dan kerajaan telah hilang diculik oleh segerombolan perompak dari tanah terlarang,selain hilangnya perisai itu dustland sekarang juga dalam ancaman bahaya,yaitu bahaya akan diserang oleh naga merah yang berasal dari lembah bintang.
Sejak perisai itu hilang sang Raja selalu tampak cemas karena takut diserang oleh naga tersebut,sebenarnya raja masih bisa meredam serangan naga itu,tapi kekuatan armada perang tentara kerajaan tidak mampu untuk meredam serangan itu hanya perisai itulah yg mampu menangkalnya.Raja sudah berusaha keras untuk mengembalikan perisai itu tapi tak ada satupun batalion tentara kerajaan yang mampu memasuki daerah tanah terlarang,karena dustland sedang dalam bahaya rajapun membuat pengumuman bahwa siapapun yg mampu mengembalikan perisai itu maka dia akan dijadikan kepala prajurit,diberi emas batangan,dan dapat menikahi putri raja,walaupun hadiahnya tampak menggiurkan,sayangnya tidak ada satupun rakyat Dustland yg mau,sehingga pada suatu ketika datanglah empat orang pemuda pemberani yg mau mengembalikan perisai itu,mereka adalah Andi,Toni,Ed,dan Jim.
Berkat keberanian mereka rajapun mengundang empat orang pemuda itu ke kerajaan Dust.Awal nya raja bertanya kepada para pemuda itu bahwa dari manakah mereka berasal,Jim sang pemimpin kawanan itu pun menjawab bahwa mereka berasal dari hutan dust yang tempat tinggalnya tak jauh dari pemukiman warga,Jim juga mengatakan kepada raja bahwa setiap mereka memiliki satu keahlian yaitu mulai dari Jim yang ahli di bidang senjata dan berburu,Andi sang kartographer dan astronom,Ed yg ahli di bidang obat obatan dan penyamaran,Toni yg ahli di bidang peledakan dan senjata.Hari berikutnya pun tiba yaitu hari dimana mereka akan berangkat,keberangkatan mereka diiringi oleh prajurit kerajaan sampai wilayah hutan peri,karena prajurit kerajaan tidak bisa mengiringi mereka terlalu jauh,karena daerah setelah hutan peri adalah gunung trol,ya benar sekali dinamakan gunung trol karena di gunung itu banyak sekali Troll(mahkluk dari batu)yg tidak senang kalau daerah nya dilalui oleh orang asing.walaupun empat orang pemuda itu kesulitan melawan Troll yg menyerbu mereka,tapi akhirnya Troll itu dapat berhenti mengejar mereka,karena dihadang batu besar yg dituhkan dari gunung oleh Toni dengan dinamitnya.
Daerah yg mereka lalui selanjutnya adalah Lembah Bintang,yang merupakan tempat naga merah bersarang,daerah ini tidak lah berbentuk Bintang tapi dari deaerah ini lah bintang yang ada di langit bisa dilihat dengan jelas,Jim yang sebagai pemimpin terus menjaga keaman kawanan nya,Andi sebagai ahli peta selalu melihat rasi bintang agar mereka tidak tersesat di lembah itu,dan Toni sebagai pengaman selalu berjaga di belakang,lembah itu sangat mencekam karena disitulah naga merah bersarang dan juga tempat tinggalnya para Goblin yang kapan saja bisa menyerang mereka berempat,karena sudah terlalu lama berjalan Andi pun menyuruh kawanannya untuk berhenti dan beristirahat di sebuah tempat di lembah itu yg bernama tebing harapan karena hanya itu lah tempat yg aman di lembah bintang tebing itu juga dapat dipanjat,dari tebing itu Andi dan teman teman nya dapat melihat setiap daerah mulai dari hutan peri hingga tanah terlarang yg tak jauh lagi dari tempat itu.
Pagi pun tiba mereka berempat bersiap siap untuk berangkat menuju Tanah Terlarang,bagi masyarakat Dust,tanah terlarang bukanlah tempat yang menyenangkan karena di situ banyak sekali penjahat yang tinggal,setibanya di tanah terlarang Toni sebagai ahli ledakan menyiapkan jebakan dinamit terlebih dahulu untuk mengantisipasi jika mereka di serang para perompak,Toni memasangnya dengan hati - hati dan diam - diam.dia memasang dinamit itu di setiap pos perompak,Ed yang ahli menyamar pun langsung menyusup mengambil perisai itu,perisai itu disimpan di sebuah gudang tempat para perompak menyimpan barang jarahannya,selain itu gudang penyimpanan itu juga lemah keamanannya,setelah berhasil mengambil perisai itu dan kembali ke kawananya,sayangnya penyamaran diketahui oleh salah seorang perompak dengan segera mereka berempat pun langsung lari,Jim sempat menghadang para perompak itu dengan panah tapi tidak mempan setelah keluar dari tanah terlarang dengan segera Toni pun langsung meledakan dinamitnya untuk menghambat perompak itu,mereka tidak hanya berhasil mengambil perisai itu tapi mereka juga berhasil mengalahkan para perompak itu,sekarang mereka hanya memiliki satu misi lagi yaitu mengalahkan sang naga merah,sebelum melanjutkan perjalanannya menuju lembah bintang mereka beristirat dulu di sebuah desa kurcaci,Jim dan Toni yang ahli di bagian senjata sedang mempersiap kan senjata yang akurat untuk menyerang naga itu,mereka mempersiapkannya di malam hari dan pada paginya mereka pun langsung menuju lembah itu,Ed yang ahli di penyamaran pun langsung beraksi terlebih dahulu dengan menjadi batu,dengan hati hati Ed memasang dinamit yang telah disiapkan Toni di dinding lembah tempat naga itu kemudian kembali lagi menuju kawananya,selanjutnya Toni dan Jim pun mengambil ancang ancang untuk menyerang naga itu setelah aba aba dihitung mereka pun langsung menyerang naga itu, terjadi lah pertempuran antara mereka dan naga itu,untungnya setiap naga itu menyemburkan api nya ke Jim dan teman temannya mereka tidak pernah terluka karena mereka dilindungi oleh perisai sakti itu,untuk melumpuhkan naga dengan segera Toni pun mengaktifkan peledaknya,akibatnya dinding tembing itu Runtuh dan menimbun naga itu bersama reruntuhannya,akhirnya misi mereka berhasil.
Mereka pulang melalui jalur yang mereka lalui tadi karena berkat perisai itu para Troll pun tidak mampu lagi untuk menyerang mereka,setibanya di hutan peri mereka juga disambut oleh para peri yang telah mengetahui kemenangannya menumpas kejahatan di tanah ini,ketika sampai di Dustland mereka juga disambut dengan ramah oleh para masyarakat di sana,sang raja yang telah senang menyambut mereka denga jamuan makan kerajaan dan pesta kerajaan seperti yang dikatan raja sebelumnya melalui pengumuman bahwa siapapun yang berhasil membawa perisai itu maka akan dinikahkan dengan putri raja dan dijadikan kepala prajurit kerajaan,dan benar saja mereka mendapat istri sang putri Raja ,Jim menjadi kepala prajurit kerajaan,Toni berhasil menjadi kepala angkatan bersenjata kerajaan,Ed menjadi kepala tabib dan kesehatan di kerajaan itu,dan Andi menjadi pimpinan para kartografer Dustland.Sejak saat itu Kedamaian Dustland kembali dan tentram selamanya.
GAGAL PDKT
(Karya: Bagastio Putra Joandri)
Hari ini, satu sekolah sibuk dengan kegiatannya masing-masing karena tiga hari lagi siswi tercantik dan terpopuler di sekolahku berulang tahun. Tanpa sengaja aku mendengarkan percakapan dua orang teman sekelasku.
"Hey! Lo tau gak ? Rabu ini kanya ulang tahun loh," ucap Roni sang penggemar kanya. "Pastilah, siapa sih yang gak tau," ujar Fatih.
Sebenarnya aku tidak tahu kalau tiga hari lagi Kanya berulang tahun, mungkin karena aku siswa baru di sini.
"Lo pengen ngasih dia apa ?" tanya Roni. "Gue pengen kasih dia bunga. Bunga bank maksudnya," ledek Fatih. "Basi tau gak. Kalau gue sih pengen kasih dia baju pink. Ketika dia memakai baju itu, dia pasti terlihat tambah imut. Ih..udah kebayang," sahut Roni. "Udah jangan nghayal loh ! " sambung Fatih.
Meskipun aku murid baru, tapi aku tidak boleh kalah saing sama mereka. "Aku beri Kanya apa ya ?" ujarku. "Aku akan mencari hal-hal yang jarang ada," sambungku.
"Teng..teng...teng.." bel pulang berbunyi. Dengan segera aku pulang. "Bu, aku pulang.." "Makan dulu yuk !" ajak ibu. "Gak lah bu, aku mau pergi lagi," "Mau kemana ?" tanya ibu. "Cari kado buat teman," jawabku. "Teman apa demen ?" ledek ibu padaku. "Entahlah, bu," jawabku sembari mencium tangan Ibu.
Ketika aku berjalan-jalan mencari hadiah yang bagus. Aku melihat Kanya, "Itukan kanya, dia mau ke mana ?" aku pun mengikutinya. Lalu dia berhenti di depan toko kue dan menatap sebuah kue dengan berbagai buah di atasnya. Kemudian ia pergi dengan ratapan sedih. Aku tak tau kenapa dia sedih, tapi aku terus mengikutinya. Lalu ia berhenti di sebuah taman air matanya berlinang bak hujan deras turun dari langit.
Dia terus menangis. Aku pun menghampirinya "Hay, Kanya kan ?" aku pura-pura sok tau. "Kamu anak baru itu kan ?" " ya,maaf kamu kok nangis ? Ada masalah ?" tanyaku. "Gak kok ini cuma kelilipan." "Serius cuma kelilipan ?"
"Iya," "Aku boleh duduk ?" ujarku sambil menunjuk bangku di sebelah Kanya. "Oh, tentu boleh," jawabnya.
Aku pun berusaha mengajaknya bicara "Kamu cantik !" sahutku. "Apa ?" " gak kok, angin lewat," ucapku malu-malu. "Haha..kamu bisa aja, dimana-mana angin itu ada,"tawanya. Obrolan di taman itu memang sangat menyenangkan bagiku, karena dapat bercakap langsung dengan Kanya. Namun, setelah itu aku kembali memikirkan hadiah yang akan kuberikan pada Kanya.
Keesokan paginya, aku melihat Kanya sedang berbincang dengan Rozi adiknya Roni. Aku memang agak cemburu, mungkin aku cinta padanya,"Ah, gak mungkin. Aku gak mungkin bisa dapetin Kanya. Secara dia kan anak orang kaya. Nah aku ?" ucapku minder.
Lalu Fatih datang menghampiriku "Hay kriss, bengong aja,mikirin apaan sih ? BTW lo ngasih Kanya apa ??" " Gak tau nih, Fat,"ujarku. "Lo sendiri udah tau apa yang bakalan lo kasih ?" "udah dong," jawab Fatih. Tak lama kemudian, Ibu guru pun datang dan kamimsegera belajar.
Sepulang sekolah aku pergi ke toko kue yang kemarin dan memesan kue yang di lirik Kanya. Esok pagi aku menjemputnya,lalu ku titipkan ke securiti di rumah Kanya, "Pak tolong kasihin ini ke Kanya ya pak. Tapi, jangan bilang dari saya, bilang aja dari temannya," sahutku. "Oke dek," ucap pak securiti sambil mengajukan jempolnya.
Sesampainya di sekolah satu kelas kembali ribut. "Heh, lo dengar kabar gak? Kalo ada orang yang ngasih Kanya Fruit Cake. Padahal kan dia benci banget sama kue itu, " kata Roni. "Siapa sih yang berani ngasih kue itu ke Kanya ? Sengaja kali ya ?" sambung Fatih.
Aku gak tau kalo Kanya benci sama kue itu, dan aku merasa bersalah. Lalu aku pergi ke kantin untuk jajan, dan di sana orang-orang juga membahas hal yang sama. Aku pun tau ternyata Kanya menganggap kue itu yang telah membunuh adiknya. Konon kronologisnya adiknya masuk rumah sakit pada hari ulang tahunnya, bukannya langsung ke rumah sakit untuk melihatnya, tapi Kanya malah pergi mencari kue itu , dan sesampainya di rumah sakit, adiknya telah tiada. Sejak saat itu ia sangat benci dengan Fruit Cake. Meskipun sebelum tragedi itu ia sangat menyukainya.
Lalu Kanya datang mengahanpiriku "Apakah kamu yang sudah memberiku Fruit Cake itu ?" tanyanya. "B..bbukan, bukan aku,"aku gugup. " Oh,bukan kamu. Yaudah,rencananya aku akan berterima kasih kepada orang itu karena telah mengingatkanku pada adikku," ujarnya sembari meninggalkanku.
