TEORI MASUKNYA ISLAM (teori Mekah)


Jalur masuknya Islam di Indonesia melalui teori Arab menjadi antitesis untuk teori sebelum yakni teori Gujarat. Teori yang kemudian disebut sebagai teori Makkah ini berargumentasi bahwa Islam yang masuk ke Nusantara berasal langsung dari Arab Saudi.


Teori Makkah mulanya dikemukakan oleh para sejarawan Barat seperti Van Leur, Keyzer, TW Arnold, Crawfurd, Niemann, dan De Hollander. Sementara, ulama sekaligus sastrawan Indonesia yang gencar menggaungkan teori Makkah ini adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang kerap disapa Buaya Hamka


Sejak pertama kali memperkenalkan teori Makkah dalam perhelatan Dies Natalis Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN) ke-8 di Yogyakarta, Hamka mengemukakan prosesnya sudah berlangsung sejak abad pertama Hijriah atau ke-7 M.


" Teori ini menjelaskan Arab Saudi punya peran besar atas masuknya Islam ke Indonesia. Sebab, menurutnya bangsa Arab adalah yang pertama kali membawa Islam ke Nusantara, lalu diikuti Persia dan Gujarat," tulis Adi Sudirman dalam Ensiklopedi sejarah lengkap Indonesia dari era klasik sampai kontemporer.


Menurut Hamka, kedatangan awal orang Arab ke Indonesia juga dilandasi oleh dorongan untuk menyebarkan agama Islam. Bukan, sebaliknya untuk kepentingan nilai-nilai ekonomi.


Ia berpendapat, sebagian besar rakyat Indonesia memeluk Islam bermazhab Syafi'i sebagaimana yang banyak dianut oleh penduduk Mesir. Selain itu, gelar yang dipakai oleh raja-raja pada masa Samudra Pasai adalah gelar raja-raja Mesir yaitu, Al Malik.