Suparman merupakan salah satu tokoh pendidikan yang lahir dari keluarga sederhana di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Ia dikenal sebagai sosok yang gigih, ulet, dan berdedikasi tinggi dalam mengabdikan diri di dunia pendidikan. Terlahir dari pasangan Mardiono dan Ponem, Suparman kecil telah memperlihatkan semangat belajar yang luar biasa, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan dalam menempuh pendidikan. Perjuangannya menggapai cita-cita menjadi guru dan akhirnya menjadi kepala sekolah serta pengawas sekolah, menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih keberhasilan.
Nama Lengkap: Suparman
Tempat, Tanggal Lahir: Sleman, 12 Oktober 1957
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Islam
Alamat: RT 24 RW 06, Desa Pasir Intan, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu
Perjalanan pendidikan Suparman tidaklah mulus. Namun dengan semangat dan kerja keras, ia mampu menuntaskan berbagai jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal:
SD Muhammadiyah Ngidjon III Sleman, Yogyakarta (1964–1970)
Berhenti sekolah selama 4 tahun untuk bekerja mencari biaya pendidikan
SMP Negeri Godean Sleman, Yogyakarta (1974–1977)
Sekolah Teknik Mesin Muhammadiyah Gedongan, Sleman (1978–1981)
Kursus Pendidikan Guru Paket C (1984)
Diploma II (D-II) Universitas Terbuka, Fakultas Keguruan (1992–1998)
Strata 1 (S-1) Universitas Lancang Kuning, Fakultas Ilmu Budaya (2002–2005)
Guru SDN 049 Rambah, Kabupaten Kampar (1982–1995)
Kepala SDN 049 Rambah, Kabupaten Kampar (1995–2002)
Kepala SDN 034 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (2002)
Kepala SMP Swasta Budi Utomo, Desa Pasir Intan (2003–2007)
Pengawas Sekolah Dasar, Kabupaten Rokan Hulu (2002–2015)
Guru SDN 007 Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu (2015–2016)
Suparman tumbuh dalam kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Setelah lulus dari Sekolah Dasar, ia harus menunda sekolah selama empat tahun. Di usia remajanya, ia bekerja keras demi mengumpulkan uang agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Tekad kuat untuk menuntut ilmu membawanya menyelesaikan SMP di usia yang tidak muda lagi.
Dengan berbekal ijazah STM, Suparman memiliki keinginan untuk menjadi guru. Namun karena belum memenuhi syarat, ia mengikuti Kursus Pendidikan Guru Paket C. Dalam waktu singkat, ia berhasil menyelesaikan kursus tersebut dan mulai mengajar di Sekolah Dasar Negeri. Pengalaman ini menjadi titik awal pengabdiannya di dunia pendidikan.
Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa Suparman bukan hanya seorang guru biasa. Ia terus menempuh pendidikan hingga mencapai jenjang S-1 demi meningkatkan kualitas diri dan pelayanan pendidikannya. Kepercayaan masyarakat dan rekan kerja terhadap kinerjanya yang disiplin dan bertanggung jawab membuat ia dipercaya sebagai kepala sekolah dan bahkan pengawas sekolah.
Sebagai pelopor pendirian SMP Swasta Budi Utomo di Desa Pasir Intan, Suparman berhasil membuka akses pendidikan lanjutan bagi anak-anak di daerah terpencil. Sekolah ini menjadi salah satu warisan pengabdian beliau yang nyata bagi dunia pendidikan.
Dedikasi Suparman dalam dunia pendidikan menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk mantan muridnya, Puji Prayitno, S.Pd, yang kini mengabdi bersama beliau di SDN 007 Bangun Purba. Sosok Suparman dikenal sebagai pendidik yang tegas, sederhana, namun penuh perhatian. Keteladanan yang beliau tunjukkan selama puluhan tahun menjadi teladan bagi generasi guru berikutnya.
Biografi Suparman adalah cerminan dari sebuah perjuangan hidup yang dilandasi oleh niat tulus dan semangat pantang menyerah. Beliau membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya hak bagi mereka yang berkecukupan, tetapi juga bisa diraih oleh siapa saja yang memiliki tekad, kerja keras, dan dedikasi. Suparman adalah sosok yang layak menjadi panutan dalam dunia pendidikan Indonesia.