Aku merasa tambah bersalah karena telah membohongi Kanya. Aku pun mengejarnya dan berkata "Kanya, sebenarnya..." "Sebenarnya kamu yang ngasih aku kue itu. Gak usah bohong deh. Aku udah tau, " ujarnya. "Tau apa ?" tanyaku. "Kalo yang ngasih aku Fruit Cake itu bukan kamu tapi Rozi, tuh lihat !" sambungnya sambil menunjuk Rozi yang membawa Fruit Cake menuju Kanya.Sejak hari itu aku menyesal telah membohongi Kanya, padahal kalau aku jujur,pasti aku yang akan mendapatkan terima kasih dari Kanya dan bisa lebih akrab dengannya. Rencana PDKT ku pun gagal.
Jendela Sang Pemimpi
Kehidupannya dicatat dalam sejarah. Lima tahun silam ia diterima di University of Cambrige. Hidup sederhana, itu pilihannya.
Siapa yang tak kenal dia. Dengan pakaian lusuh, ia mengintip di balik jendela. Kertas bekas di tong sampah sekolah selalu dikumpulkan. Baginya, belajar tak ada batas.
“x2+ Y2-z=0, itu PR kalian hari ini”, kata Kadiman.
Cun menulis dibuku catatannya. Buku catatannya? Apa dia sekolah? Di mana sekolahnya? Pertanyaan tersebut tak asing lagi di telinga Cun.
***
“Semir, semir, semir.”
Ia berjalan sepanjang rel kereta api. Setiap hari Cun bekerja sebagai jasa semir. Mulung pun pekerjaan sampingannya. Ia harus menghidupi ibunya yang terkena stroke sejak dua tahun belakangan.
Tak jauh dari tempat Cun nyemir terdapat sekolah menengah pertama. Tepat di samping gerbang, Cun berdiri membawa kotak kecil dan kantong kresek yang berisi buku bekas. Cun menawarkan jasa semir terhadap guru-guru di sekolah itu.
“Eh keluar. Ini sekolah bukan emperan,” ucap Udin, selaku satpam di sekolah itu.
Dengan jurus andalan, Cun berhasil mengelabui si Udin. Tatapan panjang dan penuh perhatian, Cun memperhatikan guru dengan saksama. Meskipun merasa tak mungkin, Cun memiliki mimpi besar.
***
“Baiklah, sekarang kita kuis. x+y+z=1 Jika x= 1 dan z= 5 Berapa nilai y?,” ucap Kadiman.
“Y bernilai 5,” ucap Cun dengan lantang.
Kadiman terkejut. Ia pun mendekati sumber suara tersebut. Cun tepat berdiri di hadapan Kadiman. Ia menunduk seakan mengukur bayangan diri. Perlahan Cun menatap Kadiman. Matanya mengisyaratkan keinginan yang terpendam.
“Maaf, Tuan. Aku tak bermaksud untuk menggangu. Aku hanya ingin belajar,” ucap Cun dengan wajah pucat.
Kadiman mengambil buku dari tangan Cun. Buku bergambar obor itu penuh dengan catatan. Meskipun tidak secara formal, Cun tetap belajar.
Kekesalan Kadiman berujung simpati. Ia tak menyangka di gubuk kumuh terselip mutiara.
"Tolong jelaskan kepadaku darimana dapatnya nilai lima?" tantang Kadiman.
Tanpa ragu-ragu Cun memaparkan jawabannya. Dengan sedikit tersenyum, Kadiman pun membenarkan jawaban Cun.
"Jika seandainya kau sekolah, apa Kau akan bersungguh-sungguh?" ucap Kadiman.
" Tuhan murka jika jika amanahnya disepelekan.”
"Apa itu bisa kupegang?”
“Aku tak berjanji denganmu, Pak! Namun, aku berjanji pada diriku sendiri.”
Rasa simpati mulai tumbuh dalam diri Kadiman. Terbesit dalam pikiran Kadiman untuk mengatur siasat agar Cun dapat bersekolah bagaimana semestinya. Saudara bukan, kenal pun tidak tapi semangatnya tak diragukan lagi.
Kadiman mencari berbagai informasi mengenai Cun. Lewat Sandra, teman dekat Cun, Kadiman mengetahui kehidupan pribadi Cun. Kadiman pun menceritakan hal tersebut dengan rekan-rekan kerjanya. Ia berharap bantuan dari mereka.
***
Mentari belum memuaikan embun. Pekik si jago membangunkan Cun. Seperti biasanya, sambil memanaskan air mandi emak, Cun membaca catatan-catatan kecil miliknya. Helai demi helai dalam setiap satuan waktu tak terlewatkan begitu saja. Ruang kecil di kepalanya pun terisi dengan catatan-catatan tersebut.
Senyuman pagi mengantarkan Cun untuk mencari sesuap nasi agar bertahan hidup. Siapa yang peduli dengannya. Siapa yang mengerti keinginannya. Mimpi dan impian mungkin sudah terkubur.
Mungkin ini isyarat Tuhan. Seperti biasanya, dibalik jendela Cun mengikuti pelajaran. Tuhan mempertemukan Cun dengan Kadiman untuk kedua kalinya. Kadiman melihat kesungguhan di wajah Cun. Kadiman memanggil Cun. Cun tahu kalau dirinya pasti akan diusir seperti yang dilakukan guru-guru lain terhadapnya. Namun, kali ini tebakkan Cun salah. Tanpa berpikir panjang Kadiman memanggil Cun dan menawarkan Cun untuk sekolah. Ia pun bersedia membiayai sekolah Cun. Cun tercenggang. Seperti mimpi, tapi ini bukan mimpi. Tuhan memberikan jendela agar Cun keluar dari ruang hampa yang mengubur mimpinya.
***
Satu per satu doa Cun didengarkan Tuhan. Meskipun seragam bekas, Cun tetap semangat belajar. Disisihkan dan diejekkan bukan masalah baginya. Cun fokus pada impiannya.
“Eh, anak kampung. Semirin dong sepatu gue. Nanti gue bayar deh. Lumayan untuk makan siang,” ejek Silva dan teman-temannya.
Bukannya takut, tapi tak ingin dikatakan tak balas budi. Cun pun melaksanakan perintah Silva. Silva sangat membenci Cun karena ayahnya, Kadiman, selalu membandingkan dirinya dengan Cun.
***
Cun semakin berkilau. Cerdas plus multitalent itulah dirinya. Cun mulai dikagumi banyak orang. Sebagian dari mereka tak segan-segan memberi Cun uang sebagai wujud simpati.
Lima tahun berlalu bagaikan titik embun membasahi tanah. Berkat kesungguhan, Cun duduk di bangku kelas tiga SMA. Pemberi jasa semir itu tidak hanya membuat emak tersenyum bangga dengan prestasinya. Penghargaan presiden atas prestasi Cun meraih medali emas di olimpiade mathematic of Cambrige cukup membuat Kadiman bangga.
***
Dinamika mendekati Cun. Bukan karena uang, tapi kesungguhan dan keyakinan membuka jendela untuk menggapai mimpinya. Pria yang memakai pantofel hitam itu mengecek kerja karyawannya. Siapa yang tak kenal dia. Pria gagah dan bersahaya. Itulah Cun yang sekarang. Cun yang dihargai dan Cun yang menghargai. Kadiman pun tak perlu pikir dua kali untuk menjodohkan Cun dengan putrinya. Gadis yang dulunya mengejek Cun sekarang menjadi istrinya.
end
Retak tak Berarti Pecah
(Karya: Fauziati)
Retak tak Berarti Pecah
Keluarga adalah kelompok intim yang sangat penting keberadaannya. Peranan keluarga sangat penting bagi seseorang. Terutama keberadaan orangtua. Perhatian dan kasih sayang orangtua ternyata obat mujarat dalam membentuk karakter anak. Jadi, tidak ada anak yang nakal, melainkan anak yang kurang perhatian dan kasih sayang orangtuanya.
***
Ia termangu menatap langit senja. Mata bulat coklat itu seakan berkata pada kejora. Satu kata yang mungkin ia pun sudah lupa, yaitu bahagia. Pancaran matahari senja memperindah kulitnya yang sawo matang. Ia bernama Kessi. Seorang gadis cantik yang telah lupa arti kata bahagia. Rumah yang terbilang mewah itu seakan takberpenghuni. Bagaimana tidak, orangtuanya pergi pagi pulang malam. Mereka tak ada waktu mengamati perkembangan Kessi. Tak heran jika Si Mbok lebih tahu tentang Kessi daripada orangtuanya sendiri.
Suara itu kerap terdengar. Percakapan dua orang yang saling bertentangan. “Papa, nggak mau tau, Mama harus resain dari perkerjaan itu,” bentak Papa Kessi. “Kalau Mama resain, apa Papa sanggup sendirian nyari uang buat bayarin kuliah Kessi? Nggakkan? Mikir dong Pa,” bentak balik Mama Kessi. Hal serupa tak asing lagi bagi Kessi. Bahkan sudah menjadi makan sehari-hari keluarga itu. Kessi hanya terdiam sambil memandang keluar jendela. Saat itu hujan rintik-tintik. Suasana itu menambah pekat rasa Kessi yang sudah muak dengan semua itu. Tetes pertetes air mata pun membasahi pipinya.
***
Seperti biasanya, Kessi hanya ditemani Si Mbok makan. Mama dan Papanya sudah pergi kerja. Sejak kecil Kessi sudah terbiasa demikian itu. Jangankan untuk pergi piknik bersama, rapor Kessi saja Si Mbok yang mengambil di sekolah. Tak heran, jika Kessi lebih dekat dengan Si Mbok dibandingkan orangtua.
Suatu hari, Kessi mendapatkan surat panggilan orangtua dari pihak sekolah. Bagaimana tidak, sudah seminggu Kessi tidak masuk sekolah. Sebulan terakhir, Kessi terlihat berubah. Ia menjadi pemalas. Bahkan, ia lebih memilih pergi ke mall bersama teman-temannya dibandingkan belajar di sekolah. Namun, surat tersebut tidak diberikan kepada orangtuanya. Ia tahu, orang tuanya tidak akan pernah datang.
Kessi semakin berubah. Ia yang dulu suka mengurung diri di kamar sekarang lebih bebas. Dunia hitam pun mulai diselami Kessi. Hampir tiap malam, ia pergi dugem dengan teman-temannya. Namun, orangtuanya tak pernah peduli dengan hal itu. Mereka tidak tahu, jika putri semata wayangnya sedang tumbuh dalam dunia hitam. Toh, mereka pergi pagi pulangnya malam. Mereka pun tak pernah masuk ke kamar Kessi apalagi menanya Kessi kepada Si Mbok.
Sudah dua hari Kessi tidak pulang ke rumah. Si Mbok mulai pusing. Ia sangat mencemaskan Kessi. Si Mbok pun mengadukan hal tersebut kepada orangtua Kessi. “Nya, Non Kessi belum pulang ke rumah sejak hari kemaren”, ujar Si Mbok dengan wajah khawatirnya. Mama Kessi pun mulai khawatir. Ia menelpon pihak sekolah. Ternyata, Kessi sudah dikeluarkan dari sekolahnya. Mama Kessi pun kaget. Ia mulai panik. Tak lama kemudian, telepon pun berdering. “Ini dari pihak kepolisian. Anak Ibu di kantor polisi. Ia kami temui mabuk di sebuah club malam,” ujar polisi itu. Mama Kessi kaget. Telepon itu jatuh dari tangan. Ia pingsan.
***
Mama dan Papa Kessi pun datang ke kantor polisi. Tak satupun kata yang terujar dari mulut Kessi. Papa Kessi pun mengeluarkan Kessi dari kantor polisi. Mereka membawa Kessi pulang. Sampai di rumah, Papa Kessi langsung memarahi Kessi. Ia menampar Kessi. Tak seperti biasanya, Kessi tak hanya diam. Sambil menangis ia berkata, “Ma, Pa, seharusnya kalian sadar. Aku seperti ini karena kalian. Kalian tidak pernah memperhatikanku. Tidak pernah ada waktu untukku. Jadi, apa salah jika aku mencari perhatian sendiri? Di luar sana banyak yang memperhatikan aku. Di sana aku menemukan sebuah keluarga.” Kessi pun berlari ke kamar. Ia menangis tersedu-sedu sambil melihat fotonya waktu kecil.
***
Orangtua Kessi pun mulai sadar artinya sebuah keluarga. Mama Kessi memutuskan untuk resain dari pekerjaannya. Ia menyadari bahwa kebahagiaan Kessi lebih penting daripada kariernya. Sejak itu, kondisi keluarga Kessi pun membaik. Layaknya sebuah keluarga yang sesungguhnya. Papa Kessi pun sesekali menyempatkan waktu untuk pergi piknik keluarga.
Sambil melihat foto keluarga, Kessi pun mencoba merumuskan sebuah kata kebahagiaan dari cerminan hidupnya. Kebahagiaan dalam sebuah keluarga tidaklah diukur dengan seberapa banyak uang yang dimiliki. Namun, seberapa banyak perhatian, kasih sayang, dan rasa saling melengkapi satu sama lain.
