CAPAIAN PEMBELAJARAN KREATIVITAS, INOVASI DAN KEWIRAUSAHAAN - FASE F - KELAS XII
Penilaian Sumatif Akhir Jenjang - Praktik - KIK 2026
“Bisnis di Era Digital: Untung Besar, Tapi Tetap Etis dan Bertanggung Jawab”
Di era digital saat ini, hampir semua pelaku usaha menggunakan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produk mereka. Strategi pemasaran tidak lagi hanya bergantung pada brosur atau spanduk, tetapi sudah beralih ke iklan online, konten kreatif, dan promosi berbasis data pelanggan.
Contohnya, banyak pelaku usaha kecil menggunakan Instagram, TikTok, dan Shopee Live untuk memperluas pasar. Mereka membuat konten video singkat tentang produk, mengajak pelanggan untuk mencoba, dan memberikan diskon melalui kode promosi.
Strategi ini termasuk dalam konsep digital marketing, yaitu cara memasarkan produk secara online agar bisa menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya lebih efisien.
Namun, dalam praktiknya, strategi pemasaran harus tetap memperhatikan etika bisnis dan tanggung jawab sosial. Beberapa pelaku usaha justru kehilangan kepercayaan pelanggan karena melakukan iklan menyesatkan, tidak jujur terhadap kualitas produk, atau mengambil ide orang lain tanpa izin.
Padahal, etika bisnis adalah landasan utama untuk menjaga kepercayaan konsumen dan membangun reputasi jangka panjang.
Selain itu, seorang wirausaha juga harus memperhatikan pengelolaan keuangan. Banyak bisnis gagal bukan karena kurang ide, tetapi karena tidak mampu mengatur arus kas. Semua pengeluaran dan pemasukan harus dicatat secara teratur, sesuai prinsip akuntansi sederhana. Misalnya, pemisahan antara uang pribadi dan uang usaha, serta menyusun laporan laba-rugi bulanan untuk memantau kesehatan keuangan bisnis.
Tidak kalah penting, wirausaha juga wajib memahami tanggung jawab sosial dan budaya korporasi (corporate culture). Artinya, usaha tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Misalnya, menggunakan bahan ramah lingkungan, tidak membuang limbah sembarangan, serta memperlakukan karyawan secara adil.
Terakhir, setiap usaha memiliki risiko — baik risiko keuangan, risiko pasar, maupun risiko reputasi. Oleh karena itu, penting untuk memiliki manajemen risiko, seperti menyiapkan dana darurat, asuransi, dan strategi cadangan bila penjualan menurun.
Seorang wirausaha sukses bukan hanya pandai menjual produk, tetapi juga mampu berpikir strategis, bertanggung jawab, dan menjaga integritas dalam setiap langkah bisnisnya.