Petualangan Tiga Anak Kembar Di Negeri Asing
(Karya: Cindy Handayani Putri)
Pada suatu hari ada tiga orang anak kembar yang bertualang ke negeri asing , tiga orang anak tersebut bernama Nana, Nini , dan Nono . Mereka akan melalakukan pertulangan di negeri asing ,sebelum mereka pergi Nana, Nini, dan Nono meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke negeri asing ," kami mau minta izin . " kata Nana .Kalian mau pergi kemana ," kata mama dan papa mereka . Kami pergi bertulang ke negeri asing apakah kami boleh pergi mama , papa . Sebenarnya mama dan papa nya tidak mengizinkan , tetapi Nana , Nini ,dan Nono membujuk mama dan papa nya , merekapun di izinkan pergi .
Setelah Nana , Nini , dan Nono di izinkan oleh orang tua nya Merekapun begegas mengemaskan peralatan nya untuk bertualang . Merekpun berangkat ke negeri asing tersebut, mereka pergi dengan mobil . Tak lama kemudian saat di atas mobil perasaan Nini tidak enak, tetapi Nini tidak memberi taukan tentang perasaan nya yang tidak enak kepada kakak , adik nya. Sekian lama di atas mobil merekapun sampai di negeri tersebut , setelah turun dari mobil mereka mengelilingi negeri itu , Nini melihat sebuah vila . Nini pun mengatakan kepada kakak - kakak , " kak.. Itu ada vila di sana ayo kita nginap di sana " kata Nini .
Lalu mereka jalan ke arah vila tersebut , tak lama kemudian datang seorang kakek yang pakai tongkat , kakek itu pun berkata " ada yang bisa kakek bantu". Kami numpang tanya kek siapa yang punya vila ini kata mereka ," ini vila kakek nak " kata kakek itu . Mereka nginap vila itu , hari sudah mulai malam Nana ,Nini , dan Nono pun tidur . setelah adik - adik nya tidur, Nana mendengar seseorang yang mengetuk pintu kamar nya tersebut, Nana pun mulai ketakutan tetapi demi adik - adik nya Nana melihat siapa yang mengetuk pintu kamar nya setelah di buka ternyata tidak ada orang .
Dan Nana tidak berani lama - lama membukak pintu tersebut , Nana menutup pintu itu lalu Nana bergegas pergi ke tempat tidur nya lagi menemu kan adik nya . Nana dan Nini sedih karena tidak menemui adiknya.
Keesokan hari nya mereka melanjutkan pencarian adik nya dengan mobil ,tetapi mobil nya rusak yang aneh nya di negeri itu tidak ada orang satu pun mereka panik dan pergi ke jalan raya , mereka manantikan mobil yang lewat . Ada satu mobil lewat di jalan raya tersebut mereka meminta bantuan ke mobil tersebut , dari kejauhan di dalam mobil tersebut nampak banyak orang tetapi di dekat cuman ada tiga orang .
Orang tersebut berkata ada yang bisa saya bantu" iiii....ya pak " saya perlu bantuan mobil kami rusak pak , tak lama kemudian mobil kami pun baik baik saja tetapi orang yang menolong mereka tadi hilang dan pergi entah kemana mereka pun bergegas pergi dari sana . mereka pun memberi tau kepada orang tuanya kalau adik nya yang bernama nono hilang , lalu orang tua nya panik , dengan kepanikan nya dia melaporkan kepada polisi dengan kehilangan anak nya .
Setelag beberapa hari , mereka mendengar Berita tentang adik ternyata adik sudah meninggal . Orang tua mereka terkejut dan bergegas pergi kejadian tersebut , mereka pun sampai ke tempat adik nya meninggal tersebut . Yang mengejutkan adik nya meninggal bukan karna terjatuh tetapi di bunuh orang , kami heran siapa yang membunuh adik kami .
Nana dan Nini menyelidiki kejadian tersebut mereka curiga dengan bapak tua yang mereka temui kemarin terus mereka mencintai orang tua yang di temui kemarin tetapi mereka tidak menemui nya lagi , kakek kemarin sudah hilang entah kemana pergi nya kakek itu .
Ternyata setelah di selidiki oleh polisi adik ku di bunuh oleh orang untuk menjadi tumbal untuk seserahan , mereka dan keluarga nya sangat sedih dan orang tua nya menyesal telah mengizinkan anak nya untuk bertualang ke negeri asing tersebut . Nana , Nono , dan orang tua nya baru tau kalau negeri itu angker dan selalu menumbal kan seseorang untuk seserahan .
ISTANA KECIL DI AWAN BIRU
(Karya: Mufid Al Gifari)
Pada suatu hari, hiduplah seorang anak yang bernama Arman.Ia tinggal bersama ibunya yang sering sakit-sakitan.Arman sekolah di SD 01 Jaya Sari, ia sekarang duduk di kelas 4. Arman adalah anak yang pintar disekolahnya,sangking pintarnya ia masuk SD pada umur 5 tahun. Ayah Arman meninggal dunia saat ia umur 3 tahun, karena itu ia sangat semangat sekolah untuk meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.
Sepulang sekolah ia berjualan koran diterminal dan digang-gang rumahnya.”Koran….koran…koram…” ia terus berteriak,sehingga ada orang yang ingin membeli korannya. ”Nak,korannya…” ia pun menghampiri orang yang membeli korannya.”Ini korannya pak” ia pun menodorkan koran tersebut kepada bapak itu “berapa harga korannya nak…???” , ia menjawab “ 3.000 ribu pak”.Bapak tersebut memberi uang kepada Arman. Bapak tersebut bertanya kepada Arman, “apa kamu masih sekolah nak…???”. “Masih pak, tapi saya setiap pulang sekolah jualan Koran pak”. Bapak tersebut bertanya lagi “memang ayah kamu tak berkerja lagi…???”. Arman terdiam sejenal, kemudian ia menjawab “ayah saya sudah lama meninggal pak, saya hanya tingal bersama ibu pak dan dia pun sering sakit-sakitan pak”. Bapak itu berasa bersalah, karena membuat Arman sedih dengan pertanyaannya dan ia memintak maaf kepada Arman. Arman hanya manggung saat bapak itu meminta maaf padanya dan ia pun pamit kepada orang yang telah membeli korannya.
Hari pun mulai sore, Arman pun pulang kerumahnya. ”Assalamualaikum buk…” ibunya pun menjawab “walaikumsalam, nak kamu sudah pulang…????”Arman pun menghampiri ibunya sambil membawa makanan dan obat untuk ibunya.”Sudah buk, buk makan dulunya sesudah makan ibuk langsung minum obat ya…???”.Ibu pun mengambil nasi dan obatnya dari Arman, dan menyuruh Arman untuk istirahat supaya Arman tidak terlambat ke sekolah.
Pagi harinya,teman-teman Arman menjembutnya. “Man, kita berangkat yuk…???”Arman langsung berpamitan pada ibunya.Sampai di sekolah Arman bermain dengen temannya sambil menunggu hasil lapornya keluar.Detik menerima lapornya pun tiba, ia pun merasa cemas apakah ia bisa mendapat nilai yang bagus.Ternyata Arman mendapat juara umum dikelasnya, teman-teman memberi selamat padanya.Ia pun merima lapor ternyata di lapornya tidak tertulis naik ke 5 tapi ke kelas 6.Betapa senangnya hati Arman tidak duduk di kelas 5 tetapi langsung kekelas 6.Buk Dina pun memberi selamat dan memberi semangat untuk belajar lebih giat lagi.
Selama libur sekolah Arman hanya mengisi waktunya dengan membantu ibunya berdagang dan jualan koran. Tidak ada waktu untuk bermain bagi Arman.Pagi-pagi sekali Arman sudah berangkat dari rumah untuk menjajahkan dagangan dan korannya.Tidak setiap harinya dagangan Arman terjual habis, sisa dagangannya dibawah pulang dan dimakanya bersama ibu.
Seminggunya kemudian, Arman sudah mulai bersekolah kembali. Teman-temannya memakai artibut baru, hanya Arman saja yang tidak memakai baju, sepatu dan tas baru. Tetapi, Arman tidak berkecil hati dia tetap bersemangat untuk sekolah.Tujuan Arman hanya bisa sekolah dan bisa membahagikan orang tuanya.Arman mempunyai teman-teman yang baik yaitu Dina, Kaila, Dino dan Anto mereka sering membantu Arman.
“Hai,, Arman…”, tema-temannya menyapa dengan semangat.
“Hai juga….”, Arman membalasnya dengan sengat.
“Arman kami punya baju, sepatu, dan tas baru untuk mu, kami membelikannya khusus untuk kamu loh….” Dina pun memberikan atribut tersebut ke Arman.
“Terima kasih ya teman-teman, kalian adalah teman terbaikku” Arman merasa bersyukur mempunyai teman-teman yang baik.
Bel masuk pun berbunyi, Arman dan teman-temannya masuk ke kelas. Sepuluh menit kemudian ibuk Dina pun masuk ke kelas, dan mengapsen murid-murid. Setelah mengapsen murid-murid, buk Dina memulai proses pembelajaran. Pada saat proses belajar dimulai, ada anak yang bernama Andi yang tidak suka melihat Arman dan teman-temannya karena, guru-guru selalu membanding-bandingkan ia dengan Arman. Andi berniat mengerjain Arman dan teman-temannya, ia menaruh kelereng di depan pintu kelas.
“Permisi buk..!!! Andi berusaha mengelabui buk Dina.
“Kamu mau kemana Andi..???”, tanya buk Dina dengan penasaran.
“Saya mau ke toilet buk…”
Buk Dina pun mengizin Andi untuk keluar. Satu jam kemudian, proses belajar pun selesai. Buk Dina pun keluar dari kelas, ternyata yang kena jebakan Andi ternyata buk Dina.
“Siapa yang naruh kelereng disini..???”
Andi pun merasa panik, ternyata yang kena jebakannya buk Dina bukannya Arman.Buk Dina melihat Andi panik, akhirnya Andi mengaku.Andi pun disuruh buk Dina ke ruang Bk dan ternyata Andi dihukum diskor selama satu minggu. Andi merasa kesal melihat Arman dan ia menyalakan Arman penyebab semuanya.
Jam menunjukan pukul 12.00 wib, Arman dan teman-teman pulang. Setiba dijalan Andi dan teman-temannya pun datang menghadang Arman dan teman-temannya.Mereka tidak terima diskor dan menganggap Arman lah penyebabnya.Untung datang Pak Iin, ia mencegah terjadi perkelahian antara Arman dan Andi. Andi dan teman-temannya kabur, pak Iin menyuruh Arman dan teman-temannya untuk langsung pulang kerumah, supaya mereka tidak dijail lagi dengan anak-anak nakal seperti Andi dan teman-temannya.
Sesampai di rumah, Arman langsung kekamar ibunya.
“Assalamuaikum buk..”, Arman menghampiri ibu sambil mencium tangan ibunya.
“Walaikumsalam, kamu sudah pulang nak…???”
“Sudah buk, buk tadi Arman dikasih sama teman-teman Arman ini buk”, Arman pn memperlihatkan atribut sekolahnya kepada ibunya.
“Alhadulillah nak, kamu sangat beruntung mempunyai teman-teman seperti mereka”, ibunya terharu.Melihat anak satu-satunya mempnyai teman yang mempunyai teman yang menyanyanginya.
Arman pun mengganti pakaiannya dan tidak lupa ia memberikan obat dan makan kepada ibunya. Setelah Arman selesai mengurus apa-apa saja yang diperlukan ibunya, Arman pun pamit kepada ibunya untuk jualan koran dan menjajahkan kue orang untuk ia jual. Dengan semangat Arman menjajakan dagangan dan korannya. Hari ini adalah hari keburuntungan Arman, karena dagangan dan korannya laku keras dan Arman menyetorkan hasil penjualan kue dan koran ke orang punya. Arman mendapat upah dan bonus dari hasil kerjany.Dan hari ini Arman dan ibunya bisa makan pakai lauk, tidak lupa juga Arman membeli obat kepada untuk ibunya.
Tidak terasa UAN (Ujian Akhir Nasional) sudah datang, Arman pun mengerjakan ujiannya dengan teliti. Tampak Andi yang sedang kasak kusuk untuk mencari contekan.Andi mengacam Arman untuk memberikan jawaban kepadaanya. Ternyata kecurangan Andi ketahuan oleh pengawas dan menyuruh Andi duduk di depan untuk mengerjakan ujiannya.
Satu jam berlalu, semua peserta ujian mengumpulkan hasil ujian tetapi, Andi belum selesai mengerjakan ujiannya. Andi pun menjawab asal-asalan.Ujian hari itu telah usai, tetapi Andi belum pulang, ternyata Andi menunggu semuanya pulang.Andi nekat untuk mencari kunci jawaban.Andi menyelinap ke ruang penyimpanan kunji jawaban dan soal ujian. Usaha yang dilakukan pun tidak sia-sia, apa yang dicari oleh Andi pun dapat.
Hari ini adalah hari terakhir ujian, semua peserta ujian merasa kuatir dengan hasil ujiannya.Tetapi, tidak berlaku bagi Andi. Andi dengan percaya diri hasil ujiannya akan bagus. Tiga puluh menit berlalu, semua peserta ujian masih mengerjakan ujiannya, tetapi Andi pun sudah selesai dan ia langsung mengumpulkan hasil ujiannya kepada pengawas. Guru yang pernah mengawas ruangan Arman merasa curiga kepada Andi, karena akhir-akhir ini Andi lebih dahulu mengumpulkan hasil ketimbang Arman yang terkenal kecerdasan di kelasnya.Semua guru-guru pun mencari tau kenapa Andi bisa lebih cepat mengumpulkan ujiannya dan semua soal yang dijawab Andi benar semua, sedangkan Arman murid yang cerdas mejawab ujiannya salah tiga soal.Petugas sekolah iseng-isng memutar CCTV, semua yang menyaksi perlaku yang dibuat Andi kaget.Ternyata Andi telah mencuri kunci jawaban ujian.
Hari-hari yang ditunggu tiba.Hari ini mengumumkan kelulusan SD 01 Jaya Sari, Arman membawa ibunya ke sekolah.Semua murid-murid dan wali murid semua telah hadir.
“Terima kasih kepada bapak-bapak dan ibuk-ibuk telah hadir untuk mengadiri kelulusan pada hari ini, Saya turut merasa bangga dan merasa kecewa dengan hasil yang telah diperoleh oleh murid-murid kita.”Kepala sekolah pun terdiam sejenak.
“Yang menggembirakan adalah salah satu anak atau murid kita yang mendapatkaan nilai yang paling terbaik diantara teman-temannya”.
Kepala sekolah ingin mengumumkan siapa akan mendapat nilai terbaik. Andi pun merasa percaya diri nya mendapatkan nilai terbaik.“Yang mendapatkan nilai terbaik adalah Arman putra dari ibuk Rodiah”.Semua teman-temannya memberikan selamat padanya, “dan Arman mendapat beasiswa ke SMP favorit”, sahut kepala sekolah.Setelah semuanya kelar.Andi pun dipanggil oleh kepala sekolah dengan ayahnya. Kepala sekolah menjelaskan semua apa yang telah dilakukan Andi selama ujian, ayah Andi pun kecewa padanya. “Terpaksa anak bapak harus mengulang setahun lagi karena telah melakukan kecurangan”, kepala sekolah pun menyampaikan kepada ayah Andi.
Dua minggu setelah pengumuman kelulusan di SD 01 Jaya Sari. Pada saat itu Arman masih berumur 9 tahun mendapatkan kesulitan pada saat masuk ke SMP, dikarenakan ia tidak cukup umur dengan pesrta pendaftar yang lain. Ibunya Arman merasa sedih karena Arman mendapat kesulitan pada saat masuk sekolah. Untung ada bapak kepala sekolah Arman dulu, dan Arman bisa masuk ke SMP favorit itu dan ia bisa menggunakan beasiswa untuk membayar sekolahnya.
Dua tahun setelah Arman lulus dari SMP, ia melanjutkan sekolah ke SMA. Pada saat Arman mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) ia tidak menemukan teman-temannya yang lama karena, teman-temannya masih duduk di SMP kelas dan Arman selalu menamatkan sekolah tidak seperti temannya. Ia selama bersekolah selalu melopati satu kelas. Ternyata ada seorang anak yang bernama Baim, berasal dari Jakarta pindah ke Bandung di karenakan ayahnya di pindahkan tugas. Akhir Arman tidak merasa ia sendiri selama MOS ada temannya Baim dan satu kelompok juga dengan Arman pada saat ia MOS.
Setelah MOS berakhir pentuan kelas pun di tentukan. Ternyata Baim dan Arman satu kelas. Mereka duduk berdua karena mereka belum mengenal teman-temannya satu kelas itu.Seminggu setelah menentukan kelas, sepulang sekolah seperti biasa. Saat ia menjajahkan kue dan koran, ada orang asing yang mendekatinya.
“Mau beli kue atau koran pak..???”, ia menawarkan dagangannya keorang asing tersebut.
“Tidak nak, tapi saya mau minta tolong untuk mengatarkan paket ini ke alamat ini…”
Arman pun mau mengantar paket tersebut kealamat yang diberi orang yang tak ia kenal tersebut. Di tengah perjalanan ada polisi yang menghadang Arman.
“Selamat siang nak…”, polisi pun menyapa Arman.
“Selamat siang pak, ada apa bapak…???”, Arman pun bingung kenapa polisi tiba-tiba menghampirinya.
“Boleh bapak lihat bungkusan yang kamu bawak itu nak…???
Arman tak mau memberikan ke karena itu adalah amanah baginya, tetapi polisi memaksa untuk melihat apa yang ada di dalam bungkusan itu. Ternyata isi narkoba, Arman tidak mengangka isinya barang haram.Arman pun dibawah kekantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut. Sesampai disana Arman ditanya dari mana ia mendapatkan barang haram itu. Ia pun menceritakannya dari awal, dimana ia mendapatkannya dan Arman pun melihatkan alamat orang yang diantarkan barang itu.
Ibu Arman pun menyetahui kabar kalau Arman di bahwa ke kantor, ibu Arman panik dan pergi ke kantor polisi. Setelah sampai dipolisi, ibunya pun melihat Arman yang sedang diintrogasi.Ada salah satu warga ada yang melihat kejadian tersebut dan menceritakannya.Arman pun diminta polisi untuk kerumah orang tersebut untuk mengantarkan bungkusan tersebut.
Sesampai dirumah tersebut, Arman mengetuk pintu rumah orang tersebut.
“Permisi….”, sambil mengetok pintu.
Keluarlah pemilik rumah tersebut, orangnya tinggi, seram dan tatapan matanya tajam.
“Ada apa kamu kerumah saya….???”, tanya orang tersebut dengan suara yang keras.
“Anuh…. pak, saya mengantarkan paket ini kealamat ini.”
Arman pun melihatkan alamat tersebut dan orang tersebut melihat kesekeliling halaman rumahnya untuk memastikan kalau tidak ada orang yang mengikuti anak itu, apa lagi polisi. Arman di persilahkan masuk. Arman pun masuk, ia tampak mengeluarkan keringat panas dingi. Orang tersebut menyuruh pemantunya untuk menyugguhkan minuman untuk Arman.Minuman Arman pun datang dan Arman pun diperselihkan untuk minum.Tetapi, Arman waspada kalau minuman itu beralkohol.Arman pun menplaknya secara halus.Arman pun pamit untuk pulang.Setelah beberapa menit Arman keluar dari rumah tersebut, benar saja ada sekolompok polisi menyergap orang tersebut. Arman pun teromah dengan kajadian yang baru ia alami. Ia takut kalau sekolah terhenti gara-gara kejadian iu. Ibu Arman tersebut menasihati Arman, jangan mau menolong orang lain kalau tidak dikenal, apalagi untuk mengantarkan sesuatu keorang lain. Polisi pun menghampiri Arman dan juga menesehati Arman, kalau harus berhati-hati.
Dua tahun setelah kejadian itu, Arman pada saat itu berumur 15 tahun. Sekarang ia kuliah di kampus yang ia idam-idamkan dan menjadi mahasiswa termuda diantara mahasiswa lainnya.Ia sangat senang bisa masuk kuliah dengan mudah tampa melakukan tes dan mendapatkan biaya siswa. Arman pun menamatkan kuliahnya selama 3 tahun dan sekarang ia berumur 18 tahun, tetapi ia sekarang menjadi dokter seperti yang di cita-citakan dari kecil.Ibu Arman sengat senang atas keberasilan anaknya.Ia seperti mimpi disiang bolong dan terasa terbang diatas awan yang menembus langit ke tujuh.Sekarang ia bisa membuat klinik sendiri.
Ibu ini hasil semangat mu dan selalu mendo’akan,sekarang aku bisa menjadiseorang dokter ”, ibunya hanya bisa tersenyum dan meratap nasib baik anak yang bisa menjadi dokter dan membangun klinik sendiri. Arman yang terlahir digubuk dan berada dikeluarga miskin,sekarang bisa menjadi orang yang sangat sukses dan bisa membuka lowongan kerja yang sangat membutuhkan pekerjaan.
Bertemu dengan Khalifah Abu Bakar
As-Siddiq
(Karya: Mulia Nazwa)
Teng...teng...teng...,Bel pertanda pulang berbunyi. Seperti biasa aku, Freta,dan Cika pulang bersama,tapi karena kami belum shalat zuhur,maka kami berhenti disebuah masjid untuk melaksanakan shalat. Seusai shalat " Ta,Cik baca Qur'an dulu yuk !" ajakku. "Tapi, aku malas ah," ucap Cika. "Ya udah,kalau begitu aku dan Airin aja yang mengaji," ujar freta kesal.
Selesai mengaji , tiba-tiba masjid tersebut mengeluarkan cahaya, aku bingung cahaya apakah itu ? Aku pun berjalan menuju sebuah pintu yang muncul di dinding tersebut " Teman-teman, lihat ini ada pintu," aku membuka pintu itu, lalu kami terseret dan masuk ke dalamnya. "Aaaa....,kita ada dimana ?" teriak Cika. "Tenang Cik," usahaku menenangkannya. Lalu muncullah seorang lelaki dengan wajah berseri dan bercahaya, "Aku Abu Bakar As-sidiq," ujarnya. Betapa kagetnya kami ketika tau hal tersebut, ia pun melontarkan pertanyaan "Apakah kalian bisa mengaji dan mau mengahafal Al-qur'an ?" "Bisa," kami menjawab serentak.
Namun Cika mengatakan sesuatu"Tapi aku malas membaca Al-qur'an." Lalu Abu bakar menegurnya "Nak, membaca dan menghafal Al-qur'an itu sangat bermanfaat , seorang hafiz qur'an di akhirat kelak akan mendapat syafa'at,seperti bisa memasangkan mahkota kepada kedua orangtuanya. Apakah kamu tidak mau seperti itu ?". Cika pun mau mendengarkan dan melaksanaka nasihat tersebut.
Kemudian kami berbincang-bincang dengan khalifah sambil melihat-lihat rumahnya. Di sana kami melihat sangat banyak Al-qur'an dan koleksi bernuansa islam lainnya,serta dinding berlafazkan Allah SWT.dan Muhammad SAW. "Aku dan zaid bin tsabit melakukan pembukuan Al-qur'an dan membuat mushaf di karenakan banyaknya para sahabat yang hafal gugur dalam peperangan. Selain itu, ayat yang ditulis pada dedaunan dan bebatuan semakin lama semakin rusak," katanya. "Kalian harus tau bahwa Al-qur'an berfungsi sebagai pedoman hidup umat islam, jadi kalian harus meyakini dan mengamalkannya,karena Al-qur'an merupakan kitab terakhir yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menyempurnakan kitab -kitab sebelumnya."
"Nah, sekarang kalian pasti ingin pulang, syaratnya kalian harus menamatkan surah uasin dalam waktu sepuluh menit," ujarnya. "Apa sepuluh menit..?" kami sangat terkejut. Lalu sebuah ide muncul di benakku "Aku lunya ide,gimana kalau kita bagi tugas, surah yasin ini kita bagi menjadi tiga bagian, Cika bagian pertama,Freta kedua dan aku ketiga." " Baiklah," Cika yang malas tiba-tiba bersemangat.
Waktu tersisa dua menit yang kubaca tinggal satu ayat lagi. Akhirnya selesai,kemudian Abu Bakar As-Sidiq sempat berkata" Nak, nasehatilah Teman-temanmu agar tidak malas membaca Al-qur'an, sebagaimana hadist Nabi mengatakan iqra'ul qur'an,fainnahu ya'ti yaumul qiyamah, syafi'an biafhadi. Yang artinya, bacalah Al-qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat kelak,sebagai pemberi syafa'at bagi orang-orang yang rajin membacannya."
Kemudian kami berjalan menuju sebuah cahaya. Kami dan Abu Bakar As-Sidiq saling melambaikan tangan. Laulu keluarlah cahaya dari tangannya dan cahaya itu pun menuju ke arah kami. Kemudian kami menangkap dan memegang erat cahaya itu sambil menutup mata. Ketika membuka mata ternyata kami sudah sampai di Masjid tadi. Cahaya tadi ternyata sebuah kalung dengan lafaz Allah SWT. Serta gantungan kunci bergambar Al-qur'an.
"Orangtua kita pasti cemas,oh tidak aku ada janji mau menolong ibuku," ucapku lupa. "Orangtuaku pasti menunggu," ucap Cika dan Freta. "Kalau begitu ayo kita pulang !" ajakku. "Petualangan kali ini tak akan ku lupakan dan aku janji gak akan malas membaca Al-qur'an," Cika terharu. Aku pun tersenyum sambil meneteskan airmata ketika mendengar kata-kata itu keluar dari bibir Cika. Kamipun saling berpelukan dan tersenyum. Dalam perjalanan pulang, aku bertekad akan menjadi penghafal Al-qur'an, karena termotivasi dari kidah Abu Bakar As-Sidiq.
MISTERI RUMAH KOSONG
Karya: Sonia Andari
Aku dan keempat sahabatku yang bernama Rani,Lia,Risa,dan Putri.Kami berlima sudah bersahabat dari kami berusia 13 tahun.Hari demi telah kami lalui bersama,kami pun sudah beranjak dewasa.Dan takdir menyatukan kami di sekolah yang sama.
Aku dan sahabatku bersekolah di SMA Harapan Bangsa lebih tepatnya di kelas 11 MIPA 1.Dan kebetulan kami telah selesai melaksanakan ujian akhir semester,kami berencana pergi liburan bersama.
"Teman teman kita pergi liburan ke puncak,yuk!" ujar syafa
"Nggak ah Syafa,puncak kan terlalu jauh," kata Lia
"Gimana kalau kita kemping aja," kata Risa
"Aku setuju," kata Rani danPutri hampir bersamaan
" Kita ajak teman teman yang lain,yuk!" ujar Lia
"Iya benar,makin ramekan makin seru," ucap syafa
"Gimana kalau kita ajak aja Dini,Iqbal,dan Rama?" kata Putri
"Mereka pasti mau," ujar Risa
"Jadi kita sepakat pergi kemping,kan.kita pergi lusa." ucapku
" Yaudah kita pergi lusa," kata Lia
Keesokan harinya aku dan sahabatku serta Dini,Iqbal,dan Rama pergi kehutan.Ternyata di tengah tengah hutan terdapat hutan larangan yang tidak boleh dilalui manusia.Kami semua tidak tau itu karena tidak ada penduduk setempat yang mamberi tau,kami pun masuk kedalam hutan tersebut.
" Kita disini aja ya kempingnya," ajak Lia
"Tapi guys kita pulang aja yuk, serem banget disini," kata putri
"Aduh put,kamu lebay banget sih,yang namanya hutan ya gini lah.kamu gimana sih," kata rani
"Udah kamu jangan takut kan ada Rama," kata Syafa
"Iih kamu apaan sih," kata putri sambil merengut
Sementara Rama hanya diam saja maklum dia itu orangnya cuek.mana mungkin dia mau mikirin yang kayak gituan.
"Kalau menurut aku sih,bagusnya disini deh. Karena disini ada sungai,jadi kita gak usah cari cari air lagi.Lagian disini juga gak terlalu panas," jelas Lia
"Yaudah deh,kita disini aja," kata Dini
"Ok,sekarang kita bagi bagi tugas ya,bagi yang laki laki pasang tenda dan yang perempuan sebagian beres beres dan sebagian lagi cari kayu bakar,gimana?" tanya syafa
"Ok,aku,Syafa,dan Risa akan cari kayu bakar dan kalian ngerjain yang disini," kata Lia
"Yaudah," kata Putri,Rani,dan Dini dengan semangat
"Yuk Fa,Ris!" ujar lia
"Yuk," ucapku dan Risa
Aku,Lia,dan Risa pergi mencari kayu bakar di dalam hutan,tak lama kami mecari kayu bakar aku gak sengaja melihat sebuah rumah kosong,aku pun langsung memberi tau Lia dan Risa.
"Lia,Risa itu rumah siapa,ya.kok ada rumah sih di tengah hutan ini?" tanya syafa
"Mana Fa,dimana rumahnya?" tanya Lia
"Iya Fa,mana rumahnya?" tanya Risa
"Itu rumahnya disana," ujarku sambil menunjuk kearah rumah tersebut
"Ooo,itu rumahnya," kata Risa dan Lia hampir bersamaan
"Udah lah Fa jangan terlalu dipikirin,kita cari kayu bakar aja,yuk" kata lia
"Yaudah yuk,kita nyarinya disana aja aku takut disini karena ada rumah kosong itu," ajakku
"Yaudah kita cari disana aja," ajak Risa
Tak lama kemudian kami pun kembali ke tenda mungkin udah cukup kayu bakarnya.Dan mungkin Iqbal dan Rama sudah selesai membuat tendanya dan Rani,Putri serta Dini telah selesai beres beres.
"Teman teman tugas kalian telah selesai?" tanya syafa
"Udah dong," jawab mereka dengan semangat
"Ini kayu bakarnya.udah cukup,kan!" tanya Lia
"Sepertinya udah cukup untuk malam ini," kata Rama
"Hari udah sore nih, kita buat api unggun yuk," kata Dini
Setelah selesai kami membuat api unggun,kami pun mengelilingi api unggun sambil bermain dan bercerita tentang pengalaman kami masing masing.
"Hei,teman teman tadi aku melihat sebuah rumah tua yang seram banget?" kata syafa
"Serius Fa?" tanya putri
"Beneran," tanya Dini
"Mungkin kamu salah lihat kali," kata Iqbal
"Gak aku gak salah lihat,kalau kamu gak percaya tanya aja ke Risa dan Lia?" ujarku
"Beneran Lia,Risa?" tanya Rama
"Hei hati hati di belakang kalian,hiii!" kata Iqbal
"Ihhh,iqbal apan sih," kata Rani
" udah,udah kita tidur aja,yuk udah malam?"kata Risa
"Yah,ris kan kok tidur sih," kata Dini
"Kalau kamu mau disini aja sih boleh," kata Lia
"Iqbal,Rama kalian jagain disini,ya!" ucap syafa
"Iya,ya Syafa?" kata Iqbal dan Rama
"Makasih," ucap syafa
Akhirnya kami pun tidur sedangkan Iqbal dan Rama yang jagain di luar sehingga membuat mereka berdua juga ikut tertidur.
Keesokan paginya aku terbangun duluan dan aku pergi cuci muka di sungai dekat tenda kami.Aku minta temenin sama Iqbal karena teman teman setendaku tidak mau bangun.
"Iqbal bangun,bangun.Iqbal bangun dong;" ujar syafa
"Iya,iya apaan sih Fa.Bangunin aku pagi pagi gini,aku masih ngantuk tau,kamu mau kemana sih," kata Iqbal
"Temenin aku cuci muka ,yuk ke tepi sungai aku takut nih," ucap ku
"Yaudah ayo cepetan," kata iqbal
Hari pun semakin siang sahabatku satu persatu,mereka pun bangun.setelah mereka semua bangun Rama dan Iqbal mengajak kami untuk melihat rumah kosong yang aku ceritakan semalam karena mereka masih penasaran.
"Teman teman kita ke tempat rumah kosong itu yuk,aku dan Iqbal penasaran nih," kata Rama
"Gak ah,rumah itu seram banget tau," ujar syafa
"Gak apa apa kan ada aku," kata iqbal
"Ehmm,"kata Lia,Risa,dan Rani bersamaan
" Apaan sih,"ucapku
"Yaudah yuk aku juga penasaran nih," kata putri
" Yukk," jawab kami dengan semangat
Diperjalanan menuju rumah kosong itu kami terus saja berbicara dan bercanda.waktu tak terasa bagi kami,kami pun telah sampai di depan rumah tua itu.
"Teman teman itu rumahnya," kata Syafa
"Kita pulang aja yuk rumahnya seram banget," kata Rani
"Iya seram banget," kata Dini
"Gak usah takut kan ada kami,yuk kita masuk," kata Rama
"Tunggu dulu kita ketuk aja dulu pintunya mungkin ada orangnya?" kata Lia
"Permisi,permisi!" kata Risa sambil mengetuk pintu
"Kayaknya gak ada orang kita masuk aja," kata Rama
" yuk,"kata Iqbal
" Gak ah,aku takut," kataku
"Gak apa apa masuk aja kan ada aku," kata Iqbal
"Ehm,ada apakah ini?" kata Lia
"Apaan sih Lia,"
"Gak apa apa kok,"
Karena mereka makin penasaran akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut.Dan mereka menemukan sebuah bingkai lukisan yang besar dan mereka pun melihat lukisan itu,ternyata dibalik lukisan tersebut terdapat sebuah pintu rahasia.
"Teman teman ini pintu apa ya?" kata Lia
"Coba aja kita buka ," kata Rama
"Jangan deh Rama!" kata putri
" pintunya terkunci kalian ada yang lihat kunci gak," kata Rama
"Coba aku buka,ini gak terkunci kok," ucap syafa sambil membuka pintu
"Yaudah kita masuk ,yuk!" kata Iqbal
"Yuk," kata kami bersamaan
Dan ternyata di balik pintu tersebut ada sebuah ruangan yang seram banget.Sepertinya ruangan tersebut seperti tempat pemakaman seseorang yang di dalam ruangan tersebut sangat bau.
"Ihh,bau banget!" kata Rani
"Bau apa sih," kata Dini
"Sepertinya ini bau bangkai,deh!" kata Lia
"Udah ah,yuk kita keluar aja!" ujar Syafa
"Yuk,kita kembali ke tenda aja," ucap Putri
Akhirnya kami pun keluar dari rumah tersebut dan kami berencana kembali ke tenda.ternyata sebelum kami keluar dari rumah tersebut pintu keluarnya tertutup sendiri.
Kami pun merasa panik dan segera memutar otak untuk mencari cara keluar dari tempat itu.Semakin lama bau busuk itu berubah menjadi bau melati.Konon katanya bau melati adalah pertanda bahwa arwah arwah orang meninggal ada di sekitar kita.
"Guys,kok tiba tiba hawanya makin seram ya aku takut nih,ayo kita pergi dari sini!" kata Putri sambil memeluk erat tangan Rama
"Kok gue nyium bau bau aneh,ya!" kata Risa
"Maaf,ya teman teman gue...gue...?" kata Rani
"Ya ampun Rani!" kami sontak bersorak karena Rani pipis dalam celana
Namun hawa tersebut tetap tidak bisa menghilangkan rasa panik kami.Tiba tiba kami mendengar ada suara gelas pecah, itu pun menambah rasa panik kami.
Tanpa kami sadari pintu yang semula tertutup tiba tiba terbuka sendiri,kami pun segera keluar.Karena kami terlalu panik Iqbal tidak sengaja menyenggol Syafa hingga ia terjatuh.Iqbal punmenolong Syafa namun Syafa sangat sulit berjalan karena kakinya keseleo.Iqbal punmembopongnya,kami segera kembali ke tempat kemping. Sesampainya di tempat kemping kami menceritakan hal tersebut kepada teman teman yang lain.
"OMG,guys.kalian tau gak sih tadi tu kami pergi kemana?" kata Lia
"Emangnya kamu tadi kemana?" tanya teman yang lain
"Tadi tu kami pergi ke rumah kosong yang ada di tengah tengah hutan!" kata Dini
"Gue gak pernah lihat rumah kosong di tengah tengah hutan?" tanya temannya
Sedangkan aku masih tidak bisa berkutip selain memainkan jari jari tanganku.Keesokan paginya Iqbal dan Rama masih penasaran dengan rumah kosong itu.
"Kalian masih penasaran gak sih dengan rumah itu,kok kita aja yang bisa ngeliatnya," ucap Iqbal
"Terus kamu masih pengen kesana,gak cukup apa sama yang kemarin.Aku sih udah kapok gak pengen kesana lagi," ujar Syafa
"Sebenarnya aku masih penasaran banget sih.Gimana kalau nanti sore kita kesana lagi?" ucap Rama
"Tidak!!!" ucap kami yang perempuan kecuali Lia
"Aku setuju,aku juga masih penasaran sih," ujar Lia
"Lo gila,ya!kaki gue masih sakit," kata Putri
Karena mereka masih penasaran akhirnya mereka kembali pergi ke rumah kosong itu meskipun putri awalnya masih agak ragu.
"Yaudah,yuk kita pergi sekarang nanti kita kemalaman," ucap Rama
"Yaudah ayo.kamu duluan deh Rama," kata Dini
Sesampainya di rumah kosong itu hawa mistis kembali terasa ketika kami berada di depan pintu rumah itu.
"Kamu duluan deh,aku masih takut!" ujar Rama
"Kok aku,kamu dulu aja kan kamu yang ngajak," kata Putri
"Yaudah kalau kalian gak mau, biar aku aja yang masuk duluan,lama amat!" ujar Lia
"Baru masuk aja aku udah takut," ucap Syafa
"Ingat tujuan kita kesini untuk mencari tau bukan untuk takut takutan!" ujar Iqbal
Kami menjelajahi rumah itu sampai ke ruang yang waktu itu kami temui.Tiba tiba aku mendengar seperti ada seseorang yang memanggilku.Aku pun mengikuti sumber suara itu tanpa sepengetahuan teman temanku.Tanpa mereka sadari aku telah menghilang dari sisi teman temanku.
"Kalian sadar gak sih,kalau diantara kita ada yang hilang?" kata Risa
"1,2,...,7.Syafa mana??Hahh..." kata Rani
Tiba tiba mereka semua panik,mereka memanggil manggilku namun aku tak bisa mendengarnya dan mulutku terkunci rapat.Tiba tiba aku melihat sesuatu yang melayang di depanku lalu datang sebuah cahaya seketika di ruangan tersebut seperti ada sekumpulan lelaki yang menghunuskan pedangnya kepada seorang perempuan tua di rumah tersebut.
Seketika cahaya itu menghilang,aku pun sadar aku telah terpisah dari teman temanku lalu aku berlari sambil berteriak memanggil mereka karena aku terlalu lelah,aku pun pingsan.
"Fa,bangun Fa?" terdengar teriakan dari seorang gadis dengan paras cantik.
"Tolong aku!!!" ucap Syafa
"Teman teman kalian tau gak tadi tu aku dejavu dan itu ada di ruangan ujung sana?" ujar Syafa sambil menunjuk ruangan yang paling ujung di rumah itu
Setelah itu kami menyelidiki ruangan tersebut kami pun menemukan mayat di ruangan itu.Karena terkejut kami pun segera kembali ke tempat kemping dan melaporkannya langsung ke petugas kemping.Dan petugas kemping melaporkannya ke polisi dan polisi langsung mengamankan rumah kosong tersebut.
Perkemahan pun berakhir,kini kami merasa sangat bahagia meskipun petualangan kami telah berakhir.Dan perkemahan kali ini tidak akan pernah kami lupakan.
SELESAI
Sesal Tak Berujung
(Karya : Yoga Pratama)
Disebuah Kota besar, tinggallah sebuah keluarga yang terdiri atas seorang bapak tua yang bernama Kasim. Bapak Kasim memiliki seorang putri yang masih duduk dikelas 1 SMA. Ia bernama Karine. Karine adalah anak yang manja. Iaselalu merengek kepada pak Kasim untuk dibelikan sesuatu.
Pada suatu hari, Karine pergi ke sekolah karine berangkat dengan jalan kaki. Ketika ditengah jalan, Angel teman sekelas Karine mengejek Karine karena Karine jalan kaki. Karine merasa malu karena temannya Angel pergi sekolah menggunakan sepeda motor dan sedangkan dia hanya jalan kaki. Ketika Karine sampai di sekolah Karine di undang temannya untuk pergi kepesta ulang tahun Sofia. Karine merasa senang karna itu pertama kalinya Karine diundang kepesta ulang tahun. Saat belajar di kelas Karine adalah anak yang paling cerdas.
Bel istirahat pun berbunyi, Karine tidak pergi seperti teman-temannya untuk jajan. Ia memilih untuk menetap di kelas, karena uang jajan Karine Cuma Rp.5000. Ia duduk di kelas selama jam istirahat berlangsung. Ketika bel masuk berbunyi teman dekat nya Karine, yaitunya Intan bertanya kepada Karine “Karine kenapa loe gak jajan seperti teman-teman loe yang lain ? dan kenapa juga loe lebih suka menetap di kelas.” “ Gue gak punya uang Intan, gue gak seperti teman – teman gue yang lain yang memiliki banyak uang. Gue hanya anak orang miskin. Bapak gue saja hanya bekerja sebagai tukang sapu jalan.” Jawab Karine dengan sedih.
Ternyata Angel mendengar ucapan Karine. Angel sebetulnya adalah anak yang nakal. Ia selalu menhili teman –teman perempuannya. Lalu Angel berkata kepada karine “Baru sekarang loe ngaku sebagai anak miskin. Loe itu memang nggak selevel dengan kita. Karena ucapan Angel karine merasa lebih malu dan marah kepada bapaknya. Karena ia terlahir dari keluarga miskin.
Bel pulang berbunyi, Karine berjalan pulang dengan perasaan marah. Ia berjalan kaki dengan cepat dan langsung mengarah kerumahnya. Sesampai dirumah, Karine marah kepada bapaknya . Ia marah karena tidak dibelikan sepeda motor dan pak Kasim terlalu sedikit mengasih uang jajan. Karine menceritakan tentang semua yang ia mau kepada pak Kasim dengan berharap pak Kasim memenuhi semua keinginan karine tersebut.
Disore harinya Karine teringat dengan pesan temannya untuk menghadiri pesta ulang tahun Sofia. Karena Karine baru pertama kali diundang kepesta, Karine memakai baju yang ada dilemarinya. Ia pergi dijemput oleh Intan dengan menggunakan sepeda motor. Sesampai dipesta Karine diejek teman-temannya karena pakaian yang ia pakai sangat jelek dan ditambah lagi hanphone yang Karine punya hanyalah hanphone Nokia lama yang biasa digunakan untuk Nelphon dan SMS.
Sedangkan hanphone teman –teman Karine semuanya android. Karine merasa lebih malu karena ditertawakan membentak bapaknya. teman-temannya. Dan langsung pulang kerumah. Sesampainya di rumahKarine meminta untuk dibelikan baju yang bagus dan hanphone android.”bapak akan membelikan baju dan hanphone itu nak”.Kata pak kasim.”Awas kalau nggak,Karine gak akan anggap bapak sebagai bapak kandung Karine. Jawab Karine kepada bapaknya dengan nada yang cukup keras.
Keesokan harinya ketika Karine hendak pergi sekolah Karine melihat orang banyak mengelilingi sesuatu ditengah jalan. Lalu Karine menghampiri tempat tersebut. Dan betapa kagetnya Karine, ketika ia melihat bapaknya yang tergeletak di tanah dengan bersimbah darah. Karine menangis tersedu-sedu, karena bapaknya telah meninggal dunia. Karine merasa bersalah karena ia pernah membentak bapaknya. Setelah beberapa hari pak Kasim meninggal dunia, karine menemukan sebuah surat yang ditulis oleh pak Kasim sendiri sebelum ia meninggal.Ia menemukannya di meja makan. Surat itu bertuliskan tentang semua keinginan yang pernah Karine mau. Disurat itu juga bertuliskan bahwa semua keinginan Karine kecuali sepeda motor disimpan oleh pak Kasim di dalam lemari pak kasim sendiri. Lalu Karine pergi ke kamar pak Kasim untuk menengok apa yang pak Kasim pak Kasim maksud.
Ketika Karine berada didepan lemari pakaian pak Kasim, Karine dikejutkan dengan orang yang datang ke rumah Karine lalu Karine keluar untuk menghampiri orang yang datang tersebut. Ternyata orang tersebut datang membawa sepeda motor pesanan pak Kasim . Karine sangat terkejut karena bapaknya membelikan sepeda motor yang yang sangat ia inginkan. Dan ditambah lagi semua itu di belikan dengan uang simpanan untuk pergi umrah pak Kasim. Lalu Karine pergi lagi ke kamar pak Kasim untuk melihat maksud ucapan pak Kasim tadi. Dilemari pak Kasim, Karine menemukan hanphone android baru dan beberapa pakaian baru yang cantik. Oleh karena itu Karine benar-benar merasa bersalah dan sangat menyesal.
Pesan yang dapat kita ambil dari cerpen tersebut adalah : kita tidak boleh durhaka kepada kedua orang tua . Dan kita harus berbakti kepada kedua orang tua.
TAMAT
Love Scenario
Karya Zuliva Oktise Eka Putri
Kau angkat aku setinggi tingginya, hingga kau sendiri, tak membayangkan betapa remuknya aku….saat aku jatuh nanti……..L
Siang itu cuaca yang cerah , mentari telah menampakkan sinar yang hangat seolah tersenyum menggambarkan suasana hati ini . angin berhembus semilir lembut menerpa dedaunan pohon dengan ukuran besar yang menari mengikuti arah berhembusnya angin, sama seperti ku menari dan tertawa dengan siswa siswi merayakan kelulusan ini.
Aku Nindi Ayu Syerena , aku biasa dipanggil oleh teman sekelas ku Nindi. Aku punya 2 orang sahabat ,mereka orang yang paling pengertian .
Hanin seorang yang dewasa slalu mengerti apa yang ada dalam perasaan ku,dia manis ,imut dan sangat pintar . Arga teman yang paling perhatian ,ramah dan paling mengerti suasana hati ku .
Ditaman sekolah aku dan Arga sedang asik berfoto. “woi,ikutan donk,sebelum bajunya dicoret coret”ucap Hanin tiba tiba yang membuat aku dan Arga terkejut. “hmmm….ok ayudah” jawabku sambil mengangkat handphoneku.
Selesai kami berfoto acara yang di tunggu tunggu oleh semua siswa dan menjadi kebiasaan siswa siswi SMA setelah kelulusan, mencoret coret baju dan bermain warna. aku berjalan menghampiri seseorang yang sangat istimewa, hmmm….yaitu pacar ku nama nya Doni.
“yeah..akhirnya kita lulus”ucapku sambil memegang tangan nya dengan bahagia. “apaan sih nin”jawab nya sambil melepaskan peganganku. “hmmm sayang habis ini kamu mau kemana?” tanyaku, “mau jalan nih sama teman teman, emang kenapa?” jawab Doni, “ikut donk”pintahku, “jangan sekarang deh,ntar malam ajah yah,aku jemput kamu”ucap nya menolak permintaan tadi, “aku lanjut jalan ya” katanya sembari menningalkan ku.
Tak lama aku melihat nya dengan seorang perempuan, perempuan itu adalah Gadis teman sekelas ku, mereka sangat dekat seperti mempunyai suatu hubungan. Mereka akan pergi berboncengan dan ntah kemana, tapi aku tetap bersikap positif.
****
Di cafe tempat bisa kami berdua ketemu……
“kamu jadi kuliah dimana?” tanyaku sambil memperhatikan dia yang sedang sibuk dengan handphone sendiri, “ ngak tau” katanya judes dan tak pernah lepas memerhatikan handphonenya. “hmm….. oh ya besokkan kita aniversery kamu mau kado apa?” Tanya ku lagi, dia menoleh kepadaku “masa kado dikasih tau, ntar gak suprase jadinya” tanyanya sembari melihat handphonenya lagi. “iya juga yah” jawab ku sambil meminum jus, “kalau besok kamu ada acara?” aku terus bertanya.
“Maaf kalau besok aku ngak bisa” jawabnya.
Tiba tiba dia bangkit dan tersenyum pada seseorang ternyata itu adalah Gadis, “hai” sapa Gadis kepada Doni dan aku, “oh ya, mau duduk bareng nggak?” Tanya Doni tersenyum “oke boleh juga” jawab Gadis dan membalas senyum Doni.
Dan Gadis pun duduk disamping Doni, mereka bercanda dan tertawa berdua seolah olah aku tak ada disana, dada ini terasa sangat sesak, air mata rasanya ingin jatuh ketanah melihat mereka yang begitu dekat, karna tak kuat menahan rasa sakit ini, aku berdiri dan mengajak Doni untuk pulang. “Don pulang yuk, mamaku udah nelfon nih!” alibi kepada Doni, “kamu pulang naik taxi aja yah,aku masih ada urusan sama Gadis.”ucap Doni datar kepada ku, tanpa menghiraukan perasaan ku.Tanpa ku sadari pertahan yang kubangun runtuh seketika, tanpa babibu lagi aku menghapus air mataku, berbalik badan dan pegi meninggalkan mereka berdua.
****
Sore ini sangat indah, aku duduk diteras atas rumah ku memandangi langit itu dari ketinggian agar tampak lebih indah sambil mendengar musik, langit berganti warna menjadi jingga kemerahan diiringi dengan melodi music yang sangat menyentuh, tak terasa air mata ku menetes mengalir deras seperti hujan yang jatuh dari langit, tanpa kusadari ada seseorang yang duduk disampigku, yah itu hanin sahabat ku.
“nin”kata hanin sambil memegang bahuku, “gue gak tau harus gimana lagi”jawabku yang masih meneteskan air mata, “lo harus temuin dia, buat selesain semuanya, lo gak bisa kayak gini terus,lo haus jujur sama perasaan lo sendiri nin”kata Hanin panjang lebar menjelaskan kepada ku, Hanin memang sahabat yang paling tau dengan apa yang aku rasakan.
****
Malam dihari aniversery ku,kami betemu di cafe itu lagi ……
“hey, maaf yah aku telat “ ucap Doni sambil duduk, aku hanya tersenyum membalas ucapan nya tadi. Aku langsung memberikan kado yang telah ku persiapkan, Doni bingung apa yang mau ia beikan kepada ku karna dia tak membawa apapun, akhirnya dia memberikan 1 pasang gelang yang ada ditangannya dan memasangkan ke tangan kanan ku, aku hanya tersenyum.
“itu kado terakhir aku untuk kamu”kata ku pada Doni to the point, “maksud kamu?” Tanya Doni bingung pada ku, “aku pengen kamu jujur, sebenarnya kamu ada huungan apa sama gadis?”kata ku terus terang pada doni dan menanyakan kepastiannya, “gak tau kenapa aku bosan banget sama kamu, kalau boleh jujur, aku suka sama Gadis itu udah lama, tapi kalau harus milih, aku gak tau harus milih siapa” jawanya panjang lebar sambil memegang tangan ku, aku yang mendengarkan penjelasannya berdiri melepaskan genggaman Doni dan meninggalkan tempat itu, mungkin hari ini terakhir kalinya aku kesini.
Aku berjalan ke tempat parkir, aku menyandar di sebuah tembok dengan air mata yang terus mengalir, aku menelfon Arga agar menjemputku diparkiran,ketika air mata ini tak kunjung henti seseorang turun dari mobil yang bewarna merah dan menoleh kepada ku, yah itu arga yang ingin menjemput ku.
Didalam mobil……
“kamu kenapa lagi Nin?”Tanya Arga pada ku, “ jangan nanya dulu”jawab ku, dengan suara yang masih menahan air mata ini, “Doni lagi?” Tanya Arga lagi,aku hanya menarik nafas karna ketika Arga menyebut nama Doni entah kenapa dada ini terasa sangat sesak, “kamu butuh refleksing Nin, mau pantai apa puncak?” tawaran Arga pada ku, aku hanya tersenyum kepada nya.
****
Dipuncak…..
“dia seperti angin lembut yang menggoyahkan setiap hlai perasaanku, aku belum tau sampai kapan rasa ini akan terus tumbuh, rasa yang begitu bergemuruh, rasa yang membuat hati ku luruh….”kata-kata yang ku tulis dalam buku diary ku sambil menikmati pemandangan yang indah.
“Nindi”panggil Arga yang membuat ku terkejut, aku pun tersenyum padanya, “kok malah duduk nyatai disini”ujarnya pada ku, “iyanih,lagi nikmatin pemandangan”jawab ku, “itu pemandangan diatas jauh lebih bagus”tawarannya, “serius, lebih bagus”ucapku, “iya serius janji deh, best friend gak mungkin ingkar janji”ucapnya pada ku sambil tersenyum, aku hanya mengagguk tersenyum,Arga mengulurkan tangannya padaku, aku pun memegang tangannya dan beranjak dari duduk ku.
Langkah demi langkah kami berdua susuri perjalanan yang berbatuan, kami bercanda dan tertawa, ketika aku hampir terjatuh dia selalu sigap menyambutku, ketika aku tak sanggup untuk melangkah dia menggendongku sampai akhirnya kami sampai, aku dan Arga duduk menikmati pemandangan yang indah dan melihat langit yang berganti warna, dilanjutkan membuat tenda.
Dimalam yang dingin ini, aku dan Arga melihat pemandangan dari atas pucak ditambah dengan api unggun yang menghangatkan sekaigus menambah indahnya pemandangan, “kamu nepatin janji yah”kata ku sangat bahagia, “ kan udah bilang best friend gak mungkin ingkar janji”ujarArga pada ku, aku hanya mengagukinya sambil tersenyum lebar merasa sangat bahagia.
“eh Nin, aku mau mintak bantuan kamu dong”katanya, “mintak bantuan apa?” tanyaku, “tapi kamu janji, bakal bantuin aku”ujarnya, “iya aku janji, tapi apa dulu?”tanyaku semakin penasaran, “bantuin aku…..buat nembak Hana teman sekelas kamu”jawabnya.
Ketika aku mendengar perkataan Arga, seketika itu aku merasakan sakit yang kedua kalinya, yang tadi nya sangat bahagia kembali merasakan sakit itu lagi, “oke, best friend gak akan ingkar janji”kataku dengan nada yang kecewa.
Ketika aku menawarkan Arga makanan,kulihat dia slalu melihat handphonenya dan aku nanya apa yang dia lihat, ternyata itu foto dia berdua dengan Hana perasaanku tambah sakit dan hancur, sampai malam habis dan berganti pagi, kami melanjutkan pejalan, aku yang masih sakit hati berjalan didepannya.
“coba kamu lihat di sekeliling aku ini, demi kamu akurela mengijakkan kaki disini, hana…..I LOVE YOU”ucapnya dalam rekaman itu,aku yang tak tahan mendengar ucapanya, setelah merekam itu aku langsung memberikan handphone dan pergi meninggalkan dia.
Arga bingung dengan tingkah ku dan dia mengejarku sambil memanggil nama ku. “arghhhhh….”teriak Arga, dia terjatuh dan kakinya terbentur kers kebebatuan, akibat mengejarku. Aku yang mendengar suara teriakan Arga langsung berbalik kebelakang,”kamu kenapa sih?” Tanya ku sangat panik dan merasabersalah, aku mencari bantuan ke anak pendaki yang lain, setelah sampai di pondok peristirahatan, arga terbaring lemah.
“Hana…Hana….Hana….”ucap Arga yang antara sadar dan tidak sadar, dia memegang tanganku yang dia kira itu Hana, air mata ku menetes ke sekian kalinya, aku menghapus air mata ku dan mengambil handphone untuk menelfon Hana.
Tak lama, setelah aku menelfon Hana, dia pun sampai dan aku harus pergi dari sana, “biar mereka berdua, aku harus ikhlas walaupun ini rasanya sangat sakit”ucapku dalam hati dan mulai menjauh dari sana, aku tersenyum melihat Arga yang sangat bahagia bersama Hana dari kejauhan.
****
Dikamar…..
1 hari setelah pulng dari puncak, aku harus pergi kelua kota untuk kuliah, saat aku berkemas, kulihat buku diary dimana buku itu yang ku tulis tentang Arga saat dipuncak, kenangan indah dan pahit itu teringat lagi dalam memori ku.
“mam,aku pergi dulu yah”pamit ku padda mama, “oke jaga diri baik baik disana yah,belajar yang rajin, jangan suka bolosdan jangan lupa berdo’a oke?” ujar mama. “siap!”jawab ku sambil berpamitan,”hati hati yah sayang”kata mama sambil memelukku, “bye mam”ucapku sambil melambai kan tangan.
Hanin menunggu ku dimobil, kami pun berangkat menuju ke stasiun, “Nin gue cabut dulu yah” ucapku, “hati hati yah” jawan Hanin, “thanks lo udah mau ngantarin”ujarku pada Hanin, “ dengan senang hati” jawab Hanin sambil tersenyum, “see you”ucapku sembari meninggalkan nya, “see you too” balas Hanin.
Hari hari kulewati dengan tenang, tak terasa 2 tahun berlalu aku menjalani hidup dengan normal dan melupakan semua kejadian di masa lampau. Hari ini aku akan bertemu lagi dengan sahabat ku yang terbaik,”haloo”sapa ku kesemuanya, “haiii”jawab Hanin, “kita mau kemana yah?” Tanya ku, “tau nih sih Arga, dia yang bikin acara”ucap Hanin, “yaelah Nin….ini tuh hari terpenting buat kamu, masa kita gak bikin sesuatu yang spsial”ucap Arga sambil tersenyum lebar.
Saat mau pergi Vano teman sekampusku menelfon,saat aku sedang asik nelfon samapi lupa bahwa aku harus pergi, “Nin, ayoo!!” ucap Hanin padaku,”iya tunggu dulu”ujarku sambil menutup telfon,
Akupun masuk kealam mobil dan lets go, kita pergiii……
Didalam mobil….
“siapa sih Nin yang nelfon?kayaknya mesra amat”ucap Arga padaku, “ah… kepo, pengen tau aja sih”jawabku, “cieeee….cieeee….gebetan baru ni yeeee”ucap mereka serempak.
Sampai di kebun teh,aku dan Arga memangdang langit yang hampir berubah warna menjadi jingga, “gimana suka gak?”tanyannya,”hmmm…ckckck,ini doing? Katanya ada yang special”ujar ku,”sabar dong, nanti juga ada waktunya”jawab Arga padaku sambil tersenyum,an aku tersenyum padanya.
Malam yang special pun datang, Hanin memakaikan aku kain untuk penutup mata, setelah itu aku diajak kesubuah tempat,sampai di situ Hanin membuka kan kain pentup mata lu dan wow… kejutan yang indah, pemandangan yang indah dikolam dan kue yang unik,ini malam yang paling indah banget dalam hidup ku, selesai aku menerbangkan balon keudara, Arga tiba tiba berlutut dihadapanku dan memberikan aku sebuket bunga mawar yang sangat indah.
“Nin… ini waktu yang pas untuk aku ngungkapin perasaan ku, Nin.. kalau bukan karna status best friend kita mugkin udah lama aku nembak kamu, tapi aku gak berani Nin,dan sekarang aku pengen jujur sama kamu, kalau aku suka sama kamu Nin”ucap Arga panjang lebar,”Nin..apa kamu mau sama aku”sambung Arga,”terima…terimaaa…terimaaaa”sorak meeka bersama sama, “oke aku mau kok sama kamu”jawabku dan menerima buket bunga tersebut, “ciee….cieee….udah jadian niii yeee..”ujar Hanin padaku dan Arga, mala mini adalah malam yang paling indah dalam hidupku dan paling bahagia dari yang sebelumnya.
****The end****
PELANGI SETELAH HUJAN
(Muhammad Ridho Arraafi)
Andi adalah seorang anak yatim piatu, ia tidak memiliki siapa-siapa lagi kecuali adiknya,ibu dan ayah Andi telah meninggal saat Andi berusia 11tahun.Semasa hidupnya ibu Andi bekerja sebagai penjual kue keliling dan Andi sering membantu ibunya membuat kue.Setelah orang tuanya meninggal Andi lah yang selalu mencari nafkah dan mengurus adiknya,walaupun begitu Andi pantang menyerah dan tidak putus sekolah.
Saat ini Andi duduk di Sekolah Menengah Pertama.Untuk biaya pendidikannya Andi tidak lagi cemas karena ia mendapatkan beasiswa dari pihak sekolahnya.Andi juga termasuk murid yang cerdas di sekolahnya, oleh karena itu ia disenangi oleh banyak guru disekolahnya dan sering mendapat bantuan baik berupa uang atau makanan.
Suatu hari adik Andi berulang tahun,adiknya minta dibelikan kue dan es krim.Andi ingin membuat adiknya bahagia,tetapi ia tidak punya uang untuk memenuhi permintaan adiknya.Andi berkeliling mengelilingi sekitar rumahnya untuk mencari pekerjaan dengan tujuan agar mendapatkan uang untuk membahagiakan adiknya.
Setelah lama berkeliling tidak ada satu pekerjaan pun yang didapatkannya,dan Andi memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon karena merasa sedikit lelah.Tak lama kemudian Andi melihat seorang ibu-ibu yang sedang kesusahan membawa barang belanjaanya,Andi yang melihat semua itu segera menolong ibu-ibu tersebut.
"Mari sayang tolong bu",(ucap Andi) "terima kasih nak"(ucap ibu tersebut).Andi mengantar ibu tersebut sampai kerumahnya,sesampainya dirumah ibu tersebut si ibu itu memberikan Andi sedikit uang atas bantuan yang telah dilakukan Andi,Andi pun sangat senang,dan ia mengucapkan banyak terima kasih kepada si ibu tersebut,Andi langsung bergegas membeli kue dan es krim sebagai hadiah untuk ulang tahun adiknya.
Setelah membeli kue dan es krim ternyata uang yang diberikan si ibu itu masih tersisa,Andi pun bingung,uang ini ingin dibelikan apa lagi ya?(ucapnya dalam hati),setelah itu muncul lah ide Andi,ia ingin menjadikan uang itu sebagai modal usaha untuk menjual kue.Andi teringat waktu semasa ibunya masih hidup Andi selalu menolong ibunya membuat kue dan Andi sudah mengetahui resep kue ibunya.
Hari sudah semakin sore,akhirnya Andi langsung pergi kepasar untuk membeli bahan-bahan untuk membuat kue.Setelah pulang dari pasar Andi memberikan kue dan es krim untuk adiknya,adik Andi tampak begitu senang di raut wajahnya,Andi yang melihat adiknya merasa terharu karena di hari ulang tahun adiknya keluarga mereka tidak lengkap seperti teman-temanya,setelah itu Andi langsung bergegas untuk membuat kue.Beberapa lama setelah itu akhirnya kue Andi pun siap dan akan dijual esok pagi,malam semakin larut,Andi sudah sangat letih dan memutuskan untuk tidur.
Keesokan paginya Andi bangun sangat subuh dan ia bersiap-siap untuk berjualan dan lebetulan di hari itu kelas Andi masuk siang,jadi ia bisa berjualan dipagi harinya.Andi pun mulai berjualan dengan mengelilingi kampung,sudah hampir satu jam tetapi belum ada orang yang ingin membeli kue jualan Andi,tetapi Andi pantang menyerah,Andi terus berusaha menjajakan kue daganganya.
Setelah lama berkeliling,akhirnya ada seorang ibu yang membeli semua kue dagangan Andi untuk acara ulang tahun anak si ibu tersebut.Andi pun begitu senang pada saat itu.
Setelah dagangannya habis Andi segera pulang,sesampainya dirumah,Andi menabung sebagian uang hasil daganganya,dan sisanya dibelikan lagi untuk bahan membuat kue.
Hari sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB,Andi pun segera pergi kesekolah.Setelah 4 jam di sekolah,akhirnya bel pulang pun berbunyi.Andi tidak langsung pulang kerumahnya tetapi kepasar untuk membeli bahan membuat kue untuk dijual esok.Seperti sebelumnya,Andi membuat kue sampai larut malam.
Mentari mulai muncul,pagi ini Andi tidak sekolah karena hari ini adalah hari minggu.Andi menjajakan daganganya dipasar,tidak sampai 1 jam kue Andi ludes dibeli orang.
Tiga bulan telah berlalu kue Andi digemari banyak orang.Ada seorang ibu-ibu yang pernah membeli semua kue dagangan Andi saat itu,menemui Andi dan berkata "kue buatanmu sangat lezat nak"(ucap si ibu tersebut),"benarkah bu"(ucap Andi),dan si ibu menawarkan bahwa ia akan memberikan Andi modal untuk membuat toko kue,Andi yang mendengar semua itu merasa sangat bahagia,ia tidak bisa lagi harus berkata apa,Andi menerima tawaran si ibu tersebut dan mengucapkan banyak terima kasih.Ia berharap bahwa dengan bantuan yang diberikan ibu ini ia bisa menjadi orang yang sukses,bisa membuat adiknya bahagia,dan ingin membuktikan kepada orang tunya dan membuat mereka bangga walaupun mereka telah tiada.
Namun sebelum memperoleh suatu kesuksesan pasti ada cobaan,awalnya toko kue Andi memang sangat ramai dikunjungi orang.Tetapi pemilik toko kue disebelah toko Andi merasa iri dengan kesuksesan Andi.
Pada saat Andi membuat kue,Tono pemilik kue disebelah manaruh sesuatu pada kue buatan Andi tanpa sepengetahuan Andi.Akhirnya pelanggan yang datang ke toko Andi mendapati lalat pada kue buatan Andi,sehingga pelanggan tersebut merasa jijik dan memberi tahu kepada semua pelanggan.
Sejak saat itu toko Andi menjadi sepi,karna tidak ada pengunjung,Andi pun merasa sedih.Lalu Andi melihat pemulung yang ada dipinggir jalan,karena merasa sedih,Andi memberikan kue yang dibuatnya kepada pemulung itu.
Saat Andi melakukan kebaikan tersebut,Andi diperhatikan oleh salah seorang pemilik restoran terkenal,melihat ketulusan hati yang dilakukan Andi,orang tersebut berkunjung ke toko Andi dan mencicipi kue buatan Andi.Ia sangat tertarik dengan kue buatan Andi.
Pak Yoyo adalah nama dari pemilik restoran tersebut.Ia pun menawarkan sesuatu kepada Andi "kue buatanmu lezat sekali nak"(ucap pak Yoyo) kalau kamu mau kita bisa bekerja sama,itu pun kalau kamu mau.Dengan tegas Andi menjawab "oh tentu pak saya mau"(ucap Andi).
Andi pun bekerja sama dengan pak Yoyo.Akhirnya bisnis mereka berkembang pesat hingga mempunyai 10 cabang.Dan Andi pun telah menjadi pengusaha muda yang sukses berkat semua kerja kerasnya.
KESIMPULAN:Jika kita mau berusaha tuhan pasti akan memberi jalannya.
"Pertempuran Melawan Alien"
(Karya: M. Rafly Septrio)
Pada suatu siang, pukul 11.00 WIB. Aku,Farhan, Satya dan teman-teman VIII.1 lainnya, sedang belajar B.INDONESIA yang pada saat itu kami tengah membahas dan mengarang cerpen. Aku bingung mau mengarang apa namun tiba-tiba "braaakk," terdengar suara dari luar, semua orang berlari keluar. Siapa sangka seorang alien hijau dengan hidung yang mancung dan mata yang merah menyala muncul di tengah halaman sekolahku.
Semua orang berlari ketakutan dengan rasa cemas yang bercampur dengan kebingungan. Alien tersebut mengamuk dan menghancurkan serta mencabut pohon-pohon di sekolah.
Aku dan farhan segera bertindak dan mengambil tongkat ajaib. Tapi aku bingung "han, di mana satya ? Kita harus menggabungkan kekuatan ! " " baiklah, faiz aku akan mencarinya," ucap farhan. Tidak lama kemudian farhan datang membawa satya "Sat,lo ke mana aja sih ?" "Sorry bro, tadi gue habis dari toilet," jawabnya. "Udahlah, tu lihat alien itu semakin ganas !"kata farhan.
"Baiklah, kekuatan tiga elemen gabungkan..." kami pun menggabungkan kekuatan. Satya yang emosional dan selalu gegaba tanpa berpikir panjang langsung menyerang alien itu "Elemen api, jiakkk..rasakan ini alien aneh," namun lemparannya meleset dan malah mengenai sebuah pohon mangga besar di dekat gerbang "Alamak, apa yang ku lakukan?" ujarnya. Lalu farhan berkata "faiz, kita bagi tugas, kamu urus alien itu dan aku akan memadamkan api itu."
Aku melawan alien itu dengan kekuatan ninjaku, bukan dengan elemen, karena kau yakinalien itu juga mempunyai elemen. Namun aku bingung, alien itu tidak merasakan sakit apabila diserang. Lalu aku mengeluarkan elemenku "Dasar alien jelek...rasakan ini..ele!en angin," tapi , ternyata alien itu mempunyai elemen yang sama denganku, dia mampu menangkis serangan itu.
Aku semakin bingung, apakah titik kelemahan alien itu? Aku terus menyerangnya, namun setelah ku lihat, setiap kali aku membidik bagian kepala,dia selalu melindunginya dengan tangan, sedangkan pada bagian lain tidak. Setelah ku perhatikan dengan seksama, ternyata benar kelemahan alien itu terletak di kepalanya.
"Satya masih pingsan, farhan mengurus api, bagaimana ini aku gak mungkin menyelesaikannya sendiri. Apa boleh buat, aku harus berani, memang sulit, tapi harus," kataku dalam hati dengan tekad yang kuat. Aku langsung terbang dengan kecepatan kilat sehingga alien itu tidak dapat melihatku, aku langsung membidiknya dan tepat sasaran. "Aaagghhh.." alien itu panik berlari kesana kesini dan tidak lama kemudian dia mati dan jasadnya menghilang. Pada saat itu juga satya sadar dan farhan juga berhasil memadamkan apinya.
Semua orang bersorak, karena kami telah berhasil mengusirnya. Namun, tiba-tiba aku terperanjak mendengar ada yang memukul meja "Alien mana alien..." ujarku. Teman temanku tertawa karena ulahku yangbaneh itu. "Aliennya itu ada di depan ibu, lagi-lagi kamu tidur di jam pelajaran. Ingat ya tugas ini dikumpul 15 menit lagi, siap tidak siap harus di kumpul !"kata ibu guruku. Aku pun bergegas menyelesaikan tugas itu. Berkat mimpiku tadi aku mendapatkan ide untuk membuat cerpen yang berjudul " Pertempuran Melawan Alien."
Dira Anak yang Malang
(Siska Putri Yanti)
Di sebuah desa kecil terdapat satu keluarga kecil yang terdiri dari ayah,ibu,dan dua anaknya.Nama ibunya adalah ibu Tuti,nama ayah nya adalah pak Burhan,nama anaknya adalah Dira dan Cito. Dira sekarang duduk di kelas dua SMP, sedangkan abang nya Cito tidak sekolah. Cito berhenti sekolah karena Cito fi keluarkan dari sekolahnya karena Cito sering cabut dsn jarang membuat pekerjaan rumah.
Pada suatu hari Dira mau berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki dengan teman sebangkunya.Dira hanya berteman dengan Dara teman sebangkunya Dira.Dira termasuk anak yang berprestasi,Dira sering ikut lomba cerdas cermat alhamdulilah Dira selalu dapat juara.Dira juga anak yang rajin dan tekun,lain halnya dengan Cito yang anak nya pemalas dan tidak patuh kepada orang tuanya tapi senakal nakalnya Cito yang dibenci oleh orang tuanya adalah Dira.teman dira bahkan tidak menjanggkah bahwah Dira selalu kena marah oleh pak Burhan dan Ibu Tuti,tapi ketika Cito yang berbuat salah kepada Dira yang kena marah adalah Dira.
Dira di sekolah nya selalu curhat dengan Dara tentang keluarganya,bahkan Dira ke sekolah tidak mebawa uang jajan ke sekolah,Dira sekali- kali di traktir olaeh Dara,karena dara termasuk dalam keluarga yang mampu.ketika jam istirahat berbunyi Dira dan Dara selalu berdua.mereka bagai kan kakak adik yang tidak identik.Dira selali tersiksa oleh pekerjaan rumah yang di kerjakanya sendiri.Dirat tadak pernah dibantu oleh ibuTuti mengerjakan pekerjaan rumah.
Dira di sekolah nya selalu di benci oleh temannya,di buli, di caci maki dan di hina.Dira hampir setiap hari menangis karena teman sekelasnya.Dara juga dihasud oleh teman teman nya agar tidak berteman dengan Dira.ntah apa sebab nya mereka membenci Dira.Dira hanya pasra dengan hidupnya yang sangat tidak di inginkan itu.
Suatu hari ketika upacara bendera Dira tiba tiba pingsan,Dira langsung di bawah ke uks sekolah Dira lalu di pariksa oleh dokter puskesmas yang telah bekerja sama dengan smp Dira.Berdasarkan hasil penelitian dokter tenyata di mempunyai penyakit anemia stadium akhir semua teman Dira sangat terkejut atas berita tersebut. Dira langsung di bawah pulang dan diantarkan oleh ibuk piket ke rumahnyadan ibuak tersebut menceritakan kejadian tersebut ke keluarganya.Keluarga Dira pun terkejut atas berita tersebut.
Sekarang keluarga Dira sudah mulai menyanyangi Dira setulus hati.Dira sekarang sudah mulai bahagia dan senang.tapi karena penyakit yang di deritanya yang akan membuat umur Dira tidak lama lagi, Dira sangat sedih sekali karena baru saja dia di sayang oleh semua orang tspi umurnya tidak panjang lagi.sudah beberapa hari ini Dira di rswat di rumah sakit,dokter menggatsksn bahwa penyakit ysng di derita oleh Dira sudah menyebar ke mana mana semua keluarga Dira sangat kecewa karena dokter berpesan agar cepat di cuci darah agar Dira cepat sembuh.Tapi biaya untuk prngobatan Dira tidak ada ,biaya pengobatsn Dira sangat maha bahkan sampai ratusan juta.mana mungkin orang tua Dira dapat melunasinya karena biayanya yang sangat mahal.
Orang tua Dira sudah bersusah paya mencari dana untuk pengobatan Dira tapi tidak juga dapat.Pada suatu hari Dara datang ke rumah Dira untuk menjengguknya karena sudah beberapa hari ini Dira tidak masuak ke sekolah Dara tidak bertemu dengan Dira tapi bertemu dengan ayahnya Dira.ayah Dira langsung betcerita kepadaDara tentang penyakit yang di derita Dira.Dara pundsngst sedih mendengar cerita tersebut akhirnya Dara meminta pertolongan kepada ayahnya untuk membantu biaya pengobatan Dira.Alhamdulilah ayah nya maumembantu sahabat nya itu.Tapi saya sekali pertolongan itu sangat lama sekali,srhingga Dira sudah tidak bisa di selamatkan.Dara sangat sedih mendengar kabar duka sahabatnys itu.
Sudah beberapa hari Dira meninggal dunia tapi Dara masih tetap menangis.Dara tidak mau makan atau keluar kamar.keluarga Dira sangat bersedih karena anak yang sangat rajin di sia siakan.ibu nya Dira masih tetap menanggis
"Aku menyesal karena sering marah marah kepada Dira dia adalah anak yang rajin dan pintar tapi aku tidak pernah menyayanginya aku sangat menyesal"
"Sudah lah buk ikhlas kan lah anak kita buk kita doakan saja dia masuk ke tempat yang di rido ii allah "ujar ayah Dira kepada ibunya.
Sepuluh tahu kemudian Dara menjadi seorang dokter terkenal dia menjadi dokter karena dia ingin menyelamatkan orang yang membutuhkan bantuanya.dara senang membantu orang karena sahabatnya dulu tidak tertolong.
Suatu hari ibu Dira pergi ke rumah Dara untuk menemui Dara karena dara juga hampir mirip dengan Dira anaknya.
"Assalamualaikum."
"Walaikum salam,tunggu sebentar, eh ada ibuak tuti ada apa buk?"
"Ngak ada apa apa ibuak cuma mau ketemu kamu ibuak kangen dengan Dira."
"Ooo silahkan masuak buk."
"Kamu sudah bese ya sekarang ,sekarang kamu kerja apa?"
"Aku sekarang jadi dokter buk."
"Kalau Diraasih hidup pasti Dira sudah sebesar kamu kan,ibuak kangen sama Dira,ibuak menyesal karena ibuak sering maraharah sama Dira ,kalau ibuak tau sejak dulu ibuak ngak akan pernah marah mara sama Dira."
"Iya buk penyesalan itu datang nya akhir buk,sabar aja ya buk jangan fisesalkan lagi Dira buk pasti dia sudah tenang di alam sana buk."
"Iya ibuak akan coba untuk ikhlas,tapi sekarang ibuak manggil kamu anank ibuak kan."
"Boleh buk aku juga senang ibuk panggil aku dengan sebutan Dira."
"Serius kamu bolehhin ibuak pangil kamu dengan sebutan Dira ."
" Iya aku serius kok buk ,bahkan ibuak oleh setiap hari ke sini lagi pula aku sendirian di sini."
"Makasih ya Dara ibuk akan sering ke sini.".
Ibuak tuti pun pulang ke rumahnya dia lipa kalau dia belum masak untuk makan siang.setelah ibuk tuti sampai dirumah ternyata pak burhan sudah selesai masak.ibuak tuti pun senang melihat keluarganya sudah mulai ceriah kembali.ibuak tuti semenjak kejadian Dira meninggal ibuak tuti sudah mulai sadar bahwa anal itu adalah titipan tuhan yang sangat sempurnah,jadi kita harus menjaga titipan tuhan itu dengan baik walau pun tidak sempurnah.